Elia telah tidur dengan lelap setelah Zifana dan juga Delon benar benar menemani gadis itu tidur, Elia berada di tengah, sedang Delon dan Zifana berada di samping kanan dan kirinya. Tak ada perbincangan, yang ada hanya kecanggungan.
Setelah memastikan Elia tidur dengan lelap. Delon beranjak dari ranjang, dia baru saja selesai memainkan ponselnya. Entah apa yang sedang dilakukan Zifana tak tau.
Zifana juga beranjak, dia tampak menyelimuti Elia, wajahnya tampak tulus dan tenang. Delon berdiri kemudian melangkah keluar begitu saja tanpa mengeluarkan sepatah dua patah kata padanya.
Zifana hanya bisa memandang punggung pria yang kini menjauh darinya itu. Pria yang akan menjadi suaminya, entah esok atau lusa. Dia harus siap kapan saja jika berkas persyaratan pernikahan yang akan disiapkan Delon sudah lengkap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Andreas, menatap ke arah rumah mewah di sebrang jalan. Baru saja dia mau pulang, satu pesan diterima dari bosnya untuk mengambil beberapa berkas di rumah keluarga Sinatria.
Andreaz menautkan alisnya, padahal baru saja dia mengadakan transaksi jual beli perusahaan yang juga berhubungan dengan keluarga itu tadi siang.
Bosnya bilang itu tidak penting. Dan saat ini dia meminta berkas putri keluarga sinatria? Apa dia sebenarnya sudah tau tentang perusahaan yang dijual padanya? Entahlah.
Andreas kembali membaca pesan WA yang dikirim oleh Delon.
Andre, aku butuh berkas KK, KTP dan juga ponsel milik putri keluarga Sinatria. Jangan katakan namaku, entah bagaimana caranya, Berikan itu padaku sebelum jam 10 malam ini.
Andreaz tak mengerti, yang jelas dia harus melakukan perintah dari bosnya itu. Segera dia melangkah ke arah rumah mewah dipinggiran jalan itu.
"Selamat malam Tuan," ucap Andreas.
Gino sinatria dan Tuan Sinatria tampak terkejut atas kedatangan Andreas.
"Selamat malam Tuan, silahkan duduk," ucap Tuan Sinatria mempersilahkan. Mereka memang ada di taman depan rumah.
"Maaf, bukankah urusan kita sudah selesai tadi siang. Lalu, ada apa lagi anda kesini? Apa masih ada yang tertinggal?" tanya Tuan Sinatria tampak gugup.
"Memang semua sudah selesai tapi, mendadak bos saya meminta berkas kk, ktp dan juga ponsel pemilik Zif bontique guna memperlancar semua urusan," ucap Andreas.
Gino dan Tuan Sinatria tampak terkejut, untuk apa? batin mereka.
"Jangan salah sangka, mungkin itu diperlukan untuk kebutuhan sewaktu waktu. Pastinya kami akan membutuhkan itu nantinya," ucap Andreas.
Tak mau berlarut larut, Andreas mengeluarkan cek dan memberikan pada Tuan Sinatria.
"Isi berapa yang kalian mau, yang jelas saya memerlukan itu. Berikan sekarang juga sebelum saya berubah pikiran," ucap Andreas.
Tuan Sinatria dan Gino Sinatria tampak terdiam memandang cek itu. Tak ada yang dipikirkan lagi, segera Gino mengambilkan beberapa berkas yang diminta. Bahkan dia juga memberikan tas Zifana yang berisi ponsel itu.
Setelah mendapat apa yang dia mau, Andreas segera pergi dari rumah itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa Zifana yang meminta semua itu?" tanya Tuqn Sinatria.
"Itu tidak mungkin, Zifana tak mungkin kenal dengan bos Tuan Andreas, ini murni untuk kebutuhan mereka," ucap Gino.
"Tapi Gino,"
"Pa, sudahlah. Zifana pasti akan kembali, jangan terlalu hawatir. Tidak mungkin putri kesayanganmu itu bisa hidup tanpa uang. Butik dan beberapa perusahaan miliknya sudah terjual, aset yang dia miliki juga kita yang pegang. Itu artinya dia tak punya apapun, aku yakin dia akan kembali cepat atau lambat," ucap Gino Sinatria.
Tuan Sinatria menghela napas kasar, walau bagaimanapun sebenarnya dia sangat menyayangi Zifana.
Kini netranya melirik beberapa cek hasil penjualan beberapa aset Zifana pada sebuah perusahaan yang dia sendiri kurang tau identitasnya.
"Kita jual juga rumah ini, kita pergi dari kota ini, kita bangun bisnis baru di luar kota. Aku rasa kau juga harus menghindar dari beberapa masalahmu yang belum terselesaikan," ucap Tuan Sinatria.
"Apa maksud Papa?" tanya Gino.
"Bukankah Kau menghamili Selena, wanita yang kau minta pertanggungjawaban dari Marvel Raditia Dika? Saat ini dia dilindungi oleh salah satu sahabat Radit, entah itu Delon, entah itu Vino atau Nico, yang jelas cepat atau lambat kau akan mempunyai masalah, jika wanita itu membeberkan hal yang sebenarnya dan papa tidak mau itu terjadi," ucap Tuan Sinatria.
Gino menghela napas panjang dan menatap ke arah papanya.
"Ya, aku yakin semua tidak akan berhenti sampai disini," ucap Gino.
"Maka dari itu, kita harus segera pergi. Jika sampai malam ini Zifana tak ada kabar, maka kita harus meninggalkannya," ucap Papanya dengan berat hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Delon yang berada di balkon kamar tampak menunggu kabar. Tak lama dari itu terdengar deringan ponsel yang berada di sakunya. Segera pria tampan itu mengambil ponselnya.
"Andreaz," lirihnya sambil tersenyum sinis. Segera Lelaki itu mengangkatnya.
"Halo, bagaimana? Apa kau mendapatkannya?" tanya Delon tanpa basa basi.
"Iya. Aku mendapatkannya," ucapnya.
"Bagus, segera kau daftarkan berkas pernikahanku. Aku mau besok pernikahan dilaksanakan," ucap Delon.
Andreaz tampak berpikir keras, apa hubungannya? Pernikahan dengan berkas itu? Emosinya tampak memuncak.
"Delon, kalau kau meminta berkas pernikahan segera aku urus, harusnya kau memintaku ke KUA. Kau juga harus memberi tau aku mengambil berkas calon istrimu, lalu kenapa kau memintaku untuk mengambil berkas putri keluarga Sinatria?" kesal Andreas.
Delon menghela napas kesal.
"Kalau aku memintammu mengambil berkas itu, harusnya kau bisa berpikir," kesal Delon kemudian menutup ponselnya.
Andreas tampak membelalakan matanya, jadi istri bosnya adalah Zifana Sinatria?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Sadiah
asisten pembesar rata² kocak habis, gak asisten radit, asisten vino, sekarang asisten delon.. kocak semuanya 😅😅
2022-09-22
2
bunda s'as
lanjut
2022-09-17
2
nurcahaya
Pati gk nyangka bnget tu asisten delon
2022-09-17
2