Bab 5 : Hari Pertama Mengajar

Kampus

Clara berjalan dengan santai. Tentu saja masih memakai kacamata tebalnya. Menjadi sebuah perhatian di kampus. Termasuk mahasiswa cowok, yang berusaha menggoda atau mengejek. Dia tidak perduli.

Menyapa beberapa dosen. Dan menyapa rektor tampan yang sangat mempesona. Entah kenapa jika didekati olehnya jantungnya berdegup dengan kencang. Biasanya juga pria-pria yang mendekati dirinya, tidak pernah sekalipun membuatnya berdetak seperti ini. Clara merutuki jantungnya sendiri.

Ck, benar-benar memalukan!

"Selamat pagi, Bu Clara!" sapa Byan. Berhenti sebentar untuk menyapa Clara. Lalu berjalan kembali menuju ruangannya.

Siapa coba yang tidak terpesona dengannya? Saat menyapa saja, membuat hatiku meleleh!

Ish, Apa yang kau pikirkan Clara? Kau ini seperti tidak pernah melihat pria tampan saja! gerutunya sambil memukul pelan otaknya yang sedikit koslet.

Tapi dia memang sangat tampan sih!

"Hayo! Lagi terpesona sama Pak Rektor ya!" suara itu membuat Clara terkejut. Dia menoleh ke arah sumber suara itu, kemudian mencebikkan bibirnya hingga lima centi.

"Sofia!"

"Hehehehe."

"Pak Rektor itu memang tampan. Dan ketampanannya memang tidak diragukan kembali. Tapi sayang ... !"

"Sayang kenapa?"

"Dia sudah punya calon istri."

"Hehehehe. Memangnya itu penting bagi saya!" jawab Clara seraya berlalu pergi. Sofia mengejar Clara dibelakangnya.

"Pak Rektor itu selain tampan, keluarganya adalah pemilik kampus ini!" ujar Sofia membuat langkah Clara terhenti.

"Jadi dia anak pemilik kampus ini?"

Sofia menganggukkan kepalanya.

"Tapi Ibu jangan coba-coba jatuh cinta pada Pak Rektor. Kalau tidak mau berurusan dengan calon istri Pak Rektor yang super galak itu!"

"Ck," Clara mencebik kesal.

Siapa coba yang jatuh cinta? Aku ini hanya sedikit terpesona dengan keramahan Pak Rektor saja!

"Cepat masuk! Nanti Kau terlambat!"

Clara memasuki ruangan dosen. Semua dosen di sana menyapanya dengan ramah. Termasuk Pak Bima.

Pria lajang yang sering dipanggil bujang lapuk ini terus memperhatikannya. Clara mengulas senyum manis, sebagai awal keramah tamahan sesama dosen. Pak Bima pun membalas senyuman itu.

Dia mengambil beberapa buku, dan sebentar mempelajarinya. Meskipun pernah duduk di bangku kuliah, dia sedikit lupa dengan apa yang dipelajarinya. Maklumlah, dunia hitam sudah mengubah cara pandang dan berpikir seseorang.

Clara termasuk wanita yang cerdas. Sebentar belajar, cukup ilmu yang akan dia bagikan hari ini untuk kelasnya nanti. Setidaknya hari ini akan menjadi awal yang baik selama menjadi seorang dosen.

Clara masuk ke kelasnya. Menarik nafas dalam-dalam, dan mengeluarkannya. Ah, apakah karena gugup. Perutnya terasa mulas. Dia menggerutu sendiri di dalam hati.

"Selamat pagi anak-anak!" sapanya.

"Selamat pagi, Bu!"

"Kalian sudah mengenal saya bukan?"

"Iya, Bu."

"Karena sudah mengenal saya, kita tidak perlu berkenalan lagi. Oke!" serunya kepada semua mahasiswa dan mahasiswa di kelasnya, "Sekarang kalian buka buku kalian halaman 126, dan saya akan menjelaskan sedikit disini!"

Layaknya seorang yang profesional, Clara mengajar di depan mahasiswa dan mahasiswinya. Untung, dia pernah menjadi pelatih beladiri. Jadi tidak sulit untuknya untuk bersosialisasi dengan banyak orang.

Cara mengajarnya yang santai dan mudah dimengerti banyak anak didiknya yang bisa menerima materi yang diajarkan oleh sang dosen. Dua jam pelajaran dia memberikan materi. Akhirnya kelas selesai juga.

Ah, lelahnya!

Clara menyenderkan tubuhnya di kursi. Menarik otot-ototnya. Sedikit menyeka keringat yang mengalir di dahi. Dan itu keringat yang dihasilkan karena andrenalin nya merasa tertantang di dalam kelas.

Ya Ampun. Aku harusnya menjadi guru bela diri atau pelatih menembak. Kenapa harus jadi dosen sih?

"Wah, Ibu hebat! Dalam sekejap mereka menyukai Ibu!" ucap Sofie mendekat ke arahnya.

Aku baru sadar ternyata Sofia adalah anak didiknya juga!

"Sofia! Ternyata kau mahasiswi ku?"

"Iya, Bu." kekehnya, "Iya sudah. Sofia gabung sama teman-teman ya, Bu!"

"Tunggu! Kamu mau nyamperin pacar kamu!"

"Hehehe. Iya, Bu!"

"Sofia, Kamu harus dengar pesan Ibumu! Kamu tidak boleh terlalu dekat dengan cowok seperti ... !"

"Rafael. Maksud ibu!"

"Yups."

"Bu, dia itu cowok saya. Jadi kemanapun dia pergi saya akan mengikutinya!"

"Melompat ke sumur sekalipun!" seru Clara, "Jika memang dia itu cowok kamu, harusnya mengajarimu sesuatu yang positif. Bukan malah mengajakmu tawuran atau sebagainya!"

"Ingat, Sofia. Di belakang kamu ada seorang ibu yang menaruh harapan besar padamu. Apakah Kau tega mengecewakannya?"

Sofia menoleh ke arah Clara. Sedikit ada rasa bersalah di hati Sofia. Matanya sedikit berair, tapi, dia mengusapnya dengan cepat.

"Ibu tidak tahu kehidupan seperti apa yang saya jalani! Sejak dulu, hidup saya sudah susah. Dihina dan dicaci maki, adalah makanan keseharian saya. Hanya mereka yang mau menerima saya dengan tangan terbuka. Rafael dan juga teman-temannya!" seru Sofia. Kemudian dia berlalu begitu saja, meninggalkan Clara yang menatap kepergian adiknya.

Ada apa ini? Kenapa seolah-olah dia hidup sangat menderita? Aku harus mencari tahu!

Kelas mengajar selesai. Clara bersiap-siap untuk pulang. Dia melangkahkan kakinya keluar kantor dosen. Saat melewati gedung olahraga, dia dikejutkan dengan suara rintihan seseorang. Clara mendekat ke arah gedung olahraga tersebut, namun tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.

"Bu Clara!"

"Pak Bima."

Heran? Itu yang sekarang ada di otaknya. Bagaimana bisa tiba-tiba ada Pak Bima dibelakangnya. Clara sedikit menautkan kedua alisnya mencari sebuah jawaban.

"Anda sedang apa?"

"Tadi saya mendengar suara rintihan, Pak. Apakah Anda mendengarnya juga?"

"Ti-tidak. Saya tidak mendengarkan apapun!"

"Benarkah?"

"Saya memang tidak mendengarkan suara apapun, Bu! Sebaiknya Ibu pulang!"

"Baiklah."

Clara memutar tubuhnya pergi menjauh dari gedung tersebut. Dia jelas mendengar ada suara, tapi, Pak Bima bilang tidak ada. Ah, biarlah ...

Clara menunggu ojek online yang dipesannya tidak kunjung datang. Dia mendengus sangat kesal.

Sepertinya aku harus membeli motor ataupun mobil. Tapi jika aku membeli mobil, mau ditaruh di mana? Sedangkan rumah Sofia masuk gang. Mungkin motor untuk saat ini cocok untukku!

Tin ... Tin ... Tin

Suara klakson mobil membuyarkan lamunannya. Membuat dia sedikit terkejut. Seorang pria berkacamata hitam turun dari mobil tersebut.

"Bu Clara belum pulang?" tanya pria itu. Setelah kacamatanya dilepas ternyata Fabyan.

"Pak Fabyan." Entah kenapa jika berdekatan dengannya detak jantungku mau copot.

Sebaiknya aku periksakan ke Dokter? Tapi Dokter apa yang bisa mengobati jantung yang akan copot? Apakah ada Dokter yang seperti itu?

Hahhhhhhh ...

"Bu Clara!" panggilnya lagi.

"Eh, Pak Fabyan."

"Bu Clara, sedang menunggu angkutan?"

"Saya sedang menunggu ojek online, Pak. Tapi nggak datang-datang!"

"Oh, begitu. Kalau memang lama biar saya antar saja!"

"Nggak usah, Pak. Saya nggak mau merepotkan Bapak!"

Berhadapan saja jantungku sudah berdetak kencang, apalagi kalau berlama-lama di dalam mobil. Aku bisa mati karena penyakit jantung.

Clara menyeka keringatnya lagi!

"Beneran nggak mau?"

"Iya, Pak. Kasihan juga nanti Abang ojeknya, sudah dipesan malah dibatalkan!"

"Baiklah kalau begitu!"

"Sepertinya ibu bukan orang sini ya?"

"A-pa?" wajah Clara nampak pias.

"Terlihat dari dialeknya, Ibu bukan orang sini!"

Hahahaha ...

Aku hanya tersenyum kecut!

"Saya memang bukan orang sini, Pak!"

"Iya, Sudah. Saya pulang duluan, sampai jumpa lagi!"

"Iya, Pak."

Ihhhhhhhh. Bikin deg-degan saja!

Bersambung ...

Terpopuler

Comments

Khoerun Nisa

Khoerun Nisa

dri tdi sllu bilang..aku harus mencari tau..nyatanya ko belum mulai nyari taunya

2024-07-22

2

Firman Firman

Firman Firman

lnjut

2024-06-28

0

Osie

Osie

fabyan dekan kali ya thor..krn mainnya di fakultas..rektor kan jarang ketemu dosen..palingan kalau dosen ke biro rektor baru dah bs ketemu rektor..maaf ini thor..rektor itukan bos sebuah kampus yg melingkupi beberapa fakultas kan/Pray//Pray/

2024-02-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2 Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3 Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4 Bab 4 : Clara Lunoks
5 Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6 Bab 6 : Kabar dari Sane
7 Bab 7 : Kembali Mengajar
8 Bab 8 : Mencari Rafael 1
9 Bab 9 : Mencari Rafael 2
10 Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11 Bab 11 : Mengulik Informasi
12 Bab 12 : Motor Baru
13 Bab 13 : Tentang Rafael
14 Bab 14 : Tamu tak Diundang
15 Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16 Bab 16 : Kabar Kematian
17 Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18 Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19 Bab 19 : Dosen Cabul
20 Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21 Bab 21 : Empat Begal
22 Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23 Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24 Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25 Bab 25 : Tentang Bastian
26 Bab 26 : Penjahat Kelamin
27 Bab 27 : Eksekusi
28 Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29 Bab 29 : Penyerangan
30 Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31 Bab 31 : Tugas Dari Clara
32 Bab 32 : Mafia Liar
33 Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34 Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35 Bab 35 : Kencan 1
36 Bab 36 : Kencan 2
37 Bab 37 : Numpang Promo
38 Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39 Bab 39 : Kepergian Clara
40 Bab 40 : Perasaan Kecewa
41 Bab 41 : Finlandia
42 Bab 42 : Kekesalan Hati
43 Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44 Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45 Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46 Bab 46 : Penyerangan
47 Bab 47 : Clara anakmu
48 Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49 Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50 Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51 Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52 Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53 Bab 53 : Latihan Dansa
54 Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55 Bab 55 : Perkenalan
56 Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57 Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58 Bab 58 : Mendapat Restu
59 Bab 59 : Isi Hati Shane
60 Bab 60 : Di Begal
61 Bab 61 : Acara Lamaran
62 Bab 62 : Hari Pernikahan
63 Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64 Bab 64 : Malam Pertama 1
65 Bab 65 : Pesta Dansa
66 Bab 66 : Martin mati Kutu
67 Bab 67 : Malam Pertama 2
68 Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69 Bab 69 : Penculikan
70 Bab 70 : Mafia Queen 1
71 Bab 71 : Queen Mafia 2
72 Bab 72 : Queen Mafia 3
73 Bab 73 : Mencari Clara 1
74 Bab 74 : Mencari Clara 2
75 Bab 75 : Kedatangan Niko
76 Bab 76 : Promosi
77 Bab 77 : Mencintaimu
78 Bab 78 : Honey Moon 1
79 Bab 79 : Honey Moon 2
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1 : Pembantaian (Tahap Revisi)
2
Bab 2 : Mendadak Dosen ( Proses Revisi)
3
Bab 3 : Mencari Tempat Tinggal
4
Bab 4 : Clara Lunoks
5
Bab 5 : Hari Pertama Mengajar
6
Bab 6 : Kabar dari Sane
7
Bab 7 : Kembali Mengajar
8
Bab 8 : Mencari Rafael 1
9
Bab 9 : Mencari Rafael 2
10
Bab 10 : Aksi Penyelamatan
11
Bab 11 : Mengulik Informasi
12
Bab 12 : Motor Baru
13
Bab 13 : Tentang Rafael
14
Bab 14 : Tamu tak Diundang
15
Bab 15 : Siapa yang berbicara dengan Clara?
16
Bab 16 : Kabar Kematian
17
Bab 17 : Pertemuan Anggota Klan
18
Bab 18 : Penyelidikan Polisi
19
Bab 19 : Dosen Cabul
20
Bab 20 : Siapa Tiga Saudara itu?
21
Bab 21 : Empat Begal
22
Bab 22 : Rumah Mewah Fabyan
23
Bab 23 : Party Ke-tiga Bersaudara
24
Bab 24 : Kepergian Tiga Bersaudara
25
Bab 25 : Tentang Bastian
26
Bab 26 : Penjahat Kelamin
27
Bab 27 : Eksekusi
28
Bab 28 : Ajakan Makan Malam
29
Bab 29 : Penyerangan
30
Bab 30 : Cerita Masa Lalu
31
Bab 31 : Tugas Dari Clara
32
Bab 32 : Mafia Liar
33
Bab 33 : Perasaan Apa ini?
34
Bab 34 : Tak Bisa Tidur
35
Bab 35 : Kencan 1
36
Bab 36 : Kencan 2
37
Bab 37 : Numpang Promo
38
Bab 38 : Fakta Yang Terungkap
39
Bab 39 : Kepergian Clara
40
Bab 40 : Perasaan Kecewa
41
Bab 41 : Finlandia
42
Bab 42 : Kekesalan Hati
43
Bab 43 : Tertangkapnya Bu Laura dan Sofia
44
Bab 44 : Apakah Kau cemburu?
45
Bab 45 : Pesan Dari Bastian
46
Bab 46 : Penyerangan
47
Bab 47 : Clara anakmu
48
Bab 48 : Markas Besar Black Rose
49
Bab 49 : Kehormatan Yang Terkoyak
50
Bab 50 : Perasaan Yang Menghangat
51
Bab 51 : Kecantikan Tersembunyi
52
Bab 52 : Pasangan Menghancurkan
53
Bab 53 : Latihan Dansa
54
Bab 54 : Aku perkenalkan Kau!
55
Bab 55 : Perkenalan
56
Bab 56 : Bertemu Papa Bastian
57
Bab 57 : Perkenalan Dengan Ortu
58
Bab 58 : Mendapat Restu
59
Bab 59 : Isi Hati Shane
60
Bab 60 : Di Begal
61
Bab 61 : Acara Lamaran
62
Bab 62 : Hari Pernikahan
63
Bab 63 : Apakah kau mencintainya?
64
Bab 64 : Malam Pertama 1
65
Bab 65 : Pesta Dansa
66
Bab 66 : Martin mati Kutu
67
Bab 67 : Malam Pertama 2
68
Bab 68 : Apakah Benar Dia?
69
Bab 69 : Penculikan
70
Bab 70 : Mafia Queen 1
71
Bab 71 : Queen Mafia 2
72
Bab 72 : Queen Mafia 3
73
Bab 73 : Mencari Clara 1
74
Bab 74 : Mencari Clara 2
75
Bab 75 : Kedatangan Niko
76
Bab 76 : Promosi
77
Bab 77 : Mencintaimu
78
Bab 78 : Honey Moon 1
79
Bab 79 : Honey Moon 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!