Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 12
Rasa penasaran akan catatan seorang vampir berdarah murni yang bernama Alessio, membuat Allura semakin rajin membaca buku-buku kuno di perpustakaan. Dia melakukannya di sela-sela kesibukan mengurus Xavier yang menjadi manja padanya belakangan ini.
"Pinggang aku sakit," ucap Allura sambil berdiri dari kursi dan menepuk-nepuk bagian belakang tubuhnya. Hampir setiap malam dia bekerja keras untuk memberikan kepuasan pada suaminya. Akibatnya, dia sering sakit dan pegal-pegal badannya.
Ada sebuah buku yang berjudul cara membasmi para vampir. Tentu saja ini sangat menarik bagi Allura. Dia ingin tahu bagaimana caranya bisa membunuh vampir, jika sewaktu-waktu mendapat serangan dari makhluk itu. Dia pun membaca secara perlahan agar tidak salah arti atau gagal paham.
Cara membunuh vampir mutan, dengan menjemurnya di bawah sinar matahari langsung bisa membuatnya menjadi abu. Menikam jantungnya dengan menggunakan pisau perak, maka akan berubah menjadi abu. Peluru perak bisa membunuh vampir secara langsung asal mengenai tubuhnya. Air suci pun akan bisa membuatnya menjadi abu.
Cara membunuh vampir berdarah campuran, dengan pisau perak dan di tikamkan pada jantungnya sebanyak tiga kali. Jika, kurang dari itu, mereka masih bisa bertahan. Jantung dan kepala yang terkena peluru perak bisa membuatnya menjadi abu.
Cara membunuh vampir berdarah murni, hanya bisa dilakukan dengan peluru silver suci sebanyak 3 buah peluru perak khusus. Bahkan pisau perak suci biasa tidak akan bisa membunuhnya. Kecuali, pisau perak suci milik Saintess Aprhodite yang bisa membunuh para makhluk abadi itu.
Selama berjam-jam Allura membaca buku itu di ruang perpustakaan itu sampai kepulangan Xavier ke rumah untuk makan siang. Dia akan melanjutkan lagi membaca setelah suaminya pergi bekerja kembali.
Kali ini Allura tidak sengaja masuk ke ruang kerja Xavier lewat jalur lorong rahasia. Dia melihat-lihat ruang kerja suaminya yang baru sekali dia datangi dulu. Itu juga hanya beberapa detik karena Xavier hanya mengambil sebuah kotak di laci meja, lalu keluar.
Ruang kerja itu ternyata memiliki banyak rak yang berisi laporan milik perusahaan Xavier. Selain itu banyak juga informasi mengenai perusahaan-perusahaan asing yang namanya tidak pernah Allura dengar. Iseng-iseng dia membaca sebuah laporan tentang Laboratorium Ruby.
"Apa ini, formula R-1 gagal di uji coba karena profesor mati dalam uji coba pada keluarganya sendiri," gumam Allura yang membaca sebagian dari berkas yang ada di tangannya. Terlihat laporan itu dibuat 50 tahun lalu.
Allura pun membaca secara acak beberapa laporan yang ada di rak bagian sisi kiri. Rata-rata semua adalah tentang vampir. Baik itu mengenai pembuatan senjata untuk membasmi vampir atau formula untuk meningkatkan kekuatan vampir.
'Sebenarnya, siapa yang bisa membunuh vampir? Apa siapa saja bisa? Tidak perlu orang suci 'kah?' batin Allura.
"Apa yang sedang Anda lakukan di sini?"
Jantung Allura terasa jatuh dari tempatnya saking terkejutnya dia, saat mendengar suara seseorang. Tenyata kepala pelayan memergoki perbuatan Allura. Tentu saja dia merasa panik dan takut.
"Aku sedang membaca," jawab Allura sambil menyimpan kembali catatan laporan tadi.
"Ini bukan tempat yang boleh Anda datangi, Nona. Tuan Xavier melarang sembarangan orang masuk ke sini," ucap Kepala Pelayan.
"Oh, maaf. Aku tidak tahu," kata Allura lalu berjalan keluar dari ruangan itu.
***
"Aku dengar kamu diam-diam masuk ke ruang kerjaku!" bentak Xavier pada Allura begitu masuk ke dalam kamar tidur mereka.
Hal ini membuat Allura yang sedang membaca sambil tiduran di atas kasur sangat terkejut. Dia pun duduk dan melihat ke arah suaminya. Terlihat jelas amarah dari raut wajahnya yang mengeras dan tatapan mata yang sangat tajam.
"Maaf, aku tidak sengaja," balas Allura lirih dan menggigit bibir bagian bawah.
Terlihat mata Xavier berubah merah dan urat-urat di leher dan wajahnya menegang. Napasnya juga mulai memburu. Ini dikarenakan Allura mengeluarkan sedikit darah di bibirnya.
Ternyata perbuatan Allura yang masuk ke ruang kerja membuat Xavier marah. Betapa takutnya Allura melihat sosok Xavier yang seperti ini. Sampai-sampai dia tidak sadar sudah mengigit bibirnya sampai berdarah.
Meski Xavier berusaha menahan dirinya, tetap saja tidak bisa. Dia langsung mencium dan menghisap darah yang ada pada bibir Allura.
"Darling," panggil Allura dengan lirih. Namun, Xavier tidak mendengarkan panggilan istrinya.
"Sakit," ucap Allura lagi disela nyanyian merdunya. Xavier masih saja tidak menghentikan cumbuan dan sentuhannya pada tubuh Allura.
Kuku-kuku Xavier kini berubah panjang. Begitu juga dengan gigi taring dan bola matanya. Kuku-kuku itu menggores kulit tubuh Allura sehingga mengeluarkan darah.
Akhirnya mereka pun bercinta tanpa persiapan dari Xavier. Baru kali ini mereka bercinta tanpa memakai alat-alat yang sering Xavier gunakan. Allura biasanya dipakaikan penutup mata dan kedua tangannya diborgol. Sekarang dia tahu kenapa Xavier selalu memakaikan itu padanya. Itu dikarenakan suaminya tidak ingin dirinya melihat kalau yang sedang bercinta dengannya adalah monster yang dia takuti.
Sementara itu, di luar kamar terjadi kekacauan. Para pekerja yang merupakan vampir campura pun berubah buas karena mencium bau darah Allura. Bukan hanya golongan vampir berdarah campuran yang level lemah, para vampir berdarah campuran yang level kuat pun ikut berubah.
***
Apakah yang akan terjadi di kastil milik Xavier ketika semua berubah menjadi vampir yang bringas? Tunggu kelanjutannya, ya?
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya aku yang lainnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
seram eh...
2025-04-02
1
Triiyyaazz Ajuach
waduh bahaya ini semua vampir menggila
2024-01-07
1
Susilawati Rela
ow ow ow.....bahaya ..... Xavier tidak sadar keadaan diluar kamarnya....gawat...gawat...🤦
2022-09-09
3