Kamu Yakin

"Aku juga tidak ingin memakai barang pemberian kak Steven," jawab Debora yang tidak ingin mengingat pria yang sudah menyakiti hatinya.

"Bagus, kalau begitu kita pergi ke mall sekarang," ajak Deren.

Debora hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Deren mengendarai mobil sambil sekali-sekali melirik ke arah Debora yang sedang menatap jalan raya.

("Aku akan berusaha agar kamu jatuh cinta padaku," ucap Deren dalam hati).

Sepanjang jalan mereka saling terdiam hingga lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di mall. Debora dan Deren berjalan ke arah toko perhiasan dan mereka mencari cincin pernikahan.

"Coba yang ini," tunjuk Debora yang melihat sepasang cincin yang sangat sederhana polos tanpa ada permata.

"Baik nona," jawab pelayan toko.

Pelayan toko mengambil sepasang cincin dan diberikan ke Debora. Ketika Debora ingin mencobanya Deren mengambil dahulu cincin tersebut kemudian memasangkan di jari manis Debora.

"Cantik, mungkin yang memakainya cantik makanya cincinnya menjadi cantik," ucap Deren.

"Kak Deren bisa saja," jawab Debora sambil tersenyum malu.

Deren tersenyum kemudian Debora mengambil cincin satunya dan memakai kan ke jari manis Deren.

Deg

Deg

Entah kenapa jantung Deren dan Debora berdetak kencang ketika Debora memasangkan cincin di jari manis Deren. Debora berusaha menepis perasaan itu karena tidak mungkin dirinya secepat itu melupakan cinta pertamanya.

"Bagus tidak?" tanya Deren.

"Bagus," jawab Debora singkat.

("Karena yang memakainya pria tampan," sambung Debora dalam hati).

"Terima kasih," jawab Deren sambil tersenyum bahagia.

"Kenapa tidak memilih yang ada ukirannya?" tanya Deren

"Karena aku ingin pernikahanku tidak seperti ke dua orang tuaku," jawab Debora.

"Memang apa hubungannya?" tanya Deren dengan bingung.

"Aku tidak tahu ada hubungannya atau tidak tapi yang pasti aku ingin hubungan pernikahan kita mulus seperti cincin ini mulus karena aku ingin menikah sekali seumur hidup," jawab Debora.

Deren hanya diam namun dalam hatinya sangat bahagia karena pikiran Debora dan dirinya sama yaitu menikah sekali seumur hidup.

Deren dan Debora melepaskan cincinnya masing-masing kemudian diberikan ke pelayan toko.

"Ukir nama kami," pinta Deren.

"Silahkan tulis di sini," ucap pelayan toko sambil menerima sepasang cincin kemudian memberikan secarik kertas.

Deren menulis namanya dan juga nama Debora kemudian diberikan ke pelayan toko.

"Jika suatu saat nanti aku ingat namaku, kita ganti cincinnya ya," ucap Deren.

"Ok," jawab Debora singkat.

"Oh ya mau membeli satu set perhiasan?" tanya Deren.

"Tidak usah kak," jawab Debora.

"Tapi aku ingin membelikan mu," ucap Deren.

"Lebih baik uangnya digunakan untuk mengontrak rumah karena aku tidak mau tinggal bersama ke dua orang tuaku," jawab Debora.

Debora mengatakan itu karena dirinya sangat malas bertemu dengan Ibu tirinya yang selalu berkata kasar dan sering melakukan pekerjaan seperti pelayan. Seperti mencuci pakaian, piring, memasak dan membersihkan rumah.

Debora bukannya malas tapi dirinya sangat kesal karena anak kandungnya dan Ibu tirinya hanya bermalas-malasan selain itu dirinya sering dikasih makanan sisa padahal Debora yang memasak dan mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Debora menjadi tulang punggung keluarga karena ayah kandungnya tidak berkerja. Mereka memperlakukan Debora dengan semena-mena karena itulah Debora tidak ingin tinggal bersama keluarganya.

"Walau rumahnya kecil sekalipun tapi jika damai sudah seperti tinggal di rumah besar," sambung Debora.

"Kebetulan perusahaan menyediakan rumah minimalis jika aku sudah menikah jadi kita tinggal di rumah minimalis." ucap Deren.

("Aku tahu kalau kamu diperlakukan semena-mena oleh ke dua orang tuamu dan juga adik tiri mu tapi tenang saja jika kamu sudah menjadi istriku aku tidak akan membiarkan kamu diperlakukan seperti pelayan," ucap Deren dalam hati).

"Jadi kamu ingin membeli perhiasan satu set yang mana?" tanya Deren mengulangi perkataannya.

"Lebih baik di simpan uangnya karena siapa tahu suatu hari kita membutuhkan uang itu," jawab Debora.

("Kamu memang gadis berbeda karena itulah yang membuatku semakin menyukaimu," ucap Deren dalam hati).

''Kamu yakin tidak membeli satu set perhiasan?" tanya Deren memastikan lagi.

Terpopuler

Comments

Egepe Angel

Egepe Angel

Daren kan baru kerja, dapet duit dari mana thor

2023-07-05

0

Tini Jifi

Tini Jifi

bagus Thor cerita nya

2023-03-14

0

Sumawita

Sumawita

Lanjut

2022-09-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!