Bab 18 : Penyelidikan Polisi

Clara

Aku memarkiran motorku diparkiran kampus. Para mahasiswa menyapaku dengan ramah, Aku pun tidak kalah ramah membalasnya. Aku menampilkan deretan gigi putihku, gigi yang setiap hari aku gosok.

Namun saat Aku hendak memasuki area kelas, Dua orang polisi menghampiriku. Tentu aku terkejut. Tapi sebisa mungkin Aku menguasai diriku. Supaya tidak ada banyak pertanyaan dari mahasiswa dan dosen di sana.

"Permisi, Apakah benar Anda yang bernama Clara?" tanya Polisi satu.

"Iya. Itu saya sendiri! Ada apa ya, Pak?" tanyaku sopan.

"Kami membawa surat laporan untuk membawa Anda. Pak Han melaporkan Anda dengan tuduhan penyerangan! Bisakah Anda ikut ke kantor polisi?"

Hahhhhhhh! Pria itu masih belum kapok juga! Baiklah aku turuti permainannya!

"Baik, Saya akan ikut Anda!" ujar ku masih sopan.

Aku ingat bahwa aku ini seorang dosen kampus, Aku harus menunjukkan kewibawaan ku sebagai seorang dosen. Bukankah begitu?

"Ada apa ini?" Pak Fabyan tiba-tiba datang. Aku lihat dia nampak mencemaskan keadaan ku.

"Ada apa ini, Pak Polisi? Kenapa Bu Clara harus dibawa?"

"Kami mendapatkan surat perintah untuk membawa Bu Clara. Sesuai laporan dari Pak Han! Jika Bu Clara tidak terbukti bersalah, Kami akan langsung membebaskannya, Pak!" ujar Polisi.

"Tidak apa-apa, Pak Febyan! Ini hanyalah kesalahpahaman!" ujar ku berusaha untuk menenangkan hati pangeran ku.

Apa pangeran?

Aduh, Ada apa dengan otakku? Apakah otakku sudah konslet?

"Mari ikut, Bu!"

"Oke." Jawabku sambil tersenyum kecut. Padahal di dalam hatiku, beberapa kali mengumpat perbuatan pria bau tanah itu.

Fabyan tidak bisa tinggal diam melihat salah satu dosennya dibawa polisi. Dia yakin bahwa aku tidak bersalah. Bergegas dia menyusul mobil polisi yang membawa ku.

____

____

Aku berusaha bersikap tenang di dalam mobil polisi. Aku tidak akan menunjukkan rasa takut sedikitpun. Urusan dengan polisi bagiku sudah bukan hal baru. Lalu, Aku meminta izin pada Polisi untuk menelfon seseorang. Polisi pun mengizinkannya.

"Shane, dengarkan aku baik-baik! Ada yang sudah bermain-main denganku! Urus orang ini! Buat dia ketakutan! Dan buat dia mencabut laporannya pada Polisi! Katakan padanya siapa Aku di Tiger Eye! Aku yakin orang seperti dia tahu siapa kita!"

"Baik, Nona! Anda tidak perlu khawatir! Saya akan mengurusnya!"

Maaf Han. Terpaksa aku memakai cara ini!

Sampai di kantor polisi. Polisi mulai melakukan penyelidikan terkait laporan dari Pak Han. Selama penyelidikan pun Aku berusaha berbicara sejujurnya. Aku tidak menutupi kenyataan bahwa Aku memang sudah menghajar dua pengawal Han. Sebagai bentuk pembelaan untuk diriku sendiri.

"Jadi Anda tidak menghajar Pak Han?" tanya Polisi mengintimidasiku.

"Pak Polisi bisa bertanya pada Pak Han. Apakah saya melukainya? Apakah ada tanda-tanda saya melukainya? Atau bukti lain yang memberatkan saya!" Polisi mengernyitkan alisnya. Jawabku cukup logis.

"Bukankah untuk menangkap saya, harus ada bukti yang akurat!" memang laporan yang diberikan Han tidak akurat. Han hanya melapor kepada polisi secara tertulis tanpa memberikan bukti yang akurat.

____

____

Satu jam kemudian. Han dan dua pengawalnya datang. Fabyan ternyata menungguku di depan ruangan. Dia menunggu penyelidikanku selesai. Senangnya aku ...

Apakah ini bentuk perhatiannya padaku?

"Pak Han! Anda harus mencabut laporan Anda!" ujar Fabyan, "Kita bisa bicarakan ini baik-baik!"

"Huft." Han menghela nafasnya panjang.

"Saya masuk dulu!" tanpa menjawab pertanyaan dari Fabyan. Han masuk ke dalam.

Fabyan menunggu selama setengah jam. Kemudian mereka semua keluar dari ruangan tersebut. Penat rasanya menunggu. Tapi, dia sangat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi denganku.

"Bu Clara!" panggil Fabyan.

"Pak Fabyan. Kok Anda ada disini?" Aku pura-pura terkejut, padahal aku sudah tahu kalau dia menungguiku di depan ruang penyidik.

"Saya menyusul Ibu kesini! Saya takut terjadi sesuatu dengan Ibu! Apa yang sebenarnya terjadi?"

Apakah Pak Fabyan khawatir denganku? Jadi dia mengkhawatirkan ku!

Ah, senangnya!

"Bu, Ditanya kok malah senyum-senyum?" tanya Fabyan lagi.

Hahahaha ...

"Apakah Pak Rektor mengkhawatirkan saya?" godaku.

Astaga Clara! Bisa-bisanya ya Kau bersikap centil seperti itu!

"Tentu saja saya khawatir! Ibu adalah seorang dosen. Salah satu pengajar di kampus saya. Tentu saya ikut bertanggungjawab jika terjadi sesuatu dengan Ibu!"

"Benarkah?" wajah ku langsung sumringah.

"Ibu jangan berpikir yang tidak-tidak! Saya akan melakukan hal yang sama pada semua dosen!" ujarnya.

Hhhhhhhh, Aku nggak perduli! Rasanya aku begitu senang bisa diperhatikan oleh Anda!

"Bu Clara, Sekali lagi saya minta maaf! Ini hanya salah paham saja! Jadi saya mohon, jangan diperpanjang lagi!" ujar Han yang baru keluar dari ruangan polisi. Nampak wajahnya pias ketakutan. Sementara Clara hanya tersenyum manis.

"Ah, Pak Han. Jangan seperti itu, Pak! Saya sudah memaafkan Anda kok! Lain kali kita bicarakan baik-baik ya, Pak!" ucapku, "Ehm, jadi Anda tidak menyuruh Rafael untuk pindah ke Luar negeri kan?"

"Tidak, Bu! Biar Rafael disini saja!" ujarnya, "Iya sudah, Bu! Saya permisi! Mari Pak Fabyan!"

"Silahkan, Silahkan!"

"Apakah masalahnya selesai?" tanya Fabyan selepas kepergian Han.

"Sudah, Pak! Pak Han sudah mencabut laporannya! Lagipula Saya memang tidak bersalah! Tidak ada bukti yang memberatkan saya!"

"Oh."

Rasanya sangat aneh! Bagaimana bisa seorang Han melepaskan musuhnya? Aku kenal betul siapa Han!

"Mari saya antar ke kampus!" tawar Fabyan.

"Terimakasih banyak, Pak! Saya merepotkan Anda terus!"

"Tidak! Saya tidak merasa direpotkan! Mari!"

Fabyan membantuku memasangkan seal belt. Aroma parfum Fabyan wangi sekali. Aroma maskulin. Aromanya membuat bulu kuduk wanita berdiri.

Aku dibuat terlena dengan bau parfumnya! Ini baru parfumnya lho ya! Camkan, Baru Parfum!

Manik kami saling bertemu. Menatap satu arah. Dalam satu pandangan. Saling menatap penuh arti. Ditatap seperti itu, membuat ku tersipu malu. Pipiku merona merah. Merah seperti buah apel.

Astaga, jantungku berdetak sangat cepat! Tolong jangan menatapku seperti itu!

"Terimakasih," lirih Clara tersenyum.

"Sama-sama."

Fabyan mulai menjalankan mobilnya. Tidak ada pembicaraan lagi diantara kami. Kami sibuk dengan pikiran kami. Aku sibuk memikirkan jantungku yang berdetak kencang, sedangkan Pak Fabyan, entah apa yang sekarang ada dipikirannya.

Aku kah yang sedang dia pikirkan? Hahahaha ...

Akhirnya mobil sampai di parkiran kampus. Aku menundukkan sedikit kepalaku, sebagai ungkapan rasa terimakasih ku pada Pak Rektor tampan. Sementara Fabyan mengulas senyum tipis.

"Sekali lagi terimakasih banyak, Pak! Saya masuk kelas dulu!"

"Silahkan!" tidak terasa Fabyan mengulas senyumnya. Memperhatikanku hingga masuk ke dalam kampus.

"Aku akan menyelidiki siapa kau sebenarnya! Aku yakin Kau bukanlah wanita sembarangan!" gumam Fabyan. Kemudian dia melajukan kembali mobilnya. Menuju suatu tempat. Tempat yang tidak seorangpun tahu.

Dengan kecepatan maksimum. Fabyan mengendarai mobilnya. Membelah jalanan yang sepi.

To be continued ....

°°°°°°°°°

Kasih Clara gift, like dan banyak komentar nya......🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Firman Firman

Firman Firman

dasar babng Febian diam diam mencuri perhatian 😄🤭

2024-06-28

0

Fano Jawakonora

Fano Jawakonora

wah kalau setiap hari bertatapsn lgsung dgn febian pasti apem clara nyut" terus dan akhirn basah dan menimbulskn aroma tak sedap😂😂😂😂

2023-05-18

0

Bei Ming.liancheng{CSKT}

Bei Ming.liancheng{CSKT}

terjawab sudah,, ternyata cowok kemarin yg liat Clara menghajar anak buah Han adalah pak rektor toh author,, horeeeeeeeee.

2022-09-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2 Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3 Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4 Bab 4 : Clara Lunoks
5 Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6 Bab 6 : Kabar dari Sane
7 Bab 7 : Kembali Mengajar
8 Bab 8 : Mencari Rafael 1
9 Bab 9 : Mencari Rafael 2
10 Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11 Bab 11 : Mengulik Informasi
12 Bab 12 : Motor Baru
13 Bab 13 : Tentang Rafael
14 Bab 14 : Tamu tak Diundang
15 Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16 Bab 16 : Kabar Kematian
17 Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18 Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19 Bab 19 : Dosen Cabul
20 Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21 Bab 21 : Empat Begal
22 Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23 Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24 Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25 Bab 25 : Tentang Bastian
26 Bab 26 : Penjahat Kelamin
27 Bab 27 : Eksekusi
28 Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29 Bab 29 : Penyerangan
30 Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31 Bab 31 : Tugas Dari Clara
32 Bab 32 : Mafia Liar
33 Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34 Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35 Bab 35 : Kencan 1
36 Bab 36 : Kencan 2
37 Bab 37 : Numpang Promo
38 Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39 Bab 39 : Kepergian Clara
40 Bab 40 : Perasaan Kecewa
41 Bab 41 : Finlandia
42 Bab 42 : Kekesalan Hati
43 Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44 Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45 Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46 Bab 46 : Penyerangan
47 Bab 47 : Clara anakmu
48 Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49 Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50 Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51 Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52 Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53 Bab 53 : Latihan Dansa
54 Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55 Bab 55 : Perkenalan
56 Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57 Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58 Bab 58 : Mendapat Restu
59 Bab 59 : Isi Hati Shane
60 Bab 60 : Di Begal
61 Bab 61 : Acara Lamaran
62 Bab 62 : Hari Pernikahan
63 Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64 Bab 64 : Malam Pertama 1
65 Bab 65 : Pesta Dansa
66 Bab 66 : Martin mati Kutu
67 Bab 67 : Malam Pertama 2
68 Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69 Bab 69 : Penculikan
70 Bab 70 : Mafia Queen 1
71 Bab 71 : Queen Mafia 2
72 Bab 72 : Queen Mafia 3
73 Bab 73 : Mencari Clara 1
74 Bab 74 : Mencari Clara 2
75 Bab 75 : Kedatangan Niko
76 Bab 76 : Promosi
77 Bab 77 : Mencintaimu
78 Bab 78 : Honey Moon 1
79 Bab 79 : Honey Moon 2
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2
Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3
Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4
Bab 4 : Clara Lunoks
5
Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6
Bab 6 : Kabar dari Sane
7
Bab 7 : Kembali Mengajar
8
Bab 8 : Mencari Rafael 1
9
Bab 9 : Mencari Rafael 2
10
Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11
Bab 11 : Mengulik Informasi
12
Bab 12 : Motor Baru
13
Bab 13 : Tentang Rafael
14
Bab 14 : Tamu tak Diundang
15
Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16
Bab 16 : Kabar Kematian
17
Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18
Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19
Bab 19 : Dosen Cabul
20
Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21
Bab 21 : Empat Begal
22
Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23
Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24
Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25
Bab 25 : Tentang Bastian
26
Bab 26 : Penjahat Kelamin
27
Bab 27 : Eksekusi
28
Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29
Bab 29 : Penyerangan
30
Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31
Bab 31 : Tugas Dari Clara
32
Bab 32 : Mafia Liar
33
Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34
Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35
Bab 35 : Kencan 1
36
Bab 36 : Kencan 2
37
Bab 37 : Numpang Promo
38
Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39
Bab 39 : Kepergian Clara
40
Bab 40 : Perasaan Kecewa
41
Bab 41 : Finlandia
42
Bab 42 : Kekesalan Hati
43
Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44
Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45
Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46
Bab 46 : Penyerangan
47
Bab 47 : Clara anakmu
48
Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49
Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50
Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51
Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52
Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53
Bab 53 : Latihan Dansa
54
Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55
Bab 55 : Perkenalan
56
Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57
Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58
Bab 58 : Mendapat Restu
59
Bab 59 : Isi Hati Shane
60
Bab 60 : Di Begal
61
Bab 61 : Acara Lamaran
62
Bab 62 : Hari Pernikahan
63
Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64
Bab 64 : Malam Pertama 1
65
Bab 65 : Pesta Dansa
66
Bab 66 : Martin mati Kutu
67
Bab 67 : Malam Pertama 2
68
Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69
Bab 69 : Penculikan
70
Bab 70 : Mafia Queen 1
71
Bab 71 : Queen Mafia 2
72
Bab 72 : Queen Mafia 3
73
Bab 73 : Mencari Clara 1
74
Bab 74 : Mencari Clara 2
75
Bab 75 : Kedatangan Niko
76
Bab 76 : Promosi
77
Bab 77 : Mencintaimu
78
Bab 78 : Honey Moon 1
79
Bab 79 : Honey Moon 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!