Bab 9. Lorong Rahasia

Teman-teman baca sampai selesai, ya! Jangan lupa kasih like komentar dan bintang 5. Semoga hari kalian menyenangkan dan dimudahkan rezekinya.

Bab 9

Setiap malam hari Allura dan Xavier menghabiskan waktu bersama dengan bermesraan, tetapi mereka tidak sampai melakukan hubungan badan. Jika Allura sekarang merasa ada yang aneh dengan diri Xavier dan mencoba menjaga jarak dengannya. Sebaliknya dengan Xavier yang sekarang mulai merasakan getaran-getaran cinta pada Allura.

"Honey, apa kamu ingin pergi berbulan madu denganku akhir bulan nanti?" tanya Xavier sambil membelai rambut Allura yang sedang tidur bersandar di dadanya.

"Mau. Kita akan pergi ke mana, Darling?" tanya Allura sambil mendongakkan wajahnya dan saling beradu pandang dengan mata Xavier.

"Kita kan pergi ke pulau Aprhodite," jawab Xavier sambil mengusap bibir Allura yang bengkak akibat perbuatannya tadi.

"Benarkah? Itu adalah pulau terindah di negeri ini. Dulu aku pernah membayangkan ingin pergi ke sana. Hanya saja membutuhkan uang yang sangat banyak untuk pergi ke pulau itu," ujar Allura jujur dengan pancaran mata yang berbinar karena sangat bahagia.

"Aku senang kalau kamu juga senang," kata Xavier.

"Darling ada yang mau aku tanyakan. Kenapa banyak sekali ruangan yang terkunci dan aku dilarang untuk memasuki beberapa tempat di kastil ini?" tanya Allura sambil menggambar pola abstrak di dada suaminya.

"Di sana banyak benda berharga dan bersejarah yang tidak bisa disentuh oleh sembarangan orang," jawab Xavier sambil menarik tubuh Allura agar menempel padanya.

Allura merasakan kalau suaminya saat ini sedang merasakan gairah. Namun, dia selalu menolak jika diajak melakukan hubungan badan. Tadinya, Allura menduga kalau Xavier itu laki-laki impoten. Ternyata dugaannya itu salah besar setelah beberapa hari ini tahu kalau alat reproduksi suaminya itu normal.

Pernikahan Allura dan Xavier sudah berlangsung selama 100 hari, tetapi mereka belum pernah melakukan malam pertama. Xavier masih ingin menjalani masa pacaran dengan Allura, itu yang selalu dikatakannya.

"Darling, aku mencintaimu," bisik Allura mesra.

"Aku pun sama, Honey. Jangan pernah punya pikiran ingin pergi dari sisiku. Karena aku tidak akan pernah mengizinkannya," balas Xavier.

***

Allura belakangan ini sering mendatangi dan pergi ke ruang rahasia yang ada di bungalow. Ternyata di dalam sana terdapat banyak orang rahasia yang tersambung ke beberapa ruang yang ada di dalam kastil. Dia sampai membuat sebuah peta, agar nanti bisa tahu ke mana saja arah lorong itu tersambung.

"Yap, dengan membuat peta seperti ini aku tinggal menghapal lorong itu menuju ke tempat mana saja," ucap Allura sambil melihat sebuah kertas yang cukup besar dengan gambar yang menyerupai keadaan ruang yang ada di bawah bungalow.

Ruang Rahasia itu ada sekitar 17 pintu lorong yang menuju ke arah bangunan kastil dan yang lainnya. Belum lagi lorong-lorong itu saling terhubung satu sama lain. Allura juga sempat tersesat berapa kali di dalam labirin lorong itu. Seharian dia berputar-putar di dalam lorong itu dan baru bisa keluar saat matahari sudah hampir terbenam.

Hal yang paling menyenangkan baginya adalah saat tahu salah satu lorong itu terhubung ke dalam kamarnya. Selain itu juga, ternyata ada lorong yang terhubung ke arah luar kawasan kastil. Lorong itu keluar dari gua di daerah kaki bukit.

Dari ke 17 lorong itu, baru sekitar 7 lorong yang diketahui oleh Allura bisa tersambung ke mana saja. Meski demikian dia bisa keluar kastil secara diam-diam.

"Dengan begini aku bisa menemui teman-teman aku," kata Allura bermonolog.

***

Merasa sangat curiga dengan keadaan sekitarnya saat ini. Maka, Allura pun memutuskan untuk menyelidiki siapa sebenarnya Xavier, secara diam-diam.

Beberapa hari yang lalu, Allura tanpa sengaja mendapati suaminya itu pulang dalam keadaan banyak luka. Begitu juga dengan Cedric, yang terlihat hampir mati. Kepala pelayan dan beberapa pelayan lainnya membantu Xavier dan Cedric yang baru saja turun dari mobil. Lalu, mereka membawanya ke salah satu ruangan yang ada di dalam kastil. Anehnya keesokan hari keadaan dua orang itu terlihat baik-baik saja. Seolah apa yang dilihat oleh Allura semalam itu hanyalah sebuah mimpi.

"Aku tahu kalau Xavier menyembunyikan sesuatu dari aku. Tapi, apa? Bukannya pasangan suami istri itu harus saling mempercayai? Kenapa aku merasa menjadi orang yang tidak bisa dipercaya olehnya," tanya Allura pada dirinya sendiri.

"Meski aku sekarang tahu jalan keluar dari tempat ini. Tapi, untuk ke pusat kota sangat jauh!" pekiknya sambil menjambak rambut.

"Mau apa kamu ke pusat kota?" tanya Xavier secara tiba-tiba. Padahal, Allura yang kalau sejak tadi tidak ada siapa-siapa di sana.

'Sejak kapan Xavier ada di sini? Padahal detik sebelumnya dia tidak ada,' batin Allura.

***

Apa yang akan dijawab oleh Allura agar Xavier tidak curiga? Tunggu kelanjutannya, ya!"

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

mungkin kah Xavier takut kau akan pergi kerana kau adalah sumber kekuatan nya ......

2025-04-01

1

Triiyyaazz Ajuach

Triiyyaazz Ajuach

Allura bsa menemukan jalan" rahasia mmg tdk ada pengawal yg mengawasi Allura selama ditinggal pergi Xavier kok aneh ya

2024-01-07

1

Susilawati Rela

Susilawati Rela

Allura lagi berperan jadi detektif...hati hati ketahuan Xavier....

2022-09-07

3

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!