Bos

"Kamu benar-benar ingin tahu?" tanya Deren.

"Iya," jawab Debora singkat.

'''Sebenarnya waktu kita mau melakukan itu kamu kesakitan dan kita tidak jadi melakukannya, aku menanyakan bos kita," ucap Deren terus terang.

Bugh

"Lho, kenapa kakak menanyakan ke bos kita? Malu lagi," ucap Debora dengan kesal sambil memukul bahu suaminya

"Habis kakak ingin banget melakukan itu jadi kakak iseng saja tanya sama bos," ucap Deren sambil memberikan ponselnya ke Debora.

"Untuk apa ponselnya?" tanya Debora dengan bingung.

"Baca percakapan kakak dengan bos," ucap Deren.

Debora membuka pesan wa dan membaca kata demi percakapan suaminya dengan bos mereka.

Bos : Deren, sudah melakukan malam pertama belum dengan Debora?

Deren : Belum Pak.

Bos : Kenapa belum?

Deren : Ketika kami melakukan pertama kali istriku menangis katanya sakit banget jadi kami berhenti.

Bos : Memang kalau pertama kali terasa sakit tapi lama kelamaan enak kok.

Deren : Baik pak, nanti saya coba lagi.

Bos : Semoga berhasil jebol, kalau berhasil jebol Debora libur tiga hari dan kamu masuk lusa saja tapi kalau belum jebol juga kalian berdua masuk ya.

Deren : Siap pak.

Bos : Semangat.

Deren : Terima kasih pak

Bos : Bagaimana Deren sudah jebol belum?

Deren : Istriku tidak mau Pak, katanya masih trauma.

Deren : Padahal aku ingin sekali Pak, apakah ada saran supaya Debora mau melakukan hubungan suami istri?

Bos : Kasih pemanasan terlebih dahulu.

Deren : Apa itu pemanasan Pak? Apa maksudnya masak air terus kita minum air yang sudah dipanaskan?

Bos : Hahahaha... 😂🤣🤣🤣🤣🤣🙈

Deren : Kenapa bos tertawa?🤔

Bos : Habis kamu lucu, maksudnya kamu mencium bibir, menjilat leher Debora nanti bapak kirim video pemanasan.

Deren : Oh itu Deren sudah melakukan itu tapi tidak tahu kalau itu namanya pemanasan. Deren sudah ada videonya Pak dapat dari teman kantor yang sudah menikah.

Deren : Sudah melakukan pemanasan tapi tetap saja Debora tidak mau memberikan mahkota 👑 berharganya 😭😭😭😭

Bos : Coba adik kecilmu kamu gesek ke bagian privasi Debora pasti Debora tanpa sadar akan memintanya untuk dimasukkan.

Deren : Kalau pas melakukan itu pasti Debora menolak karena takutnya dimasukkan.

Bos : Bilang saja janji tidak akan dimasukkan kecuali di minta.

Deren : Baik pak, nanti saya akan coba.

Bos : Semoga berhasil

Deren : Terima kasih pak

Bos : Sama - sama

Bos : Aduh

Deren : Kenapa pak?

Bos : Gara - gara ngomongin itu Bapak jadi pengen tapi tidak ada yang bisa di ajak membuat bapak hanya bisa menangis 😭 dipojokkan.

Deren : Kenapa Bapak tidak menikah lagi?

Bos : Bapak belum bisa move on semenjak istri Bapak meninggal bersama putriku.

Deren : Yang sabar ya Pak, Ibu dan nona Elsa sudah tenang di sana kalau Bapak sedih mereka nanti ikut sedih.

Bos : terima kasih, hanya kamu dan Debora yang Bapak anggap sebagai anak Bapak dan maaf tadi Bapak tidak bisa datang ke acara pernikahan kalian karena Bapak masih ada di luar kota, perusahaan Bapak lagi ada masalah .

Deren : Sekarang sudah selesai Pak?

Bos : Sudah

Deren : Syukurlah Pak

Bos : Semoga berhasil dan semangat.

Deren : Terima kasih Pak

Bos : Oke.

Debora memberikan ponselnya ke Deren dengan wajah memerah menahan rasa malu.

"Kenapa wajahmu memerah?" tanya Deren

"Malu," jawab Debora sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.

"Kenapa malu?" tanya Deren sambil mengusap punggung istrinya.

"Ya malu lagi kak Deren sama bos membicarakan tentang hal itu. Kenapa kak Deren tidak bertanya sama Mbah google? Apa yang aku jawab jika bos kita meledekku?" tanya Debora.

"Kenapa malu? bos sudah menganggap kita sebagai anak kandungnya. Mengenai kenapa tidak bertanya sama Mbah Google, maaf kakak lupa seharusnya nanya ke Mbah Google apalagi tidak mungkin bos meledek kita." jawab Deren.

"Kita mandi bareng yuk?" ajak Deren mengalihkan perhatian.

"Kakak saja duluan setelah itu baru aku," ucap Debora.

"Oh ya kenapa sekarang panggil kakak lagi? Bukannya kemarin memanggilku dengan sebutan Sayang?" tanya Deren tanpa menjawab ucapan Debora.

"Maaf, belum terbiasa," jawab Debora.

"Ya sudah, aku duluan yang mandi," ucap Deren sambil turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun.

"Sayang," panggil Debora.

"Ya," jawab Deren singkat sambil membalikkan badannya.

Debora tanpa sengaja melihat senjata pamungkas milik suaminya lumayan besar dan panjang membuat Debora memalingkan wajahnya ke arah samping dengan wajah memerah.

"Kenapa adik kecilnya tidak di tutup?" tanya Debora.

"Memangnya kenapa?" tanya Deren balik bertanya.

"Apakah sayangku tidak malu?" tanya Debora.

"Kita kan suami istri jadi kenapa mesti malu? Apalagi kita masing-masing sudah melihat semuanya," jawab Deren.

"Sayang," panggil Debora dengan nada kesal.

"Ada apa sayang?" tanya Deren dengan nada menggoda.

"Mandi dan tutupi adik kecil kak Deren," ucap Debora dengan wajah memerah.

Deren melihat telinga kanan Debora memerah membuat Deren tersenyum.

("Istriku kalau malu sangat menggemaskan," ucap Deren dalam hati).

Tanpa menjawab Deren membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket hingga lima belas menit kemudian Deren sudah selesai mandi dan menggunakan handuk untuk menutupi bagian privasinya.

ceklek

Deren membuka pintu dan melihat istrinya sedang menatap dirinya tanpa berkedip membuat Deren ingin menggoda Debora kembali.

"Aku tahu kalau aku tampan dan tubuhku sangat bagus. Pandangi saja terus kalau mau sentuh juga boleh," ucap Deren narsis sambil berjalan ke arah Debora.

"Aku baru tahu kalau suamiku ternyata narsis juga," ucap Debora.

"Baru tahu ya, aku narsis hanya sama kamu," ucap Deren sambil duduk di sisi ranjang.

Debora hanya tersenyum kemudian turun dari ranjang di sebelah sisi kiri karena sisi kanan di duduki oleh Deren.

Namun ketika ke dua kakinya menyentuh lantai rasa perih pada bagian privasinya membuat Debora menaikkan ke dua kakinya.

"Kok tidak jadi turun?" tanya Deren.

"Bagian privasi ku masih perih," jawab Debora.

Tanpa menjawab Deren turun dari ranjang kemudian memutari ranjang mereka. Deren menggendong Debora apa bridal style membuat Debora mengalungkan kedua tangannya ke leher Deren.

"Apa yang sayangku lakukan?" tanya Debora dengan wajah terkejut.

"Menggendong mu karena istriku sakit ketika berjalan. Maaf ya kalau punyamu masih sakit habis aku tidak tahan ingin melakukannya bersama istriku." ucap Deren merasa bersalah.

"Tidak apa-apa sayang, terlebih sudah seharusnya harta berharga ku sudah seharusnya aku berikan ke suamiku," jawab Debora sambil tersenyum.

Cup

"Terima kasih sayang, nanti lagi ya," pinta Deren kemudian mencium bibir Debora.

"Jangan dulu deh, punyaku masih sakit nanti saja kalau sudah hilang," jawab Debora.

"Padahal adik kecilku kembali meminta jatah yang ke dua," ucap Deren dengan wajah di buat sedih dan mata berkaca-kaca.

("Baru kali ini aku minta sesuatu dengan pura - pura sedih dan mata berkaca-kaca, demi apa coba?" tanya Deren dalam hati).

Debora menghembuskan nafasnya dengan perlahan dalam hatinya antara tidak tega melihat wajah sedih suaminya namun di sisi satunya lagi bagian privasinya masih terasa perih.

"Boleh ya?" tanya Deren.

("Bos, jika cara ini tidak berhasil besok aku masuk kerja mau protes karena tidak berhasil kasih sarannya," ucap Deren dalam hati sambil menahan kesal sama bosnya).

Terpopuler

Comments

wkwkw oh bos nya duda ternyata 😉😉😉😉😉😉😉

2022-10-24

0

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

lanjuut thoor

2022-10-01

0

Sumawita

Sumawita

Hahahaha deren ko bisa lugu gitu nya

2022-10-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!