ISTD. Desakan Mama

Zifana segera menatap ke arah Bu Anis dan tersenyum.

"Alhamdulillah, akhirnya Elia mau pulang. Terimakasih Nona, maaf saya merepotkan anda," ucapnya.

"Tidak masalah Bu, saya harus pamit," ucap Zifana dan diangguki oleh Bu Anis.

Zifana segera menuju ke arah mobilnya yang berada di samping sekolah. Dia melajukan mobilnya lewat pintu samping.

Sedangkan, di depan Sana, Delon yang baru saja Datang mendapati baby siter yang hampir saja masuk ke dalam mobil yang dikendarai supir pribadi di rumahnya.

Segera lelaki tampan itu keluar dari mobil menuju ke arah putrinya.

"Elia, Sayang. Kamu tidak papa?" tanya Delon sambil mengambil alih Elia dari gendongan baby siter. Delon yang hawatir mencium putrinya beberapa kali.

"Papi," ucap Elia dengan binar mata yang indah.

"Hai, Cantik. Papi dengar dari oma kamu menangis hari ini, benar begitu?" tanya Delon sambil menatap bola mata indah itu. Bola mata yang sebenarnya tidak ada miripnya sama sekali dengannya. Tak ada satupun yang mirip dengannya.

Gadis kecil yang cantik itu tersenyum dan mengangguk pelan. Delon berjalan ke bawah pohon yang rindang. Dia duduk dengan tenang sambil menempatkan Elia di pangkuannya.

"Kenapa?" tanya Delon sambil menyelipkan rambut Elia yang bertebangan.

"Papi, Elia mau mama menamia Elia sekolah. Tadi teman Elia dibawakan makanan dan mainan, Elia tidak boleh pinjam. Elia lebut malah Elia dicakal," gadis itu tampak bersedih sambil menunjukkan tangannya yang memerah.

Delon memejamkan matanya, Elia belum tau apapun. Merebut mainan teman masih dalam batas kewajaran. Lalu jika dia meminta mamanya menemani bagaimana bisa?

"Sayang, kan sudah ada Mbak Eni. Bukankah Mbak Eni bisa menemani Elia? Mbak Eni juga bisa membawakan makanan untuk Elia," ucap Delon.

"Kenapa halus mbak Eni? Tadi Mama janji mau menemani Elia. Papi halus menjemput Mama pulang nanti," ucapnya.

Delon tampak mengerutkan keningnya. Apa maksud Elia?

"Papi harus tau, tadi mama kesini. Mama cantik sekali, mama membelikan bonekah ini untuk Elia..." ucap Gadis kecil itu tampak bahagia.

Delon, laki-laki itu mengerutkan keningnya. Siapa wanita itu? Seberapa cantik wanita itu hingga mampu menarik perhatian putrinya yang biasanya susah sekali berkenalan dengan orang baru.

"Sayang, Elia baik baik saja Nak?" Mama Amel yang baru saja datang mengambil alih Elia dari pangkuan Delon.

"Elia baik Oma. Tadi mama ke sini membeli Elia bonekah ini," ucapnya sambil menunjukkan bonekah doraemon yang ada di tangan kirinya.

Delon kembali menatap ke arah putrinya dan menatap ke arah boneka itu. Bagaimana bisa? Entahlah.

"Siapa namanya? Apa Elia mengetahui?" tanya Delon pada pada baby siter putrinya. Dia penasaran, siapa orang itu?

"Maaf Tuan, saya kurang tau, tadi Nona Elia yang diajak bicara," ucapnya. Delon mengangguk pelan.

Mama Amel mengamati bonekah yang dari tadi dipegang oleh Elia. Mama Amel tersenyum kemudian mencium pipi gembul Elia.

"Memangnya tadi mama siapa yang datang?" tanya Mama Amel pada Elia.

"Mama cantik, mama Elia. Tadi Elia minta mama ikut pulang sama Elia dan papi, tapi mama masih sibuk," ucap gadis kecil itu.

"Tapi mama cantik bilang besok akan menemuiku jika aku berhenti menangis tadi," ucap Elia lagi. Mama Amel dan Delon saling berpandangan, mereka menghela napas panjang. Penasaran? Pastinya.

"Ya sudah, sekarang Elia dan Mbak Eni ke mobil dan kita segera pulang jika ingin bertemu mama cantik besok. Kalo besok kesiangan pasti tidak bisa bertemu Mama cantik. Biar papi kembali ke kantor, Elia bersama Oma," ucap Mama Amel. Elia mengangguk pelan dan meraih boneka miliknya.

"Oke Oma," ucapnya sambil tersenyum dan turun dari pangkuan Mama Amel.

"Pi, Elia pulang dulu," ucapnya. Delon mencium puncak kepala putrinya dan mengangguk.

Elia bersama Mbak Eni berjalan ke arah mobil.

"Bagaimana ini? apa kau tidak kasian pada putrimu? Bukankah Vely mengizinkanmu menikah lagi, bahkan mama juga setuju. Lalu apa yang kamu pikirkan Delon? " tanya Mama Amel dengan memijat pelipisnya.

"Ma, aku belum bisa menjawab, aku sangat mencintai Vely. Dan aku tidak bisa menikah saat keadaan Vely seperti ini," ucap Delon.

"Jadi kamu lebih tega pada putrimu?" tanya Mama Amel dengan senyum sinisnya.

"Aku mencintai mereka, aku tidak bisa memilih Ma," ucap Delon.

"Vely sudah beberapa kali bilang pada mama. Bahkan padamu juga, untuk menikah lagi jika itu untuk kebaikan Elia. Bukankah yang penting cintamu hanya untuk Vely?" tanya Mama Amel seakan mengintimidasi Delon.

Delon tampak memejamkan matanya. Tak tau jalan pikiran ibunya itu.

"Kau bisa menikah dengan perjanjian. Mau tidak mau kau harus melakukan itu demi Elia, semua ini kamu lakukan demi Elia dan Vely. Yang penting saat ini Elia tidak tersiksa. Dan saatnya nanti, saat Vely sudah menyelesaikan pengobatan dan sembuh, dia kembali. Kalian bisa hidup bahagia. Dan kau bisa menceraikan istri kontrakmu," ucap Mama Amel.

Deg

Jantung Delon bergetar hebat mendengar ucapan Mamanya. Bagaimana bisa mamanya berpikir sejauh itu? Wanita mana yang mau mempermainkan pernikahan seperti ini?

"Ma, pernikahan bukan mainan," sanggah Delon.

"Delon, Elia bagi mama sangat berharga. Vely juga sama, apa kau pikir Vely bahagia sakit dan berpisah dengan putrinya? Mama yakin, dia mengizinkan kamu menikah juga semata mata karna Elia. Kebaikan psikis Elia, yang penting cinta kamu hanya untuk Vely. Pernikahan kamu hanya untuk pengikat agar wanita yang nanti menjadi ibu Elia itu lebih leluasa berada diantara kita. Dan Pastikan wanita yang menikah denganmu butuh uang, maka kau tidak akan terjebak dalam percintaan," ucap Mama Amel.

Delon diam dan memalingkan wajahnya.

"Pikirkan baik baik Delon," ucap mamanya kemudian menepuk pundak Delon dan melenggang pergi.

"****," umpat Delon.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Nur Farida

Nur Farida

lah ibuk macam apa itu..mlh nyuruh anaknya begitu duuuuhhh

2023-02-25

0

M akhwan Firjatullah

M akhwan Firjatullah

mbok e gemblung mbah e Melu gemblung...CK ck ck

2022-11-18

0

Wilana wilana

Wilana wilana

semangat dn sehat selalu y thor,agar lancar up nya tiap hari😊

2022-09-30

2

lihat semua
Episodes
1 ISTD. Putri Kecil
2 ISTD. Mama
3 ISTD. Tidak bisa ikut
4 ISTD. Desakan Mama
5 ISTD. Mencoba kabur
6 ISDT. Dilema
7 ISDT. Itu Mama
8 ISDT. Tawaran menyakitkan
9 ISDT. Menerima tawaran
10 ISDT. Wanita Bayaran
11 ISDT. Bayaran awal
12 ISDT. Mansion Elia
13 ISTD. Pastikan hanya ada Vely
14 ISTD. Perjanjian pranikah
15 ISTD. Nona Muda keluarga Sinatria
16 ISTD. Kilas Balik Pertemuan Zifana dan Delon
17 ISTD. Kesepakatan
18 ISTD. Kesepakatan lagi
19 ISTD. Temani tidur Elia
20 ISTD. Persiapan pernikahan
21 ISTD. Pernikahan yang tak dirindukan
22 ISTD. Sendiri dalam Sepi
23 ISTD. Luka dan Bahagia
24 ISTD. Bukan wanita lemah
25 ISTD. Jalan-Jalan
26 ISTD. Bertemu Willy
27 ISTD. Velya
28 ISTD. Emosi
29 ISTD. Telepon
30 ISTD. Dua permintaan
31 ISTD. Jadi ke tempat sahabatmu?
32 ISTD. Rencana Vely pulang
33 ISTD. Bertemu
34 ISTD. Terbakar
35 ISTD. Ada hubungan apa dengannya?
36 ISTD. Amarah Delon
37 ISTD. Adik Kesayangan
38 ISDT. Kembali ke apartemen
39 ISTD. Tekat untuk pergi
40 ISTD. Makam
41 ISTD. Bersama Willy
42 ISTD. Bertemu Steve Grup
43 ISTD. Vely dan Delon
44 ISTD. Mama Zifana
45 ISTD. Sedikit pertengkaran
46 ISTD. Telepon dari apartemen
47 ISTD. Di hatiku ada Elia
48 ISTD. Satu Permintaan yang belum kau kabulkan
49 ISTD. Cari Wanita itu
50 ISTD. Persiapan Meeting
51 Promo Novel Sahabat GTD ( Geng Ternak Duda)
52 ISTD. Kekesalan Vely
53 ISTD. Terkejut
54 ISTD. Tolong selamatkan dua perusahaan
55 ISTD. Biarkan ikut denganku
56 ISTD. Perasaan nyaman
57 ISTD. Telaga
58 ISTD. Supermarket
59 ISTD. Bisa jalan?
60 ISTD. Suasana yang menghangat
61 ISTD. Salah suami saya
62 ISDT. Mansion Baru untuk Nona Zie
63 ISTD. Istriku hanya satu
64 ISTD. Pertengkaran
65 ISTD. ZA Dealer
66 ISTD. Bersama Kakek
67 ISTD. Rindu Elia
68 ISTD. Keluarga
69 ISTD. My Lovely husband
70 ISTD. Kita bersaing
71 ISTD. Segeralah muncul
72 ISTD. Bintang berbakat
73 ISTD. Perasaan apa?
74 ISTD. Sedikit kesal
75 ISTD. Beradu bakat
76 ISTD. Kemungkinan besar
77 ISTD. Tidak bertemu
78 ISTD. Gelisah
79 ISTD. Gelisah 2
80 ISTD. Tertangkap
81 ISTD. Menangislah
82 ISTD. Milik Delon
83 ISTD. Milik Delon 2
84 ISTD. Berbunga
85 ISTD. Hati
86 ISTD. Bertemu Klara
87 ISTD. Prahara
88 ISTD. Dua hati yang terluka
89 ISTD. Siapa Elia?
90 ISTD. Kenyataan yang menyakitkan
91 ISDT. Berharap Ada Zifana
92 ISTD. Luka yang menyayat
93 ISTD. Bencana Bagi Steve dan Vely.
94 ISTD. Tinggal Penyesalan
95 Ayo ngobrol. wajib komen
96 Epilog
97 Novel baru telah rilis.. Mampir yuk Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
98 Pengumuman ... GA..
99 Promo Novel baru
Episodes

Updated 99 Episodes

1
ISTD. Putri Kecil
2
ISTD. Mama
3
ISTD. Tidak bisa ikut
4
ISTD. Desakan Mama
5
ISTD. Mencoba kabur
6
ISDT. Dilema
7
ISDT. Itu Mama
8
ISDT. Tawaran menyakitkan
9
ISDT. Menerima tawaran
10
ISDT. Wanita Bayaran
11
ISDT. Bayaran awal
12
ISDT. Mansion Elia
13
ISTD. Pastikan hanya ada Vely
14
ISTD. Perjanjian pranikah
15
ISTD. Nona Muda keluarga Sinatria
16
ISTD. Kilas Balik Pertemuan Zifana dan Delon
17
ISTD. Kesepakatan
18
ISTD. Kesepakatan lagi
19
ISTD. Temani tidur Elia
20
ISTD. Persiapan pernikahan
21
ISTD. Pernikahan yang tak dirindukan
22
ISTD. Sendiri dalam Sepi
23
ISTD. Luka dan Bahagia
24
ISTD. Bukan wanita lemah
25
ISTD. Jalan-Jalan
26
ISTD. Bertemu Willy
27
ISTD. Velya
28
ISTD. Emosi
29
ISTD. Telepon
30
ISTD. Dua permintaan
31
ISTD. Jadi ke tempat sahabatmu?
32
ISTD. Rencana Vely pulang
33
ISTD. Bertemu
34
ISTD. Terbakar
35
ISTD. Ada hubungan apa dengannya?
36
ISTD. Amarah Delon
37
ISTD. Adik Kesayangan
38
ISDT. Kembali ke apartemen
39
ISTD. Tekat untuk pergi
40
ISTD. Makam
41
ISTD. Bersama Willy
42
ISTD. Bertemu Steve Grup
43
ISTD. Vely dan Delon
44
ISTD. Mama Zifana
45
ISTD. Sedikit pertengkaran
46
ISTD. Telepon dari apartemen
47
ISTD. Di hatiku ada Elia
48
ISTD. Satu Permintaan yang belum kau kabulkan
49
ISTD. Cari Wanita itu
50
ISTD. Persiapan Meeting
51
Promo Novel Sahabat GTD ( Geng Ternak Duda)
52
ISTD. Kekesalan Vely
53
ISTD. Terkejut
54
ISTD. Tolong selamatkan dua perusahaan
55
ISTD. Biarkan ikut denganku
56
ISTD. Perasaan nyaman
57
ISTD. Telaga
58
ISTD. Supermarket
59
ISTD. Bisa jalan?
60
ISTD. Suasana yang menghangat
61
ISTD. Salah suami saya
62
ISDT. Mansion Baru untuk Nona Zie
63
ISTD. Istriku hanya satu
64
ISTD. Pertengkaran
65
ISTD. ZA Dealer
66
ISTD. Bersama Kakek
67
ISTD. Rindu Elia
68
ISTD. Keluarga
69
ISTD. My Lovely husband
70
ISTD. Kita bersaing
71
ISTD. Segeralah muncul
72
ISTD. Bintang berbakat
73
ISTD. Perasaan apa?
74
ISTD. Sedikit kesal
75
ISTD. Beradu bakat
76
ISTD. Kemungkinan besar
77
ISTD. Tidak bertemu
78
ISTD. Gelisah
79
ISTD. Gelisah 2
80
ISTD. Tertangkap
81
ISTD. Menangislah
82
ISTD. Milik Delon
83
ISTD. Milik Delon 2
84
ISTD. Berbunga
85
ISTD. Hati
86
ISTD. Bertemu Klara
87
ISTD. Prahara
88
ISTD. Dua hati yang terluka
89
ISTD. Siapa Elia?
90
ISTD. Kenyataan yang menyakitkan
91
ISDT. Berharap Ada Zifana
92
ISTD. Luka yang menyayat
93
ISTD. Bencana Bagi Steve dan Vely.
94
ISTD. Tinggal Penyesalan
95
Ayo ngobrol. wajib komen
96
Epilog
97
Novel baru telah rilis.. Mampir yuk Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
98
Pengumuman ... GA..
99
Promo Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!