Tidak terasa seminggu telah berlalu saat Tika menolak cintanya. Setiap hari Bagas menerima pesan dari Tika, berupa ungkapan kata maafnya. Beberapa kali juga Tika datang ke kantor untuk menemuinya, namun Bagas tidak pernah mau bertemu.
Hari ini Bagas mendapat kabar jika Tika akan berangkat ke luar negeri. Tika mendapat kontrak kerja menjadi model selama dua tahun di Australia.
Dari tadi Bagas mondar mandir di ruang kerjanya. Tika mengirim pesan padanya.
‘Sayang, aku ini akan berangkat ke Australia. Dua tahun aku akan tinggal di sana. Semoga setelah dua tahun kita akan dipertemukan kembali dengan hati dan cinta yang sama. Dua tahun bukanlah waktu yang lama. Nantikan aku kembali.’
Bagas bisa saja datang ke Australia kapan dia ingin. Namun, hatinya sudah terlanjur sakit atas penolakan cinta Tika. Bagas akhirnya memutuskan melepaskan Tika dan cintanya.
Satu bulan telah berlalu sejak kepergian Tika. Hari ini Bagas ingin menghabiskan waktunya di salah satu mal terbesar di kota tempat tinggalnya.
Bagas berjalan sambil menelepon dan tidak melihat papan yang bertuliskan lantai licin. Akibatnya Bagas terpeleset dan jatuh mencium lantai. Ponselnya sampai terpelanting.
"Siapa sih yang mengepel lantai ini. Masih basah begini," omelnya.
Bagas berdiri sambil memegang pinggangnya yang terasa sakit.
"Aku harus menemui manajer mal ini. Minta tanggung jawabnya. Ponselku jadi rusak." Bagas mengomel pada dirinya sendiri.
Dengan berjalan perlahan Bagas berjalan menuju tempat informasi. Masih dengan wajah kesal Bagas bertanya.
"Di mana manajer mal ini? Saya ingin bertemu!" ucap Bagas dengan suara lantang karena masih kesal.
"Maaf, Pak. Apa yang bisa kami bantu? Ada perlu apa Bapak ingin bertemu manajer kami?" tanya wanita yang berada di meja informasi.
"Saya ingin minta tanggung jawabnya. Kenapa bisa lantai masih basah dibiarkan tanpa mengeringkan terlebih dahulu. Untung saya yang terpeleset, jika wanita hamil pasti udah keguguran."
"Maaf sekali lagi, Pak. Mungkin semua karena kelalaian petugas pembersih kami."
"Saya tidak mau hanya kata maaf. Saya mau tanggung jawab atas semua kerugian yang ditimbulkan karena terpeleset saya tadi. Jika tidak mau memanggil manajer kamu, saya akan viralkan mal ini tidak bertanggung jawab. Kamu tau saya siapa?" tanya Bagas. Pria itu memyerahkan satu kartu nama kehadapan wanita itu.
Petugas informasi itu membaca kartu nama yang Bagas berikan. Setelah itu memandangi Bagas dengan saksama. Bagas yang merasa diperhatikan memandangi petugas itu lagi.
"Kenapa? Kamu tidak percaya jika saya ini Pamungkas Bagas Dhefin Adibrata, pemimpin perusahaan itu?" tanya Bagas lagi.
"Baik Pak, saya percaya. Tunggu sebentar saya panggilkan manajernya."
Wanita itu menghubungi manajernya dan mengatakan apa yang terjadi. Tidak begitu lama, sang manajer datang.
"Selamat sore, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya manajer itu dengan sopan.
"Kamu manajer mal ini?" tanya Bagas.
"Iya, Pak. Apa ada masalah?"
Bagas mengatakan semua yang terjadi. Jika dia tidak bisa menerima semua ini. Gara-gara terpeleset, ponselnya rusak. Padahal Bagas sedang bicara mengenai bisnis. Bagas menyatakan kerugiannya atas peristiwa yang menimpanya.
Bagas ingin bertemu langsung dengan petugas kebersihan itu. Jika tidak, Bagas mengancam akan viralkan masalah ini.
Manajer Mal yang tidak ingin Bagas memperpanjang masalah lalu meminta petugas itu memanggilkan petugas kebersihan yang bersangkutan.
Tidak berapa lama, tampak seorang wanita berjalan tergesa menuju ke arah manajer dan Bagas langsung berdiri.
"Tisya, apa kamu tadi yang bertugas mengepel lantai tiga?" tanya manajer itu.
"Iya, Pak. Ada apa, Pak?"
"Apa benar lantainya masih basah, tapi sudah kamu tinggalkan tanpa mengeringkan terlebih dahulu."
"Maaf, Pak. Saya tadi dipanggil untuk membersihkan ruangan lain. Namun, saya telah meletakkan papan peringatan."
"Itu bukan satu alasan bagimu untuk dapat meninggalkan lantai yang basah. Kamu tau berapa kerugian yang saya alami. Gara-gara jatuh, ponsel saya rusak. Padahal saya sedang menghubungi rekan bisnis saya. Kerugian saya bisa hingga miliaran. Apa kamu bisa mengganti kerugian saya itu?" tanya Bagas.
Tisya, wanita petugas kebersihan itu langsung membalikkan badannya yang tadi menghadap manajer, kini berhadapan dengan Bagas. Bagas terkejut saat wanita itu memandangnya.
"Astaga, gadis ini mirip dengan Tika," ucap Bagas di hati.
"Maaf, Pak. Saya tidak sengaja. Jangan tuntut saya," ucap Tisya dengan suara gemetar.
Bagas yang masih terkejut, hanya terdiam tanpa berkata apa pun. Tisya yang masih ketakutan lalu berlutut di hadapan Bagas. Pria itu tersadar saat Tisya menyentuh tangannya.
"Maafkan saya, Pak. Saya akan melakukan apa saja asal Bapak tidak menuntut saya," ucap Tisya sambil berlutut.
"Berdirilah. Saya bukan Tuhan, yang harus kamu sembah. Saya akan memaafkan kamu dengan satu syarat."
Tisya langsung berdiri dari berlututnya. Dia tampak sedikit lega mendengar ucapan Bagas.
"Apa syaratnya, Pak?" tanya Tisya.
"Saya ingin kamu bekerja di perusahaan saya untuk menebus kerugian yang kamu timbulkan karena kelalaian kamu bekerja."
"Saya harus bekerja di perusahaan, Bapak?" tanya Tisya.
Tampak Tisya agak keberatan dengan permintaan Bagas. Namun, jika dia menolak Tisya takut Bagas akan menuntutnya. Bagas yang melihat keraguan di wajah Tisya langsung bicara.
"Baiklah, jika kamu keberatan tidak apa. Saya hanya ingin kamu membayarkan kerugian yang saya alami."
"Baik, Pak. Saya bersedia bekerja di perusahaan Bapak." Tisya menjawab cepat. Dia takut jika Bagas benar akan melaporkan dirinya.
Bagas lalu mengobrol dengan manajer mal dan meminta untuk memberhentikan Tisya, karena mulai besok dia harus bekerja di perusahaan milik Bagas.
...****************...
Bersambung
Selamat Siang Semuanya. Semoga kita semua dalam lindungan-Nya. Maaf jika novel ini agak slow update. Karena masih harus menunggu feedback dari Editor Terima kasih.
Bonus Visual.
Bagas
Tisya
Tika
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Patrick Khan
.hemz ketabrak jodoh lah😁
2024-04-24
0
Diah Elmawati
Duh Bagas kenapa menabrak papan yang bertuliskan lantai basah. Ada baiknya bila menelepon tu duduk cari tempat yang ga banyak orang jadi jangan sambil jalan
2024-01-01
0
Wasis Nanda Erna
lungo O aku wes lilo timbang kowe ning kene mung gawe loro. wes marem rasamu kelakon ngremuk ati ku. aku pancen ra pantes kanggo awakmu.
2023-05-21
0