Bagas memandangi wajah Tisya. Istrinya itu hanya diam, tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya. Bagas mendekati Tisya dan memeluk bahunya.
"Tika, aku nggak mungkin menceraikan Tisya. Pernikahan itu bukanlah permainan."
"Aku yakin kamu tidak mencintai Tisya. Kamu hanya menjadikan dirinya pelarian. Percuma saja kamu berpura-pura. Itu akan lebih menyakitkan bagi Tisya," ucap Tika.
"Sekarang aku tanya dengan kamu, Tisya. Apa kamu sudah yakin jika cinta Bagas memang untukmu bukan karena wajah kamu yang mirip denganku?" tanya Tika.
Tisya tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Tika. Sesungguhnya wanita itu juga tidak begitu yakin akan cintanya Bagas. Hubungan mereka baru mulai membaik sebulan ini.
"Aku yakin," ucap Tisya pelan.
"Jika kamu memang yakin, jawab dengan tegas. Bukan pelan dan ragu begitu."
"Apa yang membuat aku ragu, jika Bagas meminta aku menikah berarti dia mencintaiku. Yang perlu diragukan itu adalah cintamu pada Bagas. Kenapa kamu menolak lamarannya jika memang sangat mencintainya? Jika memang cinta, kamu pasti mau mengorbankan apa saja demi cintamu."
"Jangan sok tau kamu, aku tidak menolak lamarannya Bagas. Aku hanya meminta waktu."
"Sudahlah, Tika. Sebaiknya kamu pergi saja. Aku saat ini bukan lagi kekasihmu, dan aku juga telah memiliki istri. Apa kata karyawan yang melihat, jika ada kamu dan istriku di sini."
"Aku akan pergi, tapi jawab dulu satu pertanyaan dariku!"
"Apa yang ingin kamu tanyakan?"
"Apa benar saat ini hatimu telah di isi Tisya, dan namaku telah terhapus?"
"Kenapa aku harus menjawabnya. Kamu pasti telah tau jawabannya."
"Aku sudah tau jawabnya. Terima kasih. Aku akan kembali besok, dan besok lagi sampai aku tau jika namaku memang telah hilang dari hatimu."
Tika berjalan mendekati Bagas, memeluk mantan kekasihnya itu, mengecup pipi kiri dan kanannya.
"Aku masih sangat mencintaimu, Sayang. Kapan kita menghabiskan malam panas, aku telah siap berbagi peluh denganmu," bisik Tika.
Tisya melihat mereka berpelukan dengan menarik napas, untuk meredakan amarahnya. Tika tersenyum dengan Tisya dan mendekati Tisya. Wanita itu memeluk Tisya
"Kamu lihat sendiri, Bagas tidak menolak pelukanku padahal ada kamu istrinya. Apa kamu masih bisa yakin, jika cintanya itu untukmu. Jangan naif," bisik Tika.
Tika berjalan menuju pintu keluar setelah tersenyum manis dengan Bagas. Tisya langsung terduduk di sofa. Badannya terasa lemas. Jujur dirinya belum siap menerima kenyataan ini. Bagas mendekati istrinya itu, duduk di sebelah Tisya.
"Tisya, kamu jangan berpikir yang macam-macam."
"Mas, makan aja. Perutku udah kenyang. Aku pulang aja." Tisya berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Bagas. Baru berjalan beberapa langkah, Bagas menahan langkahnya dan memeluk pinggang Tisya.
"Tisya, aku mohon jangan marah."
"Aku nggak marah denganmu, Mas. Aku hanya marah dengan diriku sendiri. Kenapa aku bisa jatuh cinta dan percaya denganmu begitu cepatnya. Kenapa hanya aku yang berjuang akan cinta kita."
"Tisya, percayalah saat ini aku telah berusaha melupakan Tika dan mengisi namamu saja di hati ini."
"Aku tidak yakin dengan ucapanmu setelah aku melihat semuanya hari ini, Mas. Kamu tahu rasanya berjuang? Lelahnya menunggu? Sakitnya bersabar? Kalau kamu tahu mestinya kamu lebih menghargain aku.Ketika perjuangan tak di hargai, memilih pergi adalah 1 dari seribu alasan untuk menyerah dan ingin menyudahi," ucap Tisya.
"Jangan bicara begitu Tisya. Aku tidak mau kamu pergi. Kita telah berjanji akan bersama mengarungi bahtera rumah tangga ini."
"Coba kamu rasain jadi aku, lelahnya berjuang sendirian. Dan kamu malah mencintai orang yang tidak berjuang untuk kamu, sementara aku? diabaikan. Maaf,aku bukan orang yang bosan lalu pergi tapi aku orang yang akan pergi ketika perjuangan ku tak di hargai lagi.Tidak pernah kau sadari bahwa orang yang kau sakiti adalah orang yang paling tulus mencintai. Ia berjuang hanya untuk membuatmu bahagia dan tertawa tapi kau tidak pernah peka. Aku ingin kamu berpikir lagi tentang hubungan kita ini. Sebaiknya aku pergi dan renungkan semua ini, Mas.
Tisya melepaskan pelukan Bagas dan meninggalkan suaminya itu.
...****************...
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Liana Rismawati
jgn mencintai seseong yg belum selesai dgn masa lalu nya
2023-01-02
2
Jasmine
itulah kecerobohan dan kebodohanmu tisya...udh tahu dirimu hny pelarian bayang2 masa lalu bagas
2022-12-05
0
Berlyan Syana
bagus tisya...
2022-11-17
0