Bab 15. Pertemuan dengan Edmond dan Sera

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.

***

Bab 15

Akhirnya Allura pun menghubungi kedua sahabatnya itu dan membuat janji untuk ketemuan di sebuah restoran cepat saji yang tidak jauh dari rumahnya. Hanya butuh 5 menit bagi Allura untuk datang ke sana dengan naik mobil. Begitu sampai baru ada Edmond yang sedang duduk manis sambil memainkan handphone.

"Hai, Ed!" sapa Allura sambil tersenyum manis padanya.

"Hai. Bagaimana kabar kamu? Kenapa tidak pernah menghubungi kami lagi," balas Edmond dengan memasang wajah sebal.

Ekspresi Edmond yang langka seperti ini membuat Allura tertawa kecil. Laki-laki itu biasanya memasang wajah jahil dan konyol.

"Aku baik-baik saja dan kamu sendiri tahu aku kini tidak memegang handphone dan aku tidak hapal nomor telepon kalian," ujar Allura sambil tertawa dan melindungi kepalanya saat Edmond ingin menjitak kepalanya.

"Kamu ini … suka sekali membuat aku dan Sera khawatir," ucap laki-laki yang kini memakai baju kasual, berbeda dengan penampilannya yang biasanya perlente dengan jas mahal dan bermerk.

Terlihat seorang wanita berlari memasuki tempat Allura dan Edmond yang sedang berbicara sambil bersenda gurau. Wanita itu memakai topi lebar yang menutupi wajahnya dan langsung duduk di samping Allura.

"Sera!" seru Allura dengan senang dan memeluk tubuh sahabatnya itu dengan senyum yang merekah.

"Allura, kamu ini ke mana saja! Kenapa kamu tidak memberi aku kabar?" tanya Sera sambil membuka topi itu dan memakaikan pada Allura.

"Pakai," desis Sera saat Allura hendak melepas topi yang dipasangkan oleh wanita berambut coklat kemerahan itu.

"Kenapa?" tanya Allura dengan suara yang nyaris tidak terdengar.

"Ada beberapa orang yang mencari kamu tadi. Mereka juga beberapa kali menanyai aku," jawab Sera dengan nada ketakutan.

Wajah Allura langsung pucat. Dia tahu kalau suami dan rekan-rekan vampir yang ada di kastil itu tidak akan tinggal diam begitu saja.

"Ada apa?" tanya Edmond tidak mengerti apa yang sudah terjadi.

"Aku ingin mengajak kalian ke pulau Aprhodite," jawab Allura sambil berbisik pada kedua temannya.

Baik Sera maupun Edmond sama-sama terkejut. Mereka tidak pernah terpikirkan untuk pergi ke pulau yang dikenal sebagai pulau surga. Akses pergi ke sana sangat sulit dan juga segala sesuatu di pulau itu sangat mahal harganya. Serta tidak mudah untuk mendapatkan izin bisa masuk ke pulau itu.

"Hei, apa kamu sedang tidak ngelindur?" tanya Sera sambil mencubit pipi Allura.

Istri Xavier itu mengerang kesakitan dan membalas Sera dengan hal yang serupa. Dia hanya punya dua orang sahabat berharga dan ingin melindungi mereka dari para monster penghisap darah. Salah satu cara yang bisa dia lakukan adalah datang ke pulau yang menyimpan banyak barang suci peninggalan orang-orang terdahulu. Barang suci itu adalah senjata yang bisa digunakan untuk membunuh para vampir. 

Allura selama tinggal di kastil terlalu penasaran akan vampir dan dia pun banyak membaca buku tentang vampir dan sejarah kehidupan di masa silam. 

"Apa kalian tidak takut oleh makhluk yang belakangan ini ramai dibicarakan?" tanya Allura.

"Maksud kamu vampir?" tanya Sera balik.

"Iya," jawab Allura.

"Hei, Allura. Itu semua hanya berita palsu dan bohongan," kata Edmond sambil tertawa terkekeh.

"Apa maksud kamu?" Allura melotot pada laki-laki yang masih saja tertawa.

"Semua berita itu adalah bohong. Pemerintah sudah memastikan hal itu. Lalu, korban dulu itu adalah korban anjing gila yang berkeliaran di jalan. Kini anjing-anjing itu pun sudah ditangkap dan dimasukan ke dalam penangkaran hewan," jelas Edmond dan membuat Allura terperangah.

"Tidak! Monster penghisap darah itu ada. Mereka benar-benar ada dan aku bisa pastikan itu," ucap Allura tanpa sadar dengan nada tinggi, sehingga memancing orang-orang yang ada di sana.

Sera langsung membungkam mulut Allura. Dia pun bilang pada para pengunjung kalau Allura itu sedang mengumpat pada seseorang yang disebut monster olehnya.

"Sebaiknya kita pergi ke tempat lain. Di sini mereka tidak nyaman oleh keberadaan kita," ajak Sera dan mereka pun beranjak pergi dari sana.

***

Sementara itu, di sebuah mansion yang besar dan mewah, terlihat banyak orang sedang berkumpul di sana. Ada seorang laki-laki berdiri di depan mereka.

"Kita harus kalahkan kelompok Klan Light. Kita akan rebut kekuasaan milik kita kembali yang sudah lama mereka ambil!" teriaknya.

"Hidup Tuan Zero!" seru seorang laki-laki tua.

"Hidup Tuan Zero!" teriak orang-orang yang ada di sana mengikuti.

"Kita juga harus ambil alih laboratorium milik mereka. Aku dengar mereka berhasil mengembangkan suatu formula yang bisa menambah kekuatan dan menyembuhkan luka dalam waktu cepat," ucap Piere dan membuat orang-orang yang sedang berkumpul terdiam seketika.

"Ba-gai-mana bisa mereka membuat formula itu?" tanya laki-laki tua itu dengan tergagap.

"Aku juga merasa itu hal yang mustahil, Fraz. Ini seperti dalam legenda yang bahkan aku anggap itu kebohongan para vampir zaman dahulu. Sampai aku melihat dengan mata kepala aku sendiri. Saat kami berhasil menangkap salah satu vampir Klan Light. Saat hampir mati, dia memakan obat itu. Dan dalam seketika orang itu bisa kembali pulih dan menjadi kuat. Bahkan dia berhasil mengalahkan kita seorang diri," jelas Piere pada laki-laki tua dan orang-orang di sana.

"Apa?" Laki-laki tua yang disebut Fraz itu tercengang.

"Bagaimana bisa mereka bisa membuat barang seperti itu?" tanya Zero pada Piere.

"Saya juga tidak tahu, Tuan," jawab Piere dengan menundukan kepalanya.

"Kita harus rebut laboratorium itu dan curi berkas catatan pembuatan formula itu," ucap Zero dan didukung oleh semua yang hadir di sana.

***

Xavier baru sadar kembali setelah hilang kesadaran dalam waktu yang cukup lama. Dia tertidur selama tiga hari dan Cedric selama itu pun mencari keberadaan Allura yang kabur.

Xavier mengedarkan pandangan ke sekeliling ruang yang merupakan kamar tidur pribadinya. Kamar itu tampak rapi dan sepi.

"Honey," panggil Xavier dengan lirih mencoba memanggil Allura.

"Honey, kamu di mana?" panggil Xavier sekuat tenaga meski masih terdengar lemah suaranya.

Tidak ada Allura yang datang menghampiri seperti biasanya, jika dipanggil olehnya. Maka, Xavier pun memaksakan bangun untuk mencari keberadaan istrinya.

"Cedric! Lukas!" panggilnya kali ini memanggil dua bawahan setianya.

Kedua orang itu pun langsung datang menghadap Xavier. Terlihat wajah pucat mereka ketakutan. Dalam hati mereka berharap kalau tuannya itu tidak murka karena istrinya belum juga ketemu.

***

Apa yang akan dilakukan oleh Xavier saat tahu Allura sudah kabur dari kastilnya? Akankah Zero menyerang laboratorium milik kelompok Klan Light dan mendapatkan dokumen rahasia milik Xavier? Tunggu kelanjutannya, ya!

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

mungkin melalui darah manis Allura..

2025-04-02

1

Triiyyaazz Ajuach

Triiyyaazz Ajuach

jgn sampai kelompok Zero mengambil berkas" penting itu dan jgn sampai mereka mendptkan Allura

2024-01-07

1

Susilawati Rela

Susilawati Rela

Xavier bisa sakit malarindu ini mah ....🤔

2022-09-13

2

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!