Lagi mikirin apa kak?

''Ok,'' jawab Deren singkat.

Debora berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Deren berjalan ke arah ranjang dan duduk di sisi ranjang.

''Kenapa aku merasa besok masuk kerja Debora dan aku akan di julid oleh orang kantor?" tanya Deren sambil berfikir.

Deren turun dari ranjang dan berjalan ke arah balkon untuk menikmati angin malam.

("Jika itu terjadi dan Debora menangis karena ucapan pedas orang kantor maka pada saat itu juga kami akan berhenti kerja dan pindah ke luar kota untuk memulai hidup baru di mana orang tidak lagi menghina Debora." ucap Deren dalam hati).

("Sudah cukup keluarga Debora menghina istriku dan membuat Debora selalu menangis. Aku tidak akan rela orang yang aku cintai bersedih dan menangis karena air mata istriku terlalu berharga. Aku akan mencari pekerjaan dan mencari uang yang banyak agar istriku di rumah dan tidak bekerja cukup menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak-anak kami nantinya," ucap Deren dalam hati).

("Anak-anak ... saat ini istriku tidak mau melakukan hubungan suami istri padahal aku sangat ingin melakukannya. Tidak tahu sampai kapan aku menunggu," ucap Deren dalam hati sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan).

Grep

"Lagi mikirin apa kak?" tanya Debora sambil memeluk suaminya dari arah belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung suaminya.

"Tidak memikirkan apa - apa," jawab Deren berbohong.

Deren terpaksa berbohong karena dirinya tidak mungkin mengatakan dengan jujur kalau dirinya menginginkan hubungan suami istri.

"Oh ya, kapan kamu mulai kerja ke kantor?" tanya Deren.

"Besok kak, karena tidak enak kalau kelamaan libur," jawab Debora.

"Oh ya kak, aku hampir lupa seminggu lagi aku wisuda. Kakak bisa datangkan?" tanya Debora penuh harap.

"Tentu saja kakak akan datang," jawab Deren sambil melepaskan pelukan Debora.

Deren membalikkan badannya dan menatap wajah cantik istrinya sambil mengusap rambut istrinya dengan lembut.

Grep

"Terima kasih kak, kakak selalu ada untukku," ucap Debora sambil kembali memeluk tubuh suaminya yang kekar.

"Tentu saja karena kakak sangat mencintaimu," jawab Deren sambil membalas pelukan istrinya.

Debora tersenyum bahagia setelah beberapa saat kemudian mereka melepaskan pelukannya.

"Sudah malam, kita tidur," ucap Daka sambil memeluk tubuh mungil istrinya dari arah samping.

Debora hanya tersenyum sambil membalas pelukan suaminya. Mereka berjalan masuk ke dalam kamarnya, Deren menutup pintu balkon dan menguncinya.

Debora dan Deren untuk pertama kalinya tidur bersama membuat ke dua jantung mereka berdetak kencang. Debora tidur dengan gelisah kadang tidur terlentang, kadang ke arah Deren dan kadang membelakangi Deren.

"Tidak bisa tidur?" tanya Deren sambil memejamkan matanya.

"Iya," jawab Debora singkat.

"Mau aku peluk?" tanya Deren.

"Tidak kak," jawab Debora dengan wajah memerah.

"Aku janji tidak akan melakukannya kecuali aku akan melakukannya jika kamu memintanya," ucap Deren yang tahu apa yang dipikirkan oleh Debora.

"Janji?" tanya Debora dengan ragu.

"Janji," jawab Deren sambil mengarahkan tangan kanannya ke samping istrinya.

Debora dengan gugup meletakkan kepalanya di lengan kekar suaminya kemudian memeluknya membuat Deren membalas pelukan istrinya.

("Terakhir aku di peluk oleh Ayahku waktu aku sedang sedih karena kehilangan Ibuku tapi setelah Ayah menikah Ayah tidak pernah memeluk diriku lagi. Terima kasih kak Deren atas perhatian selama ini padaku. Aku minta kak Deren sabar dalam menghadapi sikapku dan mau menunggu diriku siap melakukan hubungan suami istri," ucap Debora dalam hati sambil memejamkan matanya).

("Walau kami belum melakukan hubungan suami istri tidak apa-apa asalkan kamu selalu bersedia tidur bersama denganku karena aku percaya suatu saat nanti kamu akan memberikannya untukku," ucap Deren dalam hati sambil memejamkan matanya).

Tidak membutuhkan waktu lama mereka tidur dengan pulasnya sambil memberikan kehangatan. Di tempat yang berbeda di mana pengantin baru siapa lagi kalau bukan Steven dan Valen yang masih berada di hotel tersebut.

"Nak Steven, kan sudah menikah dengan putriku," ucap Ibunya Valen sambil tersenyum bahagia ketika para tamu undangan sudah mulai berkurang.

"Lalu?" tanya Steven dengan nada dingin.

Terpopuler

Comments

Yayuk Triatmaja

Yayuk Triatmaja

Suatu saat nanti di bab selanjutnya Debora akan memberikan nya

2022-09-30

1

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

ayo debora kamu hrs buka hati kamu buat derren dan ksmu jd isyri yg seutuhy..jangan sampe kesabaran derren habis dan menyakiti kamu..

2022-09-30

1

Aprilia dwi

Aprilia dwi

hayoolohh mau apa tuhh mertua matree,, mulai beraksi,,, gag tau apa anaknya mau dijadikan budak,,,

2022-09-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!