Bab. 4 Menganggapmu Mati.

"Ibu... Ibu...," teriak Dee dari luar kamar

Ketika Dee sampai dikamar rumah sakit, perawat baru saja menutup kain putih ke kepala Ibu Panti.

"Tidak...." serunya sekuat tenaga. Tangisnya pecah seketika.

Tubuh Dee limbung ke belakang, untung Anna dengan cepat memegang tubuhnya. Mereka lalu berpelukan.

"Ibu... Ibu...," tunjuk Dee pada Ibu Panti tidak bisa mengatakan apapun lagi selain memanggil namanya.

Dengan langkah yang terasa berat Dee berjalan mendekat ke arah Ibu Panti membuka penutup wajah dan melihat orang yang paling dia cintai pergi untuk selamanya.

Dadanya terasa sesak ketika melihat wajah pucat dengan bibir yang sudah membiru dan beberapa luka bakar yang masih basah. Dee menggelengkan kepala.

Dee menciumi wajah Ibu Panti dan meraung keras. "Ibu kenapa meninggalkan Dee, bukankah sudah Dee katakan untuk bertahan. Dee butuh Ibu. Dee ingin Ibu datang ke acara pernikahan Dee. Kenapa Ibu setega itu pada Dee," ungkapnya sedih.

Semua terdiam melihat yang terjadi. Diantara anak Panti memang Dee yang paling dekat dengan Ibu Panti dan paling peduli padanya. Hingga ketika yang lain memutuskan untuk pergi setelah mendapatkan pekerjaan Dee memilih untuk tetap tinggal di Panti. Membantu Ibu mengurus anak-anak dan keuangan Ibu Panti dengan menitipkan barang dagangan ke toko-toko di sekitar daerah itu.

"Anna, Ibu pasti sedang bercanda kan?" tanya Dee. Anna memeluk bahu Dee.

"Sabar Nona, Ibu Anda sudah tenang diatas sana dan sudah tidak merasakan sakit lagi. Kami yakin dia akan diterima dengan baik oleh Tuhan karena selama hidupnya selalu membantu anak-anak yatim. Nona lihat, Ibu Anda terlihat tersenyum ketika menutup mata," ucap salah seorang Dokter.

Dee menatap Ibu Panti dan mengusap wajahnya. Menarik nafas dalam dan mencoba menerima kenyataan. Dokter lantas membawa janazah Ibu Panti untuk dirawat.

"Kami dari pihak rumah sakit turut berduka cita atas kematian Ibu Panti Mentari. Semoga arwahnya diterima di sisi Alloh dengan baik. Untuk Nona-nona semoga kalian diberi ketabahan dalam menjalani ini semua. Kalian mesti kuat karena ada adik-adik Panti yang harus kalian urus nasibnya ke depan."

Dee hanya mengangguk diam seraya menyeka air matanya.

***

Banyak yang hadir pada acara pemakaman kali ini, masih ada lima belas anak Panti yang menyaksikan Ibu asuh mereka masuk ke dalam liang lahat. Dee berusaha untuk tetap tabah agar adik-adik Panti yang lain bisa kuat menerima kenyataan ini. Bagi mereka Ibu Panti adalah Ibu sesungguhnya karena dia yang merawat mereka sedari kecil dan memberi kasih sayang berlebih. Dari dia mereka mengenal dunia dan mengerti bahwa hidup harus berjuang tanpa melupakan Tuhan dan nilai luhur adab.

Rencananya pemerintah akan mengambil alih anak-anak Panti yang masih dibawah umur untuk tinggal di Panti lain. Sedangkan Dee dan Anna akan mencari tempat tinggal baru.

Kini di tanah makam hanya tersisa Dee dan Anna saja. Dee masih memeluk tanah di depannya seperti tidak rela meninggalkan Ibu Panti sendiri di sana.

"Sudah, Kak kita pulang dan cari tempat baru untuk tinggal."

Dee lantas bangkit ingat jika rumah Panti yang mereka tinggali dulu sudah tidak bisa mereka gunakan lagi. Dia menyeka air matanya mencoba tersenyum pada Anna.

Tiba-tiba seorang wanita paruh baya dengan dandanan glamour datang mendekat. Dia tertegun melihat Dee.

Dee pun sama. Dia merasa mengenal wajah wanita itu hampir sama seperti wajahnya. Jangan-jangan? Lidahnya kelu seketika.

"Apakah itu makam dari Ibu Panti Mentari yang baru saja meninggal?"

"Iya... Ibu siapa?" tanya Anna seraya melirik ke arah Dee.

"Saya... saya...," ujar Ibu itu menatap lekat Dee. "Nama saya Linda dan saya kemari untuk mencari anak perempuan saya yang delapan belas tahun lalu saya titipkan di sini."

Mata Dee kembali memerah. Bibirnya terkatup semakin rapat. Dadanya bergemuruh dengan keras menanti apa yang wanita itu katakan selanjutnya.

"Mungkin dia sudah diadopsi oleh orang, Bu," kata Dee. "Ibu datang terlambat, Ibu Panti sudah tidak ada dan tidak ada informasi siapa anak Ibu. Ayo Anna kita harus secepatnya pergi dari sini."

Hati Dee sudah mati. Jika benar di depannya adalah Ibu kandungnya dia tidak akan mengakuinya. Dia sudah kecewa berat.

"Tunggu, Ibu sepertinya tahu siapa anak Ibu. Dia punya tahi lalat di jarinya dan itu sama dengan punyamu. Apakah umurmu juga delapan belas tahun?" tanya Ibu itu dengan suara parau dan bergetar.

"Iya saya memang sudah berumur delapan belas tahun. Soal tanda lahir ini bisa dimiliki oleh siapapun."

"Tapi kau sangat mirip denganku sewaktu aku masih muda," ucap Ibu itu tercekat.

"Dengar Ibu, walau Ibu adalah Ibu kandungku aku tidak ingin mengenalmu, kenapa bagiku kau telah mati lama. Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu mengapa aku dibuang olehmu sendiri bukan orang lain. Itu artinya dari awal aku lahir aku sudah tidak diinginkan olehmu. Andai Ibu Panti tidak merawatku pasti aku sudah tidak bernyawa jadi yang menjadi Ibuku adalah Ibu Panti dan kau hanya orang asing yang tidak ingin kuketahui dan kukenal. Anggap aku tidak ada dan aku juga akan menganggapmu sudah tidak ada. Lagian untuk apa kau mencariku sekarang di saat aku sudah bisa berdiri sendiri tanpa butuh bantuanmu."

Ibu Linda membeku mendengar ucapan Dee. Dia melihat anak itu berjalan melewatinya.

"Honey Dee apakah itu namamu?" tanya Ibu Linda membuat langkah Dee terhenti.

"Ya, itu namaku tetapi aku mohon anggap aku sudah mati bersama dengan Ibu Panti karena aku tidak ingin bersama dengan orang yang tidak menginginkan kehadiranku ke dunia ini sekalipun dia Ibu kandungku." Dee pergi meninggalkan Ibu Linda sendiri di sana dalam penyesalan. Sejenak dia menyeka air mata yang menetes ke pipi. Anna memeluk saudara se panti seraya mengusap lengan Dee.

"Apa kau benar-benar tidak ingin memeluk Ibumu?"

"Ibuku adalah Ibu Panti, dia hanya kebetulan wanita yang telah melahirkan aku. Lima belas tahun aku menantikan kedatangannya dan akhirnya aku lelah dan telah meyakini jika Ibuku telah tiada karena dia tidak pernah sekalipun menengok ku ataupun peduli akan keadaanku."

Anna menghela nafas panjang. Dee baru terguncang hatinya dan mungkin ini bukan saat yang tepat bagi wanita itu datang. Belum lagi yang terjadi dengan Dee dan pria asing yang telah membayarnya, itu menambah kesedihan Dee semakin dalam.

"Kita akan jalani ini bersama." Anna menggenggam tangan Dee erat.

Dee mengangguk setuju dan menghela nafas panjang. Dia berharap bisa melupakan semua hal buruk yang sudah terjadi.

Mendadak handphone di tangan Anna berdering. Dari Rizky. Hati Dee mendadak tidak karuan.

Terpopuler

Comments

Azizka Amelia Putri

Azizka Amelia Putri

𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙜𝙖𝙠𝙪𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙠𝙞𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙝𝙪𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙧𝙚𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙖𝙟𝙖

2022-10-02

2

Puja Kesuma

Puja Kesuma

enak kali ya anak dibuang di panti udah besar tinggal mengakui aku ibumu...dulu kmn bu waktu kau buang anakmu gk ada hati keibuanmu itu...klo biasanya ank yg durhaka tp itu ibunya si honey durhaka sama anknya...

2022-09-16

0

tegar chaliq

tegar chaliq

terharu aku 😭😭😭

2022-09-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Terpaksa menjadi Ibu pengganti
2 Bab. 2 Harga Diri Jauh Lebih Berharga Dibandingkan Uang
3 Bab. 3 Membatalkan Perjanjian? Mimpi!
4 Bab. 4 Menganggapmu Mati.
5 Bab. 5 Ketahuan Hamil
6 Bab. 6 Menangkapku? Tidak mungkin bisa
7 Bab. 7 Aku Tidak Sebodoh Itu
8 Bab. 8 Sia-sia Sudah
9 Bab. 9 Malu Tapi Mau
10 Bab. 10 Sakit tetapi tidak berdarah.
11 Bab. 11 Kau bayar aku jika begitu
12 Bab. 12 Perjanjian Buta
13 Bab. 13 Iblis Tampan
14 Bab. 14 Kabar Mengejutkan
15 Bab. 15 Pemicu Amarah
16 Bab. 16 Marah Tak Beralasan
17 Bab.17 Kau tidak tahu siapa aku?
18 Bab.18 Tidak Mengakui Perasaan
19 Bab. 19 Terluka tapi tidak berdarah
20 Bab.20 Tidak penting itu.
21 Bab. 21 Mencari gantimu
22 Bab. 22 Merajuk kesal
23 Bab. 23 Rindu tapi enggan mengakui.
24 Bab. 24 Menguras Emosi Jiwa
25 Bab. 25 Sangat Membencimu!
26 Bab.26 Memendam perasaan Benci
27 Bab.27 Tidak peduli dengan aku!
28 Bab. 28 Meminta bantuan
29 Bab 29. Rencana yang Gagal
30 Bab. 30. Ke Rumah Mertua
31 Bab 31 Hanya karena soal warisan
32 Bab. 32 Masa lalu Kane
33 Bab.33 Jangan ajariku tentang membaca hati!
34 Bab.34 Hadiah Mertua
35 Bab. 35 Benci tapi Cinta
36 Bab. 36 Belajar Mengerti Dirimu
37 Bab. 37 Jangan khianati aku
38 Bab. 38 Kebahagiaan yang mulai nampak
39 Bab. 39 Bertemu kembali
40 Bab. 40 Mencari mati
41 Bab. 41 Ketahuan
42 Bab. 42 Antara Cinta dan Jodoh
43 Bab. 43 Cemburu Buta
44 Bab. 44 Tidak memaafkan
45 Bab. 45 Merajuk
46 Bab. 46 Mulai Memahami
47 Bab. 47 Tidak ada hubungan kekeluargaan dalam bisnis!
48 Bab 48. Penerus Grup Diamonds
49 Bab. 49 Kabar Buruk dari Park Yang
50 Bab. 50 Kunjungan Mertua
51 Bab. 51 Semuanya Hanya Sandiwara Belaka.
52 Bab. 52 Lakukan Saja
53 Bab. 53 Adik rasa Musuh
54 Bab 54 Tersudut oleh Hinaan
55 Bab. 55 Memungut kenangan lama
56 Bab. 56 Lukamu adalah Lukaku
57 Bab. 57 Bermain Curang
58 Bab 58 Menang tapi kalah
59 Bab. 59 Kenyataan Pahit
60 Bab. 60 Kelahiran
61 Bab. 61 Perpisahan yang Menyakitkan
62 Bab. 62 Biang Rusuh
63 Bab. 63 Dua anak dengan nasib berbeda
64 Bab. 64 Sama-sama tidak diinginkan
65 Bab. 65 Luka Lama
66 Bab. 66 Ayah dan Anak
67 Bab. 67 Cara Menjerat Wanita
68 Bab. 68 Tatapan yang mendebarkan jiwa
69 Bab. 69 Kenyataan Perih
70 Bab. 70 Bertemu Lagi
71 Bab 71
72 Bab 72 Hari Pertama Bersekolah
73 Bab 73 Sakit Hati
74 Bab. 74 Jebakan sang mantan
75 Bab. 75 Menantang Kane
76 Bab. 76 Otak Cadangan
77 Bab. 77 Bertukar peran
78 Bab. 78 Tidak biasanya
79 Bab. 79 Suasana Baru
80 Bab. 80 Hanya Sekedar Mimpi
81 Bab. 81 Keributan Besar
82 Bab. 82 Bilang Pada Mama
83 Bab. 83 Tidak mau!
84 Bab. 84 Mengulangi Kejadian Lama
85 Bab. 85 Membuat Masalah
86 Bab. 86 Berbagi Rasa
87 Bab. 87 Tak Ingin Berpisah
88 Bab. 88 Kenapa harus begitu? Bukankah dia Mamaku
89 Bab. 89 Kembali Pulang
90 Bab. 90 Impian Jesper
91 Bab. 91
92 Bab. 92 Lebih Baik Diam!
93 Bab. 93 Kedatangan Tamu
94 Bab. 94 Takut Kehilangan Mereka
95 Bab. 95 Maafkan aku!
96 Bab. 96 Butuh kejujuran! Untuk apa? lebih baik aku pergi.
97 Bab 97 Salah sangka
98 Bab 98 Tragedi
99 Bab. 99 Adik Tercela
100 Bab. 100 Kembalilah Padaku!
101 Bab. 101 Kesempatan Kedua
102 Bab. 102 Pak Jhon anfal
103 Bab. 103 Jebakan
104 Bab. 104 Rencana Indah
105 Bab. 105 Keributan Kecil
106 Bab.106 Tugas Terakhir
107 Bab. 107
108 Bab. 108 Janji yang dipertanyakan
109 Bab. 108 Malam Indah
110 Bab. 110 Rencana Baru
111 Bab. 111 Janji Manis
112 Bab. 112 Kekecewaan Terdalam
113 Bab. 113 Sendiri tak sanggup bersama kutersiksa.
114 Bab. 114 Pernikahan Rosemary
115 Bab. 115 Kebersamaan Ceria
116 Bab 116 Kenyataan Pahit
117 Bab. 116 Kebahagiaan Kita
118 Bab 118 Cemburu Gila
119 Bab. 119 Kenyataan yang terpendam lama
120 Bab. 120 Buah Simalakama
121 Bab.121 Sahabat Hidup
122 Bab. 122 Satu Server
123 Bab. 123 Kesepakatan Pernikahan
124 Bab. 124 Hanya Untuk Sebuah Status
125 Bab 126. Kabar Bahagia
126 Bab.126 Kakek dan Nenek Baru
127 Bab. 127 Ibu dan Anak
128 Bab.128 Cerita Lama
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab.131 Tragedi mencekam
132 Bab.132 Untukmu apapun akan kulakukan
133 Bab. 133 Hampir Gila Karenamu
134 Bab.134 Kejutan Menyenangkan
135 Bab. 135 Damai
136 Bab. 136 Tamat
137 Tawanan Cinta sang Perwira
Episodes

Updated 137 Episodes

1
Bab. 1 Terpaksa menjadi Ibu pengganti
2
Bab. 2 Harga Diri Jauh Lebih Berharga Dibandingkan Uang
3
Bab. 3 Membatalkan Perjanjian? Mimpi!
4
Bab. 4 Menganggapmu Mati.
5
Bab. 5 Ketahuan Hamil
6
Bab. 6 Menangkapku? Tidak mungkin bisa
7
Bab. 7 Aku Tidak Sebodoh Itu
8
Bab. 8 Sia-sia Sudah
9
Bab. 9 Malu Tapi Mau
10
Bab. 10 Sakit tetapi tidak berdarah.
11
Bab. 11 Kau bayar aku jika begitu
12
Bab. 12 Perjanjian Buta
13
Bab. 13 Iblis Tampan
14
Bab. 14 Kabar Mengejutkan
15
Bab. 15 Pemicu Amarah
16
Bab. 16 Marah Tak Beralasan
17
Bab.17 Kau tidak tahu siapa aku?
18
Bab.18 Tidak Mengakui Perasaan
19
Bab. 19 Terluka tapi tidak berdarah
20
Bab.20 Tidak penting itu.
21
Bab. 21 Mencari gantimu
22
Bab. 22 Merajuk kesal
23
Bab. 23 Rindu tapi enggan mengakui.
24
Bab. 24 Menguras Emosi Jiwa
25
Bab. 25 Sangat Membencimu!
26
Bab.26 Memendam perasaan Benci
27
Bab.27 Tidak peduli dengan aku!
28
Bab. 28 Meminta bantuan
29
Bab 29. Rencana yang Gagal
30
Bab. 30. Ke Rumah Mertua
31
Bab 31 Hanya karena soal warisan
32
Bab. 32 Masa lalu Kane
33
Bab.33 Jangan ajariku tentang membaca hati!
34
Bab.34 Hadiah Mertua
35
Bab. 35 Benci tapi Cinta
36
Bab. 36 Belajar Mengerti Dirimu
37
Bab. 37 Jangan khianati aku
38
Bab. 38 Kebahagiaan yang mulai nampak
39
Bab. 39 Bertemu kembali
40
Bab. 40 Mencari mati
41
Bab. 41 Ketahuan
42
Bab. 42 Antara Cinta dan Jodoh
43
Bab. 43 Cemburu Buta
44
Bab. 44 Tidak memaafkan
45
Bab. 45 Merajuk
46
Bab. 46 Mulai Memahami
47
Bab. 47 Tidak ada hubungan kekeluargaan dalam bisnis!
48
Bab 48. Penerus Grup Diamonds
49
Bab. 49 Kabar Buruk dari Park Yang
50
Bab. 50 Kunjungan Mertua
51
Bab. 51 Semuanya Hanya Sandiwara Belaka.
52
Bab. 52 Lakukan Saja
53
Bab. 53 Adik rasa Musuh
54
Bab 54 Tersudut oleh Hinaan
55
Bab. 55 Memungut kenangan lama
56
Bab. 56 Lukamu adalah Lukaku
57
Bab. 57 Bermain Curang
58
Bab 58 Menang tapi kalah
59
Bab. 59 Kenyataan Pahit
60
Bab. 60 Kelahiran
61
Bab. 61 Perpisahan yang Menyakitkan
62
Bab. 62 Biang Rusuh
63
Bab. 63 Dua anak dengan nasib berbeda
64
Bab. 64 Sama-sama tidak diinginkan
65
Bab. 65 Luka Lama
66
Bab. 66 Ayah dan Anak
67
Bab. 67 Cara Menjerat Wanita
68
Bab. 68 Tatapan yang mendebarkan jiwa
69
Bab. 69 Kenyataan Perih
70
Bab. 70 Bertemu Lagi
71
Bab 71
72
Bab 72 Hari Pertama Bersekolah
73
Bab 73 Sakit Hati
74
Bab. 74 Jebakan sang mantan
75
Bab. 75 Menantang Kane
76
Bab. 76 Otak Cadangan
77
Bab. 77 Bertukar peran
78
Bab. 78 Tidak biasanya
79
Bab. 79 Suasana Baru
80
Bab. 80 Hanya Sekedar Mimpi
81
Bab. 81 Keributan Besar
82
Bab. 82 Bilang Pada Mama
83
Bab. 83 Tidak mau!
84
Bab. 84 Mengulangi Kejadian Lama
85
Bab. 85 Membuat Masalah
86
Bab. 86 Berbagi Rasa
87
Bab. 87 Tak Ingin Berpisah
88
Bab. 88 Kenapa harus begitu? Bukankah dia Mamaku
89
Bab. 89 Kembali Pulang
90
Bab. 90 Impian Jesper
91
Bab. 91
92
Bab. 92 Lebih Baik Diam!
93
Bab. 93 Kedatangan Tamu
94
Bab. 94 Takut Kehilangan Mereka
95
Bab. 95 Maafkan aku!
96
Bab. 96 Butuh kejujuran! Untuk apa? lebih baik aku pergi.
97
Bab 97 Salah sangka
98
Bab 98 Tragedi
99
Bab. 99 Adik Tercela
100
Bab. 100 Kembalilah Padaku!
101
Bab. 101 Kesempatan Kedua
102
Bab. 102 Pak Jhon anfal
103
Bab. 103 Jebakan
104
Bab. 104 Rencana Indah
105
Bab. 105 Keributan Kecil
106
Bab.106 Tugas Terakhir
107
Bab. 107
108
Bab. 108 Janji yang dipertanyakan
109
Bab. 108 Malam Indah
110
Bab. 110 Rencana Baru
111
Bab. 111 Janji Manis
112
Bab. 112 Kekecewaan Terdalam
113
Bab. 113 Sendiri tak sanggup bersama kutersiksa.
114
Bab. 114 Pernikahan Rosemary
115
Bab. 115 Kebersamaan Ceria
116
Bab 116 Kenyataan Pahit
117
Bab. 116 Kebahagiaan Kita
118
Bab 118 Cemburu Gila
119
Bab. 119 Kenyataan yang terpendam lama
120
Bab. 120 Buah Simalakama
121
Bab.121 Sahabat Hidup
122
Bab. 122 Satu Server
123
Bab. 123 Kesepakatan Pernikahan
124
Bab. 124 Hanya Untuk Sebuah Status
125
Bab 126. Kabar Bahagia
126
Bab.126 Kakek dan Nenek Baru
127
Bab. 127 Ibu dan Anak
128
Bab.128 Cerita Lama
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab.131 Tragedi mencekam
132
Bab.132 Untukmu apapun akan kulakukan
133
Bab. 133 Hampir Gila Karenamu
134
Bab.134 Kejutan Menyenangkan
135
Bab. 135 Damai
136
Bab. 136 Tamat
137
Tawanan Cinta sang Perwira

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!