Bab 7. Tuan Muda

Pagi hari di rumah Albert. Ghina bekerja seperti biasa. Dia mencuci piring setelah menyiapkan sarapan untuk tuan mudanya. Seorang pria muda berjalan memasuki ruang makan, yang hanya dibatasi dinding kaca dengan dapur. Pria itu melempar sebuah senyuman manis pada Ghina.

“Loh, kamu belum pergi, Al?” Ghina menyapa majikannya dengan canggung.

“Belum,” jawab Albert singkat. Dia duduk di meja makan dengan santai. Pria itu telah mengenakan kemeja putih dan setelan jas berwarna gelap. Ganteng sekali.

Ghina mengalihkan pandangannya dengan cepat, dari sang majikan. Pria itu selalu membuat jantungnya berdegup kencang. “Sejak kapan ya aku menyukainya?” tanya Ghina pada dirinya sendiri.

Berbeda dengan Ghina, sikap Albert sangat tenang dan tidak canggung sama sekali. Dia menyantap sarapan yang telah disediakan oleh Ghina. “Gimana Ella tadi malam?” tanya Albert sembari memotong toast dengan pisau dan garpu.

Ghina menghembuskan napas dalam-dalam. “Aku belum berbicara padanya. Tadi malam setelah pulang kerumah, dia langsung mengurung diri di kamar dan melewatkan makan malam,” jawab Ghina dengan wajah muram.

“Terus tadi pagi?” tanya Albert lagi.

“Dia udah nggak ada di rumah, ketika aku bangun tidur,” tukas Ghina.

Albert tidak membalas kalimat Ghina. Dia hanya menatap wanita itu dalam-dalam, sambil menghabiskan sarapan paginya. “Kamu nggak makan? Yuk, sekalian makan bareng aku. Ini cukup untuk kita berdua,” ujar Albert.

Ghina menggeleng pelan. “Gimana aku bisa sarapan dengan nyaman, kalau putriku sendiri aja nggak makan dengan benar,” gumam Ghina. “Kayaknya dia marah banget sama aku. Hatinya pasti sangat terluka,” sambungnya.

“Jangan seperti itu, Ghina. Kita harus tetap sehat, untuk menghadapi Ella,” tegur Albert. Pria itu menyodorkan sepiring toast dan segelas susu hangat pada Ghina. “Makanlah, wajahmu kelihatan pucat sekali.” Desak Albert.

Albert lalu memotong toast menjadi beberapa bagian kecil, lalu menyuapkannya pada Ghina. Sikap tuan muda itu, membuat air mata Ghina terus mengalir tanpa henti. Setiap gigitannya, dia selalu teringat wajah sang putri yang keadaannya tidak ia ketahui.

Albert berpindah duduk ke kursi di samping Ghina. Dia lalu merangkul wanita itu. “Kamu harus sabar, Ghina. Dia itu cuma shock, karena tidak pernah menyangka kalau kita memiliki hubungan,” bisik Albert di samping Ghina.

“Tapi …” Air mata Ghina semakin deras.

“Dia masih remaja. Emosinya sangat labil. Kita yang harus sabar menekati dan memberinya pengertian,” ujar Albert berusaha menenangkan Ghina.

“Apa kita akan tetap melanjutkan rencana pernikahan ini?” tanya Ghina dengan ragu.

“Tentu. Memangnya kamu mau, kita menjalani hubungan sembuyi-sembunyi seperti dulu?” Albert gantian memberikan pertanyaan.

Ghina menggelengkan kepalanya dengan kuat. Wanita itu meraih selembar tisu lalu mengusap air matanya. “Mungkin aku bukan hanya sosok ibu yang buruk. Tetapi juga wanita yang egois dan nggak tahu diri,” bisik Ghina dengan suara bergetar.

“Kamu bukan orang yang nggak tahu diri. Kamu cuma ingin memperjuangkan kebahagiaan yang selama ini tertunda,” timpal Albert.

“Kamu sudah berbaik hati menerima aku bekerja di sini, walau pun memiliki banyak kekurangan. Tetapi aku …” Ghina menghentikan kalimatnya yang belum selesai. Air matanya kembali tumpah. “Tapi aku malah mencintai majikanku,” imbuhnya.

“Ghina, sudah kukatakan ini bukan salahmu. Berhenti menyalahkan diri sendiri. Kamu masih berhak menerima kasih sayang dan hidup bahagia seperti orang lain.” Albert menegaskan kalimatnya. Dia menggenggam tangan wanita itu erat-erat.

“Apa kamu tahu? Dulu aku juga sangat berat menerima kenyataan, kalau ibuku akan menikah lagi. Saat itu aku masih SMP,” cerita Albert. Ghina melebarkan matanya, mendengar cerita masa lalu sang majikan yang belum ia ketahui.

“Tetapi kemudian apa yang terjadi pada hidupku?” Albert menjeda kalimatnya sebentar. “Lambat laun aku bisa menerima kehadirannya di antara aku dan ibuku. Aku juga melihat bahwa ibuku lebih berbahagia setelah bersamanya.” Albert mengakhiri cerita masa alunya.

“Ini berbeda dengan kisahmu, Al. Ibumu tidak menikahi berondong, seperti yang akan kulakukan saat ini,” ucap Ghina.

“Kamu dan aku hanya berbeda sembilan tahun. Lalu di mana masalahnya?” Albert tidak setuju dengan kalimat Ghina yang terakhir.

Ghina mengangkat kepalanya, dan menatap pria itu dari dekat. kedua tangannya menyentuh pipi pria tampan tersebut. “Al, maafkan aku,” ucap Ghina dengan suara parau. “Sepertinya aku butuh waktu untuk menghadapi ini semua,” lanjut Ghina.

“Kamu percaya kan, kalau aku bisa menjadi suami yang baik. Aku menyayangi kalian berdua, dengan porsi yang berbeda.” Albert masih bersikukuh dengan pendapatnya.

“Aku percaya padamu, Al. Justru aku meragukan diriku sendiri. Apa aku ngak terlalu egois pada kalian berdua?” balas Ghina.

Albert mengusap rambut Ghina dengan pelan. “Baiklah, aku akan memberimu waktu,” ucap pria itu. Ghina bernapas lega.

“Tapi di saat yang sama, aku juga akan membujuk Ella untuk menerima keputusan kita,” imbuh Albert.

(Bersambung)

Episodes
1 Bab 1. Lamaran
2 Bab 2. Interogasi
3 Bab 3. Curhat
4 Bab 4. Kabur
5 Bab 5. Perhatian yang Terlambat
6 Bab 6. Tentang Dia
7 Bab 7. Tuan Muda
8 Bab 8. Berbohong
9 Bab 9. Cowok Ganteng
10 Bab 10. Aku Walimu
11 Bab 11. Supir Spesial
12 Bab 12. Berdebat
13 Bab 13. Kamu Suka Aku?
14 Bab 14. Uang
15 Bab 15. Misi Penting
16 Bab 16. Wanita Dewasa
17 Bab 17. Pengalaman Pertama
18 Bab 18. Memanfaatkan Dirinya
19 Bab 19. Bibi Sri
20 Bab 20. Tentang Ghina (1)
21 Bab 21. Tentang Ghina (2)
22 Bab 22. Aku dan Mama
23 Bab 23. Jangan Lihat ke Sana!
24 Bab 24. Rindu
25 Bab 25. Ancaman
26 Bab 26. Aneh
27 Bab 27. Mama Jahat!
28 Bab 28. Cowok Lain
29 Bab 29. Bisnis Terlarang
30 Bab 30. Semakin Aneh
31 Bab 31. Aku Ayahnya
32 Bab 32. Papa Muda?
33 Bab 33. Sayang
34 Bab 34. Dipilih Kamu
35 Bab 35. Jangan Suka Padaku
36 Bab 36. Masakan Kesukaan Dia
37 Bab 37. Chatting Tengah Malam
38 Bab 38. Calon Ayah Tiriku
39 Bab 39. Tidak Bisa Mandiri
40 Bab 40. Keputusan Ella
41 Bab 41. Aku Menyayangimu
42 Bab 42. Jika Bukan Milikku
43 Bab 43. Kepergok
44 Bab 44. Rencana Licik
45 Bab 45. Teman Perempuan
46 Bab 46. Nggak Cemburu
47 Bab 47. Menjadi Egois
48 Bab 48. Hapus
49 Bab 49. Hadiah Untuknya
50 Bab 50. Buang Aja
51 Bab 51. Demi Diriku Sendiri
52 Bab 52. Belum Ikhlas
53 Bab 53. Dia Niat Nggak, sih?
54 Bab 54. Ketahuan
55 Bab 55. Gaun Biru
56 Bab 56. Satu Syarat
57 Bab 57. Tiga Hati Dua Cinta
58 Bab 58. Perubahan Besar
59 Bab 59. Saat Terakhir
60 Bab 60. A Minute Before Halal
61 Bab 61. Patah Hati
62 Bab 62. Sesal dan Bahagia
63 Bab 63. Malam Pertama
64 Bab 64. Bimbang
65 Bab 65. Pindah
66 Bab 66. Delivery Order Plus Plus
67 Bab 67. Adik Baru
68 Bab 68. Beasiswa
69 Bab 69. Fokus Melupakannya
70 Bab 70. Jangan Nakal
71 Bab 71. Pengantin Baru
72 Bab 72. Mendapatkan Kembali Sosoknya
73 Bab 73. Janji Ella
74 Bab 74. Julid
75 Bab 75. Keluarga
76 Bab 76. Perasaanku Padamu
77 Bab 77. Pembelaan
78 Bab 78. Bolos
79 Bab 79. Pesona Cowok Tampan
80 Bab 80. Bodygyard Ella
81 Bab 81. Mengungkap Fakta
82 Bab 82. Bukan Akting
83 Bab 83. Terpojok
84 Bab 84. Berita Mengejutkan
85 Bab 85. Rahasia Benda yang Tersimpan
86 Bab 86. Semakin Dalam
87 Bab 87. Pernah Cinta
88 Bab 88. Penyesalan Ghina
89 Bab 89. Hancur
90 Bab 90. Benda Rahasia
91 Bab 91. Overthinking
92 Bab 92. Misteri di Balik Foto
93 Bab 93. Baju Seksi
94 Bab 94. Nggak di Sini Lagi
95 Bab 95. Masih Suka Padaku?
96 Bab 96. Olahraga Malam
97 Bab 97. Kalah Saing
98 Bab 98. Salah Obat
99 Bab 99. Kebutuhan Gadis Remaja
100 Bab 100. Kecelakaan Ranjang
101 Bab 101. Siapa Pelakunya?
102 Bab 102. Pengakuan
103 Bab 103. Malu
104 Bab 104. Wanita Kuat
105 Bab 105. Nenek Cantik
106 Bab 106. Perhatian dari Ayah
107 Bab 107. Cowok Sempurna
108 Bab 108. Hadiah Istimewa Darinya
109 Bab 109. Pasangan Cantik dan Tampan
110 Bab 110. Cowok Baru
111 Bab 111. Bodyguard Overprotective
112 Bab 112. Berdua di Hotel
113 Bab 113. Ah, Ayah ...!
114 Bab 114. Jangan Ketahuan Istrimu
115 Bab 115. Wanita Masa Lalu
116 Bab 116. Pacarmu?
117 Bab 117. Jangan Mencintainya
118 Bab 118. Identitas Wanita Itu
119 Bab 119. Bukan Salahmu
120 Bab 120. Hanya Aku yang Merasakannya
121 Bab 121. Aku Suka Kamu
122 Bab 122. Ethan dan Ella
123 Bab 123. Dia Pacarku
124 Bab 124. Anak Adopsi
125 Bab 125. Wedding (Tamat)
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Bab 1. Lamaran
2
Bab 2. Interogasi
3
Bab 3. Curhat
4
Bab 4. Kabur
5
Bab 5. Perhatian yang Terlambat
6
Bab 6. Tentang Dia
7
Bab 7. Tuan Muda
8
Bab 8. Berbohong
9
Bab 9. Cowok Ganteng
10
Bab 10. Aku Walimu
11
Bab 11. Supir Spesial
12
Bab 12. Berdebat
13
Bab 13. Kamu Suka Aku?
14
Bab 14. Uang
15
Bab 15. Misi Penting
16
Bab 16. Wanita Dewasa
17
Bab 17. Pengalaman Pertama
18
Bab 18. Memanfaatkan Dirinya
19
Bab 19. Bibi Sri
20
Bab 20. Tentang Ghina (1)
21
Bab 21. Tentang Ghina (2)
22
Bab 22. Aku dan Mama
23
Bab 23. Jangan Lihat ke Sana!
24
Bab 24. Rindu
25
Bab 25. Ancaman
26
Bab 26. Aneh
27
Bab 27. Mama Jahat!
28
Bab 28. Cowok Lain
29
Bab 29. Bisnis Terlarang
30
Bab 30. Semakin Aneh
31
Bab 31. Aku Ayahnya
32
Bab 32. Papa Muda?
33
Bab 33. Sayang
34
Bab 34. Dipilih Kamu
35
Bab 35. Jangan Suka Padaku
36
Bab 36. Masakan Kesukaan Dia
37
Bab 37. Chatting Tengah Malam
38
Bab 38. Calon Ayah Tiriku
39
Bab 39. Tidak Bisa Mandiri
40
Bab 40. Keputusan Ella
41
Bab 41. Aku Menyayangimu
42
Bab 42. Jika Bukan Milikku
43
Bab 43. Kepergok
44
Bab 44. Rencana Licik
45
Bab 45. Teman Perempuan
46
Bab 46. Nggak Cemburu
47
Bab 47. Menjadi Egois
48
Bab 48. Hapus
49
Bab 49. Hadiah Untuknya
50
Bab 50. Buang Aja
51
Bab 51. Demi Diriku Sendiri
52
Bab 52. Belum Ikhlas
53
Bab 53. Dia Niat Nggak, sih?
54
Bab 54. Ketahuan
55
Bab 55. Gaun Biru
56
Bab 56. Satu Syarat
57
Bab 57. Tiga Hati Dua Cinta
58
Bab 58. Perubahan Besar
59
Bab 59. Saat Terakhir
60
Bab 60. A Minute Before Halal
61
Bab 61. Patah Hati
62
Bab 62. Sesal dan Bahagia
63
Bab 63. Malam Pertama
64
Bab 64. Bimbang
65
Bab 65. Pindah
66
Bab 66. Delivery Order Plus Plus
67
Bab 67. Adik Baru
68
Bab 68. Beasiswa
69
Bab 69. Fokus Melupakannya
70
Bab 70. Jangan Nakal
71
Bab 71. Pengantin Baru
72
Bab 72. Mendapatkan Kembali Sosoknya
73
Bab 73. Janji Ella
74
Bab 74. Julid
75
Bab 75. Keluarga
76
Bab 76. Perasaanku Padamu
77
Bab 77. Pembelaan
78
Bab 78. Bolos
79
Bab 79. Pesona Cowok Tampan
80
Bab 80. Bodygyard Ella
81
Bab 81. Mengungkap Fakta
82
Bab 82. Bukan Akting
83
Bab 83. Terpojok
84
Bab 84. Berita Mengejutkan
85
Bab 85. Rahasia Benda yang Tersimpan
86
Bab 86. Semakin Dalam
87
Bab 87. Pernah Cinta
88
Bab 88. Penyesalan Ghina
89
Bab 89. Hancur
90
Bab 90. Benda Rahasia
91
Bab 91. Overthinking
92
Bab 92. Misteri di Balik Foto
93
Bab 93. Baju Seksi
94
Bab 94. Nggak di Sini Lagi
95
Bab 95. Masih Suka Padaku?
96
Bab 96. Olahraga Malam
97
Bab 97. Kalah Saing
98
Bab 98. Salah Obat
99
Bab 99. Kebutuhan Gadis Remaja
100
Bab 100. Kecelakaan Ranjang
101
Bab 101. Siapa Pelakunya?
102
Bab 102. Pengakuan
103
Bab 103. Malu
104
Bab 104. Wanita Kuat
105
Bab 105. Nenek Cantik
106
Bab 106. Perhatian dari Ayah
107
Bab 107. Cowok Sempurna
108
Bab 108. Hadiah Istimewa Darinya
109
Bab 109. Pasangan Cantik dan Tampan
110
Bab 110. Cowok Baru
111
Bab 111. Bodyguard Overprotective
112
Bab 112. Berdua di Hotel
113
Bab 113. Ah, Ayah ...!
114
Bab 114. Jangan Ketahuan Istrimu
115
Bab 115. Wanita Masa Lalu
116
Bab 116. Pacarmu?
117
Bab 117. Jangan Mencintainya
118
Bab 118. Identitas Wanita Itu
119
Bab 119. Bukan Salahmu
120
Bab 120. Hanya Aku yang Merasakannya
121
Bab 121. Aku Suka Kamu
122
Bab 122. Ethan dan Ella
123
Bab 123. Dia Pacarku
124
Bab 124. Anak Adopsi
125
Bab 125. Wedding (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!