Debora menutup mulutnya seakan tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya membuat Debora memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak kemudian Debora menghubungi Deren. Sambungan pertama langsung di angkat oleh Deren.
("Ada apa Debora?" tanya Deren karena tidak biasanya Debora menghubungi dirinya terlebih besok Debora akan menikah dan dirinya berencana tidak akan datang karena Deren belum sanggup melihat keromantisan wanita yang dicintainya dalam diam).
("Hiks... Hiks ... Hiks ..." Isak Debora).
("Debora, kamu kenapa menangis? Apa yang terjadi? Siapa orang yang berani menyakitimu?" tanya Deren beruntun sambil menahan amarahnya dan berjalan meninggalkan ruang kerjanya).
("Hiks... Hiks ... Kakak pulang antar Debora ke hotel," pinta Debora sambil masih terisak).
("Maksudnya?" tanya Deren dengan wajah bingung).
("Kak Steven selingkuh dan aku ingin ke sana untuk melihatnya," jawab Debora menjelaskan).
("Apa?? Baik aku akan ke rumahmu," jawab Deren sambil melangkahkan kakinya dengan cepat).
Tut Tut Tut
Debora memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak kemudian menjatuhkan tubuhnya dan berlutut di lantai. Hatinya sangat hancur karena besok adalah hari pernikahannya dengan calon suaminya tetapi calon suaminya selingkuh dengan adik tirinya.
Debora menangis dan menangis hingga lima belas menit kemudian pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.
Ceklek
Debora berusaha bangun dan berjalan dengan langkah gontai ke arah pintu kamarnya kemudian membukanya dan tampak Deren berdiri di depan pintu dengan wajah penuh kuatir.
Grep
"Kak Deren hiks ... hiks ... hiks ..." ucap Debora sambil terisak dan memeluk Deren untuk menghilangkan rasa sesak di hatinya.
Deg
Deg
Jantung Deren berdetak kencang ketika Debora memeluk dirinya untuk pertama kalinya membuat Deren memejamkan matanya untuk menetralkan jantungnya yang berdetak kencang akibat pelukan Debora. Gadis yang sangat dicintainya namun dirinya tidak berani mengatakannya.
Deren hanya bisa mengusap punggung Debora hingga tiba - tiba terdengar suara bentakan yang sangat familiar di telinga mereka berdua.
"Debora, Deren!!! Apa yang kalian lakukan hah!!!" bentak Ayahnya Debora.
Debora dan Deren langsung melepaskan pelukannya kemudian Deren menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya di kala melihat tubuh Debora gemetar karena sangat takut dengan ayah kandungnya yang sedang marah besar.
"Dasar anak tidak tahu diri, kamu itu besok menikah dengan pria kaya yang bisa menghidupi kami tapi kenapa kamu selingkuh dengan pria miskin seperti dia, Hah!!!" bentak Ayahnya Debora sambil menunjuk - nunjuk jari telunjuknya ke arah wajah Deren.
"Kamu juga, sudah untung di rawat sama kami dan numpang di rumah kami sampai pekerjaan dicarikan sama kami tapi kamu malah selingkuh dengan putriku," sambung Ayahnya Debora.
"Ayah, Debora memeluk Deren karena kak Steven selingkuh dengan Valen di kamar pengantin kami," ucap Debora yang tidak tega Deren di bentak oleh Ayahnya.
"Apa??Itu tidak mungkin!!! Valen adalah gadis yang baik tidak mungkin putriku melakukan perbuatan serendah itu, dasar wanita mu ra han beraninya memfitnah putriku!!" bentak ibu tirinya yang tiba - tiba datang dan bersiap menampar Debora.
Grep
"CUKUP!!!" teriak Deren yang sejak tadi diam sambil menahan tangan ibu tirinya Debora.
"Lebih baik kita ke sana untuk membuktikan apa benar yang dikatakan Debora atau tidak," sambung Deren sambil melepaskan tangan Ibu tirinya Debora.
"Baik, kita ke sana," jawab ibu tirinya.
Merekapun pergi dengan ikut menumpang mobil Deren milik perusahaan di mana Deren dan Debora berkerja di perusahaan yang sama.
Deren mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar mereka segera sampai hingga lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di hotel tempat di mana mereka nantinya akan mengadakan resepsi pernikahan yang lumayan mewah.
Debora dan Steven berencana menikah di rumah orang tua Debora namun resepsi pernikahan mereka di hotel mengingat keluarga besar Steven adalah keluarga yang lumayan terpandang dan rasanya malu jika mengadakan pesta pernikahan di rumah kecil.
Mereka berempat berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah kamar hotel nomer 808 dimana besok malam akan digunakan untuk kamar pengantin Debora dan Steven.
Brak
Deren membuka paksa kamar 808 dan matanya langsung membulat sempurna begitu pula dengan Debora dan ke dua orang tuanya. Bagaimana tidak, mereka melihat Valen dan Steven sedang melakukan hubungan suami istri dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun.
Steven sangat terkejut dengan kedatangan mereka membuat mereka menghentikan kegiatannya sedangkan Valen yang sudah tahu akan kedatangan ke dua orang tuanya pura - pura terkejut dan langsung menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan selimut.
Dalam hati, Valen sangat bahagia karena bisa menggagalkan rencana kakak tirinya untuk menikah dengan Steven pria yang dicintainya karena Steven banyak uang.
Steven dengan cepat mengambil celana boxer nya dan langsung memakainya sedangkan Deren yang sangat kesal karena Steven melukai perasaan gadis yang sangat dicintainya membuat Deren berjalan ke arah Steven.
Bugh
"Ini hukuman untuk laki - laki breng**k sepertimu," ucap Deren sambil memukul Steven membuat Steven terhuyung ke belakang karena belum ada persiapan.
Bugh
"Ini akibat melukai perasaan Debora," ucap Deren sambil memukul kembali wajah Steven.
Cihhhhh
"Bagaimana denganmu?" tanya Steven sambil menatap tajam ke arah Debora dan Deren.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Sumawita
kak bikin Valen sama ibunya menyesal dan menderita
2022-09-28
1
Yayuk Triatmaja
Terima kasih banyak atas komentarnya
2022-09-26
0
DenSus
baru awal awal cerita langsung seru .cemuut kak
2022-09-26
0