Setelah ada kesepakatan akhirnya Tisya harus menerima tawaran bekerja di perusahaan Bagas.
Pagi ini, hari pertama Tisya harus bekerja di kantor Bagas. Dengan tergesa Tisya memasuki gedung kantor yang dia yakin adalah perusahaan milik Bagas. Tisya menuju meja informasi dan bertanya mengenai Bagas.
"Selamat Pagi, Mbak. Apa ini benar perusahaan milik Bapak Pamungkas Bagas Dhefin Adibrata?" tanya Tisya sambil mengulurkan kartu nama yang diberikan Bagas.
"Betul, Mbak. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita petugas informasi itu.
"Saya di minta menemui Pak Bagas. Apa Pak Bagasnya ada?"
"Tunggu sebentar, Mbak. Saya tanyakan dulu dengan Pak Bagas. Nama Mbak siapa?"
"Tisya, katakan saja Tisya petugas kebersihan yang di Mal X," jawab Tisya. Mendengar jawaban Tisya, wanita itu kaget dan memandanginya dengan seksama.
"Baiklah," ucapnya pelan. Wanita itu lalu menghubungi Bagas.
"Mbak Tisya, silakan langsung ke ruang kerja Pak Bagas. Anda sudah ditunggu," ucap wanita itu.
"Terima kasih, Mbak," ucap Tisya.
Sebelumnya Tisya telah bertanya di mana ruangan Pak Bagas. Setelah Tisya menghilang wanita yang bekerja dibagian informasi itu duduk kembali.
"Mbak Tisya tadi sangat cantik. Mirip dengan kekasih Pak Bagas. Namun, dia kurang perawatan saja. Jika di poles pasti akan tampak seperti saudara. Apa karena kemiripan mereka Pak Bagas menerimanya bekerja?" gumam wanita itu pada dirinya sendiri.
Tisya yang telah sampai di depan ruang kerja Bagas, mengetuk pintunya. Setelah terdengar sahutan dari dalam barulah Tisya membuka pintunya.
"Selamat pagi, Pak," sapa Tisya.
"Selamat pagi. Duduklah!" perintah Bagas. Tisya lalu duduk di kursi yang ada di hadapan Bagas. Pria itu tampak memperhatikan Tisya.
"Wanita ini sangat mirip Tika. Di beri polesan sedikit, wajahnya bahkan lebih manis dari Tika," ucap Bagas di hati.
"Pak, tugas saya apa?" tanya Tisya membuat kaget Bagas. Pria itu tersadar dari lamunannya.
"Mulai hari ini kamu bekerja untuk saya. Siapkan sarapan saya dan air minum saya. Makan siang dan juga segala kebutuhan saya. Kamu juga harus membersihkan ruangan saya ini."
"Baiklah, Pak. Saya boleh bertanya?"
"Silakan!"
"Bagaimana mengenai gaji saya, Pak. Saya mohon jangan di potong semua gaji saya. Karena saya butuh untuk makan dan sewa rumah. Saya janji akan mengangsur kerugian yang bapak alami karena saya."
"Apa? Gaji kamu? Tenang saja, gaji kamu tidak akan saya potong."
"Terima kasih, Pak. Saya tidak akan melupakan semua kebaikan Bapak. Percayalah, saya akan mengganti kerugian yang Bapak alami."
"Saya tidak minta ganti rugi. Cukup kamu buktikan saja dengan bekerja secara baik."
"Sekali lagi terima kasih banyak, Pak," ucap Tisya senang.
Bagas meminta karyawannya berkumpul dan mengenalkan Tisya sebagai karyawan baru. Tidak lupa Bagas mengatakan jika Tisya hanya bekerja untuk dirinya.
Tisya akan bekerja khusus untuknya, tidak ada yang boleh meminta bantuan Tisya selain dirinya. Setelah pertemuan itu, seluruh karyawan mulai menggosipkan Tisya dan Bagas.
•
Sebulan telah berlalu sejak Tisya bekerja di perusahaan Bagas. Hubungannya dengan Bagas makin dekat. Tisya bukannya tidak menyadari gosip yang beredar mengenai dirinya dan Pak Bagas.
Karyawan wanita banyak yang iri dengan kedekatan Tisya dan Bagas. Tidak sedikit dari mereka yang terang-terangan mengatakan jika Tisya bekerja hanya mengandalkan wajah cantiknya dengan memikat Bagas.
Tisya berusaha tidak terpancing dengan omongan karyawan-karyawan itu. Bagi Tisya, yang terpenting dia tidak melakukan kesalahan.
Siang ini seperti biasa, Tisya menyiapkan makan siang Bagas. Makan siang atasannya itu khusus dipesan pada salah satu restoran ternama setiap harinya.
Tisya masuk ke ruangan setelah mengetuk pintu. Tisya memyiapkan makan siang Bagas di meja yang ada di ruangan itu.
"Silakan, Pak. Saya pamit, mau makan siang juga," ucap Tisya.
"Tunggu sebentar, Tisya. Ada yang ingin saya katakan. Duduklah!" kata Bagas.
Tisya duduk di sofa yang ada di ruang kerja Bagas, yang disediakan untuk para tamu.
"Ada apa, Pak?"
"Saya ingin kamu besok malam menemani saya ke pesta."
"Ke pesta? Saya tidak ada baju ke pesta, Pak."
"Sore sebelum ke pesta kita bisa pergi ke butik dan salon. Kamu jangan takut, semua biaya saya yang tanggung. Bukankah saya yang membutuhkan bantuan kamu."
"Saya tidak pernah ke pesta, Pak. Saya takut salah tingkah nantinya."
"Jangan takut, kamu tinggal dampingi saya saja."
"Baiklah, Pak."
Setelah setuju, Tisya keluar dari ruangan menuju pantry. Banyak karyawan wanita memandangi Tisya dengan wajah tidak senang.
•
Sore ini, seperti janji Bagas kemarin, dia membawa Tisya ke salah satu butik langganan Tika, mantan kekasihnya dulu.
Setelah mendapat gaun yang pas buat Tisya, Bagas mengajak ke salon. Di salon Tisya di rias hingga membuat Bagas pangling saat melihatnya.
Tisya berdiri di hadapan Bagas, wajahnya jadi jauh lebih cantik dan semakin mirip dengan Tika.
Karena semua sudah siap dan hanya tinggal menunggu waktu pesta saja, Bagas pun memilih mengajak Tisya untuk makan saja.
Bagas dan Tisya kini sudah berada di restaurant, memesan makanan kemudian makan berdua.
"Tika, kamu mau makan apa?" tanya Bagas yang membuat Tisya mengangkat kepala menatap Bagas.
"Tika?"
"I mean, maksud saya Tisya, maaf saya suka lupa," jawab Bagas meralat ucapannya.
Tisya yang mendengar itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sebelum mereka berdua makan malam akhirnya.
•
Kini Tisya dan Bagas sudah berada di pesta malam itu, Bagas tampak menyapa beberapa teman kerjanya sedangkan Tisya hanya canggung di samping Bagas.
Bukan apa-apa rasanya tidak pantas bagi Tisya bersanding dengan Bagas, Tisya yang awalnya hanya diam dan malu, tanpa dia sadari kini seluruh pusat perhatian sudah berada kepadanya.
Tisya menatap sekeliling, ada apa sebenarnya dan ternyata Bagas kini tengah bersimpuh di hadapannya.
"Tisya, aku tahu ini terlalu cepat, tapi aku tidak mau kamu direbut orang lain, maukah kamu menjadi kekasihku?"
Tisya hanya terdiam tanpa tahu harus menjawab dan berkata apa. Ini sangat mengejutkan baginya.
...****************...
Bersambung
Selamat Siang, masih setia menunggu novel ini update'kan. Mama mohon dukungannya untuk novel ini. Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Jasmine
hehehe..org gila baru jdnya bagas
2022-12-05
0
Supi
jangan2 tisya kembaran Tika, mungkin mereka terpisah sewaktu masih kecil. untuk sementara ini tisya di jadikan pelarian Bagas untuk menggantikan posisi Tika, .lama2 jadi bucin juga tu Bagas sama tisya 🤭, niat hati cuma sebagai pelarian 😁 ternyata.........
2022-11-22
0
Berlyan Syana
kalau tisya hanya pelarian,kasihan kalau tika datang bagas balikn sama tika
2022-11-16
0