Menerima Tawaran

Keesokan paginya, Amber menerima sebuah paket yang dikirim ke alamat rumahnya. Rumah sederhana yang ia beli sejak tiga tahun lalu ini cukup besar meski tidak bisa dibilang mewah.

Segala perabotan dan isi rumah murni berasal dari kerja kerasnya dalam mengajar tari balet. Karena tabungan yang tidak banyak, ia tepaksa harus membayar rumah ini dengan cara dicicil. Meskipun mantan suaminya adalah pengusaha kaya, namun sedikitpun Amber tidak menuntut apapun darinya.

"Paket apa ini?" gumam Amber. Paket berisi berkas di dalam sebuah map coklat itu ia buka dengan hati-hati.

Amber tidak merasa memesan apapun, namun di bagian sampul map jelas tertulis nama dan alamat lengkap rumahnya.

Saat map terbuka, ia membaca beberapa lembar kertas yang terlampir di sana.

Rupanya, paket ini berasal dari Arion. Laki-laki itu mengirimkan permintaan tertulis tentang keinginannya merekrut Amber sebagai pengasuh Aara.

Arion bahkan menawarkan gaji besar di setiap bulannya sebagai upah kerja jika Amber bersedia.

Semua orang menyukai uang, semua orang tertarik pada uang. Begitu pula dengan Amber. Ia memang sudah memiliki penghasilan pasti dari kelas tari balet yang ia dirikan, namun ia tetap membutuhkan pekerjaan tambah agar bisa segera melunasi cicilan rumah ini. Selain itu, Amber bercita-cita ingin memiliki banyak cabang rumah balet, ia ingin memiliki banyak murid dan membuka lowongan pekerjaan bagi para pengajar tari.

Gaji yang Amber hasilkan dari bekerja di salon kecantikan tidak terlalu banyak, sementara gaji yang ditawarkan oleh Arion jumlahnya berkali-kali lipat.

Lagi-lagi uang begitu menggoda, uang bisa dengan mudah merubah pikiran seseorang.

Di dalam map, tercantum sebuah nomor yang bisa Amber hubungi jika wanita itu bersedia. Namun tiba-tiba rasa khawatir muncul di benaknya.

"Jika aku menerima tawaran ini, artinya aku akan sering bertemu dengan Tuan Maverick," gumam Amber. Pikirannya kembali melayang pada kejadian panas yang mereka lalui kemarin sore.

"Ah, bagaimana ini." Wanita itu menjadi bimbang.

Setelah berpikir hampir selama seharian penuh, akhirnya Amber memutuskan untuk menerima tawaran Arion. Ia menghubungi nomor yang sudah ia simpan di ponselnya dan menyatakan kesediaannya.

.....

Pukul delapan pagi, sebuah mobil datang dan berhenti di halaman rumah Amber. Dari dalam mobil, keluar seorang laki-laki berperawakan tegap dengan rambut botak.

"Dengan Nona Amber?" tanya laki-laki itu.

"Ya, saya sendiri."

"Saya Wira, saya adalah sopir yang datang atas perintah Mr. Maverick. Saya diperintahkan untuk menjemput anda," terangnya.

"Baik, silahkan tunggu sebentar."

Amber bergegas masuk ke dalam rumah untuk bersiap serta mengambil tas dan ponsel miliknya.

Hanya dalam waktu kurang dari tiga puluh menit, Amber kini sudah berdiri di depan pintu utama kediaman megah Arion. Wanita itu menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan napas perlahan sebelum membunyikan bel.

Satu kali bel berbunyi, seorang pelayan wanita berusia sekitar tiga puluh tahunan membuka pintu. Ia mempersilahkan Amber masuk dan langsung di minta untuk naik ke lantai dua. Di sana, Amber melihat beberapa kamar berjejer rapi. Di bagian paling ujung, terdapat sebuah ruangan yang akan Amber masuki.

"Tuan sudah menunggu," ucap pelayan tersebut sebelum pergi.

Amber mengetuk pintu dua kali, terdengar suara Arion dari dalam ruangan untuk memintanya masuk.

"Duduklah," pinta Arion. Ruang kerja besar dengan banyak sekali rak berisi buku dan berkas, serta lemari kaca dengan berbagai macam wine di dalamnya membuat Amber berdecak kagum. Seperti inikah kehidupan seorang konglomerat? Bahkan rumah mantan suaminya pun mungkin tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rumah Arion.

Amber duduk di sebuah sofa panjang berwarna coklat, sementara Arion memilih duduk di sofa single di sebrang meja.

"Terima kasih sudah menerima tawaranku," ucap Arion.

"Aku hanya ingin bekerja dan menghasilkan uang. Aku akan menerima peluang besar yang lebih menguntungkan," jawab Amber tegas.

"Realistis!" seru Arion. Ia menarik salah satu sudut bibirnya. Arion suka wanita yang berpikir rasional dan tidak bertele-tele dalam mengungkapkan tujuannya.

"Kau tidak perlu melakukan pekerjaan apapun yang tidak berkaitan dengan Aara. Kau hanya perlu mengurus Aara dan menemaninya bermain."

"Apa aku diizinkan pulang setiap hari?" tanya Amber.

"Tergantung, jika Aara membutuhkanmu, maka kau harus tetap tinggal."

"Bagaimana dengan kelas baletku?"

"Kau tetap bisa mengajar di hari sabtu dan minggu. Sementara itu, Aara bisa bersamamu atau tinggalkan dia di rumah untuk sementara waktu."

"Baik."

"Aku rasa semuanya sudah jelas. Kau bisa berkeliling rumah untuk melihat-lihat, atau pergi ke kamar Aara. Pagi ini dia sekolah dan akan pulang pukul sebelas siang. Kau juga bertugas untuk mengantar jemput Aara, aku menyiapkan sopir untuk menemanimu."

"Hmm, terima kasih." Amber mengangguk sopan. Ia berjalan melewati Arion dan keluar dari ruang kerja laki-laki itu.

Sepeninggal Amber, Arion menghela napas panjang. Aroma parfum yang ditinggalkan oleh wanita itu benar-benar membuatnya tidak bisa lupa dengan peristiwa panas yang pernah mereka lalui bersama. Dalam sebuah bayangan samar, Arion masih bisa mendengar ******* menggoda Amber. Ia masih mengingat dengan jelas rasa bibir serta hangat dan basahnya tempat yang begitu ia inginkan.

Pikiran nakal telah meracuni otak laki-laki itu. Kini ia membayangkan bisa memasuki tubuh Amber dengan gairan panas yang menggebu-gebu. Wajar saja, ia seorang duda dan sudah lebih dari satu tahun lamanya tidak pernah menjamah wanita. Kehadiran Amber serta kejadian singkat hari itu, membuat Arion sulit melupakannya begitu saja.

...🖤🖤🖤...

Terpopuler

Comments

Evy

Evy

Rambut botak apa kepala botak Thor...

2025-03-02

1

HNF G

HNF G

hahahaha omesnya.... sll terbayang bayang adegan hotnya bersama amber😝😝😝

2024-12-09

0

Teh Yen

Teh Yen

hais otakmu sudah terkontaminasi oleh amber tuan duda 🤭

2024-11-18

0

lihat semua
Episodes
1 Penawaran Anak Kecil
2 Arion Maverick
3 Ucapan Terima Kasih
4 Mencari Pengasuh
5 Serangan Tiba-Tiba
6 Jangan Lakukan!
7 Menerima Tawaran
8 Izinkan Aara Memanggilnya Mama?
9 Mama Amber
10 Kau Cantik
11 Sebatas Itu
12 Penggoda
13 Tak Tergoda
14 Minum Bersama
15 Obrolan Menyenangkan
16 Sebuah Trauma
17 Tamu Tak Diundang
18 Protes Dayana
19 Rindu Mommy
20 Mempertahankan Diri
21 Kekesalan Dayana
22 Tertarik Padanya?
23 Cinta Tak Bisa Dipaksa
24 Saling Mengenal
25 Trauma Hubungan
26 Masih Gadis
27 Melebihi Kesepakatan
28 Menemui Claire
29 Bertemu Claire
30 Memanjakan Diri
31 Mimpi Mommy
32 Membalas Perkataannya
33 Sikap Angkuh Caroline
34 Apa Tujuannya?
35 Prasangka Buruk
36 PENGUMUMAN
37 Es Krim Bertiga
38 Memilih Pakaian Untuknya
39 Meminta Izin Darinya
40 Buah Kesabaran
41 Bertemu Mommy Aara
42 Jika Kau Menyukainya
43 Rasa Terima Kasih
44 Lepas!
45 Menghindarinya
46 Memohon Maaf
47 Ungkapan Perasaan
48 Rasa Tulus
49 Peringkat Kedua
50 Tentang Rasa Sayang
51 Hanya Belum Siap
52 Sebuah Rencana
53 Jatuh Cinta Berkali-kali
54 Melamarmu!
55 Siapakah?
56 Murka Dayana
57 Keputusan Terakhir
58 Persiapan Pernikahan
59 Pesta Pernikahan
60 Kejutan
61 Aku Mencintaimu!
62 Finally!
63 Kabar Baik?
64 Kabar Baik dan Buruk
65 Biarkan Kami Bahagia
66 Pada Akhirnya~
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Penawaran Anak Kecil
2
Arion Maverick
3
Ucapan Terima Kasih
4
Mencari Pengasuh
5
Serangan Tiba-Tiba
6
Jangan Lakukan!
7
Menerima Tawaran
8
Izinkan Aara Memanggilnya Mama?
9
Mama Amber
10
Kau Cantik
11
Sebatas Itu
12
Penggoda
13
Tak Tergoda
14
Minum Bersama
15
Obrolan Menyenangkan
16
Sebuah Trauma
17
Tamu Tak Diundang
18
Protes Dayana
19
Rindu Mommy
20
Mempertahankan Diri
21
Kekesalan Dayana
22
Tertarik Padanya?
23
Cinta Tak Bisa Dipaksa
24
Saling Mengenal
25
Trauma Hubungan
26
Masih Gadis
27
Melebihi Kesepakatan
28
Menemui Claire
29
Bertemu Claire
30
Memanjakan Diri
31
Mimpi Mommy
32
Membalas Perkataannya
33
Sikap Angkuh Caroline
34
Apa Tujuannya?
35
Prasangka Buruk
36
PENGUMUMAN
37
Es Krim Bertiga
38
Memilih Pakaian Untuknya
39
Meminta Izin Darinya
40
Buah Kesabaran
41
Bertemu Mommy Aara
42
Jika Kau Menyukainya
43
Rasa Terima Kasih
44
Lepas!
45
Menghindarinya
46
Memohon Maaf
47
Ungkapan Perasaan
48
Rasa Tulus
49
Peringkat Kedua
50
Tentang Rasa Sayang
51
Hanya Belum Siap
52
Sebuah Rencana
53
Jatuh Cinta Berkali-kali
54
Melamarmu!
55
Siapakah?
56
Murka Dayana
57
Keputusan Terakhir
58
Persiapan Pernikahan
59
Pesta Pernikahan
60
Kejutan
61
Aku Mencintaimu!
62
Finally!
63
Kabar Baik?
64
Kabar Baik dan Buruk
65
Biarkan Kami Bahagia
66
Pada Akhirnya~

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!