...🍀🍀🍀...
Brugh!
Tiba-tiba saja Roselia sudah jatuh terduduk di lantai, kakinya tiba-tiba lemas. Pikirannya melayang kemana-mana, entah apa yang Stella campurkan pada minuman itu. Dia tidak tahu bahwa Stella akan melakukan hal sampai sejauh ini.
"Tampan...tolong aku..." Roselia merentangkan kedua tangannya, dia menatap Mikhael dengan memelas.
Saat itu keadaan sedang sepi, memang lorong itu sengaja di kosongkan atas perintah Mikhael. Dia tidak muncul di pesta karena kesal dengan ayahnya, dia sempat bertengkar dengan ayahnya.
"Kau mau lehermu ku patahkan?!" Ancam Mikhael pada wanita itu.
"Tampan...tolong aku, cepat...tubuhku lemas sekali." dessah wanita itu seraya menatap Mikhael.
Mikhael yang dingin, langsung melempar sepatu heels milik Roselia ke lantai. Dia tampak marah pada Roselia yang beraninya melempar sepatu ke kepalanya. Mikhael yang sangat berharga dan calon raja di negeri itu, apa Roselia tidak takut mati?
"Kau sudah gila!"
Pria itu menggelengkan kepalanya, dia pun melangkah pergi meninggalkan Roselia. Namun tiba-tiba saja dia dikagetkan dengan pelukan di belakang punggungnya, bahkan ada dua kali melingkar di tubuhnya. Roselia seperti monyet bergelantung di belakang punggung Mikhael.
"Hey! Apa yang kau lakukan? Dasar wanita monyet!" Mikhael memegang tangan Roselia yang melingkar di lehernya, saat ini kemarahannya sudah memuncak pada Roselia. "Masih untung kau tidak ku penggal, kau masih berani bersikap kurang ajar padaku!" teriak Mikhael emosi. "Lepaskan aku wanita monyet! Lepaskan!"
"Diamlah Frans! Biarkan aku mengerjaimu sedikit,"
"Auw!!" Mikhael meringis ketika gigi Roselia menggigit telinganya. Bahkan tangan Roselia semakin erat memegang Mikhael, kakinya juga begitu.
Tak cukup dengan berada di punggungnya, menggigit telinganya, Roselia juga melakukan hal yang paling dibenci oleh Mikhael. "Frans aku membencimu, karenamu aku harus berada disini! Aku benci kau!"
"Hey nona! Aku bersumpah akan MEMBUNUHMU sekarang juga kalau kau tidak turun dan meminta maaf padaku dengan cara berlutut, mencium di kakiku!" ancam Mikhael mendengus marah.
"Uwekk...."
Mikhael terperangah ketika baju kebesarannya terkena muntahan gadis itu. Matanya melebar, dia ingin marah tapi kepalanya sudah pusing karena muntahan itu. Tubuhnya dan tubuh Roselia pun ambruk di lantai.
"Aaakhh...leganya." Roselia memegang perutnya dengan perasaan lega. Kondisi gaun, rambut dan wajahnya sudah abstrak. Wajarlah, wanita mabuk tidak mungkin sadar akan hal itu.
"Kau... benar-benar monyet! Wanita iblis..." Mikhael menahan rasa mualnya melihat muntahan itu di bajunya. "Uwek..."
"Yang mulia!!" Pierre terlihat berlari menghampiri Mikhael dengan buru-buru dengan wajah panik. "A-apa yang terjadi yang mulia?" Mata Pierre terbuka lebar melihat bekas muntahan di baju Mikhael, dia tau bahwa putra mahkotanya itu sangat cinta dengan kebersihan.
"Bawa wanita ini ke kamarku sekarang juga!" teriak Mikhael memerintah.
Aku akan memberimu pelajaran, dasar kau wanita sialan. Mikhael merutuki Roselia didalam hatinya.
"Tapi bagaimana dengan pestanya?"
"Bawa dulu saja dia ke kamar!" teriak Mikhael murka.
Pierre membawa Roselia yang sudah tidak sadarkan diri dengan susah payah, Mikhael juga pergi bersamanya. Mereka bertiga pun sampai di kamar Mikhael yang megah, Roselia pun dibaringkan diatas ranjang itu.
Pierre heran mengapa Mikhael menyuruhnya membaringkan Roselia di atas ranjang yang tidak pernah tersentuh oleh orang lain selain dirinya. Padahal gadis itu sudah membuatnya marah.
"Pierre!"
"Ya yang mulia."
"Aku ingin informasi tentang gadis ini sekarang juga!" titah Mikhael pada Pierre.
"Ba-baaik yang mulia."
Wah nona, nasibmu sangat BERUNTUNG. Bersiaplah dengan akhir yang mengenaskan.
Pierre sempat melirik Roselia yang dengan santainya tidur di kasur empuk milik Mikhael lalu dia pergi dari sana. Sementara itu Mikhael pergi ke kamar mandi dengan kesal dan membersihkan tubuhnya selama berkali-kali.
"Wanita monyet itu...aku akan membunuhnya!" gerutu Mikhael sambil membersihkan tubuhnya lagi entah untuk ke berapa kalinya.
*****
Sementara itu di pesta, Stella berjalan kesana-kemari dan membuat Doris kesal. "Sebenarnya apa yang kau cari Stella? Kenapa kau pergi kesana kemari?"
"Eungh...aku mencari nona Roselia."
Dimana yang mulia putra mahkota? Dia memiliki rambut merah, tapi aku tidak melihat pria yang berambut merah itu.
"Alasan saja, kau ingin mencari pria-pria untuk tebar pesona seperti barusan kan?"
"Doris...kenapa kau selalu berpikiran negatif padaku?" Stella memperlihatkan wajahnya yang memelas, suaranya lembut sekali.
Doris menatap Stella dengan curiga, dia tau Stella ini orang yang bermuka dua. "Stella, lebih baik kita pergi dari sini! Nona Roselia pasti baik-baik saja di dalam pesta. Kita hanya pelayan dan kita harus tau status kita." tegas Doris lalu menarik tangan Stella dan mereka pun pergi dari sana. Terlihat Stella yang tidak rela karena dia belum menemukan keberadaan putra mahkota, padahal dia ingin menggodanya.
*****
Roselia melihat dinding-dinding langit kamar yang dihiasi lampu gantung berwarna putih dan juga suasana yang asing. "Aduh kepalaku....sial sekali! Aku akan memberimu pelajaran Stella!"
Begitu Roselia bangkit dan duduk diatas ranjang asing itu, dia melihat seorang pria tertidur dengan keadaan bertelanjang dada disampingnya. "Kyaaakkk!!!" Pekik Roselia terkejut.
"Oh, kau sudah bangun rupanya? Nona Roselia Edenbell?" Mikhael tersenyum menyeringai, dia pun beranjak duduk.
"Kau siapa? A-aku ada dimana?" tanya gadis itu bingung sambil memperhatikan rambut merah Mikhael yang unik.
Tunggu...rambut merah? Apakah dia mungkin--
"Kau ada di kamarku dan kita telah melalui satu jam yang panas barusan dan kau harus bertanggungjawab, wanita monyet!" Ucap Mikhael dengan seringai licik diwajahnya.
"A-APA?!!"
...****...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
༄ᴵᵏᵏQuenzyᥫ᭡
ini akal akalan saja biar roselia terikat mungkin
2024-12-17
1
Siti Jufrah
hah??? beneran udah ngelakuin begituan??? 🤔🤔🙁
2022-12-30
1
Nanda Lelo
licik juga nih putra mahkota
2022-11-03
4