Bab 11 : Mengulik Informasi

"Terimakasih banyak, Pak Fabyan, Bu Clara!" ucap Rafael.

Fabyan mengantarkan Rafael sampai depan rumah. Kedua orang tua Rafael tidak satupun yang datang. Mereka berada di luar negeri. Fabyan tidak mungkin membiarkan anak itu pulang sendiri. Sekarang giliran dia mengantarkan dosen cantik itu.

"Sama-sama. Jika butuh sesuatu, Kau bisa telfon Bapak atau Bu Clara!"

"Baik, Pak! Saya masuk ke dalam dulu, Pak, Bu!" Fabyan dan Clara menganggukkan kepalanya.

"Ingat Rafael! Berhenti membuat masalah!" timpal Clara. Pria muda itu hanya mengulas senyum tipis.

Rumah Rafael cukup elite. Clara yakin, Rafael terlahir dari keluarga yang kaya raya. Tapi yang membuat Clara heran, rumah nampak sepi seperti tidak berpenghuni. Ada dua security yang berjaga di depan gerbang.

"Sekarang aku akan mengantarmu pulang!" ucap Fabyan. Lagi-lagi ucapan manis Fabyan membuat Clara terpaku.

Ck, kenapa sih dengan jantungku? Setiap pria ini bicara, membuat jantungku berdebar!

"Ibu melamun?" pertanyaan Fabyan membuyarkan lamunannya.

"Eh, nggak siapa yang melamun?" elaknya.

"Dimana alamat ibu?"

"Rumah Sofia."

"A-pa?" Fabyan sedikit bingung. Pertanyaannya apa jawabnya apa, Fabyan jadi frustasi sendiri.

"Ibu dengar saya kan?"

"Iya, Pak. Saya dengar kok!" Fabyan mengernyitkan dahinya, Clara menoleh ke arah rektor muda tersebut. Kemudian dia nyengir kuda. Seolah-olah tidak bersalah.

"Maksud saya, Saya menyewa kamar di rumah Sofia, Pak!"

"Kalian tinggal satu atap?"

"Iya."

"Oh."

"Bapak lurus aja, nanti kalau saya suruh berhenti! Berhenti ya, Pak!"

Ck, dia pikir aku ini sopirnya? Main suruh segala!

_____

_____

Senyap, tidak ada pembicaraan diantara mereka.

"Sebenarnya Bu Clara itu siapa?" tanya Fabyan tiba-tiba.

Degh ...

Apa? Apakah dia mulai curiga? Apakah dia tahu kalau aku bukanlah dosen?

"Saya yakin, Anda bukan orang biasa!"

"Pak Fabyan ini bicara apa! Saya hanya wanita biasa. Kebetulan saja, saya ini bisa beladiri! Dan itupun saya tidak terlalu pandai, Pak! Masih banyak belajar!" jawabnya.

Cieeeeeeeeet ...

Fabyan menghentikan mobilnya.

Dia menatap ke arah Clara, dengan tatapan menyelidik. Tangannya bergerak naik. Clara pikir pria itu akan berbuat sesuatu, ternyata hanya menyelipkan untaian hitam yang menutupi wajah cantik Clara ke telinga.

"Kau sangat cantik jika tidak memakai kacamata tebal. Sepertinya matamu tidak bermasalah, kenapa memakai kacamata tebal?"

Haaaaaa, dia hanya ingin bertanya itu!

"Ah, Bapak bisa saja. Mata saya memang bermasalah kok, Pak!" jawabnya memaksa tersenyum.

"Baiklah, Ayo kita jalan lagi!"

Masih tidak ada obrolan yang harus diobrolkan. Karena memang mereka sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing.

"Eh, Pak. Berhenti di depan gang!"

"Sini!"

"Iya, Pak." Clara keluar dari mobil. Dan mengucapkan terimakasih.

"Terimakasih banyak, Pak. Bapak sudah mengantarkan saya sampai sini!"

"Sama-sama!"

"Baiklah, Silahkan jika Bapak mau pergi! Hati-hati dijalan ya!"

"Oke." Fabyan mulai menjalankan mobilnya, "Bye, Bye!"

Fabyan masih tidak berhenti berpikir. Disepanjang perjalanan, Fabyan terus memikirkan apa yang dilakukan dosen baru itu. Dia yakin ada sesuatu yang disembunyikan dosen baru itu. Tapi apa? Itulah yang harus diselidiki Fabyan.

Clara sampai di rumah. Dia melihat Sofia sedang melamun di depan teras rumah. Clara yakin, hati gadis itu pasti sedang khawatir dan cemas memikirkan pacarnya.

Clara mendekati Sofia, dan menepuk bahu gadis itu.

"Ah, Ibu bikin kaget saja!" berengutnya.

"Kau tidak usah khawatir. Aku dan Pak Fabyan sudah mengantarkan Rafael dengan selamat!" gadis itu menoleh ke arah Clara. Kemudian dia memeluk tubuh Clara. Menangis.

Clara bisa merasakan kesedihannya. Dia pun mengusap-usap punggung Sofia. Berusaha untuk menenangkan hati Sofia.

"Ibu memang tidak tahu apa masalah kalian semua? Tapi, Ibu bisa merasakan kesedihan dan kesepian jiwa muda kalian!"

Hiks ... Hiks ... Hiks

"Kami memang bersalah, Bu. Kami memang urakan. Kami juga nakal. Tapi kami bukanlah seorang pemakai obat-obat terlarang! Ibu percaya kan?"

"Tentu Ibu percaya! Bukankah di kantor polisi sudah jelas, hasilnya memang negatif. Kalian memang bukan pemakai juga pengedar. Kamu tidak perlu takut. Rafael juga sudah diantar pulang sama Pak Fabyan dan Ibu. Jadi kau tidak perlu mencemaskan keadaannya!"

"Terimakasih banyak, Bu. Jika bukan karena Ibu mungkin mereka tidak akan selamat!"

"Sama-sama. Ibu juga ikut bertanggung jawab. Karena bagaimanapun kalian kan mahasiswa, tempat dimana Ibu mengajar!"

"Sebenarnya Rafael itu baik, Bu. Dia hanya kurang kasih sayang saja. Seperti saya juga. Kebanyakan anak-anak yang bergabung dengan geng kami adalah anak-anak yang kurang perhatian dari orang tuanya. Rafael juga seperti itu. Kedua orangtuanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Tidak ada waktu untuk sekedar bicara ataupun mengobrol!"

"Iya, mungkin itu bisa ibu bicarakan dengan Pak Rektor. Mungkin saja Pak Rektor mempunyai solusinya!" tutur Clara, "Lalu, Bagaimana denganmu? Kenapa kau juga ikut-ikutan? Bukankah kamu juga memiliki ibu yang harus dijaga perasaannya? Apakah kamu nggak kasihan dengan ibumu, Sofia?"

Sofia tertunduk. Menyeka air mata yang terus tumpah.

"Saya sangat marah dengan keadaan, Bu."

"Sejak kecil, Ibu tidak memperbolehkan Sofia bertemu dengan ayah. Ayah juga tidak berusaha untuk mencari kami. Sofia dengar, kalau Ayah menikah lagi dengan seorang wanita kaya. Bahkan Ibu, tidak memperbolehkan Sofia menyebut nama Ayah!"

"Apakah kamu tahu, apa yang menyebabkan ibumu sangat membenci ayahmu?"

"Saya kurang tahu, Bu. Setiap Sofia menyebutkan nama ayah, Ibu sangat marah. Sejak saat itu, Sofia tidak berani untuk menyebut namanya!"

Ada apa ya? Kenapa Bu Laura sangat membenci Papa?

Aku harus mencari tahu!

"Oya, Bu. Saya sempat melihat. Saat Ibu menolong Rafael dan teman-teman, ada orang berpakaian serba hitam, mereka memakai topeng. Mereka membantu ibu dan teman-teman Sofia. Apakah itu teman Ibu?"

"A-pa?" Clara tersenyum simpul, "Kamu salah lihat kali!"

"Nggak, Bu. Saya benar-benar melihatnya! Gerakan mereka sangat cepat. Sofia yakin mereka orang-orang terlatih!"

Tentu saja, itu adalah pengawal bayangan. Orang yang sengaja kubayar

mahal untuk menjagaku! Tapi, Sofia tidak perlu tahu!

"Bu!"

Clara tersenyum tipis, "Ibu nggak tahu.'

"Ibu mau kemana?"

"Tidur lah. Mau apa lagi?"

"Tunggu!"

"Sana istirahat!" suruh Clara.

°°°°°°°°

"Selamat pagi, Bu!" sapa Clara baru saja pulang joging.

"Pagi, Neng. Habis joging ya, Neng!"

"Iya nih, Bu," ujarnya sambil menyeka keringat.

"Ibu sudah menyiapkan sarapan. Mandi dulu kali ya, biar Neng seger. Baru sarapan!"

"Iya deh, Bu. Saya memang harus mandi! Saya ke atas dulu ya, Bu!"

Selesai mandi dan berpakaian santai, Clara turun untuk sarapan. Kebetulan dia ada kelas mengajar nanti siang. Jadi, dia bisa sedikit bersantai.

"Ini Bu!" Clara menyerahkan amplop berwarna coklat.

"Apa ini, Neng?"

"Uang yang saya janjikan. Uang ini berjumlah 500 juta. Ibu bisa langsung memberikannya pada rentenir itu!"

"Terimakasih banyak, Neng! Ibu tidak tahu, membalasnya dengan apa!"

Clara tersenyum.

"Itu sudah menjadi hak ibu!"

"Maksud, Neng?"

"Eh, maksud saya!" hampir saja Clara keceplosan, "Bukankah manusia itu harus saling tolong menolong. Jadi ibu berhak mendapat pertolongan dari orang lain! Iya kan?"

"Eh, iya juga! Ibu sangat berterimakasih pada Neng yang sudah bersedia menolong Ibu!"

"Iya, Bu. Saya senang kok melakukannya!" jawabnya tersenyum tipis.

To be continued ....

Mana dukungannya???????

Terpopuler

Comments

Khoerun Nisa

Khoerun Nisa

lagi2 bilang sy harus mencari tau

2024-07-22

1

Firman Firman

Firman Firman

lnjut

2024-06-28

0

R yuyun Saribanon

R yuyun Saribanon

Cerita bagus n apik .. lanjut Thor

2023-07-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2 Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3 Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4 Bab 4 : Clara Lunoks
5 Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6 Bab 6 : Kabar dari Sane
7 Bab 7 : Kembali Mengajar
8 Bab 8 : Mencari Rafael 1
9 Bab 9 : Mencari Rafael 2
10 Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11 Bab 11 : Mengulik Informasi
12 Bab 12 : Motor Baru
13 Bab 13 : Tentang Rafael
14 Bab 14 : Tamu tak Diundang
15 Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16 Bab 16 : Kabar Kematian
17 Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18 Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19 Bab 19 : Dosen Cabul
20 Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21 Bab 21 : Empat Begal
22 Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23 Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24 Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25 Bab 25 : Tentang Bastian
26 Bab 26 : Penjahat Kelamin
27 Bab 27 : Eksekusi
28 Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29 Bab 29 : Penyerangan
30 Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31 Bab 31 : Tugas Dari Clara
32 Bab 32 : Mafia Liar
33 Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34 Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35 Bab 35 : Kencan 1
36 Bab 36 : Kencan 2
37 Bab 37 : Numpang Promo
38 Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39 Bab 39 : Kepergian Clara
40 Bab 40 : Perasaan Kecewa
41 Bab 41 : Finlandia
42 Bab 42 : Kekesalan Hati
43 Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44 Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45 Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46 Bab 46 : Penyerangan
47 Bab 47 : Clara anakmu
48 Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49 Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50 Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51 Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52 Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53 Bab 53 : Latihan Dansa
54 Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55 Bab 55 : Perkenalan
56 Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57 Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58 Bab 58 : Mendapat Restu
59 Bab 59 : Isi Hati Shane
60 Bab 60 : Di Begal
61 Bab 61 : Acara Lamaran
62 Bab 62 : Hari Pernikahan
63 Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64 Bab 64 : Malam Pertama 1
65 Bab 65 : Pesta Dansa
66 Bab 66 : Martin mati Kutu
67 Bab 67 : Malam Pertama 2
68 Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69 Bab 69 : Penculikan
70 Bab 70 : Mafia Queen 1
71 Bab 71 : Queen Mafia 2
72 Bab 72 : Queen Mafia 3
73 Bab 73 : Mencari Clara 1
74 Bab 74 : Mencari Clara 2
75 Bab 75 : Kedatangan Niko
76 Bab 76 : Promosi
77 Bab 77 : Mencintaimu
78 Bab 78 : Honey Moon 1
79 Bab 79 : Honey Moon 2
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2
Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3
Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4
Bab 4 : Clara Lunoks
5
Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6
Bab 6 : Kabar dari Sane
7
Bab 7 : Kembali Mengajar
8
Bab 8 : Mencari Rafael 1
9
Bab 9 : Mencari Rafael 2
10
Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11
Bab 11 : Mengulik Informasi
12
Bab 12 : Motor Baru
13
Bab 13 : Tentang Rafael
14
Bab 14 : Tamu tak Diundang
15
Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16
Bab 16 : Kabar Kematian
17
Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18
Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19
Bab 19 : Dosen Cabul
20
Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21
Bab 21 : Empat Begal
22
Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23
Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24
Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25
Bab 25 : Tentang Bastian
26
Bab 26 : Penjahat Kelamin
27
Bab 27 : Eksekusi
28
Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29
Bab 29 : Penyerangan
30
Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31
Bab 31 : Tugas Dari Clara
32
Bab 32 : Mafia Liar
33
Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34
Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35
Bab 35 : Kencan 1
36
Bab 36 : Kencan 2
37
Bab 37 : Numpang Promo
38
Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39
Bab 39 : Kepergian Clara
40
Bab 40 : Perasaan Kecewa
41
Bab 41 : Finlandia
42
Bab 42 : Kekesalan Hati
43
Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44
Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45
Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46
Bab 46 : Penyerangan
47
Bab 47 : Clara anakmu
48
Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49
Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50
Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51
Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52
Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53
Bab 53 : Latihan Dansa
54
Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55
Bab 55 : Perkenalan
56
Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57
Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58
Bab 58 : Mendapat Restu
59
Bab 59 : Isi Hati Shane
60
Bab 60 : Di Begal
61
Bab 61 : Acara Lamaran
62
Bab 62 : Hari Pernikahan
63
Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64
Bab 64 : Malam Pertama 1
65
Bab 65 : Pesta Dansa
66
Bab 66 : Martin mati Kutu
67
Bab 67 : Malam Pertama 2
68
Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69
Bab 69 : Penculikan
70
Bab 70 : Mafia Queen 1
71
Bab 71 : Queen Mafia 2
72
Bab 72 : Queen Mafia 3
73
Bab 73 : Mencari Clara 1
74
Bab 74 : Mencari Clara 2
75
Bab 75 : Kedatangan Niko
76
Bab 76 : Promosi
77
Bab 77 : Mencintaimu
78
Bab 78 : Honey Moon 1
79
Bab 79 : Honey Moon 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!