Bab 2. Ciuman Pertama

Teman-teman dukung karya aku dengan baca sampai selesai. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu.

***

Bab 2

Xavier yang baru saja menghabiskan satu kantong labu darah, dikejutkan dengan kedatangan seorang karyawannya. Dia pun memperhatikan wanita yang memiliki tubuh sedang, tidak pendek juga tidak tinggi. 

Perempuan itu menaiki kursi untuk mengambil sesuatu di rak bagian atas. Tanpa sengaja tangannya terluka kena goresan kayu rak.

'Wangi apa ini? Sesuatu yang segar dan tercium bau yang sangat kuat,' batin Xavier.

Rasa penasaran dan insting dalam diri Xavier, membuat kaki dia melangkah mendekati Allura yang sedang berdiri di atas kursi. Namun, saat dia sampai sana, kejadian tidak terduga menimpa Xavier.

Tubuh Allura jatuh dari kursi dan menimpa tubuh Xavier yang baru saja sampai di arah samping. Bibir Allura membentur bibir Xavier dan menghasilkan luka karena terkena gigi.

Xavier yang seorang vampir pun tanpa sadar menjilat dan menge_mut bibir Allura yang terluka dan mengeluarkan darah sedikit. Hal aneh mulai dirasakan pada tubuh Xavier. Dia merasakan energi kuat menjalar di dalam tubuhnya. Badannya beberapa menit yang lalu terasa sakit dan lemah, kini merasa kuat dan rasa sakit itu hilang. 

Mata biru kelabu milik Xavier menatap tajam pada mata hijau milik Allura. Keduanya tidak ada yang bergerak sama sekali, masih pada posisi berbaring di lantai dengan bibir yang masih saling menempel.

'Tuan Xavier!' jantung Allura seakan berhenti.

'Siapa perempuan ini?' Xavier sangat penasaran karena rasa darah yang keluar dari bibirnya terasa sangat nikmat dan segar. Dia menginginkan lagi darahnya.

"Tuan, apa Anda ada di sini?" Terdengar suara Cedric masuk ke ruang penyimpanan.

Baik Allura maupun Xavier langsung memisahkan diri. Lalu, dengan cepat Xavier pergi tanpa di ketahui oleh Allura.

'Eh, ke mana perginya tuan Xavier?' Allura tidak melihat keberadaan atasannya lagi di sana.

***

"Cedric, cari tahu data dari seorang karyawan perempuan yang bernama Allura!" perintah Xavier pada orang kepercayaannya itu.

"Kenapa dengan wanita itu, Tuan?" tanya Cedric penasaran.

"Dia memiliki darah yang sangat langka. Aku rasa dia pemilik darah suci," jawab Xavier.

"Maksud Tuan, darah yang bisa mengembalikan kekuatan seorang vampir dan menyembuhkan luka yang meski parah atau banyak sekalipun itu?" tanya Cedric lagi.

"Iya. Kamu lihatlah tubuhku ini!" titah Xavier sambil membuka baju kemeja yang sedang dia kenakan.

Terlihat tubuh milik Xavier sudah mulus kembali, padahal tadi pagi luka-luka yang ada pada tubuhnya masih tampak merah sekarang hilang tanpa bekas. Jika, saja dirinya tidak melihat secara langsung, mungkin Cedric tidak akan percaya.

"Jadi, ada pemilik darah suci yang sangat langka itu berada di dekat Anda saat ini?" Cedric tidak percaya kalau perempuan yang bodoh menurutnya itu pemilik darah yang dia kita hanya ada di dalam dogeng legenda.

"Kita harus mendapatkan dia. Jangan sampai kelompok Shadow menemukannya," ucap Xavier sambil memakai bajunya kembali.

"Apa yang harus kita lakukan agar bisa memiliki dia? Menculik dan menyekapnya?" tanya Cedric.

"Kamu bodoh! Jangan sampai dia takut kepada kita. Justru pemilik darah suci itu harus merasa bahagia hati dan pikirannya," jawab Xavier.

"Jadi, apa rencana Tuan?" tanya sang pelayan abdi itu.

"Menjadikannya pengantinku!" jawab Xavier dengan tegas.

"Apa?" teriak Cedric yang terkejut.

"Itu satu-satunya cara agar dia tidak curiga. Kita juga bisa mengambil darahnya dengan secara teratur nantinya," balas Xavier dengan alis terangkat.

"Anda pintar sekali. Otak jenius Anda itu tiada duanya," puji Cedric sambil tersenyum penuh kekaguman pada tuannya itu.

"Jangan remehkan aku yang sudah hidup selama 300 tahun," kata Xavier dengan rasa bangga.

***

Allura masih merasakan kebahagiaan yang tidak terperi karena kejadian di ruang penyimpanan data tadi. Ciuman pertama miliknya ternyata dia lakukan dengan orang yang disukai olehnya.

Senyum diwajahnya terus terukir, seakan tidak akan pernah hilang. Bahkan kedua sahabatnya pun merasa ikut bahagia dengan kejadian yang sudah terjadi padanya.

"Sudah, jangan tersenyum terus. Nanti gigi kamu kering," ucap Sera sambil tertawa jahil menggoda sahabatnya.

"Sudah, kamu jangan iri begitu kepada Allura. Dia itu baru saja merasakan ciuman pertamanya," ujar Edmond melirik ke arah Sera.

Aksi canda mereka terhenti saat Cerdic masuk ke ruangan itu. Semua orang langsung terdiam saat melihat asisten komisaris yang tiba-tiba saja datang ke sana.

"Allura berkas yang kamu ambil tadi ada yang salah. Kamu di panggil oleh Tuan Xavier ke ruangannya!" perintah Cedric pada Allura dan membuat semua orang bertanya-tanya.

Allura pun mengikuti langkah Cedric menuju ke lantai paling atas. Lantai 30 itu hanya ada ruang kerja milik Cedric dan Xavier.

***

Kini Allura berdiri di ruangan yang luas dengan dinding kaca sekelilingnya. Desain interior ruangan itu sangat indah dan membuat nyaman orang yang berada di dalamnya.

"Tuan, Nona Allura sudah datang," kata Cedric sambil mengetuk pintu ruang khusus milik sang komisaris.

"Masuklah!" perintah Xavier dari dalam.

Kaki Allura bergetar saat masuk ke ruang khusus milik laki-laki yang disukainya itu. Dia sangat terkejut saat melihat Xavier hanya menggunakan kimono handuk karena baru selesai mandi.

"Allura apa kamu tahu kenapa kamu dipanggil ke sini?" tanya Xavier yang matanya menatap pada gadis polos dan enerjik itu.

"Apa ada hubungannya dengan berkas yang saya bawa tadi?" Allura malah balik bertanya.

"Bisa jadi. Aku hanya ingin meminta maaf karena sudah lancang mencium bibir kamu tadi. Sebagai permintaan maaf, aku akan mengajak kamu makan malam di Fairy Garden," kata Xavier.

Mulut Allura sampai mengaga karena merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Tiba-tiba saja dia merasa kalau dunia ini sedang berpihak kepadanya.

"Benar-kah itu, Tuan?" tanya Allura tergagap.

"Atau kita makan malam di rumah aku saja?" tawar Xavier.

'Apa? Gila! Tuan Xavier mengajak aku ke rumahnya.' Saking bahagianya Allura sampai tidak bisa bicara.

"Baiklah, Tuan. Saya akan menerima undangan untuk makan malam nanti. Hanya saja tempatnya terserah Anda," ujar Allura dengan senyum manis tercipta di bibirnya.

'Aku harus mendapatkan dia malam ini juga,' batin Xavier.

***

Akankah Allura dengan mudah jatuh pada keinginan Xavier? Atau Xavier harus berjuang keras untuk mendapatkan Allura? Tunggu kelanjutannya, ya!

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

siapa tahu hanya umpan saja untuk menangkap kau Allura

2025-03-31

1

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

jodoh mu Xavier

2025-03-31

1

Mas Bos

Mas Bos

saling berjuang tuk mwnyatu

2024-04-19

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!