Pernikahan

"Tapi ..." ucapan Valen terpotong oleh Steven.

"Tidak ada tapi - tapian tanda tangani atau pernikahan besok batal," ancam Steven.

Dengan wajah kesal Valen menandatangani surat kosong tersebut kemudian Steven menatap tajam ke arah Valen.

"Pakai pakaianmu dan pergi dari sini," ucap Steven dengan nada dingin.

"Aku mau ke kamar mandi dulu," ucap Valen.

Steven hanya menganggukkan kepalanya membuat Valen menahan amarahnya. Valen berusaha turun sambil menahan perih pada bagian privasinya menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

"Akhhhhhhhh... Si*l jika aku menikah dengan Valen keenakan Debora dan laki - laki itu," ucap Steven.

"Ini semua salah Valen, awas kamu Valen akan aku buat hidupmu seperti di neraka," ucap Steven dengan rahang mengeras menahan amarahnya.

Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Debora dan Deren duduk di pojok restoran tersebut sambil menunggu pesanan minuman dan cemilan mereka.

"Kakak tahu kalau kamu tidak mencintaiku tapi kamu jangan kuatir setelah kita menikah kakak tidak akan menyentuhmu selama kamu tidak mengijinkannya." ucap Deren.

("Asalkan kamu setia dan menjadi istriku itu sudah cukup bagiku," sambung Deren dalam hati).

"Apakah kak Deren serius tidak akan menyentuhku jika aku tidak menyetujuinya?" tanya Debora.

Entah kenapa ketika mengatakan itu hati Debora terasa sakit begitu pula dengan Deren.

"Kakak serius, jika kamu merasa tidak yakin kita tidur di kamar berbeda," ucap Deren.

Debora menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju.

"Aku percaya dengan kak Deren dan Debora harap kak Deren jangan menyalahgunakan kepercayaan yang aku berikan," ucap Debora.

"Terima kasih kamu percaya dengan kakak," ucap Deren.

("Aku akan buat kamu jatuh cinta padaku dan aku akan melindungi mu dari ke dua wanita ular itu termasuk Steven yang ingin menyakitimu," sambung Deren dalam hati).

Debora dan Deren saling terdiam dan tidak berapa lama pelayan restoran datang sambil membawa minuman dan cemilan. Mereka mengambil cemilan dan sekali - kali mereka minum tanpa ada yang bicara sedikitpun.

Mereka berdua sibuk dengan pikiran masing - masing tanpa menyadari dua pasang mata menatap Debora dengan kebencian siapa lagi kalau bukan Ibu tirinya dan adik tirinya.

"Bu, enak banget kak Debora," ucap Valen dengan wajah cemberut.

"Enak apanya? Dia dapat pria miskin sedangkan kamu dapat pria kaya," ucap Ibu nya.

"Iya sih tapi kan calon suaminya sangat perhatian dan sepertinya pria itu sangat sayang dengan kak Debora," jawab Valen yang selalu iri dengan Debora.

"Buat apa perhatian kalau pria itu miskin masih mendingan dirimu calon suamimu tampan dan kaya raya," ucap Ibunya.11

"Tapi Bu, kak Steven memintaku menandatangani surat perjanjian tapi isinya masih kosong," keluh Valen.

"Apa maksudmu Valen? Kamu tanda tangani kertas kosong dan kamu setuju?" tanya Ibunya memperjelas ucapan putri semata wayangnya.

"Iya Bu dan Valen terpaksa menanda tanganinya," jawab Valen.

"Dasar anak bo doh, kenapa kamu tanda tangani ?" tanya Ibunya dengan nada kesal.

"Jika Valen tidak tanda tangani maka pernikahan kami bakalan batal," jawab Valen sambil menahan amarahnya terhadap Steven.

"Si*lan Steven berani mengancam putriku," ucap Ibunya sambil menahan amarahnya.

"Apa yang harus kita lakukan Bu?" tanya Valen .

"Kita harus bisa merebut kertas kosong yang kamu tanda tangani dari tangan Steven karena Ibu ingin menikmati harta milik Steven," ucap Ibu nya.

"Benar kata Ibu, kita harus bisa merebut surat itu karena aku juga lelah hidup miskin," ucap Valen.

"Kalau begitu lebih baik kita pulang karena besok hari pernikahan mu dengan Steven. Kamu harus berdandan cantik jangan sampai kalah dengan Debora," ucap Ibu nya.

"Baik Bu," jawab Valen.

Ke dua wanita itu pergi meninggalkan tempat tersebut dan tanpa sepengetahuan mereka berdua sepasang mata menatapnya dengan tatapan tajam.

"Aku sudah menduga kalau kalian hanya ingin hartaku dan aku merasa kalian membohongi aku dan sengaja menjebak aku agar aku menikah dengan mu. Awas saja kalian akan aku balas dua kali lipatnya yang kalian lakukan padaku selain itu aku akan merebut Debora dari tangan pria miskin itu," ucap Steven sambil menahan amarahnya.

"Aku tidak perduli jika Debora sudah kehilangan harta berharganya karena aku masih mencintai Debora," sambung Steven kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.

"Aku ingin pulang," ucap Debora.

"Aku akan mengantarmu pulang," ucap Deren sambil berdiri begitu pula dengan Debora.

Deren dan Debora berjalan ke arah parkiran mobil. Deren membuka pintu mobil dan Debora masuk ke dalam mobil kemudian Deren menutup pintu mobil. Deren memutari mobilnya kemudian membuka pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi.

"Sebelum pulang kita membeli cincin pernikahan dan pakaian pengantin karena aku tidak ingin kamu memakai barang milik Steven untuk acara pernikahan kita," ucap Deren sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.

Terpopuler

Comments

Tini Jifi

Tini Jifi

lanjut Thor

2023-03-14

0

Sumawita

Sumawita

Kayak nya derren pura pura amesia deh,,dan derren pasti anak laki-laki yg di tolong Debora waktu kecil dulu,,emg mereka berjodoh

2022-09-28

2

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

jangan harap ya steven apa yg sdh kamu lepas ga akan bisa kamu ambil lg..krn dereen ga akan melepasy dan mempertahankn debora denga sekuat jiwa ragay...lanjuut thoor

2022-09-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!