Tisya terbangun ketika sinar matahari yang masuk melalui celah jendela menyinari tubuhnya. Tisya melihat disampingnya Bagas masih tidur dengan lelapnya setelah pertempuran kemarin.
Tisya berjalan menuju kamar mandi. Bagian inti tubuhnya masih terasa sakit. Wanita itu kembali membersihkan tubuhnya. Setelah rapi, Tisya menuju dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya.
Bagas membuka matanya, melihat ke samping, istrinya sudah tidak ada. Bagas mengambil baju dan menuju dapur. Tampak Tisya sedang memasak. Bagas mengecup pipi Tisya dan memeluk pinggang wanita itu.
"Selamat Pagi, Kesayangan. Masak apa?"
"Aku buat soto Padang. Apa Mas suka?"
"Suka banget, Sayang."
"Mas duduklah, biar aku selesaikan dulu masakan ini," ucap Tisya. Bagas menyantap hidangan yang Tisya berikan dengan lahap.
Bagas merasa sangat bahagia karena saat ini dia telah merasakan memiliki satu keluarga kecil yang utuh. Bagas telah berjanji akan melupakan masa lalunya dan akan mencintai Tisya dengan setulus hati.
Melupakan adalah keterpaksaan yang harus dilakukan demi diri kita. Semakin kamu berusaha melupakannya, semakin ia hadir dalam pikiranmu. Berhentilah melupakan, mulailah menerima semua kenyataan. Sudah saatnya kamu berdamai dengan takdir demi kebaikan hatimu sendiri Kenapa selalu mengingat apa yang hilang, tapi tidak melihat apa yang ada. Kenapa meratapi apa yang tidak dimiliki, sedangkan kamu bisa mensyukuri apa yang kamu punya.
...----------------...
Satu bulan sudah berlalu, hubungan antara Bagas dan Tisya makin tampak mesra. Bagas juga tampak makin mencintai istrinya itu.
"Mas, aku nanti mau ke supermarket. Apa kamu mau aku bawakan makanan untuk makan siang."
"Kamu belikan ikan bakar yang biasa kita makan itu aja. Kita makan di kantor."
"Baiklah, nanti aku ke kantor. Kamu tunggu aja."
"Apa kamu mau aku antarkan ke supermarket?"
"Nggak perlu. Aku ingin main ke kantor juga. Kangen dengan teman di sana."
"Hati-hati. Jangan ngebut bawa mobilnya."
"Iya, Mas. Aku juga baru bisa nyetir. Mana berani ngebut."
"Aku sayang kamu," ucap Bagas dan mengecup dahi istrinya itu.
Tisya melepaskan kepergian Bagas, hingga mobil suaminya itu hilang dari pandangan. Setelah itu Tisya masuk ke kamar dan berganti pakaian.
Tisya menyetir mobil secara perlahan. Dia baru saja bisa menyetir. Tiga minggu yang lalu, wanita itu belajar menyetir atas permintaan suaminya Bagas. Pria itu menghadiahkanTisya sebuah mobil mewah aja keberhasilnnya dalam waktu seminggu telah mampu menyetir.
Bagas saat ini juga sedang membangun sebuah butik sebagai hadiah pernikahan. Bagas ingin Tisya mengelola bisnis itu, sesuai dengan cita-citanya yang ingin memiliki usaha sebuah butik.
Tisya berjalan masuk ke supermarket terbesar di kota ini. Dirinya ingin belanja kebutuhan untuk sehari-hari di rumah.
Sedang asyik memilih sayuran, seorang ibu menyentuh bahu Tisya membuat wanita itu kaget. Yang lebih membuat Tisya terkejut, wanita itu menyebut nama Tika.
"Tika! Mama pikir kamu kemana. Dari tadi dicariin, nggak taunya di sini."
Tisya membalikkan badannya menghadap wanita yang menyapa dirinya itu. Wanita itu tampak kaget melihat wajah Tisya.
"Maaf, Bu. Saya bukan Tika. Saya Tisya."
"Maaf, saya pikir kamu Tika anak saya."
"Nggak apa, Bu."
"Nama kamu siapa tadi?" tanya ibu itu.
"Saya Tisya."
"Dari mana asal kamu?"
"Kenapa ibu bertanya begitu? Saya berasal dari kota B," jawab Tisya.
Tisya menyebut kota di mana dia dibesarkan. Wanita itu tidak mengetahui asal daerah Ibunya.
"Baiklah. Maaf sekali lagi. Saya pikir kamu anak saya Tika. Tadi kami masuk berdua. Namun, entah di mana anak itu saat ini. Saya pamit dulu."
Ibu itu pergi meninggalkan Tisya. Wanita itu memandangi kepergian ibu itu hingga hilang dari pandangan.
Kenapa aku merasa sesuatu saat ibu itu menyentuhku tadi? Aku merasa ibu yang menyentuh bahuku.
...****************...
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Jasmine
ga ada ya peka naluri seorg ibu..dan dia pasti tau ciri2 anak yg dilahirkan
2022-12-05
1
Fhebrie
koq tika sdh balik katanya 2 tahun
2022-11-08
0
imafe
mulai maraton nih jantung
2022-10-26
0