Bab 4 : Clara Lunoks

Clara Lunoks

Aku pernah berada di dunia bawah. Dimana tidak ada peraturan yang mengikat, sehingga pembunuhan, pencurian ataupun tindakan kriminal lainnya menjadi suatu yang legal. Bahkan aparat keamanan saja tidak berani mengusik apapun masalah yang ada di dunia bawah.

Dunia bawah terbagi menjadi dua wilayah yakni dunia yang dikuasai para mafia kejam, dan dunia yang dikuasai para mafia yang masih memiliki hati.

Aku dan Tiger Eye misalnya. Kami dibawah komando Papa tidak diperbolehkan untuk mencuri, merampas atau menyakiti orang lain. Setidaknya kami masih memiliki hati kepada orang lain. Namun siapa yang berani mengusik kami terlebih dulu, maka pistol dan pisau akan menjadi senjata untuk membela diri kami.

Papa juga tidak mengajariku berbisnis ilegal, kami berbisnis seperti pembisnis pada umumnya. Kelompok kami juga membantu polisi, membocorkan informasi perdagangan bebas mafia-mafia kejam yang tersebar di Indonesia.

Pergerakan kami tercium oleh mafia Black Shadow. Mafia yang terkenal dengan kekejamannya. Mafia ini memiliki wilayah perdagangan paling terbesar dan ilegal.

Dari perdagangan obat-obatan terlarang, perdagangan persenjataan sampai perdagangan manusia. Membuat resah aparatur negara. Namun mereka seperti belut. Sangat licin. Selalu terhindar dari hukum yang berlaku.

Mereka menyerang Mansion Tiger Eye. Saat kami sedang lengah. Anak buah kami dibantai habis oleh mafia Black Shadow, hingga pimpinannya pula, mereka menghabisinya dengan kejam.

Aku tidak akan tinggal diam. Aku sengaja bersembunyi untuk mengatur sebuah strategi besar mengalahkan mereka. Tidak akan aku biarkan mereka bebas begitu saja.

Tapi, Amanah terakhir yang diberikan Papa kepadaku adalah agar aku meninggalkan dunia hitam. Dan hidup normal seperti orang lain pada umumnya. Tidak ada kekerasan, perkelahian dan saling menyakiti. Untuk itulah aku memilih untuk bersembunyi dan mengatur siasat.

_______________

Clara mengerjapkan mata, kala mendengar drama keluarga dipagi hari. Suara cerewet dari seorang ibu sedang memarahi putrinya, membuat Clara terbangun.

Clara melihat jam yang menempel di dinding kamarnya. Jam menunjukkan pukul 7 pagi. Bergegas dia bangun dan mandi. Karena hari ini adalah hari kedua, Clara ke kampus untuk mengajar.

Clara sudah rapih memakai kemeja dan celana panjangnya. Tidak lupa juga dengan kaca mata tebalnya. Menuruni tangga, dan menyapa penghuni rumah ini dengan ramah.

"Eh, Sudah bangun! Ayo silahkan sarapan!" Laura mempersilahkan Clara untuk bergabung di meja makan.

Apakah mendapatkan sarapan juga termasuk dari perjanjian awal?

Sofia sudah rapi dan sedang menikmati sarapannya. Memakai kaos putih dengan jaket berwarna hitam. Penampilannya tidak berubah. Selalu sama.

Apakah dia tidak memiliki baju lain? Gumam Clara.

"Terimakasih, Bu. Apakah ibu yang memasak?"

"Iya, Neng. Maaf seadanya. Masakan rumahan!" ujar Laura sambil tersenyum. Clara menoleh ke arah masakan yang disajikan di atas meja makan. Tempe, tahu dan cah kangkung.

Apakah ini yang setiap hari mereka makan? Padahal kalau dirumahku hampir setiap hari aku makan ayam dan daging. Tapi disini aku melihat suatu kenyataan yang lain.

"Ayo makan, kenapa melamun?" ucapnya membuatku terkejut.

"Iya, Bu!" jawab Clara, seraya mendudukkan bokongnya di kursi.

"Silahkan makan, Bu Clara!" sela Sofia disaat makan.

"Terimakasih."

Mereka bertiga menikmati sarapan tanpa berkata apa-apa. Hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar. Rasanya sangat sulit untuk menelan makanan yang sangat sederhana tersebut. Namun untuk menghargai tuan rumah, dia harus memakannya juga.

Ehm, rasanya tidak terlalu buruk! Mungkin semalam aku tidak makan. Perutku terasa sangat lapar.

"Oya, Bu. Ini uang mukanya!" Clara menyodorkan amplop berwarna coklat kepada Laura setelah dia menghabiskan sarapannya.

"Apa ini?"

Bisa dilihat isinya, sepertinya memang uang. Tapi Laura berpura-pura tidak tahu apa isi dari amplop coklat tersebut.

"Uang, Bu Laura,"

Laura mengintip isi amplop tersebut. Betapa terkejutnya dia. Uang dalam jumlah banyak, ada diamplop tersebut. Wanita separuh baya itu membulatkan matanya.

"Ini uang apa? Kenapa banyak sekali, Neng?"

"Saya bayar selama satu tahun beserta bonus untuk ibu karena sudah bersusah-payah membuatkan saya sarapan!"

"Nggak usah, Neng! Ibu ikhlas memasak untuk Neng kok! Memang makanannya sederhana. Tapi satu yang harus diingat! Masakan ini dimasak dengan cinta!" gelaknya. Clara dan Sofia ikut tergelak.

"Sudah Ibu simpan saja! Pokoknya saya membayar biayanya di muka. Saya jadi tidak merasa terbebani!" ujar Clara, "Tolong terima ya, Bu. Ibu dan Sofia berhak menerima uang ini!"

Laura nampak berfikir. Kedua alisnya saling bertautan.

"Baik. Ibu terima ya, Neng geulis!" ujarnya tersenyum.

"Iya, Bu."

Selesai sarapan, Sofia langsung berangkat ke kampus. Kebetulan, Rafael juga sudah menjemputnya ditempat biasa. Sofia bergegas berpamitan dengan sang Ibu.

"Dah, Bu. Sofia ke kampus dulu!" serunya.

"Kok nggak bareng saja sama Bu Clara?"

"Ehm, Sofia ada tugas kelompok dengan teman-teman!" serunya sambil berlalu pergi.

"Oh."

____

____

"Sudah, biarkan saja, Bu! Namanya juga anak-anak!"

"Maafkan anak saya ya, Neng!" ucap Laura, "Saya justru tidak mau dia terlalu dekat dengan teman-temannya yang nggak jelas itu!"

Clara hanya tersenyum.

"Kenapa, Bu?"

"Ah, Neng. Masa nggak tahu. Teman-teman Sofia itu nggak ada yang benar! Ibu takut, Sofia akan ikut-ikutan mereka! Boleh nggak Ibu minta tolong sama, Neng?"

"Minta tolong apa, Bu?"

"Neng kan dosennya di kampus. Tolong dinasehati anak saya. Saya takut dia terjerumus dengan hal-hal yang tidak baik!"

Clara bisa merasakan kekhawatiran seorang ibu kepada putrinya. Putri semata wayangnya. Bagaimanapun juga semua ibu di dunia pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka.

Seketika Clara ingat dengan Mamanya. Mamanya meninggal saat dia berusia sepuluh tahun karena sebuah kecelakaan tragis. Dia dibesarkan oleh sang Papa, tanpa kasih sayang seorang Mama. Oleh Papanya dia menjadi seorang gadis yang kuat dan pemberani. Tidak takut oleh apapun dan kepada siapapun.

"Neng?" Ibu Laura memanggilnya, membuat lamunan Clara buyar.

"Iya, Bu."

"Tolong nasehati anak Ibu. Saya tuh ingin Sofia menjadi anak pintar, anak yang berguna. Saya sudah membanting tulang untuk menyekolahkannya. Supaya dia mendapatkan pendidikan yang baik!" ujarnya panjang lebar. Clara tersenyum.

"Saya akan berusaha, Bu!"

"Oya, Memangnya dimana ayah Sofia?"

Degh ...

Bu Laura beranjak dari tempat duduknya. Mukanya terlihat berubah saat Clara membuat Ayah Sofia.

"Nggak usah membicarakannya, Neng! Ayah Sofia sudah lama meninggal! Kami juga tidak pernah mengingatnya lagi!"

"A-pa?"

Ini pasti ada yang salah. Kenapa Ibu sangat membenci Papa? Ada apa ini?

"Lagian Sofia sudah terbiasa hidup tanpa ayah. Jadi ibu mohon jangan pernah bertanya tentang Ayahnya Sofia!"

"Ba-baik, Bu!"

Ah, aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi!

Clara pun berpamitan untuk mengajar ke kampus. Ini adalah hari keduanya, dia tidak mau sampai terlambat datang. Apa kata orang, ada dosen yang datang terlambat. Ah, bisa malu dirinya ...

To be continued ...

Mana dukungannya Sayang??????

Bantu gift yuk, Beb......

Terpopuler

Comments

Firman Firman

Firman Firman

lanjut

2024-06-28

0

Mulan Jameela

Mulan Jameela

Aku simak dulu ya Thor, Baru kasih bunga....

2022-09-27

0

Puja Kesuma

Puja Kesuma

sofia anak yg baik... kemungkinan ada kesalahfahaman antara papamu dan ibu tirimu itu clara

2022-09-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2 Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3 Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4 Bab 4 : Clara Lunoks
5 Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6 Bab 6 : Kabar dari Sane
7 Bab 7 : Kembali Mengajar
8 Bab 8 : Mencari Rafael 1
9 Bab 9 : Mencari Rafael 2
10 Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11 Bab 11 : Mengulik Informasi
12 Bab 12 : Motor Baru
13 Bab 13 : Tentang Rafael
14 Bab 14 : Tamu tak Diundang
15 Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16 Bab 16 : Kabar Kematian
17 Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18 Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19 Bab 19 : Dosen Cabul
20 Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21 Bab 21 : Empat Begal
22 Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23 Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24 Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25 Bab 25 : Tentang Bastian
26 Bab 26 : Penjahat Kelamin
27 Bab 27 : Eksekusi
28 Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29 Bab 29 : Penyerangan
30 Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31 Bab 31 : Tugas Dari Clara
32 Bab 32 : Mafia Liar
33 Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34 Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35 Bab 35 : Kencan 1
36 Bab 36 : Kencan 2
37 Bab 37 : Numpang Promo
38 Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39 Bab 39 : Kepergian Clara
40 Bab 40 : Perasaan Kecewa
41 Bab 41 : Finlandia
42 Bab 42 : Kekesalan Hati
43 Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44 Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45 Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46 Bab 46 : Penyerangan
47 Bab 47 : Clara anakmu
48 Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49 Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50 Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51 Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52 Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53 Bab 53 : Latihan Dansa
54 Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55 Bab 55 : Perkenalan
56 Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57 Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58 Bab 58 : Mendapat Restu
59 Bab 59 : Isi Hati Shane
60 Bab 60 : Di Begal
61 Bab 61 : Acara Lamaran
62 Bab 62 : Hari Pernikahan
63 Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64 Bab 64 : Malam Pertama 1
65 Bab 65 : Pesta Dansa
66 Bab 66 : Martin mati Kutu
67 Bab 67 : Malam Pertama 2
68 Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69 Bab 69 : Penculikan
70 Bab 70 : Mafia Queen 1
71 Bab 71 : Queen Mafia 2
72 Bab 72 : Queen Mafia 3
73 Bab 73 : Mencari Clara 1
74 Bab 74 : Mencari Clara 2
75 Bab 75 : Kedatangan Niko
76 Bab 76 : Promosi
77 Bab 77 : Mencintaimu
78 Bab 78 : Honey Moon 1
79 Bab 79 : Honey Moon 2
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2
Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3
Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4
Bab 4 : Clara Lunoks
5
Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6
Bab 6 : Kabar dari Sane
7
Bab 7 : Kembali Mengajar
8
Bab 8 : Mencari Rafael 1
9
Bab 9 : Mencari Rafael 2
10
Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11
Bab 11 : Mengulik Informasi
12
Bab 12 : Motor Baru
13
Bab 13 : Tentang Rafael
14
Bab 14 : Tamu tak Diundang
15
Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16
Bab 16 : Kabar Kematian
17
Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18
Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19
Bab 19 : Dosen Cabul
20
Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21
Bab 21 : Empat Begal
22
Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23
Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24
Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25
Bab 25 : Tentang Bastian
26
Bab 26 : Penjahat Kelamin
27
Bab 27 : Eksekusi
28
Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29
Bab 29 : Penyerangan
30
Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31
Bab 31 : Tugas Dari Clara
32
Bab 32 : Mafia Liar
33
Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34
Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35
Bab 35 : Kencan 1
36
Bab 36 : Kencan 2
37
Bab 37 : Numpang Promo
38
Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39
Bab 39 : Kepergian Clara
40
Bab 40 : Perasaan Kecewa
41
Bab 41 : Finlandia
42
Bab 42 : Kekesalan Hati
43
Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44
Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45
Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46
Bab 46 : Penyerangan
47
Bab 47 : Clara anakmu
48
Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49
Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50
Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51
Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52
Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53
Bab 53 : Latihan Dansa
54
Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55
Bab 55 : Perkenalan
56
Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57
Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58
Bab 58 : Mendapat Restu
59
Bab 59 : Isi Hati Shane
60
Bab 60 : Di Begal
61
Bab 61 : Acara Lamaran
62
Bab 62 : Hari Pernikahan
63
Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64
Bab 64 : Malam Pertama 1
65
Bab 65 : Pesta Dansa
66
Bab 66 : Martin mati Kutu
67
Bab 67 : Malam Pertama 2
68
Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69
Bab 69 : Penculikan
70
Bab 70 : Mafia Queen 1
71
Bab 71 : Queen Mafia 2
72
Bab 72 : Queen Mafia 3
73
Bab 73 : Mencari Clara 1
74
Bab 74 : Mencari Clara 2
75
Bab 75 : Kedatangan Niko
76
Bab 76 : Promosi
77
Bab 77 : Mencintaimu
78
Bab 78 : Honey Moon 1
79
Bab 79 : Honey Moon 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!