Bab 10. Keinginan Xavier

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar dan bintang 5. Semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu.

***

Bab 10

Betapa terkejutnya Allura saat mendapati Xavier berada di belakangnya. Dia yakin kalau tadi itu tidak ada siapa-siapa di sana.

"Halo, Darling. Aku ingin pergi ke pusat kota untuk mencari sebuah gaun. Tapi, bingung mau ke sana sama siapa? Aku kira kamu dan Cedric sedang sibuk di kantor," kata Allura.

"Aku bisa mengantarkan kamu. Kapan kamu mau berangkat?" tanya Xavier sambil merapikan anak rambut dan mengaitkan ke belakang telinga Allura.

"Kalau bisa sekarang," ucap Allura terlanjur, daripada dia nanti ketahuan bohong.

"Baiklah, kita akan pergi ke butik," kata Xavier sambil menggandeng tangan Allura.

Xavier kini layaknya orang yang sedang kasmaran kepada Allura. Dia menjadi sangat posesif sekali padanya. Bahkan saat mereka belanja gaun yang diinginkan oleh Allura. Butik itu sampai harus ditutup dari pengunjung lainnya selama mereka belanja di sana.

Allura ternyata membeli gaun malam yang seksi dan menggoda. Berapa tersiksanya Xavier saat melihat Allura beberapa kali mencoba lingerie yang warnanya kontras dengan kulitnya yang putih bersih seperti susu.

"Darling, bagaimana menurut kamu? Pantas tidak?" tanya Allura sambil memutarkan badannya. Terlihat punggung mulus terekspos karena lingerie itu hanya menutupi perut dan dada.

"Ba-gus!" ucap Xavier tanpa mengedipkan matanya.

Baginya bukan hal aneh melihat wanita tanpa busana. Selama ini hal itu tidak membuatnya tertarik. Namun, kali ini sangat berbeda. Dirinya merasakan gejolak dalam tubuhnya. Hasrat liar dalam jiwanya mulai tumbuh dan menampakan perasaannya.

'Ada apa dengan aku? Apa karena aku terlalu sering meminum darahnya? Sehingga aku merasa begitu tertarik kepadanya,' tanya Xavier dalam hatinya.

"Tuan, kalau yang ini bagaimana? Apakah pantas?" tanya Allura yang hanya memakai lingerie seperti pakaian dalam wanita.

"Beli saja semuanya," kata Xavier yang sudah tidak bisa lagi menahan dirinya.

Xavier menarik tangan Allura dan mengajaknya masuk ke bilik tempat ganti baju. Dia langsung mencium bibir Allura untuk melampiaskan gejolak yang membuncah di dalam tubuhnya.

Allura pun ikut terbuai oleh ciuman mesra yang diberikan oleh Xavier. Dirinya hanya bisa pasrah karena hal ini juga yang dia harapkan dari suaminya. Dia mengalungkan kedua tangannya dan mengjinjitkan kedua kakinya.

"Darling, apa kamu baik-baik saja?" tanya Allura tidak rela harus mengakhiri kegiatan mereka barusan. Setelah Xavier melepaskan tautan bibir mereka, dia pun berjalan menjauh dari posisi tadi.

"Sebaiknya cepat selesaikan belanjaan kamu. Kita harus segera pulang," kata Xavier sambil memakaikan Allura bajunya.

***

"Cedric, apa yang harus aku lakukan? Aku sungguh tidak bisa menahannya lagi," ucap Xavier pada asisten dan orang kepercayaannya itu.

"Tuan tinggal bercinta saja dengannya. Bukannya sudah saya kasih tahu caranya," balas laki-laki yang usianya lebih muda dari Xavier.

Xavier sudah tahu bagaimana caranya bercinta tanpa harus melukai Allura. Hanya saja dia takut wanitanya itu tidak mau melakukan dengan cara-caranya.

"Kenapa, Tuan masih ragu?" tanya Cedric dengan tatapan menelisik pada Xavier.

"Aku takut kalau tidak bisa mengendalikan diri dan membuat Allura terluka. Bukannya sudah banyak kejadian kalau Vampir berdarah murni itu sering membunuh pasangan manusia jika mereka sedang bercinta. Makanya golongan kami harus punya pasangan dari golongan sesama vampir murni atau vampir campuran," jawab Xavier dengan tatapan nanar.

Xavier yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta dalam hidupnya. Harus diuji langsung dengan cinta pada golongan lemah, yaitu manusia biasa. Hal yang tidak pernah sama sekali terpikirkan dalam hidupnya.

"Aku yakin Nona Allura adalah wanita yang hebat dan tangguh," ujar Cedric untuk meyakinkan Tuannya.

***

Saat Xavier keluar dari kamar mandi, betapa terkejutnya dia saat melihat Allura menggunakan lingerie yang sangat seksi. Istrinya itu tersenyum cantik kepadanya. Tentu saja hal ini membuat dirinya tidak bisa menolak pesona dari sang bidadari.

Xavier menatap Allura dengan penuh damba. Dikecupnya kening, kedua kelopak mata, hidung mancung dan kecil milik Allura yang selalu bikin gemas dia saat menyentuhnya. Kedua pipi mulus, dagu, dan terakhir bibir ranum kesukaan dia yang sudah menjadi candu baginya.

"Honey, kamu cantik sekali malam ini," bisik Xavier dengan tatapan langsung pada netra hijau milik Allura.

"Apa kamu suka, Darling?" tanya Allura yang napasnya masih tersengal-sengal karena ciuman panas penuh gairah sudah diberikan suaminya tadi.

"Apapun yang ada pada dirimu, semuanya aku suka. Karena aku sangat mencintaimu, Allura," jawab Xavier.

"Bercintalah dengan aku malam, ini!" pinta Allura dengan menatap bola mata Xavier yang sangat dia sukai.

"Boleh. Tapi, dengan syarat." Xavier memberikan pilihan pada Allura.

"Apa syaratnya?" tanya Allura.

***

Apakah Allura akan menerima syarat dari apa yang akan diajukan oleh Xavier? Tunggu kelanjutannya, ya!

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

bercinta pun kena bersyarat 🤣🤣

2025-04-01

1

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

kalo ya pun balik lah dulu 🤦‍♀️

2025-04-01

1

Mas Bos

Mas Bos

Xavier pake helm tropong
dan sarung tangan kulit badak
supaya Allura ga cidera
/Grin//Grin//Grin/

2024-04-20

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!