Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?

Setelah keluar dari ruangan Fabyan, Clara menarik tangan Shane ke tempat yang sepi. Wanita cantik itu benar-benar dibuat gemas dengan tingkah laku sahabat sekaligus asistennya.

Bugh ...

Auw ...

"Kenapa Nona menendang kakiku?" pekik Shane yang baru saja mendapatkan tendangan maut dari Clara.

"Itu karena kau sudah berani datang kemari tanpa memberitahu padaku!" hardiknya, "Dan Kau juga berani mengatasnamakan Perusahaan LNK tanpa berbicara dulu padaku!"

"Nona, tapi Anda bisa lihat kan! Rencanaku berhasil!" ucap Shane yang masih mengusap-usap tulang keringnya karena merasa sakit.

"Itu berbahaya Shane! Kedokku setiap saat bisa terbongkar! Dan Kau tidak tahu Pak Fabyan itu seperti apa! Dia itu pria yang sangat pintar! Aku tidak bisa meremehkan kemampuan Fabyan!"

"Oke, Saya minta maaf, karena saya tidak memberitahu Nona dulu!" ujarnya, "Tapi lihat! Berhasil kan!" gelaknya.

Ck, benar-benar kau ini menyebalkan!

"Aku tidak bisa bicara panjang lebar disini! Nanti kita ketemu saja!"

"Wow, Apakah Nona masih kangen dengan asistenmu yang tampan ini!" kekeh Shane.

"Berhentilah bercanda Shane Kendderick! Aku sedang berbicara serius!"

"Oke, Oke. Slow! Kita kembali berbicara serius!"

Huft ...

"Jadi, Kau sudah lama tinggal di kota ini? Berapa hari Kau sudah berada di kota ini?" selidik Clara, dia memicingkan satu matanya. "Jangan katakan selama ini kau tinggal di sini!" Clara sudah mengepalkan tangannya hendak menghajar pria itu.

Hahahaha ...

"Astaga, Nona ini benar-benar galak! Pantas saja Nona nggak punya pacar!"

"Apa kau bilang?"

Hahahaha ...

"Nggak Nona! Saya baru datang tadi malam! Sekarang saya check in di hotel xx. Lumayanlah wanita di sana cantik-cantik! Nggak seperti wanita yang ada dihadapan ku! Cantik tapi GALAK!"

"Ck, Kau ini!"

Clara memukulkan tinju ke arah Shane, Shane berhasil menangkap tangan bos-nya. Kemudian kaki Clara berusaha untuk menendang kaki Shane. Pria itu dengan gesit menghindarinya. Adu jotos dan tinju pun terjadi, hingga Shane berhasil mengunci pergerakan Clara yang sedang kesal karena lelucon garing yang diberikan Shane.

"Nona jangan sampai mahasiswa Anda tahu! Itu akan menjadi masalah besar!" bisiknya.

Clara baru ingat, dia masih ada di kampus. Bisa gawat kalau ada yang tahu. Kedekatan dia dengan Shane.

Shane melepaskan tangan Clara. Begitu juga Clara. Dia mendesis kesal dengan pria didepannya, Shane kalau bicara suka ada benarnya.

"Pulanglah! Biar aku yang menemuimu!"

"Oke! Saya pergi!" ujarnya sambil merapikan jasnya yang sedikit kusut, "Oya, Sebenarnya niat Saya kesini, saya ingin menyampaikan sesuatu! Nona harus berhati-hati! Black Shadow sedang mencari Nona!"

"A-pa?"

"Anak buahnya ada dimana-mana! Saya yakin mereka sedang mencari Nona!"

"Apakah Black Shadow tahu kalau Papa punya keluarga lain?"

"Tidak, Nona. Tapi saya yakin, mereka akan segera tahu!"

"Baiklah, Aku akan berhati-hati!" ujarnya, "Cepat kirimkan pengawal bayangan untuk mengintai pergerakan mereka! Sampai dimana mereka bergerak!"

"Baik."

"Lindungi semua yang bisa Kau lindungi! Jangan biarkan musuh meretas keamanan kita!" ujarnya, "Shane, Aku percayakan ini padamu! Karena aku tahu kemampuan mu!"

"Siap, Nona! Aku akan menyuruh pengawal bayangan untuk menjaga Anda!" Clara menganggukkan kepalanya, "Saya pergi!"

"Oke."

Dari kejauhan, Fabyan melihat Clara yang sedang bicara serius dengan seseorang. Tapi dia tidak bisa melihat jelas, siapa yang sedang mengobrol dengan dosen itu.

Hhhhhhhh, Bu Clara sedang ngobrol dengan siapa sih?

Sementara Clara bisa bernafas lega. Setidaknya satu masalahnya terselesaikan. Dia pun kembali ke kelasnya untuk mengajar.

____

____

"Selamat siang!"

Clara duduk di kursinya. Rasanya sangat aneh. Dia merasa ada sesuatu di bawah pantatnya.

"Selamat siang, Bu!" Sambil mengucapkan salam, mereka berusaha menahan ketawa. Terutama Ando cs, mereka tertawa dalam diam.

Fix, Gue sedang dikerjain!

Sabar!

Sabar!

Sabar!

Clara berdiri dari tempat duduknya. Ternyata di kursi yang ia duduki ada permen karet yang melekat. Tentu saja yang melakukan itu adalah mahasiswanya yang super duper jahil.

Hahahaha ...

Mereka sudah tidak mampu menahan tawanya. Mereka tertawa terbahak-bahak. Bahkan saat Clara menatap mereka dengan tatapan menghunus.

"Oh, lucu bagi kalian!" kesal Clara, "Apakah hanya ini yang bisa kalian lakukan?" bentak Clara, membuat mereka terdiam.

"Puas kalian!" marah Clara.

"Siapa yang mengerjai saya?"

Mereka saling tunjuk.

Ck, dasar anak-anak bandel!

Oke, aku balas ya!

"Mereka, Bu!" Sofia menunjuk Ando cs sebagai biang masalah dikelasnya.

Oh, jadi kalian mau bermain-main denganku!

Clara tersenyum penuh arti. Dia berjalan ke arah Ando cs. Tiba-tiba Ia melayangkan tinjunya ke arah perut dan kaki Ando, menghajar Ando dan teman-temannya yang sudah mengerjai dirinya. Sementara mahasiswa yang lain terperanjat sekaligus terkejut.

Dan hebatnya, Clara sengaja tidak menyerang wajah mereka. Agar wajah mereka tidak terlihat jelas babak belur.

"Mau lagi?" Clara memelintir tangan Ando.

"Auw, Sakit, Bu!"

"Kapok!"

"I-iya, Bu! Maafkan ka-mi!"

"Cih! Memalukan! Hanya segitu kekuatan kamu!" Clara menepis kasar tangan Ando.

"Kalian itu datang kesini untuk belajar! Bukan untuk bermain-main! Jadi belajarlah dengan tekun!" seru Clara.

"Baik, Bu!" seru mereka serempak.

"Kasihan orang tua kalian yang sudah mengeluarkan uang banyak untuk membayar biaya kuliah kalian!"

"Iya, Kalau kalian anak orang kaya! Uang segitu tidak ada artinya! Tapi bagaimana kalau sebaliknya! Apakah kalian tidak iba dengan perjuangan orang tua kalian?" Mereka tertunduk.

"Ando, Tomy, Heru dan kalian semua! Karena kalian sudah mengerjai Ibu, jadi Ibu akan memberikan hukuman buat kalian!"

"A-pa? Hukuman apa, Bu? Kami kan sudah meminta maaf!"

"Cari referensi buku lainnya untuk materi pelajaran yang sudah saya ajarkan! Rakum semuanya dari awal sampai akhir! Kalian mengerti!"

"Jangan begitu dong, Bu! Kenapa kami harus dihukum? Kami bukan anak kecil, Bu!"

"Oh, kalian bukan anak kecil rupanya! Kalau begitu, kenapa sikap kalian seperti anak kecil? Pokoknya ibu nggak mau tahu, kerjakan atau saya beri kalian nilai C minus!"

"Iya, Iya, Bu. Kami kerjakan!" jawab mereka serempak.

"Huuuuuuh, rasain tuh!" cibir mahasiswa yang lain terkekeh.

"Jahil sih!" jawab satunya.

°°°°°°°°

Clara sudah mandi, dia memakai hodie warna biru tua. Dipadukan dengan celana jeans warna hitam. Rambutnya ia cepol satu. Masih dengan memakai kaca mata tebalnya.

Rencananya, dia ingin menemui Shane di cafe. Ada sesuatu yang penting harus dia bicarakan dengan Shane. Dia pun berpamitan dengan Bu Laura yang sedang menonton televisi.

Sampai di Cafe, Shane ternyata sudah datang lebih dulu. Dia melambaikan tangannya saat melihat Clara masuk. Clara pun langsung menuju meja Shane.

"Silahkan, Nona! Saya sudah memesankan makanan dan minuman untuk Anda!"

"Terimakasih, Shane!"

"Ada apa, Nona? Kenapa Anda minta bertemu?"

"Shane, Aku ingin bercerita sesuatu!"

"Ceritakan saja, Nona. Saya siap mendengarkan!"

"Kau tahu kan aku tinggal dengan Bu Laura!"

"Iya, Lalu?"

"Sepertinya Bu Laura sangat membenci Papa ku!"

"Kok bisa?"

"Mana aku tahu," jawab Clara sambil mengunyah daging sticknya.

"Mungkin Pak Bos nggak ngasih nafkah lahir batin kali!" ujarnya asal.

Hahahaha ...

PLAKKK ...

Tangan Clara memukul lengan Shane. Dia memberengut kesal.

"Bisa-bisanya ya kau bercanda di situasi seperti ini!"

Hehehehe ...

"Iya, Maaf, Nona!"

Clara menggelengkan kepalanya.

"Aku serius Shane!"

"Okey. Saya juga serius!"

Bersambung ....

Mana dukungannya??????

Terpopuler

Comments

agoes Rezha

agoes Rezha

kasian

2024-06-06

2

Mulan Jameela

Mulan Jameela

aku berikan bunga untuk ceritamu yang keren Thor.....

2022-09-29

1

Mulan Jameela

Mulan Jameela

ih, kepoooooo!!!🤣🤣

2022-09-29

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2 Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3 Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4 Bab 4 : Clara Lunoks
5 Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6 Bab 6 : Kabar dari Sane
7 Bab 7 : Kembali Mengajar
8 Bab 8 : Mencari Rafael 1
9 Bab 9 : Mencari Rafael 2
10 Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11 Bab 11 : Mengulik Informasi
12 Bab 12 : Motor Baru
13 Bab 13 : Tentang Rafael
14 Bab 14 : Tamu tak Diundang
15 Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16 Bab 16 : Kabar Kematian
17 Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18 Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19 Bab 19 : Dosen Cabul
20 Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21 Bab 21 : Empat Begal
22 Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23 Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24 Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25 Bab 25 : Tentang Bastian
26 Bab 26 : Penjahat Kelamin
27 Bab 27 : Eksekusi
28 Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29 Bab 29 : Penyerangan
30 Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31 Bab 31 : Tugas Dari Clara
32 Bab 32 : Mafia Liar
33 Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34 Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35 Bab 35 : Kencan 1
36 Bab 36 : Kencan 2
37 Bab 37 : Numpang Promo
38 Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39 Bab 39 : Kepergian Clara
40 Bab 40 : Perasaan Kecewa
41 Bab 41 : Finlandia
42 Bab 42 : Kekesalan Hati
43 Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44 Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45 Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46 Bab 46 : Penyerangan
47 Bab 47 : Clara anakmu
48 Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49 Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50 Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51 Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52 Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53 Bab 53 : Latihan Dansa
54 Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55 Bab 55 : Perkenalan
56 Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57 Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58 Bab 58 : Mendapat Restu
59 Bab 59 : Isi Hati Shane
60 Bab 60 : Di Begal
61 Bab 61 : Acara Lamaran
62 Bab 62 : Hari Pernikahan
63 Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64 Bab 64 : Malam Pertama 1
65 Bab 65 : Pesta Dansa
66 Bab 66 : Martin mati Kutu
67 Bab 67 : Malam Pertama 2
68 Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69 Bab 69 : Penculikan
70 Bab 70 : Mafia Queen 1
71 Bab 71 : Queen Mafia 2
72 Bab 72 : Queen Mafia 3
73 Bab 73 : Mencari Clara 1
74 Bab 74 : Mencari Clara 2
75 Bab 75 : Kedatangan Niko
76 Bab 76 : Promosi
77 Bab 77 : Mencintaimu
78 Bab 78 : Honey Moon 1
79 Bab 79 : Honey Moon 2
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2
Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3
Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4
Bab 4 : Clara Lunoks
5
Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6
Bab 6 : Kabar dari Sane
7
Bab 7 : Kembali Mengajar
8
Bab 8 : Mencari Rafael 1
9
Bab 9 : Mencari Rafael 2
10
Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11
Bab 11 : Mengulik Informasi
12
Bab 12 : Motor Baru
13
Bab 13 : Tentang Rafael
14
Bab 14 : Tamu tak Diundang
15
Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16
Bab 16 : Kabar Kematian
17
Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18
Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19
Bab 19 : Dosen Cabul
20
Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21
Bab 21 : Empat Begal
22
Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23
Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24
Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25
Bab 25 : Tentang Bastian
26
Bab 26 : Penjahat Kelamin
27
Bab 27 : Eksekusi
28
Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29
Bab 29 : Penyerangan
30
Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31
Bab 31 : Tugas Dari Clara
32
Bab 32 : Mafia Liar
33
Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34
Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35
Bab 35 : Kencan 1
36
Bab 36 : Kencan 2
37
Bab 37 : Numpang Promo
38
Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39
Bab 39 : Kepergian Clara
40
Bab 40 : Perasaan Kecewa
41
Bab 41 : Finlandia
42
Bab 42 : Kekesalan Hati
43
Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44
Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45
Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46
Bab 46 : Penyerangan
47
Bab 47 : Clara anakmu
48
Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49
Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50
Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51
Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52
Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53
Bab 53 : Latihan Dansa
54
Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55
Bab 55 : Perkenalan
56
Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57
Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58
Bab 58 : Mendapat Restu
59
Bab 59 : Isi Hati Shane
60
Bab 60 : Di Begal
61
Bab 61 : Acara Lamaran
62
Bab 62 : Hari Pernikahan
63
Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64
Bab 64 : Malam Pertama 1
65
Bab 65 : Pesta Dansa
66
Bab 66 : Martin mati Kutu
67
Bab 67 : Malam Pertama 2
68
Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69
Bab 69 : Penculikan
70
Bab 70 : Mafia Queen 1
71
Bab 71 : Queen Mafia 2
72
Bab 72 : Queen Mafia 3
73
Bab 73 : Mencari Clara 1
74
Bab 74 : Mencari Clara 2
75
Bab 75 : Kedatangan Niko
76
Bab 76 : Promosi
77
Bab 77 : Mencintaimu
78
Bab 78 : Honey Moon 1
79
Bab 79 : Honey Moon 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!