Bab 14 : Tamu tak Diundang

Clara memandangi rumah mewah bercat putih dan kuning gading itu. Dan tentunya sangat nyaman jika ditinggali. Namun, kenapa Rafael sampai tidak betah di rumah seperti itu? Itu yang menjadikan sebuah PR untuk Clara sendiri.

Clara dan Sofia masuk, setelah dipersilahkan masuk si empunya rumah. Bu Han terlihat ramah, sedangkan suaminya terlihat sangat judes. Lalat saja nggak akan mau melihat muka judesnya Pak Han.

Untung Rafael yang terlihat ganteng ikut Mamanya, coba kalau Bapaknya! batin Clara.

"Silahkan duduk!" Bu Han mempersilahkan Clara duduk. Clara pun duduk, di ikuti oleh Sofia.

"Terimakasih." Karena mendapat perlakuan yang ramah dari Bu Han, tentu Clara harus mengulas senyumnya dong!

"Ada apa Bu Dosen kemari?" tanya Pak Han sedikit ketus.

"Saya to the points saja, Pak Han! Pertama saya ingin meminta maaf karena kemarin saya sudah berbicara tidak sopan pada Anda! Dan yang kedua, Saya mohon, Anda jangan bersikap egois! Hanya masalah seperti ini, Anda langsung mengundurkan diri sebagai seorang donatur!" ujarnya.

"Wah, Wah! Anda sangat jujur sekali ya! Langsung ke inti masalahnya!" ucapnya tersenyum penuh arti.

"Tentu. Karena saya tipikal orang yang tidak suka berbelit-belit!" sahutnya.

"Tapi sayangnya jawaban yang akan saya berikan pada Ibu dosen, tidak sesuai harapan Ibu dosen!"

"Maksud Bapak?" Clara mengerutkan keningnya.

"Maksud saya sudah jelas. Saya sudah tidak mau menjadi donatur tetap kampus itu!" tegas Han.

Dasar pria tua bangka! Keras kepala!

"Dan Saya berencana memindahkan Rafael ke universitas luar negeri!" imbuhnya lagi.

Sofia yang sedari tadi hanya duduk diam mendengarkan obrolan kami, tiba-tiba saja terkejut.

Hhhhhhhhh, percuma bicara sopan dengan orang seperti itu!

Sabar Clara! Kamu harus sabar!

Sabar!

Sabar!

"Baiklah, jika memang itu keputusan Bapak! Saya juga tidak akan memaksa! Yang terpenting saya sudah meminta maaf. Bukankah yang muda harus meminta maaf terlebih dulu pada orang tua seperti Anda!" ujarnya, Han manggut -manggut sambil tersenyum, "Apalagi pada orang tua yang sudah bau tanah!" lirih Clara namun masih bisa didengar oleh pria tua itu.

Tiba-tiba Han mendelik kan matanya. Menatap tajam ke arah Clara. Kemudian Istrinya menarik lengan suaminya, dia tidak mau sampai suaminya memaki-maki seorang dosen perempuan.

"Sofia, Ayo kita pulang!" ajak Clara.

"Iya, Bu!"

"Permisi Pak Han, Bu Han! Kami pulang!"

"Silahkan! Hati-hati di jalan, Bu!" ucap Cynthia ramah. Sementara suaminya hanya membuang mukanya kesal.

_____

_____

Clara mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, namun tiba-tiba Sofia menepuk pundak Clara agar berhenti. Dengan sigap Clara pun menghentikan motor maticnya.

Ciiiieeeeeeetttt ..

"Ish, Ada apa sih?" gerutu dosennya.

"Bu, Saya berhenti di depan!"

"Kamu mau kemana?"

"Saya ada urusan, Bu!"

"Yakin turun disini?"

"Iya, Bu."

"Baiklah. Kamu hati-hati ya!"

"Terimakasih banyak ya, Bu!"

Dia hanya bisa melihat Sofia menaiki angkutan umum. Entah mau kemana anak itu. Clara pun memutuskan untuk pulang ke rumah.

____

____

Sofia mencari Rafael di basecamp nya. Hanya tempat itu, tempat ternyaman bagi Rafael.

"Rafael!" panggil Sofia melihat sang kekasih duduk melamun di atas atap.

"Sofia! Kemana saja kamu? Dari tadi aku berusaha menghubungimu!"

"Maafkan aku! Aku ada kelas siang!"

"Duduklah!"

Mereka terdiam sejenak. Kemudian Sofia menoleh ke arah kekasihnya. Dia pun berhambur ke pelukan Rafael. Terisak di sana. Di dada bidang Rafael. Tempat paling ternyaman.

"Tadi aku dan Bu Clara datang ke rumah mu!"

"Ke rumah! Untuk apa?"

"Bu Clara ingin meminta maaf pada Papamu! Dan Bu Clara juga membujuk Papamu untuk menjadi donatur lagi di kampus, tapi Papamu menolak!" jelas Sofia, "Apakah benar kau akan pindah ke luar negeri?" manik gadis itu meminta jawaban pasti dari kekasihnya.

"Itu. I-ya, Sofia," jawab Rafael tertunduk lesu, "Tapi aku tidak akan menuruti keinginan Papa. Aku akan tetap disini! Kau jangan khawatir!"

"Rafael, Papamu sangat berkuasa. Dia pasti akan menggunakan segala cara untuk membujuk mu atau paling nggak dia akan melakukan berbagai cara agar kamu mau menurutinya!"

"Kau tenang saja! Aku akan selalu ada di dekatmu!"

"Benarkah?"

"Tentu. Aku sayang kamu Sofia!"

"Aku juga!"

"Apapun yang terjadi, kita akan selalu bersama! Kita tidak terpisahkan! Kau ingat itu!" Sofia menganggukkan kepalanya. Dia sangat terharu mendengarkan kata-kata Rafael.

Rafael itu sosok yang penyayang. Meskipun terlihat urakan, sebenarnya dia pria yang baik. Dia hanya seorang anak yang kesepian. Kehadiran Sofia merubah segalanya. Dan merubah dunianya.

°°°°°°

Keesokkan Paginya

Clara memarkirkan kendaraannya di parkiran khusus dosen. Kemudian dia melihat Pak Bima, tentu Clara menyapanya dengan ramah. Begitu juga sebaliknya.

Sebenarnya Pak Bima lumayan ganteng. Tapi Clara pikir, ada sesuatu yang aneh dengan bujang lapuk itu. Jika diajak mengobrol, entah kenapa tatapannya selalu menunduk.

"Selamat pagi, Pak Bima!" sapa Clara

"Pagi, Bu Clara!"

"Wah, Pak Bima terlihat sangat senang hari ini!" ujarnya.

"Ah, Ibu tahu saja kalau saya sedang senang!" gelaknya.

"Habis dapat lotre ya, Pak!"

Hahahaha ...

"Ibu bisa saja!" kekehnya.

"Bu Clara!" panggil seseorang.

"Iya,"

"Ibu dipanggil Pak Rektor! Katanya penting!"

Ada apa ya?

"Okey, Okey, Bu Lidia! Saya langsung ke sana! Terimakasih banyak, Bu!"

"Iya, Bu!"

"Mari Pak Bima!" pamit Clara.

"Silahkan, Bu Clara!"

Dengan terburu-buru Clara mendatangi ruangan Fabyan. Banyak pertanyaan yang berputar-putar di dalam otaknya. Kenapa Pak Rektor tiba-tiba menginginkan dia untuk datang ke ruangannya. Apakah ini terkait masalah Rafael? Atau masalah yang lain!

Tok ... Tok ... Tok

"Masuk!" suara Fabyan dari dalam.

"Apakah Pak Rektor ada perlu dengan saya?"

"Iya, Bu! Silahkan duduk!" Fabyan mempersilahkan Clara duduk.

Clara melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Ternyata ada tamu di ruangan Pak Fabyan. Clara pun hendak menyapa tamu tersebut.

Namun betapa terkejut Clara, setelah mengetahui siapakah tamu yang sedang duduk itu.

"Bu Clara perkenalkan, Ini Pak Shane! Dia adalah kaki tangan dari pemilik Perusahaan LNX!"

"A-pa?"

Terkejut! Itulah yang sekarang sedang dirasakan Clara Lunoks. Bagaimana tidak terkejut. Dia berjumpa dengan Shane di sini. Di kota ini. Dan kampus ini.

"Perusahaan besar LNX adalah salah satu Perusahaan besar di Indonesia. Dan pimpinan Perusahaan tersebut bersedia menjadi donatur tetap kampus kita! Dan Pak Shane ini adalah asisten yang mengurus semua!" jelas Fabyan.

OMG! Berani-beraninya Shane melakukan sebuah tindakan tanpa meminta persetujuan dariku! Awas Kau ya!

"Lalu siapa pemilik Perusahaan LNX? Kenapa pemiliknya nggak langsung datang kemari?" sebuah pertanyaan jebakan dilontarkan Clara.

Hahaha ...

"Maaf, Bu Dosen! Pemilik Perusahaan kami sibuk. Jarang di Indonesia! Jadi, Saya adalah perwakilan beliau!"

Oh, pintar sekali Kau Shane! Apakah Kau sedang mengerjai ku Shane?

"Bu Dosen bisa memeriksa surat-suratnya! Semuanya asli! Kami tidak menipu!"

Hahahaha ...

Ternyata dia ingin bermain-main denganku!

Lucu sekali!

"Bagaimana Bu Clara?" tanya Fabyan.

"Eh, itu sih terserah Pak Fabyan saja! Karena Pak Fabyan kan putra pemilik kampus! Jadi mana berani saya yang memberikan keputusan!" jawabnya.

"Kalau begitu, baiklah! Kami menyetujuinya!" ucap Fabyan. Mereka pun saling berjabat tangan.

Shane terlihat bahagia. Kemudian mengulas senyum di bibirnya. Dia melempar pandangannya ke arah Clara. Mengedipkan satu matanya, memberi kode bahwa rencananya sudah berhasil.

"Ck."

To be continued .....

Terpopuler

Comments

Firman Firman

Firman Firman

lnjut

2024-06-28

1

Natalia Luis Naik0fi

Natalia Luis Naik0fi

Si Clara msa mafia ko trllu lemot

2024-06-03

0

Daniela Whu

Daniela Whu

knp clara jd lemot otakx... suruh sj shean cari tau perusahanx pak han lalu hancurkan diam" beres kan kl gk mau jd donatur lg kan ada kmu yg super kaya... shen sruh nyamar jd donatur baru gitu lo

2023-05-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2 Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3 Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4 Bab 4 : Clara Lunoks
5 Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6 Bab 6 : Kabar dari Sane
7 Bab 7 : Kembali Mengajar
8 Bab 8 : Mencari Rafael 1
9 Bab 9 : Mencari Rafael 2
10 Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11 Bab 11 : Mengulik Informasi
12 Bab 12 : Motor Baru
13 Bab 13 : Tentang Rafael
14 Bab 14 : Tamu tak Diundang
15 Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16 Bab 16 : Kabar Kematian
17 Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18 Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19 Bab 19 : Dosen Cabul
20 Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21 Bab 21 : Empat Begal
22 Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23 Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24 Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25 Bab 25 : Tentang Bastian
26 Bab 26 : Penjahat Kelamin
27 Bab 27 : Eksekusi
28 Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29 Bab 29 : Penyerangan
30 Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31 Bab 31 : Tugas Dari Clara
32 Bab 32 : Mafia Liar
33 Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34 Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35 Bab 35 : Kencan 1
36 Bab 36 : Kencan 2
37 Bab 37 : Numpang Promo
38 Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39 Bab 39 : Kepergian Clara
40 Bab 40 : Perasaan Kecewa
41 Bab 41 : Finlandia
42 Bab 42 : Kekesalan Hati
43 Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44 Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45 Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46 Bab 46 : Penyerangan
47 Bab 47 : Clara anakmu
48 Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49 Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50 Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51 Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52 Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53 Bab 53 : Latihan Dansa
54 Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55 Bab 55 : Perkenalan
56 Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57 Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58 Bab 58 : Mendapat Restu
59 Bab 59 : Isi Hati Shane
60 Bab 60 : Di Begal
61 Bab 61 : Acara Lamaran
62 Bab 62 : Hari Pernikahan
63 Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64 Bab 64 : Malam Pertama 1
65 Bab 65 : Pesta Dansa
66 Bab 66 : Martin mati Kutu
67 Bab 67 : Malam Pertama 2
68 Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69 Bab 69 : Penculikan
70 Bab 70 : Mafia Queen 1
71 Bab 71 : Queen Mafia 2
72 Bab 72 : Queen Mafia 3
73 Bab 73 : Mencari Clara 1
74 Bab 74 : Mencari Clara 2
75 Bab 75 : Kedatangan Niko
76 Bab 76 : Promosi
77 Bab 77 : Mencintaimu
78 Bab 78 : Honey Moon 1
79 Bab 79 : Honey Moon 2
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2
Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3
Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4
Bab 4 : Clara Lunoks
5
Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6
Bab 6 : Kabar dari Sane
7
Bab 7 : Kembali Mengajar
8
Bab 8 : Mencari Rafael 1
9
Bab 9 : Mencari Rafael 2
10
Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11
Bab 11 : Mengulik Informasi
12
Bab 12 : Motor Baru
13
Bab 13 : Tentang Rafael
14
Bab 14 : Tamu tak Diundang
15
Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16
Bab 16 : Kabar Kematian
17
Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18
Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19
Bab 19 : Dosen Cabul
20
Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21
Bab 21 : Empat Begal
22
Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23
Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24
Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25
Bab 25 : Tentang Bastian
26
Bab 26 : Penjahat Kelamin
27
Bab 27 : Eksekusi
28
Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29
Bab 29 : Penyerangan
30
Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31
Bab 31 : Tugas Dari Clara
32
Bab 32 : Mafia Liar
33
Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34
Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35
Bab 35 : Kencan 1
36
Bab 36 : Kencan 2
37
Bab 37 : Numpang Promo
38
Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39
Bab 39 : Kepergian Clara
40
Bab 40 : Perasaan Kecewa
41
Bab 41 : Finlandia
42
Bab 42 : Kekesalan Hati
43
Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44
Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45
Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46
Bab 46 : Penyerangan
47
Bab 47 : Clara anakmu
48
Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49
Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50
Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51
Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52
Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53
Bab 53 : Latihan Dansa
54
Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55
Bab 55 : Perkenalan
56
Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57
Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58
Bab 58 : Mendapat Restu
59
Bab 59 : Isi Hati Shane
60
Bab 60 : Di Begal
61
Bab 61 : Acara Lamaran
62
Bab 62 : Hari Pernikahan
63
Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64
Bab 64 : Malam Pertama 1
65
Bab 65 : Pesta Dansa
66
Bab 66 : Martin mati Kutu
67
Bab 67 : Malam Pertama 2
68
Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69
Bab 69 : Penculikan
70
Bab 70 : Mafia Queen 1
71
Bab 71 : Queen Mafia 2
72
Bab 72 : Queen Mafia 3
73
Bab 73 : Mencari Clara 1
74
Bab 74 : Mencari Clara 2
75
Bab 75 : Kedatangan Niko
76
Bab 76 : Promosi
77
Bab 77 : Mencintaimu
78
Bab 78 : Honey Moon 1
79
Bab 79 : Honey Moon 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!