Bab 9 : Mencari Rafael 2

Sofia berlarian menuju ruangan dosen. Untunglah, wanita yang dicarinya belum pulang. Dia bisa bernafas lega. Dengan mengatur nafasnya, Sofia berusaha untuk tenang.

Huft ...

"Sofia!" panggil seseorang. Sofia memutar tubuhnya, ternyata itu adalah Clara.

"Bu saya butuh bantuan!" ujarnya dengan nafas tersengal-sengal.

"Kamu kenapa? Kamu habis berlari?"

"Iya, Bu!" ujarnya, "Bu, Ini gawat!" nampak sangat serius.

"Gawat kenapa sih?" Clara mengibaskan bajunya yang sempat diremas oleh Sofia.

Ck, Anak ini benar-benar menyebalkan! Kenapa juga harus meremas pakaian ku!

"Rafael dan teman-temannya tertangkap oleh Geng Squid, Bu!"

"Geng Squed apa sih? Tolong kamu jelaskan lebih rinci!" pinta Clara.

"Itu, Bu! Rafael dan teman-temannya di tangkap di markas Geng Squid. Mereka yang tempo hari menyerang kami, Bu!"

"Astaga, Sofia. Kamu itu anak perempuan! Bagaimana bisa kamu berteman dengan mereka?"

"Tolong, Bu. Jika Rafael dan teman-temannya tidak diselamatkan mereka akan dihabisi!" Sofia nampak sedih.

Hahhhhhhhh, Mereka juga adalah mahasiswaku! Mana bisa aku membiarkannya begitu saja!

Duh, bagaimana ya?

"Kamu tunggu diluar dulu! Ibu mau membereskan meja dulu!"

"Okey, Bu! Cepat ya, Bu! Saya takut terjadi sesuatu dengan mereka semua!"

"Nggak. Paling ibu mau makan di kantin dulu bentar!"

"Bu Claraaaaaa!" geram Sofia.

"Iya, Iya! Sabar dong ah!"

_____

_____

Sementara Sofia menyiapkan motor, Clara menelfon seseorang meminta bantuan. Nggak mungkin juga dia menghadapi Geng itu sendiri. Dia yakin bahwa sebuah Geng pastinya memiliki anggota yang cukup banyak.

"Hallo, Sane!"

"Iya, Nona. Apakah Nona rindu padaku?"

"Jangan bercanda deh, Sane! Nggak lucu tahu! Sekarang aku butuh pengawal bayangan untuk melindungiku!"

"Hah, memang ada apa, Nona?"

"Sudah, jangan banyak bertanya! Kau sanggup tidak?"

"Nona tenang saja! Tanpa Nona tahu, ada sepuluh pengawal bayangan yang melindungi Anda! Saya bisa menyuruh mereka untuk mengikuti perintah Anda!"

"Bagus! Suruh mereka ikuti aku!"

"Siap, Nona!" jawabnya, "Ada Black, Jon, Kitty, Rul, Rhow dan lainnya. Mereka siap diposisinya!"

"Oke."

Tut ... Tut ... Tut

"Nona!"

"Hhhhhhhhh! Seperti biasa, belum selesai bicara main tutup saja teleponnya!" gerutu Sane diseberang telepon sana.

Clara menghampiri Sofia diparkiran motor. Sofia nampak berdiri dengan raut muka cemas dan gelisah.

"Sofia, Mana motor kamu?" tanya Clara.

"Itu Bu!" Sofia menunjuk motor Astrea Legenda keluaran pertama. Entah tahun berapa motor itu diproduksi.

"Hah, Kita pakai motor seperti ini!"

"Iya, Memangnya kenapa, Bu?"

Astaga, Anak ini! Apa bisa sampai di sana tepat waktu dengan motor butut seperti ini!

"Ayo cepat naik, Bu!" dengan terpaksa Clara membonceng Sofia dengan motor bututnya.

Ah, Ya Ampun! Kenapa jalannya seperti siput?

"Sofia!" Clara menepuk pundak Sofia.

"Iya, Bu!"

"Berhenti dulu!"

"Ada apa, Bu!"

"Sudah, berhenti dulu!"

"Baik, Bu!"

Cieeeeeeet ...

Mereka turun.

"Sini, biar aku saja yang mengendarai!"

"A-pa?"

"Biar Ibu saja yang mengendarai motor!"

"Ba-baiklah, Bu."

"Kau siap! Pegangan yang kencang ya!" suruhnya. Entah apa yang akan dilakukan dosen satu ini.

Ngeeeeeeeeeeng ...

Clara menancap gas, dan motor melaju dengan kecepatan diatas maksimum. Sofia sampai harus berpegangan erat, karena dosennya mengendarai motor seperti orang kesetanan.

"I-bu ha-ti-ha-ti!" bibir Sofia bergerak ke kanan dan ke kiri, mengikuti gerak angin berhembus.

"Ka-u te-nang sa-ja!" sahutnya. Bibir Clara juga bergerak mengikuti arah angin.

"A-ku ta-kut, Bu!"

"Ber-pe-ga-ngan!" Begitu kencangnya, membuat daun-daun kering berterbangan.

Sementara itu, Mobil Fabyan hendak berjalan karena lampu lalu lintas sudah berubah hijau. Dia agak terkejut, ada motor yang melintas kencang tepat disampingnya. Dan dia sangat yakin. Motor tersebut dia mengenalinya.

Bukankah itu motor salah satu mahasiswiku? Kenapa jalannya sangat kencang?

Ck, Apa nggak sayang sama nyawa sendiri?

Benar-benar anak jaman sekarang!

Tapi tunggu! Yang mengendarai siapa? Sepertinya aku mengenalnya!

Tanpa pikir panjang, Fabyan pun mengikuti arah motor itu melaju.

____

____

Motor yang dikendarai Sofia berhenti agak jauh dari basecamp Squid. Clara ingin mengetahui, Apakah benar anak didiknya di sekap Geng tersebut. Sebagai seorang mafia yang handal, dia paling tahu menyelusup ke markas musuh.

"Sofia, Tunggu disini!" perintah Clara. Dia tidak mau nyawa Sofia terancam.

"Ibu mau kemana?"

"Aku harus menyelusup masuk ke dalam! Kau tunggu disini saja! Ini sangat berbahaya!"

"Baiklah. Hati-hati, Bu!"

Pengawal bayangan bergerak mengikuti langkah Clara. Hanya Clara yang mengetahui keberadaan mereka. Sofia saja tidak mengetahuinya.

Dengan mengendap-endap Clara masuk lewat pintu belakang. Dia mengawasi sekelilingnya. Semua kelompok Squid berjumlah tiga puluh yang terlihat, yang lainnya belum terlihat. Entah mereka pergi ke mana, atau sedang tidur. Inilah yang harus Clara perhatikan. Bersikap hati-hati adalah modal tanpa uang.

Salah satu anak buahnya bertubuh besar dan kekar. Dan sepertinya mereka bukanlah Geng biasa. Mereka seperti sekelompok kecil dari kelompok besar suatu Geng.

Clara bisa melihat anak-anak didiknya di sekap. Mereka semua diikat dengan wajah babak belur. Mungkin mereka habis dikeroyok atau menjadi bulan-bulanan Geng mereka.

Hhhhhhhhh .. Kenapa aku harus membahayakan diriku untuk orang lain sih? Jika bukan Sofia yang meminta, mana mungkin aku mau bersusah-susah seperti ini!

Diam-diam Clara masuk, tanpa mereka ketahui.

Satu persatu orang, Clara hajar. Begitu juga dengan pengawal bayangan. Mereka turut membantu Clara menghadapi lawan.

Salah satu anak buah Geng Squid merasa curiga, karena satu persatu temannya hilang. Clara mengendap-endap, membebaskan ikatan tangan mereka.

"Bu Clara!" pekik Rafael menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, "Bagaimana Ibu bisa sampai disini?"

"Kau tanyakan nanti! Sekarang kita pergi dari sini!"

Sebagian ada yang bebas, sebagian lagi masih terikat. Saat Clara memutar tubuhnya, orang-orang mereka sudah mengepung. Ditambah lagi, Sofia menjadi sandera mereka.

Nih anak, sudah ku suruh bersembunyi. Malah nongol!

"Siapa wanita cantik ini? Kenapa berani sekali Kau membebaskan mereka?" ucap pimpinan Geng.

"Bebaskan dia! Dia tidak bersalah! Aku bisa melaporkan tindakan kalian pada pihak berwajib!" ancam Clara.

"A-pa? Polisi maksudmu!"

Hahahaha ...

Mereka menertawakan Clara.

"Sebelum Polisi datang, Kalian yang akan mati terlebih dulu!"

Hahahaha ....

"Dan Kau!" teriaknya, "Siapa Kau? Berani sekali masuk ke sarang kami?"

"Apakah gadis ini yang memberitahumu!" bentaknya. Membuat Sofia yang disandera ketakutan.

"Bu aku takut!" ucap Sofia yang mulai ketakutan.

"Hey, Bangsat! Jangan sakiti pacar gue!" teriak Rafael.

"Oh, jadi ini pacarnya! Ough, TAKUT!" ledek mereka.

"Jangan sakiti dia! Jika Kau menyakitinya, Kau berurusan dengan ku!" seru Clara.

Hahahaha ...

Mereka kembali tertawa terbahak-bahak. Bahkan suara tawa mereka semakin keras. Seolah-olah kata-kata Clara adalah lelucon yang sangat lucu.

"Ibu, Tolong!" pekik Sofia saat pimpinannya menodongkan sebilah pisau di pipi mulusnya.

"Kita bicarakan baik-baik. Kenapa Kau bisa menyekap mereka semua?" tanya Clara.

"Kau ingin tahu. Mereka sudah mencuri barang-barang berhargaku!" teriaknya, "Oh, Oh. Aku paling tidak suka, Aku seorang maling tapi dimalingi orang lain! Akan ku habisi orang yang berusaha untuk bermain-main denganku!"

BUGH ...

BRAKK ...

Peti kayu ditendang bebas.

"Maksudmu apa? Apa yang dicuri dari anak-anak didik ku?"

"Poel, beritahu dia?"

"Salah satu mahasiswa ibu mencuri morfin dari kami!" ucap orang kerdil bernama Poel.

"A-pa?" Clara menatap tajam ke arah Sofia. Sofia hanya menggeleng tidak tahu menahu tentang itu. Kemudian tatapannya beralih ke arah Rafael.

"Bukan saya, Bu. Saya berani bersumpah! Saya tidak mencurinya!"

"Ah, Bangsat! Berani Kau berbohong!" teriak pimpinan itu.

"Gue bersumpah! Gue nggak bohong!" belanya.

"Kalau bukan Lo, Lalu siapa?"

_____

_____

Sejenak terdiam. Mereka saling lempar pandang. Kemudian menggelengkan kepalanya.

"Ternyata kalian memang ingin bermain-main denganku!" geramnya, "SERANG!!!!"

BUGH ...

BUGH ...

BUGH ...

BRAKK ...

BRAKK ...

To be continued ...

Terpopuler

Comments

Rianti Dumai

Rianti Dumai

hadeeuh,,,ini novel byk lawak'a lh pula,sampai ktawa² sendiri baca'a,, 😅🤣😂

2024-07-27

1

Firman Firman

Firman Firman

ha ha dower gak tu bibir 😄🤭

2024-06-28

0

Mulan Jameela

Mulan Jameela

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bibirnya diterpa angin ya Thor......

2022-09-29

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2 Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3 Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4 Bab 4 : Clara Lunoks
5 Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6 Bab 6 : Kabar dari Sane
7 Bab 7 : Kembali Mengajar
8 Bab 8 : Mencari Rafael 1
9 Bab 9 : Mencari Rafael 2
10 Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11 Bab 11 : Mengulik Informasi
12 Bab 12 : Motor Baru
13 Bab 13 : Tentang Rafael
14 Bab 14 : Tamu tak Diundang
15 Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16 Bab 16 : Kabar Kematian
17 Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18 Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19 Bab 19 : Dosen Cabul
20 Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21 Bab 21 : Empat Begal
22 Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23 Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24 Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25 Bab 25 : Tentang Bastian
26 Bab 26 : Penjahat Kelamin
27 Bab 27 : Eksekusi
28 Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29 Bab 29 : Penyerangan
30 Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31 Bab 31 : Tugas Dari Clara
32 Bab 32 : Mafia Liar
33 Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34 Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35 Bab 35 : Kencan 1
36 Bab 36 : Kencan 2
37 Bab 37 : Numpang Promo
38 Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39 Bab 39 : Kepergian Clara
40 Bab 40 : Perasaan Kecewa
41 Bab 41 : Finlandia
42 Bab 42 : Kekesalan Hati
43 Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44 Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45 Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46 Bab 46 : Penyerangan
47 Bab 47 : Clara anakmu
48 Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49 Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50 Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51 Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52 Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53 Bab 53 : Latihan Dansa
54 Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55 Bab 55 : Perkenalan
56 Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57 Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58 Bab 58 : Mendapat Restu
59 Bab 59 : Isi Hati Shane
60 Bab 60 : Di Begal
61 Bab 61 : Acara Lamaran
62 Bab 62 : Hari Pernikahan
63 Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64 Bab 64 : Malam Pertama 1
65 Bab 65 : Pesta Dansa
66 Bab 66 : Martin mati Kutu
67 Bab 67 : Malam Pertama 2
68 Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69 Bab 69 : Penculikan
70 Bab 70 : Mafia Queen 1
71 Bab 71 : Queen Mafia 2
72 Bab 72 : Queen Mafia 3
73 Bab 73 : Mencari Clara 1
74 Bab 74 : Mencari Clara 2
75 Bab 75 : Kedatangan Niko
76 Bab 76 : Promosi
77 Bab 77 : Mencintaimu
78 Bab 78 : Honey Moon 1
79 Bab 79 : Honey Moon 2
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2
Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3
Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4
Bab 4 : Clara Lunoks
5
Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6
Bab 6 : Kabar dari Sane
7
Bab 7 : Kembali Mengajar
8
Bab 8 : Mencari Rafael 1
9
Bab 9 : Mencari Rafael 2
10
Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11
Bab 11 : Mengulik Informasi
12
Bab 12 : Motor Baru
13
Bab 13 : Tentang Rafael
14
Bab 14 : Tamu tak Diundang
15
Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16
Bab 16 : Kabar Kematian
17
Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18
Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19
Bab 19 : Dosen Cabul
20
Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21
Bab 21 : Empat Begal
22
Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23
Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24
Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25
Bab 25 : Tentang Bastian
26
Bab 26 : Penjahat Kelamin
27
Bab 27 : Eksekusi
28
Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29
Bab 29 : Penyerangan
30
Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31
Bab 31 : Tugas Dari Clara
32
Bab 32 : Mafia Liar
33
Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34
Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35
Bab 35 : Kencan 1
36
Bab 36 : Kencan 2
37
Bab 37 : Numpang Promo
38
Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39
Bab 39 : Kepergian Clara
40
Bab 40 : Perasaan Kecewa
41
Bab 41 : Finlandia
42
Bab 42 : Kekesalan Hati
43
Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44
Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45
Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46
Bab 46 : Penyerangan
47
Bab 47 : Clara anakmu
48
Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49
Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50
Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51
Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52
Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53
Bab 53 : Latihan Dansa
54
Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55
Bab 55 : Perkenalan
56
Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57
Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58
Bab 58 : Mendapat Restu
59
Bab 59 : Isi Hati Shane
60
Bab 60 : Di Begal
61
Bab 61 : Acara Lamaran
62
Bab 62 : Hari Pernikahan
63
Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64
Bab 64 : Malam Pertama 1
65
Bab 65 : Pesta Dansa
66
Bab 66 : Martin mati Kutu
67
Bab 67 : Malam Pertama 2
68
Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69
Bab 69 : Penculikan
70
Bab 70 : Mafia Queen 1
71
Bab 71 : Queen Mafia 2
72
Bab 72 : Queen Mafia 3
73
Bab 73 : Mencari Clara 1
74
Bab 74 : Mencari Clara 2
75
Bab 75 : Kedatangan Niko
76
Bab 76 : Promosi
77
Bab 77 : Mencintaimu
78
Bab 78 : Honey Moon 1
79
Bab 79 : Honey Moon 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!