Debora

"Seandainya aku ingat akan masa lalu ku, aku tidak mungkin meninggalkan dirimu karena aku sangat mencintaimu," jawab Deren sambil melepaskan pelukannya.

Debora membalikkan badannya dan menatap sepasang mata Deren untuk mencari kebohongan tapi tidak ada.

"Sejak kapan kak Deren mencintai diriku?" tanya Debora penasaran.

"Sejak pertama kali kita bertemu kakak sudah ada perasaan suka tapi perasaan suka itu kakak pendam dan baru sekarang kakak katakan karena sebentar kita akan menikah. Kakak tidak memaksa dirimu untuk membalas cinta kakak cukup kamu ada di samping kakak dan tidak ada niat untuk meninggalkan kakak," ucap Deren sambil membalas tatapan Debora.

Grep

Debora sangat terharu dengan ucapan Deren terlebih tidak ada kebohongan di mata Deren membuat Debora memeluk Deren. Deren sangat bahagia Debora memeluk dirinya membuat Deren membalas pelukan Debora.

"Terima kasih atas semua yang kakak katakan padaku dan aku mohon agar kakak bersabar menghadapi sikap ku. Buatlah aku untuk mencintai kak Deren," pinta Debora sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Deren.

"Tentu saja, kakak akan selalu sabar dan berusaha agar kamu mencintai kakak," ucap Deren.

"Sekarang kakak bayar dulu setelah itu kita langsung pulang," sambung Deren.

"Pakaian dan perhiasan ini lebih baik di simpan di rumah kak Deren karena aku tidak ingin Valen mengambilnya dan memilikinya," ucap Debora.

"Ok," jawab Deren singkat.

Deren berjalan ke arah kasir dengan diikuti oleh Debora setelah membayar mereka pulang mengingat kalau orang tua Debora akan marah jika mereka lama pulangnya.

"Nanti setelah mengantarkan aku pulang kak Deren lebih baik tinggal di rumah kak Deren," ucap Debora.

"Memang nya kenapa?" tanya Deren dengan wajah bingung.

"Debora tidak ingin kak Deren dimarahin sama ke dua orang tua ku terlebih besok kita menikah dan aku tidak ingin kak Deren dijelekkan oleh ke dua orang tua ku juga para tetangga yang julid," jawab Debora yang tidak ingin Deren disakiti oleh keluarga dan para tetangga nya cukup dirinya yang disakiti karena Debora sudah terbiasa mendapatkan perlakuan seperti itu.

"Baiklah terserah apa yang kamu katakan dan terima kasih kamu perduli pada kakak hanya saja jika mereka julid denganmu bilang sama kakak biar kakak yang memberikan pelajaran untuk mereka." ucap Deren yang tidak ingin Debora disakiti oleh orang lain.

"Debora sudah kebal kak, yang penting kakak tidak di julid," jawab Debora.

"Kakak tidak rela jika kamu di julid, apa lebih baik kamu tidur di rumah kakak?" tanya Deren yang tidak tega jika Debora disakiti atau ada orang yang berbicara pedes.

"Justru kalau aku tidur di rumah kakak yang ada aku tambah di julid. Kakak tenang saja besok pagi dan seterusnya aku akan tinggal di rumah kakak sebagai istri," ucap Debora.

Deren yang mendengar besok pagi dan seterusnya tinggal bersamanya membuat Deren sangat bahagia mendengarnya dan berharap pernikahan mereka langgeng selamanya.

"Kakak menghormati semua keputusannya jika ada apa-apa kabarin kakak karena kakak pasti selalu ada untukmu," ucap Deren.

"Baik kak," jawab Debora patuh.

Deren hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama mereka sudah sampai di rumah sederhana. Debora membuka pintu mobil sambil menatap wajah tampan Deren.

"Kak Deren pulanglah, besok pagi kita bertemu lagi," ucap Debora kemudian menutup pintu mobil.

Debora berdiri sambil menunggu Deren pergi, Deren melambaikan tangannya membuat Debora membalas lamban tangannya.

"Hati-hati," ucap Debora sambil masih melambai kan tangannya.

''Ok, istirahat jangan banyak pikiran," ucap Deren.

"Ok," jawab Debora singkat.

Deren tersenyum kemudian pergi meninggalkan Debora. Setelah mobil menjauh Debora masuk ke dalam rumah kecil tersebut dan melihat ke dua orang tuanya menatap Debora dengan sinis.

"Benarkan kataku kalau Debora dan Deren ada hubungan makanya Steven selingkuh dengan putriku," ucap Ibu tirinya dengan wajah sinis.

"Sama seperti Ibu nya, wanita mu ra han," sindir Ayah kandungnya.

Deg

Deg

Jantung Debora berdetak kencang ketika Ayah kandungnya mengatakan hal tersebut membuat Debora mengepalkan ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya.

Tanpa menjawab Debora berjalan meninggalkan mereka.

"Benar kata Ayah kalau Debora sama seperti Ibu nya dan sesuai kata pepatah buah tidak jatuh dari pohonnya." ucap Ibu tirinya.

"Benar, untung Ayah menikah dengan Ibu wanita yang baik hati," jawab suaminya.

"Tentu saja Ibu baik hati memang istri pertama Ayah," sindir istrinya.

Debora yang tidak ingin mendengar ucapan ke dua orang tuanya dengan langkah cepat masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya.

"Besok aku akan menikah jadi lebih baik membereskan semua barang ku dan aku masukkan ke dalam tas jadi setelah menikah aku tidak akan kembali ke rumah ini," ucap Debora.

Debora mengambil tas koper ukuran besar yang sudah mulai pudar karena tas koper itu dulu peninggalan milik Ibunya Debora waktu mereka masih kaya sebelum Ayah kandungnya menikah dengan Ibu tirinya.

"Bu, kenapa Ayah menjelekkan Ibu padahal karena Ibu usaha Ayah sangat maju tapi semenjak Ayah menikah dengan wanita ular itu kehidupan kami seperti ini menjadi sangat miskin," ucap Debora sambil memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper.

Debora melihat kotak perhiasan milik Ibunya kemudian membukanya hingga dirinya melihat sebuah kalung yang dulu diberikan oleh seorang anak kecil laki - laki.

"Aku tidak tahu wajahmu yang sekarang dan aku juga tidak tahu apakah kami dipertemukan kembali atau tidak tapi yang pasti kalung ini aku simpan sebagai kenangan dan aku harap kamu masih menyimpan kalung yang aku berikan karena kalung itu kenangan dari Ibuku," ucap Debora.

Selesai berbicara Debora menyimpan kalung tersebut dan diselipkan di antara bajunya. Setelah semuanya masuk ke dalam koper Debora menutup koper tersebut kemudian meletakkan di pinggir lemari.

"Aku akan menghubungi kak Deren karena besok setelah acara pernikahan di rumah kami akan berangkat ke gedung untuk merayakan resepsi pernikahan kami tapi sebelum berangkat Kak Deren membawa koper ku ke dalam mobil karena takut wanita ular itu membuka koper ku dan melihat isinya," ucap Debora.

Terpopuler

Comments

Tini Jifi

Tini Jifi

gak taunya nanti Daren anak orang kaya 👍👍

2023-03-14

1

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

bpky debora yg ga tau diri hrta banyak peninggalan ibuy habis sm dia dan selingkuhny..kini nyalahin debora wanita ga baik..yg ga baik itu istri sm anak tiri kamu pa..smg debora cpt bebas dr ibu tiriy..dan hidup bahagia sm derren

2022-09-29

0

Nova Aryanti

Nova Aryanti

lanjut Thor semoga Daren itu yg pernah di tolongin Debora

2022-09-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!