Bab 18. Mencari Allura (2)

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.

***

Bab 18

Hari ini Allura mulai masuk kerja, Begitu juga dengan Edmond dari Sera. Hanya saja penempatan tempat mereka bekerja berbeda satu dengan yang lainnya. Allura bekerja sebagai asisten Pierre sedangkan Edmund bekerja di bagian pelayan atau bellboy. Sementara Sera di bagian resepsionis.

Allura memakai baju blazer dan celana panjang dengan rambut di ikat satu. Sekarang dia merubah semua gaya penampilannya. Baik itu dalam berpakaian, make up, dan berbicara. Setidaknya dia ingin menyembunyikan dirinya yang dikenal sebagai istri Xavier. Dia tahu kalau dia itu sudah dikenali oleh banyak orang.

"Allura tolong kamu cek nama-nama tamu dan alamatnya yang tertera di kertas ini," pinta Pierre yang akan kedatangan tamu penting ke hotel mereka.

"Baik, Tuan." Allura pun dengan cepat mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya.

Pierre diam-diam memperhatikan Allura. Dia mengagumi kecantikan alami yang dimiliki oleh Allura. Dalam hatinya dia terus bergumam.

'Apa Xavier menikahinya karena Allura cantik?'

'Dia memiliki pesona yang kuat layaknya seorang ratu. Aku rasa Xavier juga merasakan hal ini.'

Merasa ada yang memperhatikan dirinya, Allura pun mengalihkan perhatiannya pada Pierre. Dia pun mengerutkan kedua alis sampai hampir menyatu dan memikirkan apa yang sedang diperhatikan oleh laki-laki itu pada dirinya.

"Tuan Pierre ada apa?" tanya Allura.

"Kamu cantik," jawab Pierre tanpa sadar.

Disebut cantik oleh atasannya tidak membuat Allura senang. Dia malah merasa takut padanya. Dia tidak mau terlibat hubungan terlarang dengan laki-laki manapun. Bagaimanapun dia itu statusnya masih seorang istri dari Xavier.

"Terima kasih atas pujiannya, Tuan. Aku harap tidak mendengar kata-kata itu lagi dari Anda," ucap Allura dengan nada tegas.

"Oh, maaf. Aku tidak tahu kalau kamu itu tidak suka dipuji," ujar Pierre.

"Anda salah. Aku juga suka dipuji, tetapi tidak oleh sembarang orang. Apalagi di puji oleh atasan di tempat kerja seperti ini. Aku takut nanti akan terjadi salah paham antar pegawai di hotel ini. Aku juga takut dituduh suka menggoda atasan," jelas Allura dengan tegas, tetapi penuh dengan rasa hormat pada atasannya itu.

Mendengar perkataan Allura membuat Pierre tertawa terkekeh. Dia tidak menyangka kalau wanita cantik itu akan bicara seperti itu.

Allura hanya diam sambil mendengus karena kesal sudah ditertawakan oleh seorang laki-laki yang baru saja dia kenal.

Saat waktu istirahat makan siang, wajah Sera terlihat berseri-seri. Kebahagiaan tampak dari sorot matanya. Berbeda dengan Edmond yang terlihat memasang mukanya yang kesal.

"Aku senang bekerja di sini. Bisa berinteraksi dengan orang banyak dan kami bicara sesuatu yang menyenangkan," kata Sera antusias.

"Justru aku sangat kesal oleh tamu-tamu di sini. Mereka itu dengan seenaknya menyuruh ini itu," kata Edmond menggerutu.

Allura tertawa mendengar curahan hati kedua temannya itu.

***

Betapa bahagianya Xavier saat tahu ada nama Allura dari daftar nama penumpang dua hari kemarin. Dia pun mulai menyebarkan para anak buahnya untuk mencari Allura di pulau itu.

"Semoga kamu baik-baik saja," gumam Xavier dengan menatap hamparan hutan hijau yang merupakan sumber penghasil udara bersih dan air jernih untuk pulau ini.

Xavier menatap cincin pernikahan milik Allura. Cincin pernikahan itu tertinggal di kamar mandi. Dirinya 'lah yang sudah melepaskan benda bermata berlian itu saat memandikannya dulu.

"Tuan, bagaimana jika Nona Allura saat ini berada di markas kelompok Shadow?" Cedric sangat khawatir jika sampai hal itu terjadi.

"Makanya kita harus cepat menemukan dia," ucap Xavier.

Xavier pun menyamar menjadi seorang laki-laki yang memakai kumis dan janggut. Kaca mata besar menutupi matanya yang memakai kontak lensa warna hitam. Sebisa mungkin dia menyembunyikan identitas dirinya. Dia akan menyusup ke wilayah musuh. 

Mungkin bagi manusia normal tidak merasakan hal yang aneh di pulau indah itu. Namun, bagi para vampir tempat itu merupakan penjara yang bisa menekan kekuatan mereka. Makanya, banyak vampir dari golongan darah campuran yang ingin hidup netral tanpa masuk ke dalam kelompok vampir, hidup di sini adalah solusinya. Baik vampir berdarah murni maupun vampir berdarah campuran, tidak bisa menggunakan kekuatannya secara maksimal. 

Langkah kaki Xavier yang menelusuri jalan besar di Pantai Timur, terlihat santai. Dia tidak mau memancing rasa curiga dari orang-orang di sana. Baik dari golongan manusia maupun vampir. Dia mendatangi sebuah restoran dan mencari tahu informasi tentang orang-orang yang mendarat ke pulau ini hari kemarin.

Xavier mendatangi sebuah restoran yang kebanyakan di singgahi oleh para pendatang atau para pelancong. Dia berbincang-bincang dengan para pelayan di sana. Untungnya mereka menjawab semua pertanyaan Xavier tanpa curiga.

"Aku sebenarnya datang ke sini mau mencari tempat tinggal dan tempat pekerjaan yang bisa menghasilkan uang yang banyak," kata Xavier pada seorang pelayan perempuan yang memakai baju seksi.

"Wah, sayang sekali, kamu kurang beruntung. Kemarin aku dengar kalau ada sebuah rumah kost ditinggalkan oleh penyewanya, tetapi langsung di ambil oleh dua orang perempuan yang kebetulan juga mencari tempat tinggal," ujar wanita itu dengan raut muka penyesalan dan merasa kasihan kepada Xavier.

"Di mana tempat penginapan itu? Mungkin saja ada kamar yang kosong lainnya lagi," tanya Xavier.

"Kalau Anda mau, aku bisa menyewakan satu kamar di rumah aku," kata pelayan itu dengan dengan tatapan dan senyum menggoda.

"Bisa aku tinggal di rumah kamu itu?" Xavier bertanya dengan serius.

"Tentu saja, aku pulang jam tujuh nanti. Kamu bisa jalan-jalan dulu di pantai. Nanti kamu ke kembali ke sini dan kita akan pulang ke rumah bersama," ucap pelayan itu.

***

Xavier pun berjalan-jalan di tepi pantai. Tanpa sengaja dia melihat Pierre, orang kepercayaan dari Zero sedang bersama seorang klien. Tentunya klien itu dari golongan vampir campuran yang memiliki kedudukan di negeri Eleanor ini.

"Gawat! Aku harus bersembunyi. Jangan sampai dia menyadari keberadaan aku di sini," gumam Xavier dan bersembunyi masuk ke sebuah toko cendramata.

***

Apakah kedatangan Xavier ke pantai itu akan diketahui oleh Zero dan anak buahnya? Tunggu kelanjutannya, ya!

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

ubah cam mana pun, musuh Xavier sudah tahu siapa kau sebenarnya..

2025-04-02

1

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

jangan sampai kau dibunuh oleh Xavier....

2025-04-02

1

Triiyyaazz Ajuach

Triiyyaazz Ajuach

duh jgn sampai Xavier ketahuan duluan sblm menemukan Allura

2024-01-07

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!