...🍀🍀🍀...
Gadis itu tidak terima dengan ucapan para petugas keamanan yang menghinanya pembawa sial. Padahal hanya tubuhnya saja yang Roselia, jiwanya Ariana. Tapi gadis itu merasakan kesedihan Roselia dan menjadi Roselia.
Roselia menatap tajam pada dua petugas keamanan itu. "Memang kenapa kalau aku putri penjahat?" tanyanya dengan suara meninggi.
Si petugas gemuk itu melotot kepada Roselia. "Kau benar-benar tidak tahu diri ya. Kenapa kau bertanya pada kami seperti itu? Kau harusnya tau kenapa kami memperlakukanmu seperti ini!
"Iya benar, gadis ini benar-benar tidak tahu diri...jika bukan karena Baginda raja membiarkanmu hidup, kau pasti sudah mati sama seperti ayahmu."
"Kalian...beraninya pada nona saya!" Doris marah pada dua orang petugas itu karena sudah menghina Roselia.
"Memangnya apa yang aku lakukan? Bukankah aku adalah seorang wanita, aku adalah warga negeri ini...mengapa aku diperlakukan seperti ini? Apa salahku? Apa karena ayahku seorang penjahat? Tapi aku kan tidak jahat, mengapa kalian begini?" Roselia berdecih, masih dengan atensi tajamnya pada dua petugas itu.
"Ya...itu benar, guru tidak bersalah kenapa dia harus menerima semua ini." salah seorang pria yang tadi dihajar oleh Roselia membela gadis itu.
"Ayahnya yang penjahat, guru itu tidak jahat!" kata pria lainnya membela Roselia.
Ketiga pria itu menjadi bodoh dan konyol, memanggil Roselia guru. Sontak saja Doris dan pria yang masih berada di atap itu menahan tawa sekuat tenaga.
"Hey! Siapa yang kalian panggil guru?! Aku bukan guru!" teriak Roselia sambil menggulung lengan gaunnya yang panjang sampai ke sikut. Gayanya seperti preman, dibalik wajah cantiknya itu. "Dan kau... seharusnya kau berlaku sesuai dengan pangkatmu, kau seorang petugas keamanan bukan? Kau tau apa tugasmu? Melindungi, membantu, siapapun yang bukan dan berada di dalam bahaya...bukannya mengabaikan mereka. Tidak peduli siapapun dan bagaimanapun orang itu, semua orang di mata tuhan itu sama. Tidak ada perbedaan, kenapa kalian harus membeda-bedakan status manusia yang satu dengan yang lainnya seperti itu? Memangnya kalian tuhan? Punya hak apa kalian begini?"
Sungguh! Perkataan gadis itu membuat semua orang yang ada di sana bergidik ngeri dan menusuk amat tajam ke dalam relung hati mereka yang terdalam.
"Kalau tidak mau bantu, ya sudah pergi saja dari sini! Aku juga bisa menyelesaikan urusanku sendiri, tanpa bantuan kalian petugas tidak berguna." ucap Roselia ketus.
Kedua petugas keamanan itu pun pergi dengan kepala tertunduk tanpa bicara apa-apa. Entah mungkin ucapan Roselia membuat mereka kena mental. Kini hanya tersisa Roselia, Doris, si anak laki-laki dan ketiga pria dewasa yang berhasil ditaklukkan oleh Roselia disana.
Dengan cepat dan bijaksana, Roselia menyelesaikan masalah diantara si anak laki-laki itu dan ketiga pria dewasa yang sebelumnya menindas dirinya. Tak lupa mereka berkenalan. Si anak laki-laki bernama Anthony, bos preman Gerry, antek-anteknya adalah Rowan dan Erik.
"Sebutlah kami ini adalah tiga sekawan,"
"Trio tak takut mati!" kata Rowan semangat.
Ketiga pria itu saling mengalungkan tangan di leher masing-masing. Mereka tersenyum bangga dengan nama trio tak takut mati itu.
"Haha..." Doris tertawa melihat ketiga orang itu. "Nona...mereka benar-benar lucu." Doris sampai bergelanyut di tubuh Roselia karena menahan tawa.
"Doris, hentikan itu!"
"Guru...apa perlu kami singkirkan wanita bau ini?" tanya Gerry dengan lirikan tajam pada Doris.
"Kalau kau berani menyentuhnya, maka kau akan mati ditanganku!" Ancam Roselia dengan menunjukkan tinjunya pada Gerry.
Mereka yang berbadan besar itu takut pada ancaman Roselia yang badannya kecil. Setelah serangan kungfu ala Jackie Chan yang di lakukan Roselia pada mereka bertiga.
Roselia meminta agar si trio preman abal-abal untuk meminta maaf pada Anthony karena mereka sudah menindasnya. "Maaf guru, kami tidak bisa meminta maaf padanya!"
"Pantang bagi kami mau minta maaf kepada seseorang yang usianya lebih mudah daripada kami."
"Oh, jadi ada aturan seperti itu untuk meminta maaf kepada seseorang? Dengarkan aku tuan-tuan yang baik, tidak ada batasan usia untuk meminta maaf pada seseorang, jika seseorang itu bersalah maka harus meminta maaf kepada yang bersalah, tidak peduli berapapun usia mereka dan kepada siapa mereka meminta maaf. Kalian sudah dewasa, bukan? Kalian menindas anak yang tidak bersalah, menurutku kalian harus minta maaf."
Astaga, pertemuan ini bahkan tidak ada dalam novel. Kenapa aku harus bertemu dengan mereka berempat?
Mendengar ceramah Roselia yang panjang lebar itu, membuat Rowan, Gerry dan Erik terdiam sejenak. "Kami akan meminta maaf jika guru bersedia mengajari guru kami!" Kata Gerry tegas
"Iya itu benar," Rowan dan Erik mengangguk.
"Apa? Aku harus mengajari kalian apa?" Roselia memegang keningnya yang tiba-tiba merasa pusing.
"Jackie Chan!" jawab ketiga orang itu serempak.
"A-aku juga mau jadi Jackie Chan!" kata Anthony yang ikut ikutan juga seperti trip berandalan itu.
Sontak Roselia menahan tawa mendengarnya. "PFut..."
"Guru!"
Gadis berambut pirang itu tampak berpikir, dia terdiam sebentar.
Jika aku bisa membuat orang-orang berandalan ini jadi baik, mengapa aku harus menolak? Siapa tau mereka membantuku untuk menghindari jalur kematian.
"Baiklah, aku akan terima kalian jadi muridku! Akan tetapi aku punya syarat."
"Syarat apa guru? Kami pasti akan melakukannya!" Seru Gerry penasaran, tak hanya dia yang penasaran, 3 laki-laki disana juga penasaran.
Roselia memberikan syarat agar mereka bertiga selalu berbuat baik dan tidak memakai kekerasan untuk tujuan yang buruk. Ia juga meminta agar keempat laki-laki itu untuk memiliki pekerjaan yang halal.
Mereka setuju dan akhirnya Roselia pun setuju juga untuk menjadi guru mereka. Setelahnya keempat orang itu pun pergi mencari pekerjaan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Roselia.
"Woah...nona hebat sekali! Dengan kata Jackie Chan...mereka langsung tunduk pada nona." Doris bertepuk tangan memuji kehebatan nonanya.
"Astaga! Tiba-tiba aku punya murid, muridku sudah dewasa...apa ini cobaan tuhan untukku?" gumam Roselia sambil tersenyum dan kepalanya menggeleng-geleng.
"Woah...selamat kau punya murid! Kau resmi menjadi seorang guru!"
Tiba-tiba saja seorang laki-laki berdiri didepannya sambil bertepuk tangan. "Kau kan laki-laki yang tadi di atap? Apa kau membuntutiku?" tanyanya curiga.
"Oh...jadi kau tau aku berada disana, ya keberadaanku ini memang seperti cahaya yang menerangi bumi." ucap pria itu seraya tersenyum, terlihat ada satu lesung di pipi kirinya.
Gombalan recehan seperti ini sering kudengar dalam drama. Gumam gadis itu di dalam hati.
Roselia memilih menghindar dari pria itu, diikuti dengan Doris dibelakangnya. "Hey! Tunggu dulu nona!" teriak pria itu.
"Namaku As..! Kau harus ingat itu!" teriak Asteorope memperkenalkan dirinya.
"Aku tidak peduli." jawab Roselia malas, tanpa membalikkan tubuhnya ke arah Asteorope.
Asteorope mendekati Roselia bahkan menghadang jalannya. "Kau harus ingat namaku, karena aku hanya memberitahukan namaku padamu saja...namaku Asteorope, nona Roselia." ucap Asteorope seraya memegang tangan Roselia dan mengecup punggung tangannya.
Roselia menatap tajam pada pria yang memiliki paras tampan didepannya ini.
...*****...
Siapakah Asteorope ini? Tunggu di next bab ya ☺️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
༄ᴵᵏᵏQuenzyᥫ᭡
jadi guru dadakan
2024-12-17
1
Frando Kanan
mlh di sebut julukan jackie chan 🤦
2024-04-10
0
ubyy
Aaaaa baper >\\\
2023-02-06
2