Bab 4. Darah Allura

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk kasih like dan komentar. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.

***

Bab 4

"Allura, meski saat ini kita sudah menikah. Tapi kita menjalaninya sebagai sepasang kekasih dulu, ya. Tidak apa-apa, 'kan?" tanya Xavier sambil menatap ke arah mata Allura.

"Iya, tidak apa-apa. Kita nikmati masa pacaran kita," jawab Allura dengan senyum di wajahnya.

'Bagus,' batin Xavier. Lagi-lagi di memperlihatkan senyum menawan miliknya yang selalu bikin Allura terjerat.

'Aku harus bisa membuat Xavier tergila-gila kepadaku. Sehingga dia tidak bisa jauh dari diriku,' batin Allura.

***

Sekarang Allura dilarang pergi bekerja oleh Xavier. Tugas dia kini adalah menjadi seorang ibu rumah tangga. Xavier tidak menginginkan kalau Allura sampai jatuh ke tangan musuhnya.

"Darling, aku buatkan makan siang untukmu. Jangan lupa untuk di makan, ya!" seru Allura menyerahkan cooler bag.

"Terima kasih, Honey," balas Xavier sambil menerima cooler bag itu dan tersenyum tipis kepada Allura.

Cedric hanya menatap interaksi antara Allura dan Xavier. Sudah jelas tuannya tidak akan memakan apa yang sudah dimasak oleh Allura. Itu dikarenakan tuannya itu yang bukanlah manusia, melainkan vampir yang harus memakan makanan yang berbahan dasar darah.

Begitu juga dengan dirinya yang termasuk golongan vampir campuran. Sementara itu, Xavier sendiri adalah vampir dari golongan murni yang sudah sangat langka keberadaannya sekarang ini. Semua orang yang tinggal di kastil itu adalah vampir campuran.

Disebut sebagai vampir golongan darah murni itu terlahir dari kedua orang tua yang vampir asli. Sementara itu, vampir dari golongan campuran adalah vampir yang terlahir dari vampir asli dengan manusia biasa. inilah mampir yang ke kebanyakan ada sekarang ini yang memiliki kekuatan di bawah vampir murni. Lalu ada juga vampir dari golongan mutan. Vampir ini berasal dari manusia yang dihisap darahnya oleh golongan vampir murni atau vampir campuran. Namun, masih bisa bertahan hidup. Maka orang itu akan berubah menjadi vampir mutan. Golongan vampir mutan ini tidak akan kuat berada di bawah sinar matahari. Berbeda dengan golongan murni dan golongan campuran yang masih bisa berjalan-jalan di saat siang hari.

Cara membunuh mereka pun berbeda-beda. Jika vampir dari golongan mutan dengan terkena sinar matahari saja akan langsung berubah menjadi abu. Sementara vampir dari golongan campuran, mereka akan mati jika terkena peluru perak maka tubuhnya pun akan berubah menjadi abu. Selain peluru perak ada juga air suci yang bisa membunuh para vampir campuran. Sementara cara untuk membunuh vampir murni, harus menggunakan peluru perak yang sudah disucikan. Minimal tiga buah peluru yang menancap ke dalam tubuhnya baru dia akan berubah menjadi abu.

Dalam bentuk fisik pun vampir dari golongan murni itu terhenti di wujud usia 20 tahun-an. Sementara itu, vampir campuran akan berubah sampai wujud tua. Begitu juga dengan wujud vampir mutan mereka akan berubah menjadi tua.

***

Allura yang merasa bosan tinggal di kastil yang begitu besar, memutuskan untuk berjalan-jalan di taman yang indah itu. Dia berjalan seorang diri menelusuri jalan setapak. Dilihatnya ada beberapa orang mengurus kebun.

"Pak, bunga apakah ini? Kenapa bentuknya sangat indah sekali aku baru melihat bunga seperti ini?" tanya Allura kepala tukang kebun yang sedang berjongkok memunggungi dirinya.

"Ini adalah bunga anggrek bulan," jawab laki-laki paruh baya yang menggunakan pakaian remaja kotak dan di dalamnya memakai kaos putih. Topi yang cukup lebar juga melindungi kepalanya dari sengatan matahari.

"Jadi ini adalah bunga anggrek bulan yang terkenal itu dan sekarang sudah sangat langka keberadaannya. Bunga ini lebih cantik dilihat secara langsung daripada yang ada di foto atau video. Ternyata bunga ini mengeluarkan wangi yang harum," ucap Allura sambil menghirup bunga yang berwarna putih itu.

"Banyak bunga indah lainnya yang mempunyai wangi khas," balas laki-laki itu sambil tersenyum lebar karena merasa sangat senang punya nyonya rumah yang baik dan juga ramah.

"Benarkah itu? Apakah aku bisa melihatnya sekarang?" tanya Allura dengan mata yang berbinar karena dia penyuka tumbuhan terutama bunga.

Lelaki paruh baya yang diketahui bernama Bob, mengantarkan Allura ke rumah kaca yang ada di samping kastil dan dekat ke danau buatan. Di dalam rumah kaca itu terdapat banyak sekali jenis tumbuhan. Terutama bunga yang tidak pernah dilihat oleh Allura.

Selama hampir 3 jam Allura berada di sana. Dia juga baru tahu kalau rumah kaca itu dulu dibangun oleh ayah Xavier untuk ibunya, sebagai ungkapan rasa cinta.

"Ternyata mama mertuaku itu sangat menyukai bunga. Bahkan bunga-bunga yang sangat langka dan hampir punah semua ada di sini," gumam Allura.

***

Malam harinya setelah Xavier dan Allura makan malam. Keduanya pun duduk di balkon kamar sambil menikmati pemandangan di malam hari. Allura duduk di samping Xavier dengan merangkul manja.

"Darling, apakah kita akan pergi bulan madu?" tanya Allura.

"Maaf Honey. Sepertinya untuk saat ini belum bisa karena banyak sekali pekerjaan di kantor," balas Xavier dengan lirikan mata yang menggoda pada Allura.

"Tidak apa-apa, tenang saja. Karena bulan madu kita bisa pergi kapan-kapan," ujar Allura.

"Sebenarnya, selain itu juga aku punya sebuah penyakit langka yang harus mendapatkan transfusi darah," tukas Xavier.

"Benarkah itu? Kenapa kamu tidak bilang kepadaku? Lalu, kapan kamu akan melakukan transfusi darah?" tanya Allura bertubi-tubi dengan iba dan mimik muka yang sedih.

"Saat ini aku belum menemukan orang yang tepat," jawab Xavier dengan suara lemah.

"Kalau begitu coba periksa darah punyaku! Mungkin saja cocok dengan darah kamu," ujar Allura.

'Yes. Allura sudah masuk ke dalam perangkap,' kata Xavier dalam hatinya.

"Boleh. Nanti aku akan suruh Cedric untuk memanggil dokter pribadi ke sini dan akan memeriksa sampel darah milih kamu," balas Xavier.

***

Allura sekarang sedang melakukan pengambilan darah. Dia mengira itu untuk transfusi darah ke tubuh suaminya. Terlihat mata dokter itu berbinar saat memegang kantong labu darah milik Allura. Meski ada darah sedikit yang keluar dari kelas jarum suntikan. Dokter yang berjenis kelamin perempuan itu bisa mencium darah yang wanginya sangat memabukkan.

'Siapa wanita ini sebenarnya? Kenapa wangi darahnya berbeda dengan manusia lainnya?' tanya dokter itu dalam hatinya.

Cedric memberikan tatapan membunuh kepada dokter itu. Dia merasa kalau wanita itu saat ini merasa penasaran akan darah milik Allura.

'Aku sangat penasaran sekali dengan rasa darah ini. Apa nanti aku juga bisa mencicipi darahnya,' batin dokter wanita itu.

***

Siapakah Dokter wanita itu? Akankah dia berhasil merasakan darah milik Allura? Tunggu kelanjutannya, ya.

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

cuma darah mu saja Allura

2025-03-31

1

Triiyyaazz Ajuach

Triiyyaazz Ajuach

wach bahaya dokter wanita itu bsa jadi ancaman

2024-01-07

1

Susilawati Rela

Susilawati Rela

jangan sampai tuh dokter berkhianat dan memberi tahu Zero ttg darah Allura...🤔

2022-09-05

2

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!