Bab 19 : Dosen Cabul

Mereka membagi tiga kelompok. Kelompok satu dipimpin oleh Felix, kelompok dua dipimpin Canon, dan kelompok tiga dipimpin oleh Niko. Mereka membabat habis anak buah Sebastian Croft. Mereka menghabisi nyawa korban secara membabi buta.

Dooor ...

Dooor ...

Dooor ...

Suara tembakan terdengar jelas. Mereka membersihkan wilayah kekuasaan Tiger Eye, yang sudah dikuasai oleh Black Shadow. Desingan peluru menembus kulit para musuh. Sayatan pisau menembus pembuluh darah mereka. Suara teriakkan memekikkan genderang telinga. Simbahan darah bagaikan sungai darah yang menggenang.

Mereka lari pontang-panting meninggalkan wilayah tersebut. Tiga bersaudara itu berhasil menghabisi mereka semua, dan sisanya mereka biarkan lari kembali ke kandang musuh.

"Horeeeeee!" anak buah tiga saudara itu berteriak senang. Akhirnya Black Shadow kalah. Dan mereka berlari ketakutan.

"Laporkan pada Shane dan Queen kita, Katakan kita berhasil membersihkan wilayah A!"

Prokk ...

Prokk ...

Prokk ...

°°°°°°

Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi dosen tersebut. Banyak sekali pekerjaan yang harus dia selesaikan. Salah satunya mengoreksi pekerjaan mahasiswanya.

Tringgggggg ...

Satu notifikasi masuk ke ponsel Clara. Dia buka. Kemudian dia tersenyum lebar. Dia senang mengetahui keberhasilan anak buahnya membabat habis anak buah Black Shadow.

"Heum, Aku yakin! Bastian pasti sangat marah mengetahui anak buahnya mati sangat mengenaskan!"

Hahahaha ...

"Bu Clara!" sebuah tangan mendarat tepat dibahunya.

"Iya, Pak Bima!" Clara menoleh ke arah suara tersebut.

"Kok Ibu belum pulang?"

"Belum, Pak!" jawab Clara.

"Memangnya, Apa sih yang Ibu kerjakan?"

"Memeriksa pekerjaan mahasiswa saja kok, Pak! Sebentar lagi juga sudah selesai!"

Clara melihat ada sesuatu yang aneh kali ini. Tatapan Pak Bima. Dan tangannya.

"Maaf ya, Pak!" Clara menepis tangan Pak Bima dari pundaknya.

"Aduh, Bu Clara! Jangan sok jual mahal deh!" ujarnya, "Saya tahu, Anda wanita seperti apa!"

Apa? Apakah dia tahu sesuatu mengenai ku?

Apa itu? Bagaimana bisa dia tahu tentang aku?

"Bapak ini bicara apa? Jangan sembarangan kalau ngomong!" kesal Clara.

"Sudahlah, Bu! Saya tahu Anda kok! Kadang berjalan dengan Pak Rektor! Bahkan berjalan dengan para donatur kampus! Anda dibayar berapa per malam?" tanyanya sangat menyebalkan.

Apa?

Apakah dia sedang berusaha membuat lelucon?

Hello! Aku ini donatur nya! Bukan Shane! Apakah dia pikir aku dan Shane memiliki hubungan spesial!

Oh my God! Dia sudah kehilangan akal!

"Nggak lucu, Pak! Saya nggak mengerti dengan apa yang Bapak katakan! Dan saya juga nggak mau tahu!" ujar Clara sambil tersenyum.

"Maaf, Saya harus pergi!"

Saat hendak pergi, tangan Clara dicekal oleh bujang lapuk itu. Clara menepis tangan itu dengan kasar. Pak Bima tersenyum penuh arti. Clara merasakan aneh pada diri orang itu.

Dasar gila!

"Tunggu, Bu!" Pak Bima tetap menarik tangan Clara, "Ibu kenapa selalu jual mahal sih? Saya tahu Ibu kalau diluar sana kok!"

"Bapak jangan macam-macam ya! Saya bisa laporkan tindakan tidak menyenangkan Bapak pada Pak Rektor!" ancam Clara.

"Oya." Bima menyeringai lebar.

Dia mendekati. Langkahnya semakin mendekat. Hendak meraih pipi mulus dan putih Clara. Namun gerakan Clara lebih gesit, dia memelintir tangan Bima hingga ke belakang.

"Anda jangan macam-macam ya!" gertaknya.

"Auw, sakit!"

Clara mendorong tubuh Bima hingga terjerembab ke depan. Bergegas dia mengambil tas dan bukunya. Meninggalkan pria itu seorang diri di ruangan dosen.

"Dasar, dosen gila!" umpat Clara keluar dari ruang itu.

"Sialan! Dia cukup kuat juga!"

BRAKK ...

Bima menendang meja dihadapannya. Dengan perasaan dongkol dia keluar dari ruangan dosen.

"Sialan!" umpatnya.

____

____

Bima menunggu salah satu mahasiswanya di sebuah gudang rahasia. Hanya dia yang tahu tempat itu. Karena kalau dilihat, ruangan tersebut nampak seperti gudang biasa. Tapi kalau dilihat di dalamnya, ruangan tersebut nampak rapi dan nyaman.

"Ba-pak me-manggil sa-ya?" tanyanya dengan tergagap.

"Wu-lan! Kamu cantik se-ka-li, Sayang! Ayo duduklah!" ajak Bima.

"Ini tempat apa, Pak? Saya baru tahu ada tempat seperti ini!" ujar Wulan sedikit ketakutan.

"Oh, kamu jangan takut, Sayang! Kemarilah!" ajak Bima.

Wulan tetap saja ketakutan. Jika bukan karena ancaman dari dosennya, mana mungkin dia mau datang kesini. Baru saja Wulan mendapatkan nilai C pada ujiannya, dan Bima menjanjikan sesuatu pada gadis muda itu.

Bima berjanji akan membantunya memberikan nilai A pada ujiannya. Gadis labil itu tentu bersedia.

"Aku akan memberikan nilai A pada ujian mu nanti! Tapi Kau harus ... !" Bima membelai wajah gadis lugu itu.

"Saya harus apa, Pak?"

"Tentunya kamu tahu dong?" bisik Bima tepat ditelinga Wulan.

"Tapi, Pak ... ! Saya takut!" Wulan bergidik ngeri. Dia membayangkan bagaimana masa depannya kalau memberikan kehormatannya pada dosen satu itu hanya untuk mendapatkan nilai A.

"Jangan takut! Jika kamu menurut, pasti akan baik-baik saja!"

"Tetap saja saya takut, Pak!"

"Kenapa?"

"Saya baru pertama kali melakukannya. Saya takut sakit!"

Hahahaha ...

"Jangan takut, Sayang! Aku akan melakukannya pelan-pelan!"

"Tapi .. !"

"Sudah, Jangan tapi-tapian!"

Bima mendorong tubuh Wulan ke matras. Pria dewasa itu menindih tubuh mahasiswanya. Memaksa dan berusaha menerobos paksa pertahanan yang selama ini gadis itu jaga. Membuat pertahanan itu jebol. Mengakibatkan luka menganga pada bagian inti gadis lugu itu.

Sebuah pelepasan dengan sedikit paksaan adalah suatu sensasi yang luar biasa dirasakan Dosen itu. Dia terus menghentakkan, membuat irama yang sangat menggoda.

Si wanita hanya pasrah. Rasanya sangat perih, ada benda tumpul yang berusaha menerobos paksa pertahanannya. Dari sudut matanya mengalir cairan bening. Ditandai dengan rasa perih tidak terkira. Dia sangat menyesal dengan perbuatannya.

Selama dua jam, Bima menggagahi gadis itu. Seakan-akan tidak ada kepuasan pada dirinya. Dia ingin lagi, lagi, dan lagi. Hormon seksualnya sangatlah tinggi. Dia butuh pelampiasan hasrat yang sudah tidak bisa dia bendung lagi.

Wulan menangis sesenggukan. Dia menyesal telah mengikuti nafsu syetan sang dosen. Masa depannya hancur. Harapannya untuk mencapai cita-citanya kandas, karena sebuah perbuatan yang membekas pada tubuhnya sendiri.

Siapa yang akan menikahi wanita kotor sepertiku?

Siapa yang mau dengan wanita yang tidak perawan lagi sepertiku?

Hiks ... Hiks ... Hiks

"Sudahlah, Wulan! Tidak perlu kau tangisi lagi! Semuanya juga sudah terjadi! Tidak perlu disesali!" tutur Bima.

"Tapi Pak, Masa depan saya hancur! Siapa yang mau menikahi saya? Wanita yang sudah tidak perawan lagi?"

"Tentu saja pasti ada! Kamu tenang saja!"

"Bagaimana kalau saya hamil, Pak? Bukankah tadi Bapak menembakannya di dalam?"

"Oh, masalah itu! Kau tenang saja!" Bima mengambil sesuatu ditasnya. Dan memberikan bungkusan itu pada Wulan.

"Minumlah ini!" suruhnya.

"Apa ini, Pak?"

"Ini adalah pil. Supaya kau tidak hamil!" ucap Bima.

"Pil."

"Ayo minum!" Bima mengambilkan air minum, kemudian memberikannya pada gadis itu.

Glek ...

Wulan meminum pil yang diberikan oleh dosennya. Dia takut. Sungguh sangat takut, jika dia sampai hamil. Bukan hanya malu, masa depannya juga bisa hancur. Dia pun menurut, minum dua pil. Supaya tidak ada ****** yang berhasil membuahinya.

"Cepat pakai bajumu! Aku antarkan pulang ke rumah!"

"Bbbb-baik, Pak!"

To be continued ....

Mana dukungannya?????????😆😆😆😆😆🥰🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Siti Masitah

Siti Masitah

mahasiswi kok botol..

2024-09-18

0

Firman Firman

Firman Firman

knpa ada selingnnya seperti ini athour 🤦

2024-06-28

1

Natalia Luis Naik0fi

Natalia Luis Naik0fi

Thor ko bisa buat crita mcm in gk dosa ya

2024-06-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2 Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3 Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4 Bab 4 : Clara Lunoks
5 Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6 Bab 6 : Kabar dari Sane
7 Bab 7 : Kembali Mengajar
8 Bab 8 : Mencari Rafael 1
9 Bab 9 : Mencari Rafael 2
10 Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11 Bab 11 : Mengulik Informasi
12 Bab 12 : Motor Baru
13 Bab 13 : Tentang Rafael
14 Bab 14 : Tamu tak Diundang
15 Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16 Bab 16 : Kabar Kematian
17 Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18 Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19 Bab 19 : Dosen Cabul
20 Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21 Bab 21 : Empat Begal
22 Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23 Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24 Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25 Bab 25 : Tentang Bastian
26 Bab 26 : Penjahat Kelamin
27 Bab 27 : Eksekusi
28 Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29 Bab 29 : Penyerangan
30 Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31 Bab 31 : Tugas Dari Clara
32 Bab 32 : Mafia Liar
33 Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34 Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35 Bab 35 : Kencan 1
36 Bab 36 : Kencan 2
37 Bab 37 : Numpang Promo
38 Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39 Bab 39 : Kepergian Clara
40 Bab 40 : Perasaan Kecewa
41 Bab 41 : Finlandia
42 Bab 42 : Kekesalan Hati
43 Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44 Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45 Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46 Bab 46 : Penyerangan
47 Bab 47 : Clara anakmu
48 Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49 Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50 Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51 Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52 Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53 Bab 53 : Latihan Dansa
54 Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55 Bab 55 : Perkenalan
56 Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57 Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58 Bab 58 : Mendapat Restu
59 Bab 59 : Isi Hati Shane
60 Bab 60 : Di Begal
61 Bab 61 : Acara Lamaran
62 Bab 62 : Hari Pernikahan
63 Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64 Bab 64 : Malam Pertama 1
65 Bab 65 : Pesta Dansa
66 Bab 66 : Martin mati Kutu
67 Bab 67 : Malam Pertama 2
68 Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69 Bab 69 : Penculikan
70 Bab 70 : Mafia Queen 1
71 Bab 71 : Queen Mafia 2
72 Bab 72 : Queen Mafia 3
73 Bab 73 : Mencari Clara 1
74 Bab 74 : Mencari Clara 2
75 Bab 75 : Kedatangan Niko
76 Bab 76 : Promosi
77 Bab 77 : Mencintaimu
78 Bab 78 : Honey Moon 1
79 Bab 79 : Honey Moon 2
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2
Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3
Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4
Bab 4 : Clara Lunoks
5
Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6
Bab 6 : Kabar dari Sane
7
Bab 7 : Kembali Mengajar
8
Bab 8 : Mencari Rafael 1
9
Bab 9 : Mencari Rafael 2
10
Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11
Bab 11 : Mengulik Informasi
12
Bab 12 : Motor Baru
13
Bab 13 : Tentang Rafael
14
Bab 14 : Tamu tak Diundang
15
Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16
Bab 16 : Kabar Kematian
17
Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18
Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19
Bab 19 : Dosen Cabul
20
Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21
Bab 21 : Empat Begal
22
Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23
Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24
Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25
Bab 25 : Tentang Bastian
26
Bab 26 : Penjahat Kelamin
27
Bab 27 : Eksekusi
28
Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29
Bab 29 : Penyerangan
30
Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31
Bab 31 : Tugas Dari Clara
32
Bab 32 : Mafia Liar
33
Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34
Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35
Bab 35 : Kencan 1
36
Bab 36 : Kencan 2
37
Bab 37 : Numpang Promo
38
Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39
Bab 39 : Kepergian Clara
40
Bab 40 : Perasaan Kecewa
41
Bab 41 : Finlandia
42
Bab 42 : Kekesalan Hati
43
Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44
Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45
Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46
Bab 46 : Penyerangan
47
Bab 47 : Clara anakmu
48
Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49
Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50
Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51
Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52
Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53
Bab 53 : Latihan Dansa
54
Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55
Bab 55 : Perkenalan
56
Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57
Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58
Bab 58 : Mendapat Restu
59
Bab 59 : Isi Hati Shane
60
Bab 60 : Di Begal
61
Bab 61 : Acara Lamaran
62
Bab 62 : Hari Pernikahan
63
Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64
Bab 64 : Malam Pertama 1
65
Bab 65 : Pesta Dansa
66
Bab 66 : Martin mati Kutu
67
Bab 67 : Malam Pertama 2
68
Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69
Bab 69 : Penculikan
70
Bab 70 : Mafia Queen 1
71
Bab 71 : Queen Mafia 2
72
Bab 72 : Queen Mafia 3
73
Bab 73 : Mencari Clara 1
74
Bab 74 : Mencari Clara 2
75
Bab 75 : Kedatangan Niko
76
Bab 76 : Promosi
77
Bab 77 : Mencintaimu
78
Bab 78 : Honey Moon 1
79
Bab 79 : Honey Moon 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!