Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 19
Xavier bersembunyi di dalam toko cendramata yang tepat di seberang jalan. Dia bersembunyi sambil diam-diam mengawasi Pierre. Laki-laki itu sedang bersama salah seorang petinggi di negeri Eleanor. Entah apa yang sedang mereka bicarakan di sana.
'Orang kepercayaan Zero sedang ada di pulau ini. Apa dia juga sedang ada di sini?'
Xavier tidak melepaskan setiap gerak-gerik dari musuhnya itu. Dia merasa akan semakin sulit untuk melakukan pencarian terhadap Allura, jika ada Zero di sekitarnya.
'Semoga saja Allura tidak bertemu dengan mereka.'
"Tuan, barang apa yang sedang Anda cari?" tanya salah seorang pelayan di toko itu.
"Saya sedang mencari barang yang pantas untuk istriku yang akan berulang tahun," jawab Xavier.
"Bagaimana kalau barang ini?" Pelayan itu memberikan sebuah tas yang sangat bagus. Tas dari kulit dan hasil kerajinan penduduk lokal.
"Aku rasa dia tidak akan menyukainya," balas Xavier.
Setelah beberapa barang yang direkomendasikan oleh pelayan itu tidak ada yang menarik hatinya. Maka, pemilik toko pun datang menghampiri Xavier dan memberikan sebuah kotak berisi sepasang pisau berwarna perak. Tentu saja hal ini membuat Xavier sangat suka.
"Berapa harga benda ini?" tanya Xavier sambil memeriksa keadaan pisau itu.
"Satu pisau seharga seribu pound. Jika tuan ingin membeli keduanya berarti dua ribu pound," jawab pemilik toko.
"Baiklah, aku akan berikan dua pisau ini," ujar Xavier sambil meletakkan kembali ke dalam kotak kayu yang berukir batu permata.
"Apa barang yang seperti ini disukai oleh istri Anda?" tanya pelayan itu sambil membungkus ke dalam sebuah kantong kertas.
"Ya, dia itu lebih suka yang unik-unik seperti ini," balas Xavier saat menerima paper bag.
Setelah dirasa situasi sudah aman, Xavier pun keluar dari toko cenderamata itu. Dia kembali melanjutkan acara jalan-jalan di pesisir Pantai Timur sambil mencari keberadaan Allura. Namun, yang dia temui olehnya adalah anak buah Zero lainnya. Mereka tersebar di sekeliling Hotel Obelix.
Xavier menyadari kalau saat ini di kelompok Shadow sedang melakukan penjagaan yang sangat ketat di Pulau Aprhodite. Biasanya hal seperti ini menunjukkan kalau ada orang yang sangat penting keberadaannya di sini. Dia pun teringat kembali dengan laki-laki yang ditemui oleh Pierre.
"Apa seorang Dewan Negara yang merupakan vampir berdarah campuran itu sangat penting bagi kelompok Shadow?" gumam Xavier.
***
Saat ini hari sudah menunjukkan jam 07.00 petang. Xavier pun kembali ke restoran mewah dari untuk menemui Hana, seorang pelayan perempuan yang menawarkan sebuah kamar kos yang ada di rumahnya.
Senyum Hana langsung mengembang saat melihat Xavier berjalan mendekati dirinya. Dia menunggu di sana sambil berdiri di depan pintu restoran, sejak 15 menit yang lalu.
"Aku kira kamu tidak akan datang menemui aku lagi," ucap Haan ketika berdiri berhadapan dengan Xavier.
"Mana mungkin aku tidak akan kembali untuk menemui kamu. Sedangkan aku sangat membutuhkan tempat untuk tinggal sementara waktu selama tinggal di sini," balas Xavier.
Kedua orang itu pun pergi dengan menaiki taksi yang sudah menjadi langganan Hana. Selama dalam perjalanan itu, Hana banyak sekali berbicara dan menceritakan apa saja yang pernah terjadi di Pulau Aprhodite ini. Padahal tanpa dia ceritakan pun Xavier sudah tahu semua kejadian yang pernah dia saksikan itu dulu di sini.
Rumah milik Hana ternyata merupakan bangunan rumah yang sederhana. Hanya saja memiliki banyak kamar di dalamnya.
"Xavier, ini kamar kamu," kata Hana sambil membuka pintu ruangan yang berukuran kecil jauh berbeda dengan kamar milik Xavier.
Ruangan itu hanya ada kasur berukuran kecil dan satu lemari pakaian. Kamar mandi yang digunakan di rumah itu hanya ada satu, yang letaknya di dekat dapur.
Xavier pun menghubungi Cedric kalau dia saat ini berada di sebuah rumah milik warga. Dia juga bilang akan menginap beberapa hari di rumah itu.
Awalnya Cedric menolak usulan ini. Namun, setelah dijelaskan oleh tuannya, dia akhirnya menyetujui idenya. Selain itu, akan ada beberapa anak buah kelompok Light yang berkeliaran di sekitar sana, untuk menjaga Xavier.
***
Allura memandang langit malam yang kelam karena tidak ada bulan atau bintang yang biasanya menghiasi. Dia tiba-tiba merasakan rindu pada suaminya.
"Xavier sedang apa, ya?" gumam Allura.
"Baru ditinggal beberapa hari saja, kamu sudah rindu padanya," ucap Sera tiba-tiba saja berdiri di belakang Allura sambil tertawa terkekeh.
"Aku hanya merindukan ocehan dia saja. Ternyata dunia tanpa dia terasa sepi," aku Allura jujur.
"Ocehannya atau yang lainnya?" goda Sera pada wanita yang kini menatap sebal padanya.
Rumah yang di sewa oleh Allura dan teman-temannya ini memiliki dua kamar. Allura satu kamar bersama Sera sedangkan Edmond tinggal di kamar terpisah seorang diri.
"Aku lapar," kata Allura tiba-tiba sambil mengelus perutnya.
"Apa? Bukannya kamu tadi habis makan begitu banyak dan sekarang sudah bilang lapar lagi?" Sera terperangah akan ketidakbiasaan sahabatnya itu.
"Entah kenapa belakangan ini aku merasa sering lapar," ucap Allura yang masih mengelus perutnya yang terasa melilit.
***
Usaha Xavier untuk mencari Allura sangat sulit. Selama satu minggu ini dia mencari di kawasan Pantai Timur sampai ke kaki bukit. Selain itu dia juga sudah menyebarkan anak buahnya di tempat-tempat milik Zero.
"Kenapa sulit sekali menemukan kamu, Honey?" Xavier memandangi foto Allura yang dia ambil secara diam-diam dahulu.
"Xavier, mau ikut tidak ke Hotel Obelix? Nanti malam akan ada acara pesta dansa untuk penduduk di pulau ini," ajak Hana.
"Hotel Obelix?" gumam Xavier.
'Ahk! Tinggal tempat itu yang belum aku datangi. Apakah Allura ada di sana?' Xavier merasa girang saat ada kemungkinan istrinya berada di hotel milik Zero.
***
Apakah Xavier dan Allura akan bertemu di hotel itu? Atau malah Zero yang akan Xavier temui? Tunggu kelanjutannya, ya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
pasti lain nya 🤭🤣🤣
2025-04-02
1
Yunerty Blessa
apakah Allura hamil...
2025-04-02
1
Triiyyaazz Ajuach
semoga Alluna bsa ktmu Xavier nti disana
2024-01-07
1