...🍁🍁🍁...
Tunggu.... sepertinya aku tidak asing dengan nama itu.
Roselia tidak fokus, ketika Asteorope menyebutkan namanya. Dia bahkan terdiam saat bibir pria itu mencium punggung tangannya.
"Siapa namamu tadi?" Roselia mengulang pertanyaannya.
"Asteorope, kau bisa memanggilku As." jawab pria itu seraya tersenyum ramah.
Mata Roselia seketika melebar begitu mendengar pria itu mengatakan siapa namanya.
Asteorope Galvan Albarca, apakah dia adalah orang itu? Salah satu pemeran pendukung yang juga mencintai Stella! Pangeran kedua yang tidak dianggap berasal dari Albarca. Tapi jika itu benar dia, kenapa dia malah bertemu denganku dan bukan dengan Stella? Harusnya dia bertemu dengan Stella di tempat ini.
"Hey nona! Apa kau baik-baik saja?" Tanya Asteorope, ia heran melihat gadis itu tiba-tiba saja terdiam dengan wajah bingungnya.
"Minggir! Kau menghalangi jalanku!" Roselia menyingkirkan tubuh Asteorope dengan cara mendorongnya ke sisi kiri. Dia bersikap jutek pada pria itu.
Lebih baik aku tidak berurusan dengan pemeran pendukung yang bisa membuatku mati di masa depan. Itu pun jika dia benar-benar Asteorope dalam novel.
Melihat sikap jutek gadis itu padanya, membuat Asteorope semakin tertarik dengan Roselia. Tak peduli dengan status Roselia sebagai putri penjahat. Dia merasa Roselia senasib dengannya, pangeran tak dianggap dan juga putri penjahat yang dikucilkan.
"Hey...hey nona, tunggu dulu! Kita masih belum berkenalan dengan benar!" Asteorope masih mengikuti Roselia, kali ini Dia berjalan bersampingan dengan Roselia.
"Apa penting bagi kita untuk berkenalan?" tanya Roselia ketus sambil melanjutkan langkahnya.
Ada apa dengan pemeran pendukung ini? Kenapa dia tidak bertingkah sesuai dengan karakter aslinya?
"Tentu saja, karena aku ingin berteman denganmu." jawabnya masih dengan senyuman yang sama.
"Maaf ya tuan, tapi aku tak mau berkenalan denganmu." kata Roselia ketus.
Wanita ini semakin menarik kalau dia bersikap semakin ketus begini. Dia cantik kalau marah, dia juga tangguh dan mandiri.
Asteorope semakin menunjukkan ketertarikannya pada sosok Roselia. Sosok wanita tangguh, tegas, mandiri dan kuat walau semua orang di negri itu membencinya karena kesalahan mendiang ayahnya.
"Apa alasannya kau tidak mau berteman denganku?"
"Tidak mau saja." Gadis itu bicara tanpa melihat ke arah Asteorope, bahkan raut wajahnya begitu datar.
"Tuan, maaf...nona saya sudah mengatakan bahwa dia tidak mau tuan mengganggunya." kata Doris pada Asteorope, namun pria itu tetap saja bicara pada Roselia. Mengajukan pertanyaan pertanyaan yang tidak penting untuk Roselia.
Bahkan Asteorope mengikuti Roselia dan Doris berbelanja, lalu mereka berakhir di restoran. Asteorope ikut makan bersama kedua wanita itu.
"Nona Roselia, kau tinggal dimana? Apa boleh aku berkunjung ke rumahmu? Lalu apakah aku--"
"Dari tadi aku sudah menahan kesabaranku padamu! Kau mau pergi sekarang dari sini dengan cara baik-baik, atau ku usir dari sini dengan kasar!" ancam Roselia kesal, dia tidak bisa makan enak karena keberadaan pria itu disana.
"Tenanglah nona, aku kesini hanya untuk makan...jangan marah-marah, nanti kau cepat tua." Tanpa tau malu, Asteorope memakan makanannya di meja tempat Roselia dan pelayannya duduk.
"Hey kamu--hmph---"
Asteorope langsung membungkam mulut Roselia dengan daging goreng yang ada di atas piring milik gadis itu. "Makanlah! Atau makanannya akan segera dingin!"
Gadis itu mengunyah daging yang disuapkan ke mulutnya. "Katanya daging disini enak, bagaimana?"
"Ehm...enak." jawab Roselia jujur.
"Sudah kuduga kalau Peter tidak salah memilih tempat makan, hahaha."
Apa-apaan dia? Kenapa dia terus menganggu nona?. Doris mendelik sinis ke arah Asteorope yang terus menganggu nonanya.
"Peter Van Houten," gumam Roselia dengan suara pelan.
Jika benar orang itu, berarti benar pria yang ada di hadapanku ini adalah Pangeran kedua dari kerajaan Albarca.
Asteorope langsung menatap ke arah Roselia dengan bingung. "Kau bilang apa?"
"Tidak apa-apa," jawab Roselia sambil memakan makanannya dengan santai.
"Oh ya, apa kau sudah punya kekasih?"
"Hey tuan! Anda tidak boleh bertanya tidak sopan begitu pada nona saya," hardik Doris pada Asteorope.
Roselia cuek saja, dia berpura-pura tidak tahu tentang identitas Asteorope yang sebenernya adalah seorang pangeran. "Bagaimana bisa seorang putri penjahat yang dibenci oleh semua orang mempunyai kekasih?" wanita itu malah balik bertanya dengan cueknya.
Ya, semua orang memang sudah tau identitas Roselia. Tidak ada yang tidak tahu dirinya di negeri itu, karena ayahnya yang dikenal sebagai seorang penjahat. Maka dia pun jadi ikut dibenci oleh semua orang disekitarnya. Bahkan dia tidak punya teman.
Jika ia Roselia yang asli didalam novel, ia tidak akan pernah pergi keluar rumah karena takut dengan semua orang. Tapi Roselia yang ini bukanlah Roselia lemah dan penakut dengan tatapan seorang orang. Namun dia adalah Ariana, jelas mereka berbeda.
"Maaf jika pertanyaanku menyinggungmu." Pria itu terlihat merasa bersalah setelah menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi kepada gadis itu.
Astaga, apa yang sudah ku katakan kepadanya? Seharusnya aku tidak bertanya seperti itu, kelihatannya dia tersinggung dengan ucapanku. Melihat semua orang menatapnya dengan tatapan yang begitu tajam, walaupun wajahnya terlihat tegar saat ini... tapi hatinya terluka. Persis seperti diriku.
Tiba-tiba saja Roselia beranjak dari tempat duduknya, dia mengajak Doris untuk pergi dari sana dan segera membayar makanannya saja. Doris pun paham dan mengikuti perintah nonanya.
"Tunggu! Kau belum menghabiskan semua makananmu! Mana bisa kau pergi begitu saja?"
"Maaf, tapi aku sudah kenyang dengan melihat wajah menyebalkanmu itu. Doris, ayo pergi!"
Huh, lebih baik aku menghindar darinya. Wajah polosnya itu hanya kedok, sebenarnya dia adalah pangeran gila.
"Hey! Jangan marah!" Asteorope melihat Roselia dan Doris buru-buru pergi dari sana, mereka menuju ke loket pembayaran. Namun ternyata makanannya sudah dibayar.
"Siapa yang bayar?" tanya Roselia.
"Tuan yang duduk bersama kalian berdua," ucap kasir itu pada Roselia seraya menunjuk ke arah Asteorope yang sudah berdiri di belakang mereka berdua.
"Kau..." Roselia menatap tajam pada pria yang membuatnya kesal itu.
Asteorope hanya tersenyum lembut, dia tidak peduli dengan reaksi penolakan dari Roselia yang keras padanya.
"Sebenarnya apa maumu?!" Bentak Roselia pada Asteorope begitu sampai didepan restoran.
Sana ganggu saja Stella jangan aku.
"Aku kan sudah bilang, aku ingin berteman denganmu." Pria itu mendekatkan wajahnya pada Roselia. Hingga hanya tinggal beberapa centimeter lagi, wajah mereka bersentuhan.
"Aku kan sudah bilang aku tidak mau."
Ketika Asteorope membantu Doris membawakan barang belanjaan, Asteorope terus mengoceh dan Roselia terus abai.
Hingga sebuah kereta berhenti didepannya, terlihat seorang gadis cantik berambut perak turun dari sana.
"Nona..." sambut gadis cantik itu dengan suara lembut dan kepala menunduk.
"Kenapa kau bisa ada disini?" Tanya Roselia heran kenapa Stella bisa ada di hadapannya dan turun dengan kereta calon Duke yaitu Derrick.
"Roselia, kenapa kau pergi tanpa memberitahuku? Kau tau aku sangat mencemaskanmu." Derrick sudah berada di hadapan Roselia, dia menatap gadis itu dengan cemas.
Rupanya Stella tidak sendirian, dia datang bersama Derrick. Roselia semakin bingung, karena pertemuan antara Stella, Derrick dan Asteorope ini tidak sama seperti novel aslinya yang ia baca.
...*****...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
༄ᴵᵏᵏQuenzyᥫ᭡
gimana mau sama org km udh ngubah alurnya
2024-12-17
1
Andriyati
🤣🤣🤣
2024-04-24
0
Ratna Irawati
suka thor novel yg menarik
2023-01-11
0