Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 17
Terlihat Pierre berjalan memasuki sebuah ruangan yang ada di balik dinding kayu. Jika, dilihat sekilas itu terlihat seperti dinding, padahal itu merupakan pintu keluar masuk sebuah ruang rahasia. Kini dia berdiri di depan seorang laki-laki yang memiliki wajah dingin dengan rahang yang kokoh dan sorot mata yang tajam. Laki-laki itu sedang duduk di kursi singgasana yang berada di atas.
"Tuan, seperti yang diperkirakan. Nona Allura akan datang ke pulau ini. Kita juga sudah menempatkan dia di rumah kontrakan milik Madam Selly. Sehingga, kita bisa mengawasi setiap gerak-geriknya," kata Pierre memberikan laporan kepada Zero.
"Bagus. Apa kamu sudah menempatkan Allura di bagian sekretaris?" tanya Zero masih duduk dengan bertumpang kaki.
"Saya akan memberi tahu hal ini padanya, jika kedua temannya juga sudah mendapatkan pekerjaan di bagian yang kosong," jawab Pierre.
Zero pun terdiam dan memejamkan mata untuk beberapa saat. Lalu, tercipta senyum di wajah pucatnya.
"Berikan mereka di tempat yang terpisah!" titah Zero dengan suaranya yang tegas.
"Baik, Tuan." Pierre pun beranjak pergi meninggalkan ruangan itu.
Kaki panjang milik Zero menuruni anak tangga satu persatu. Kedua tangan dia masukan ke dalam saku celananya. Senyum miring dan sorot mata yang licik.
"Xavier, istrimu kini sedang berada dalam genggaman tanganku," desis Zero, kemudian dia tertawa keras terbahak-bahak.
Dalam hatinya Zero sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Allura. Dia sangat penasaran kenapa Xavier menjadikan wanita itu sebagai istrinya.
***
Cedric berkeliling mencari keberadaan Allura. Dia tahu kalau kedua temannya juga ikut pergi bersama Allura. Dia memeriksa satu persatu rumah Edmond dan Sera. Mungkin saja ada petunjuk yang ditinggalkan oleh keduanya ke tempat mana mereka pergi.
Saat berada di kamar kost milik Sera, Cedric menemukan sebuah struk belanjaan di sebuah minimarket yang tidak jauh dari tempat itu. Dia pun pergi ke sana untuk mencari informasi tentang Sera.
"Maaf saya mau tanya siapakah orang yang sudah belanja dengan struk ini?" tanya Cedric sambil menyerahkan selembar kertas yang memanjang.
"Siapa Anda? Dan untuk apa Anda mencari informasi orang yang sudah belanja di sini?" tanya pelayan minimarket itu.
"Dia membawa kabur istri tuan saya," jawab Cedric dengan menatap tajam pada laki-laki kurus itu, sehingga ketakutan.
"Saya harus laporkan dulu kepada atasan di sini," ujar laki-laki berseragam berwarna biru merah.
Laki-laki itu pun pergi ke sebuah ruangan yang tidak jauh dari meja kasir. Tidak sampai 10 menit, laki-laki tadi pun kembali bersama dengan seorang pria yang berbadan gemuk yang memiliki muka lucu seperti badut.
"Tuan Cedric?" panggil laki-laki itu terkejut.
Cedric bisa mengenali kalau pria paruh baya ini adalah seorang vampir berdarah campuran. Namun, dia tidak tahu siapa namanya.
"Halo, saya sedang mencari seseorang yang pernah atau sering belanja di toko ini," balas Cedric.
"Saya tahu orangnya. Dia seorang wanita muda dan cantik yang bernama Sera. Gadis itu tinggal tidak jauh dari sini. Memangnya ada apa dengan Sera, Tuan?" tanya pria itu penasaran.
"Sera sudah pergi bersama dengan istrinya tuan Xavier," jawab Cedric.
"Apa? Jangan-jangan mereka sedang berlibur ke Pulau Aprhodite," ucapnya menduga-duga.
"Dari mana kamu tahu kalau mereka pergi ke sana?" tanya Cedric dengan alis berkerut.
"Karena kami sempat berbincang-bincang sebentar dan dia bilang akan pergi ke pulau itu," jawab si pemilik toko.
"Saya ucapkan terima kasih atas informasi yang sudah kamu berikan," kata Cedric, kemudian dia pergi dari toko itu.
***
Xavier dan Cedric pun pergi menuju ke Pulau Aprhodite keesokan harinya karena hanya ada satu kali kapal berlayar ke sana. Xavier hanya didampingi oleh Cedric tanpa pengawalan dari orang-orangnya karena di pulau itu juga banyak anak buah miliknya.
Setelah hampir seharian mereka melakukan perjalanan, ini Xavier dan Cedric berada di hotel milik mereka. Hotel mewah yang berada di pantai barat pulau itu. Atau lebih tepatnya berlawanan tempatnya dengan Allura saat ini yang sedang berada di pantai timur.
"Cari informasi mengenai pendatang baru di pulau ini!" perintah Xavier kepada seluruh anak buahnya.
"Kebetulan hari kemarin dan lusanya banyak pendatang datang ke pulau ini, Tuan. Kita bisa tahu siapa saja mereka jika bertanya pada pihak penjaga pelabuhan," kata seorang vampir berdarah campuran yang berjenis kelamin perempuan.
"Hal itu akan sulit untuk didapatkan karena para petugas di sini dilarang memberi tahu informasi mengenai hal itu. Kecuali, jika ada surat dari penguasa," lanjut vampir lainnya yang berjenis kelamin laki-laki.
"Tapi, dengan kekuasaan yang dimiliki oleh Tuan Xavier. Hal ini akan mudah," balas wanita tadi.
"Ya, itu benar. Sebaiknya Anda gunakan kekuasaan itu untuk mencari informasi ini," kata Cedric.
Xavier pun mengangguk dan pergi kembali menuju ke pelabuhan. Dia akan melakukan segala cara untuk menemukan Allura.
"Honey, tunggu aku!" Xavier tanpa sadar berjalan dengan kecepatan penuh, sehingga tidak ada yang bisa menyusulnya.
***
Apakah Xavier bisa menemukan Allura? Apakah Xavier dan Zero akan bertemu kembali? Tunggu kelanjutannya, ya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
pasti akan adap pergaduhan antara vampir Xavier dan vampir Zero
2025-04-02
1
Yunerty Blessa
astaga, ternyata Pierre adalah komplotan Zero... jadi mereka juga vampir...
2025-04-02
1
Triiyyaazz Ajuach
waduh bahaya Allura msuk dlm jebakan Zero ayo Xavier selamatkan istrimu
2024-01-07
1