Sofia berlarian menuju ruangan dosen. Untunglah, wanita yang dicarinya belum pulang. Dia bisa bernafas lega. Dengan mengatur nafasnya, Sofia berusaha untuk tenang.
Huft ...
"Sofia!" panggil seseorang. Sofia memutar tubuhnya, ternyata itu adalah Clara.
"Bu saya butuh bantuan!" ujarnya dengan nafas tersengal-sengal.
"Kamu kenapa? Kamu habis berlari?"
"Iya, Bu!" ujarnya, "Bu, Ini gawat!" nampak sangat serius.
"Gawat kenapa sih?" Clara mengibaskan bajunya yang sempat diremas oleh Sofia.
Ck, Anak ini benar-benar menyebalkan! Kenapa juga harus meremas pakaian ku!
"Rafael dan teman-temannya tertangkap oleh Geng Squid, Bu!"
"Geng Squed apa sih? Tolong kamu jelaskan lebih rinci!" pinta Clara.
"Itu, Bu! Rafael dan teman-temannya di tangkap di markas Geng Squid. Mereka yang tempo hari menyerang kami, Bu!"
"Astaga, Sofia. Kamu itu anak perempuan! Bagaimana bisa kamu berteman dengan mereka?"
"Tolong, Bu. Jika Rafael dan teman-temannya tidak diselamatkan mereka akan dihabisi!" Sofia nampak sedih.
Hahhhhhhhh, Mereka juga adalah mahasiswaku! Mana bisa aku membiarkannya begitu saja!
Duh, bagaimana ya?
"Kamu tunggu diluar dulu! Ibu mau membereskan meja dulu!"
"Okey, Bu! Cepat ya, Bu! Saya takut terjadi sesuatu dengan mereka semua!"
"Nggak. Paling ibu mau makan di kantin dulu bentar!"
"Bu Claraaaaaa!" geram Sofia.
"Iya, Iya! Sabar dong ah!"
_____
_____
Sementara Sofia menyiapkan motor, Clara menelfon seseorang meminta bantuan. Nggak mungkin juga dia menghadapi Geng itu sendiri. Dia yakin bahwa sebuah Geng pastinya memiliki anggota yang cukup banyak.
"Hallo, Sane!"
"Iya, Nona. Apakah Nona rindu padaku?"
"Jangan bercanda deh, Sane! Nggak lucu tahu! Sekarang aku butuh pengawal bayangan untuk melindungiku!"
"Hah, memang ada apa, Nona?"
"Sudah, jangan banyak bertanya! Kau sanggup tidak?"
"Nona tenang saja! Tanpa Nona tahu, ada sepuluh pengawal bayangan yang melindungi Anda! Saya bisa menyuruh mereka untuk mengikuti perintah Anda!"
"Bagus! Suruh mereka ikuti aku!"
"Siap, Nona!" jawabnya, "Ada Black, Jon, Kitty, Rul, Rhow dan lainnya. Mereka siap diposisinya!"
"Oke."
Tut ... Tut ... Tut
"Nona!"
"Hhhhhhhhh! Seperti biasa, belum selesai bicara main tutup saja teleponnya!" gerutu Sane diseberang telepon sana.
Clara menghampiri Sofia diparkiran motor. Sofia nampak berdiri dengan raut muka cemas dan gelisah.
"Sofia, Mana motor kamu?" tanya Clara.
"Itu Bu!" Sofia menunjuk motor Astrea Legenda keluaran pertama. Entah tahun berapa motor itu diproduksi.
"Hah, Kita pakai motor seperti ini!"
"Iya, Memangnya kenapa, Bu?"
Astaga, Anak ini! Apa bisa sampai di sana tepat waktu dengan motor butut seperti ini!
"Ayo cepat naik, Bu!" dengan terpaksa Clara membonceng Sofia dengan motor bututnya.
Ah, Ya Ampun! Kenapa jalannya seperti siput?
"Sofia!" Clara menepuk pundak Sofia.
"Iya, Bu!"
"Berhenti dulu!"
"Ada apa, Bu!"
"Sudah, berhenti dulu!"
"Baik, Bu!"
Cieeeeeeet ...
Mereka turun.
"Sini, biar aku saja yang mengendarai!"
"A-pa?"
"Biar Ibu saja yang mengendarai motor!"
"Ba-baiklah, Bu."
"Kau siap! Pegangan yang kencang ya!" suruhnya. Entah apa yang akan dilakukan dosen satu ini.
Ngeeeeeeeeeeng ...
Clara menancap gas, dan motor melaju dengan kecepatan diatas maksimum. Sofia sampai harus berpegangan erat, karena dosennya mengendarai motor seperti orang kesetanan.
"I-bu ha-ti-ha-ti!" bibir Sofia bergerak ke kanan dan ke kiri, mengikuti gerak angin berhembus.
"Ka-u te-nang sa-ja!" sahutnya. Bibir Clara juga bergerak mengikuti arah angin.
"A-ku ta-kut, Bu!"
"Ber-pe-ga-ngan!" Begitu kencangnya, membuat daun-daun kering berterbangan.
Sementara itu, Mobil Fabyan hendak berjalan karena lampu lalu lintas sudah berubah hijau. Dia agak terkejut, ada motor yang melintas kencang tepat disampingnya. Dan dia sangat yakin. Motor tersebut dia mengenalinya.
Bukankah itu motor salah satu mahasiswiku? Kenapa jalannya sangat kencang?
Ck, Apa nggak sayang sama nyawa sendiri?
Benar-benar anak jaman sekarang!
Tapi tunggu! Yang mengendarai siapa? Sepertinya aku mengenalnya!
Tanpa pikir panjang, Fabyan pun mengikuti arah motor itu melaju.
____
____
Motor yang dikendarai Sofia berhenti agak jauh dari basecamp Squid. Clara ingin mengetahui, Apakah benar anak didiknya di sekap Geng tersebut. Sebagai seorang mafia yang handal, dia paling tahu menyelusup ke markas musuh.
"Sofia, Tunggu disini!" perintah Clara. Dia tidak mau nyawa Sofia terancam.
"Ibu mau kemana?"
"Aku harus menyelusup masuk ke dalam! Kau tunggu disini saja! Ini sangat berbahaya!"
"Baiklah. Hati-hati, Bu!"
Pengawal bayangan bergerak mengikuti langkah Clara. Hanya Clara yang mengetahui keberadaan mereka. Sofia saja tidak mengetahuinya.
Dengan mengendap-endap Clara masuk lewat pintu belakang. Dia mengawasi sekelilingnya. Semua kelompok Squid berjumlah tiga puluh yang terlihat, yang lainnya belum terlihat. Entah mereka pergi ke mana, atau sedang tidur. Inilah yang harus Clara perhatikan. Bersikap hati-hati adalah modal tanpa uang.
Salah satu anak buahnya bertubuh besar dan kekar. Dan sepertinya mereka bukanlah Geng biasa. Mereka seperti sekelompok kecil dari kelompok besar suatu Geng.
Clara bisa melihat anak-anak didiknya di sekap. Mereka semua diikat dengan wajah babak belur. Mungkin mereka habis dikeroyok atau menjadi bulan-bulanan Geng mereka.
Hhhhhhhhh .. Kenapa aku harus membahayakan diriku untuk orang lain sih? Jika bukan Sofia yang meminta, mana mungkin aku mau bersusah-susah seperti ini!
Diam-diam Clara masuk, tanpa mereka ketahui.
Satu persatu orang, Clara hajar. Begitu juga dengan pengawal bayangan. Mereka turut membantu Clara menghadapi lawan.
Salah satu anak buah Geng Squid merasa curiga, karena satu persatu temannya hilang. Clara mengendap-endap, membebaskan ikatan tangan mereka.
"Bu Clara!" pekik Rafael menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, "Bagaimana Ibu bisa sampai disini?"
"Kau tanyakan nanti! Sekarang kita pergi dari sini!"
Sebagian ada yang bebas, sebagian lagi masih terikat. Saat Clara memutar tubuhnya, orang-orang mereka sudah mengepung. Ditambah lagi, Sofia menjadi sandera mereka.
Nih anak, sudah ku suruh bersembunyi. Malah nongol!
"Siapa wanita cantik ini? Kenapa berani sekali Kau membebaskan mereka?" ucap pimpinan Geng.
"Bebaskan dia! Dia tidak bersalah! Aku bisa melaporkan tindakan kalian pada pihak berwajib!" ancam Clara.
"A-pa? Polisi maksudmu!"
Hahahaha ...
Mereka menertawakan Clara.
"Sebelum Polisi datang, Kalian yang akan mati terlebih dulu!"
Hahahaha ....
"Dan Kau!" teriaknya, "Siapa Kau? Berani sekali masuk ke sarang kami?"
"Apakah gadis ini yang memberitahumu!" bentaknya. Membuat Sofia yang disandera ketakutan.
"Bu aku takut!" ucap Sofia yang mulai ketakutan.
"Hey, Bangsat! Jangan sakiti pacar gue!" teriak Rafael.
"Oh, jadi ini pacarnya! Ough, TAKUT!" ledek mereka.
"Jangan sakiti dia! Jika Kau menyakitinya, Kau berurusan dengan ku!" seru Clara.
Hahahaha ...
Mereka kembali tertawa terbahak-bahak. Bahkan suara tawa mereka semakin keras. Seolah-olah kata-kata Clara adalah lelucon yang sangat lucu.
"Ibu, Tolong!" pekik Sofia saat pimpinannya menodongkan sebilah pisau di pipi mulusnya.
"Kita bicarakan baik-baik. Kenapa Kau bisa menyekap mereka semua?" tanya Clara.
"Kau ingin tahu. Mereka sudah mencuri barang-barang berhargaku!" teriaknya, "Oh, Oh. Aku paling tidak suka, Aku seorang maling tapi dimalingi orang lain! Akan ku habisi orang yang berusaha untuk bermain-main denganku!"
BUGH ...
BRAKK ...
Peti kayu ditendang bebas.
"Maksudmu apa? Apa yang dicuri dari anak-anak didik ku?"
"Poel, beritahu dia?"
"Salah satu mahasiswa ibu mencuri morfin dari kami!" ucap orang kerdil bernama Poel.
"A-pa?" Clara menatap tajam ke arah Sofia. Sofia hanya menggeleng tidak tahu menahu tentang itu. Kemudian tatapannya beralih ke arah Rafael.
"Bukan saya, Bu. Saya berani bersumpah! Saya tidak mencurinya!"
"Ah, Bangsat! Berani Kau berbohong!" teriak pimpinan itu.
"Gue bersumpah! Gue nggak bohong!" belanya.
"Kalau bukan Lo, Lalu siapa?"
_____
_____
Sejenak terdiam. Mereka saling lempar pandang. Kemudian menggelengkan kepalanya.
"Ternyata kalian memang ingin bermain-main denganku!" geramnya, "SERANG!!!!"
BUGH ...
BUGH ...
BUGH ...
BRAKK ...
BRAKK ...
To be continued ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Rianti Dumai
hadeeuh,,,ini novel byk lawak'a lh pula,sampai ktawa² sendiri baca'a,, 😅🤣😂
2024-07-27
1
Firman Firman
ha ha dower gak tu bibir 😄🤭
2024-06-28
0
Mulan Jameela
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bibirnya diterpa angin ya Thor......
2022-09-29
3