Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa kasih like komentar dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 16
Saat siang hari Allura, Sera, dan Edmond pergi menuju pulau Aprhodite. Mereka pergi demi bisa bersama-sama dengan Allura. Bahkan mereka sudah memberikan surat pengunduran diri kepada perusahaan.
"Aku senang kalian bisa ikut bersama denganku," kata Allura sambil memeluk kedua temannya.
"Tentu saja Kita akan selalu bersama sampai kapanpun," jawab Sera dan dibenarkan oleh Edmond.
"Kita akan menaiki kapal ke sana karena hanya itu satu-satunya kendaraan yang bisa masuk ke pulau itu," ucap Edmond dan menarik tangan kedua temannya itu.
Kapal yang pergi menuju ke pulau Aprhodite hanya beroperasi satu hari satu kali. Selain itu penumpangnya juga sangat terbatas tidak lebih dari 50 orang. Tidak ada pesawat yang bisa memasuki pulau itu karena tidak ada bandara di sana.
Pulau Aprhodite merupakan dataran yang dikelilingi oleh pegunungan dan hutan yang lebat. Pulau itu dikelilingi oleh lautan yang pantainya indah dan banyak anak sungai. Terdapat banyak tumbuhan obat-obatan dan hewan-hewan yang langka. Udara di sana sangat sejuk dan bersih karena tidak ada polusi dari pabrik. Keindahan pulau ini semakin terlihat saat kita melihat dari dataran tinggi.
Kendaraan yang digunakan di sana pun menggunakan tenaga listrik dan tenaga hewan ternak seperti kuda, kerbau, sapi, dan kedelai. Saat ini Allura dan kedua temannya sedang menaiki sebuah bis yang menggunakan tenaga listrik.
"Lihat, rumah-rumah penduduk warna catnya sama?" seru Sera senang.
"Itu bukan cat tetapi warna alami dari bebatuan yang ada di sini," ujar Edmond sambil tersenyum dan menjitak kepala Sera.
"Benarkah itu? Tapi, warnanya sangat indah seperti warna madu," ujar Allura menatap kagum pada bangun-bangun disepanjang jalan.
"Penduduk di sini mempunyai dongeng kenapa rumah-rumah di sini berwarna seperti madu, apalagi saat tertimpa matahari terbit dan tenggelam. Mereka percaya kalau Saintess Aprhodite akan melindungi rumah-rumah yang memiliki warna kuning berkilau seperti madu," jelas Edmond.
"Oh, ada cerita legenda seperti itu, ya," ucap Sera sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Saintess Aprhodite," gumam Allura.
Allura teringat akan kisah Saintess Aprhodite yang pergi karena tidak ingin menjadi istrinya dari Raja Amon. Sementara itu, Saintess Aprhodite sendiri sangat mencintai vampir yang bernama Alessio. Dia memilih demi menyelamatkan diri dan cinta yang hanya untuk Alessio.
Allura dan kedua temannya mendatangi sebuah penginapan sederhana. Mereka akan mencari sebuah rumah atau kontrakan untuk mereka tinggali nanti.
"Jika kalian mencari rumah kontrakan atau rumah yang disewa untuk waktu yang lama. Ada beberapa tempat khusus seperti itu dan lokasinya berada di bawah kaki bukit sana," kata pemilik penginapan.
"Baiklah kami akan melihatnya besok. Hari ini kami ingin beristirahat dan makan malam," balas Sera.
***
Keesokan harinya Allura dan kedua tangannya mencari rumah kontrakan yang akan mereka tempati nanti. Beruntungnya mereka mendapatkan satu rumah kontrakan yang baru saja ditinggalkan.
"Betapa beruntungnya kita bisa mendapatkan tempat tinggal secepat ini," kata Edmond saat mereka memeriksa rumah kontrakan itu.
"Tempat tinggal sudah kita dapatkan. Sekarang kita harus mencari tempat bekerja," ujar Sera.
"Kalau itu kita bisa mencoba mendatangi sebuah hotel mewah yang ada di dekat pantai. Semalam aku baru kenalan dengan seorang manajer hotel dan katanya mereka sedang membutuhkan pekerja baru," pungkas Allura dengan senyum manisnya.
Betapa senangnya Sera dan Edmond mendengar informasi ini. Segala sesuatu yang terjadi di sini begitu sangat mudah bagi mereka dapatkan.
"Siang ini kita bisa mendatangi Hotel Obelix," ucap Allura dan kedua temannya setuju.
***
Hotel Obelix ternyata merupakan hotel yang paling mewah di kawasan pantai timur Pulau Aprhodite ini. Bangunan hotel itu menjulang tinggi dan kokoh. Tentu saja dengan warna kuning madu yang berkilauan karena tertimpa cahaya matahari.
Ketiga orang itu pun memasuki hotel lihat kebetulan sang manager yang ditemui oleh Allura semalam baru keluar saja dari lift. Dia merupakan laki-laki yang memiliki tubuh yang kekar, tetapi memiliki senyuman yang menawan. Laki-laki itu pun mau datang menghampiri Allura.
"Halo Allura, apa kabar? Akhirnya kau datang juga. Aku sudah menunggumu sejak pagi," ucapnya dengan ramah dan mengulurkan tangannya pada Allura.
"Halo, Pierre. Maaf aku datang siang hari karena baru saja mencari tempat tinggal untuk kita tempati nanti," balas Allura sambil membalas uluran tangan Pierre.
"Apa mereka ini orang yang semalam kamu bicarakan?" tanya Pierre sambil menjabat tangan Sera dan Edmond.
"Iya benar, mereka adalah kedua teman baikku dan kami ingin bekerja bersama di satu tempat kembali," jawab Allura dengan senyum ramah.
"Baiklah kami akan mencarikan dua tempat yang lainnya untuk mereka," balas Pierre dan menerima berkas milik Sera dan Edmond.
"Nanti sore, aku akan memberikan kabar kepada kalian. Saat ini aku sangat sibuk sekali," tukas Pierre dan dia pun secepatnya pergi dari hadapan ketika orang itu.
Allura dan kedua temannya pun berjalan-jalan di sekitar hotel. Mereka berjalan di tepi pantai yang memiliki pasir berwarna putih. Tanpa mereka sadari sejak malam ada dua orang yang mengikuti terus ke mana mereka pergi.
***
Siapakah yang sudah mengikuti Allura itu? Akankah bahaya mengintai Allura di pulau ini? Tunggu lanjutannya, ya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
apakah mereka adalah vampir Zero
2025-04-02
1
Triiyyaazz Ajuach
jgn sampai yg mengikuti Allura anak buah Zero bsa bahaya Allura bsa diculik
2024-01-07
1
Ulfatul Jannah
kedua tangan apa teman😃
2022-12-09
1