Bab 5. Doris pelayan setia

...🍀🍀🍀...

Setelah mendengar penjelasan tabib, Amber, Daniar dan Derrick terdiam sejenak. Lalu ibu dan anak perempuannya itu langsung menyeret Roselia dari atas ranjang yang empuk itu.

"Anak sialan! Kembali ke kamarmu sekarang juga, ini kamarku!" ujar Daniar emosi.

"Aku tidak mau pergi, aku suka kamar ini." jawab Roselia, lalu duduk kembali di atas ranjang.

Untuk terhindar dari kematian sebagai putri penjahat, aku harus segera keluar dari rumah dan untuk itu aku perlu uang, lalu hidup tenang dengan uang banyak. Pikir Roselia dalam hatinya.

"Kau--tidak tahu malu!!" bentak Daniar pada Roselia.

"Sudahlah Daniar, biarkan saja dia tinggal disini." Derrick menatap Roselia dengan aneh dan heran, namun menelisik.

Amber menaikkan kedua alisnya, ia menatap Derrick dengan tatapan tajam. "Apa maksudmu Derrick? Ini adalah kamar adikmu, Daniar!"

"Ibu, Rose sedang sakit dan awalnya kamar ini adalah kamarnya juga...jadi--"

"Ibu, aku tidak mau!" seru Daniar merengek pada ibunya, dia tak sudi kamarnya ditempati oleh Roselia sepupunya sendiri.

"Aku juga tidak mau pergi dari sini, aku nyaman berada di kamar ini. Dan aku dengar dari beberapa pelayan di rumah ini, kalau mansion ini adalah aset milik mendiang ayahku." tutur Roselia dengan wajah datarnya.

Roselia alias Ariana ingat benar bahwa ibu dan anak itu selalu menyiksa Roselia di rumahnya sendiri, maka Ariana akan membalasnya sebentar sebelum kabur dari rumah itu.

"Kau! Beraninya kau bicara begitu, ayahmu tidak punya apa-apa setelah dia di hukum mati, dia hanya meninggalkan banyak hutang padaku, BIBIMU. Jadi wajar saja kalau mansion ini diberikan padaku, agar ayahmu membayar hutang!"

"Oh begitu ya." Roselia tersenyum menyeringai mendengarnya.

Dasar pembohong, aku tau kaulah yang berhutang dan kau yang membuat harta peninggalan ayah Roselia habis. Aku sudah tau cerita novelnya.

"A-apa kau tidak percaya?" tanya Amber lagi.

Roselia merasa pusing dengan semua perdebatan yang tidak ada akhirnya itu. Akhirnya dia memilih untuk berakting pusing, sakit kepala agar semua orang pergi dari sana.

"Auchhh... kepalaku, astaga..."

"Kau kenapa Rose?" tanya Derrick dengan suara cemas.

"Kepalaku sangat sakit--" Roselia memegang kepalanya, dia meringis kesakitan.

Ada apa dengan si Derrick? Bukankah dia tidak peduli pada Roselia?

"Ibu, lebih baik kita panggil tabib saja!" ujar Derrick panik.

"Apa maksudmu Derrick? Tidak perlu!"

"Ya itu benar, kau tidak perlu memanggil tabib untukku tuan." ucap Roselia. "Aku hanya perlu beristirahat."

Akhirnya Derrick mengajak adik dan ibunya dengan susah payah untuk keluar dari kamar itu. Setelah ibu dan adiknya pergi, Derrick masih berdiri di depan kamar Roselia. Pria itu menatap pintu dengan tatapan menelisik.

"Ini aneh, Roselia hilang ingatan tapi dia bersikap seolah-olah dia tau semuanya...yang lebih aneh lagi, sikapnya begitu berbeda." gumam Derrick berpikir apa yang terjadi dengan Roselia.

Entah kenapa aku merasa simpati melihatnya berubah seperti ini? Kenapa aku peduli?

Seorang pelayan berjalan mendekati kamar Roselia, dia membawa nampan berisi makanan dan segelas susu. "Kau...Doris?" tanya Derrick pada pelayan dengan rambut berwarna coklat di kepang dua itu.

"Iya tuan muda,"

"Makanan itu untuk siapa?" tanyanya lagi.

"Untuk nona Daniar,"

"Berikan saja itu untuk Roselia, dia adalah di dalam kamar ini."

Doris tercekat mendengarnya, ia bertanya-tanya kenapa Roselia bisa menempati kamar Daniar. "Ta-tapi tuan muda, nanti nona Daniar akan marah kepada saya."

"Biar aku yang tanggungjawab. Cepat kau masuklah! Pastikan dia menghabiskan semua itu dan juga obatnya," ucapnya pada Doris, lalu dia berlalu pergi dari sana.

Doris sungguh takjub dengan sikap tuan mudanya yang biasanya cuek pada Roselia, kini malah jadi perhatian kepadanya. "Demi apa? Kenapa tuan muda jadi bersikap baik pada Rose--eh maksudku nona Roselia." Tampaknya Doris masih belum terbiasa memanggil Roselia dengan panggilan nona, dia terbiasa memanggil gadis itu dengan namanya.

Pelayan berusia muda itu masuk ke dalam kamar yang ada Roselia didalamnya. Roselia tersenyum bahagia melihat kedatangan Doris.

Doris! Di dalam novel, dia adalah satu-satunya orang yang berpihak pada Roselia sampai Roselia menutup matanya. Doris bahkan rela dihukum mati bersama Roselia, dia adalah teman baik yang setia.

"Rose--eh maksud saya nona." ucap Doris menyapa Roselia yang sedang duduk sambil bersandar di head board ranjangnya.

"Kemarilah Doris!" ujarnya seraya tersenyum.

"Ya, nona."

Doris berjalan mendekati Roselia, lalu dia menyimpan nampan berisi makanan dan segelas susu ke atas meja disamping ranjang Roselia. "Doris, apa kau membuat ini untukku?" mata Roselia berbinar melihat makanan yang tampak lezat itu. Sejak masuk beberapa jam yang lalu ke dalam tubuh Roselia, dia selalu merasa lapar.

Gadis itu tersenyum mengangguk. "Iya nona,"

"Wah terima kasih, Doris...tapi aku tidak pernah menyuruhmu untuk mengambilkan semua ini?"

"Tuan muda Derrick yang meminta saya untuk membawakan makanan ini untuk nona."

Roselia menaikan kedua alisnya, dia mengerutkan kening. Lagi-lagi Derrick? Kenapa dia bersikap tidak sesuai novel aslinya?

"Oh begitu, tapi Doris... kau jangan memanggilku nona, panggilah aku seperti biasanya."

"Saya...saya mana berani," Doris menundukkan kepalanya dengan tidak percaya diri didepan Roselia.

"Bukankah kau bilang kita teman?" Roselia memegang tangan Doris.

"Mana berani saya berteman dengan nona--"

"Doris, selama ini kau sudah banyak membantuku. Kita berteman, jadi kau boleh memanggil namaku..."

"Tidak nona, saya tidak mungkin melakukan itu. Nanti saya bisa dianggap tidak sopan kepada seseorang yang posisinya lebih tinggi daripada saya yang seorang pelayan rendahan ini." jelasnya sambil tersenyum sendu.

"Oh ya, aku lupa di dunia ini sangat mementingkan sistem kasta dan status sosial seseorang." gumam Roselia pelan. "Ah baiklah! Saat tidak ada orang, memanggil namaku sepuas hatimu...aku mohon Doris." ucapnya seraya memohon pada Doris.

"Baiklah nona Roselia."

"Kau tenang saja Doris, aku akan pastikan bahwa kita berdua akan hidup bahagia dalam kehidupan kali ini."

"Hah?" Doris terperangah dan tidak paham dengan ucapan Roselia. Pikirnya mungkin karena gadis itu hilang ingatan, jadi bicaranya pun jadi ngawur. "Saya harap anda segera sembuh," ucapnya tulus.

*****

Setelah itu Roselia mendapatkan fasilitas yang seharusnya dia dapatkan, itu pun karena dia bersusah payah. Ibu dan anak perempuannya masih bersikap buruk padanya, tapi mereka tidak berani macam-macam karena Roselia melapor pada penasehat keluarganya. Bahwa semua harta kepemilikan Roselia dari mendiang ayahnya, akan tetap dititipkan kepada duchess Sullivan dengan syarat, ia harus merawat Roselia dan memberikannya kehidupan yang layak.

Sekarang Roselia memakai gaun yang mewah dan dia tidak lusuh lagi. 3 Minggu menjadi Roselia, kini tubuh dengan jiwa Ariana itu agak gemukan walau sedikit.

Bosan hanya berdiam diri di mansion dan kamarnya, Roselia berpikir untuk pergi keluar rumah.

"Pasti Roselia bahagia, bila aku membawa tubuhnya keluar untuk jalan-jalan. Selama ini dia selalu terkurung di ruang bawah tanah dan tak pernah melihat dunia luar kecuali saat bertemu Stella...oh ya tentang Stella, gadis itu dia dimana? Harusnya dia sudah muncul 1 Minggu yang lalu."

****

Sementara itu ditempat lain, tampak seorang gadis cantik dengan rambut perak terlihat sedang berjalan bersama seorang pria gemuk. "Ingat! Sesampainya di rumah itu kau harus melakukan tugasmu!"

"Baik tuan," jawab gadis itu seraya menganggukan kepala dan menghela nafas berat.

...*****...

Terpopuler

Comments

༄ᴵᵏᵏQuenzyᥫ᭡

༄ᴵᵏᵏQuenzyᥫ᭡

sepertinya itu stela kalo ga salah

2024-12-17

1

Frando Kanan

Frando Kanan

hm...Dia Stella? klo bner mka gk heran knp Roselia mati

2024-04-10

1

rewa999999999

rewa999999999

cerita asu

2023-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Aku? Roselia?
2 Bab 2. Isekai
3 Bab 3. Roselia berubah
4 Bab 4. Aku bukan pembawa sial
5 Bab 5. Doris pelayan setia
6 Bab 6. Kedatangan pemeran utama
7 Bab 7. Jadikan kami muridmu
8 Bab 8. Jadi guru
9 Bab 9. Asteorope
10 Bab 10. Alur berubah
11 Bab 11. Ramalan
12 Bab 12. Bodoh amat dengan alur novel
13 Bab 13. Playing victim
14 Bab 14. Roselia rindu rumah
15 Bab 15. Nona Jackie Chan
16 Bab 16. Berteman
17 Bab 17. Gelang Giok
18 Bab 18. Masuk sarang buaya
19 Bab 19. Rencana Stella
20 Bab 20. Wanita monyet
21 Bab 21. Monyet iblis
22 Bab 22. Kecupan singkat
23 Bab 23. Calon Putri mahkota
24 Bab 24. Kontrak pertunangan
25 Bab 25. Simbiosis mutualisme
26 Bab 26. Merindukan Roselia
27 Bab 27. Stella bukan protagonis
28 Bab 28. Kau harus baik-baik saja bodoh!
29 Bab 29. Princess Viona
30 Bab 30. Menolong Viona
31 Bab 31. Salah paham pengawal
32 Bab 32. Berita pertunangan
33 Bab 33. As Patah hati, Roselia ditindas
34 Bab 34. Gay psikopat
35 Bab 35. Meminta penjelasan
36 Bab 36. Ditolak?
37 Bab 37. Aku rindu
38 Bab 38. Novel cinta
39 Bab 39. Roselia panik
40 Bab 40. Michael luluh
41 Bab 41. Kegilaan Javier
42 Bab 42. Jatuh pingsan
43 Bab 43. Jangan sakit, nona Jachan ku
44 Bab 44. Miss Jachan
45 Bab 45. Aku telah jatuh hati
46 Bab 46. Michael mulai jatuh cinta, As cemburu
47 Bab 47. Kita kekasih
48 Bab 48. Keributan
49 Bab 49. Pria paling gila
50 Bab 50. Bayangan wanita misterius
51 Bab 51. Siapa pelakunya?
52 Bab 52. Stella naik status
53 Bab 53. Jomblo tidak akan mengerti
54 Bab 54. Ramuan cinta
55 Bab 55. Drama queen
56 Bab 56. Pertengkaran pertama
57 Bab 57. Keinginan Roselia yang asli
58 Bab 58. Keputusan Raja
59 Bab 59. Jeniffer
60 Bab 60. Di kurung di istana sendiri
61 Bab 61. Ini bukan duniaku
62 Bab 62. Meminta bantuan pada kekasih
63 Bab 63. Selalu terbayang Roselia
64 Bab 64. Karena cinta orang bisa berubah
65 Bab 65. Hukuman
66 Bab 66. Michael tidak rela
67 Bab 67. Ajari aku bahagia
68 Bab 68. Dag Dig dug Javier
69 Bab 69. Javier si kucing Garong
70 Bab 70. Siapa pemilik kalung itu?
71 Bab 71. Rainer Caine Alvra
72 Bab 72. Kekuatan Ariana kecil
73 Bab 73. Pemaksaan
74 Bab 74. Dewi Penolong
75 Bab 75. Michael jerk
76 Bab 76. Stella di penjara
77 Bab 77. Roselia marah
78 Bab 78. Stempel raja
79 Bab 79. Ibumu Anikka
80 Bab 80. Maafkan ayah, nak
81 Bab 81. Keluar dari istana
82 Bab 82. Diculik si Psikopat
83 Bab 83. Peter gercep, Roselia di kurung
84 Bab 84. Penolakan Roselia
85 Bab 85. Kesabaran Javier
86 Bab 86. Calon ayah mertua
87 Bab 87. Terima kasih Javier
88 Bab 88. Cinta tidak egois
89 Bab 89. Pergi selamanya?
90 Bab 90. Tinggal kenangan ( S1 End)
91 Bab 91. Prolog (season 2)
92 Bab 92. Orang udik?-S2
93 Bab 93. Bertemu lagi
94 Bab 94. Kau benar Jachan-ku
95 Bab 95. Go to supermarket
96 Bab 96. Bukan sumur tapi toilet!
97 Bab 97. Tidur bersama
98 Bab 98. Janji Javier
99 Bab 99. Sumpah Javier
100 Bab 100. Frans mau diapakan?
101 Bab 101. Cemburu bukan dosa
102 Bab 102. Ikut syuting
103 Bab 103. Raja film
104 Bab 104. Siapa yang egois
105 Bab 105. Salah paham
106 Bab 106. Mencoba ikhlas
107 Bab 107. Sheila
108 Bab 108. Javier dan Asteorope akur
109 Bab 109. Taman hiburan (1)
110 Bab 110. Taman hiburan (2)
111 Bab 111. I said....
112 Bab 112. Javier patah hati, Ariana otw nikah
113 Bab 113. Pria tampan ini milikku!
114 Bab 114. Menghilang
115 Bab 115. Perkara anak
116 Bab 116. Keras kepala Javier
117 Bab 117. Ariana Dewi Hollywood
118 Bab 118. Membuat Ariana tersenyum
119 Bab 119. Heboh akun medsos
120 Bab 120. Marahnya Javier
121 Bab 121. Membalas Luna
122 Bab 122. Stella Ratu
123 Bab 123. Pertanyaan Javier
124 Bab 124. Bertemu ibu
125 Bab 125. Tega sekali Anika
126 Bab 126. Ibu gak ada akhlak
127 Bab 127. Obrolan Cain dan Anika
128 Bab 128. Pengorbanan Cain
129 Bab 129. Kenangan di dunia modern
130 Bab 130. Menikah besok?
131 Bab 131. Raja cemburu
132 Bab 132. Stella berusaha mengambil hati
133 Bab 133. Kau harus bahagia, Ariana
134 Bab 134. Wedding day A love A
135 Bab 135. Kau Roselia?
136 Bab 136. Malam pertama dan penyerangan
137 Bab 137. Jangan tinggalkan aku
138 Bab 138. Bangkitnya Kekuatan Ariana
139 Bab 139. Kebahagiaan datang
140 Bab 140. Akhir bahagia
141 Ektra part 1-Nama twins
142 Ekstra part 2- Ramalan
143 Balas dendam Putri Bulan (Novel baru)
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Bab 1. Aku? Roselia?
2
Bab 2. Isekai
3
Bab 3. Roselia berubah
4
Bab 4. Aku bukan pembawa sial
5
Bab 5. Doris pelayan setia
6
Bab 6. Kedatangan pemeran utama
7
Bab 7. Jadikan kami muridmu
8
Bab 8. Jadi guru
9
Bab 9. Asteorope
10
Bab 10. Alur berubah
11
Bab 11. Ramalan
12
Bab 12. Bodoh amat dengan alur novel
13
Bab 13. Playing victim
14
Bab 14. Roselia rindu rumah
15
Bab 15. Nona Jackie Chan
16
Bab 16. Berteman
17
Bab 17. Gelang Giok
18
Bab 18. Masuk sarang buaya
19
Bab 19. Rencana Stella
20
Bab 20. Wanita monyet
21
Bab 21. Monyet iblis
22
Bab 22. Kecupan singkat
23
Bab 23. Calon Putri mahkota
24
Bab 24. Kontrak pertunangan
25
Bab 25. Simbiosis mutualisme
26
Bab 26. Merindukan Roselia
27
Bab 27. Stella bukan protagonis
28
Bab 28. Kau harus baik-baik saja bodoh!
29
Bab 29. Princess Viona
30
Bab 30. Menolong Viona
31
Bab 31. Salah paham pengawal
32
Bab 32. Berita pertunangan
33
Bab 33. As Patah hati, Roselia ditindas
34
Bab 34. Gay psikopat
35
Bab 35. Meminta penjelasan
36
Bab 36. Ditolak?
37
Bab 37. Aku rindu
38
Bab 38. Novel cinta
39
Bab 39. Roselia panik
40
Bab 40. Michael luluh
41
Bab 41. Kegilaan Javier
42
Bab 42. Jatuh pingsan
43
Bab 43. Jangan sakit, nona Jachan ku
44
Bab 44. Miss Jachan
45
Bab 45. Aku telah jatuh hati
46
Bab 46. Michael mulai jatuh cinta, As cemburu
47
Bab 47. Kita kekasih
48
Bab 48. Keributan
49
Bab 49. Pria paling gila
50
Bab 50. Bayangan wanita misterius
51
Bab 51. Siapa pelakunya?
52
Bab 52. Stella naik status
53
Bab 53. Jomblo tidak akan mengerti
54
Bab 54. Ramuan cinta
55
Bab 55. Drama queen
56
Bab 56. Pertengkaran pertama
57
Bab 57. Keinginan Roselia yang asli
58
Bab 58. Keputusan Raja
59
Bab 59. Jeniffer
60
Bab 60. Di kurung di istana sendiri
61
Bab 61. Ini bukan duniaku
62
Bab 62. Meminta bantuan pada kekasih
63
Bab 63. Selalu terbayang Roselia
64
Bab 64. Karena cinta orang bisa berubah
65
Bab 65. Hukuman
66
Bab 66. Michael tidak rela
67
Bab 67. Ajari aku bahagia
68
Bab 68. Dag Dig dug Javier
69
Bab 69. Javier si kucing Garong
70
Bab 70. Siapa pemilik kalung itu?
71
Bab 71. Rainer Caine Alvra
72
Bab 72. Kekuatan Ariana kecil
73
Bab 73. Pemaksaan
74
Bab 74. Dewi Penolong
75
Bab 75. Michael jerk
76
Bab 76. Stella di penjara
77
Bab 77. Roselia marah
78
Bab 78. Stempel raja
79
Bab 79. Ibumu Anikka
80
Bab 80. Maafkan ayah, nak
81
Bab 81. Keluar dari istana
82
Bab 82. Diculik si Psikopat
83
Bab 83. Peter gercep, Roselia di kurung
84
Bab 84. Penolakan Roselia
85
Bab 85. Kesabaran Javier
86
Bab 86. Calon ayah mertua
87
Bab 87. Terima kasih Javier
88
Bab 88. Cinta tidak egois
89
Bab 89. Pergi selamanya?
90
Bab 90. Tinggal kenangan ( S1 End)
91
Bab 91. Prolog (season 2)
92
Bab 92. Orang udik?-S2
93
Bab 93. Bertemu lagi
94
Bab 94. Kau benar Jachan-ku
95
Bab 95. Go to supermarket
96
Bab 96. Bukan sumur tapi toilet!
97
Bab 97. Tidur bersama
98
Bab 98. Janji Javier
99
Bab 99. Sumpah Javier
100
Bab 100. Frans mau diapakan?
101
Bab 101. Cemburu bukan dosa
102
Bab 102. Ikut syuting
103
Bab 103. Raja film
104
Bab 104. Siapa yang egois
105
Bab 105. Salah paham
106
Bab 106. Mencoba ikhlas
107
Bab 107. Sheila
108
Bab 108. Javier dan Asteorope akur
109
Bab 109. Taman hiburan (1)
110
Bab 110. Taman hiburan (2)
111
Bab 111. I said....
112
Bab 112. Javier patah hati, Ariana otw nikah
113
Bab 113. Pria tampan ini milikku!
114
Bab 114. Menghilang
115
Bab 115. Perkara anak
116
Bab 116. Keras kepala Javier
117
Bab 117. Ariana Dewi Hollywood
118
Bab 118. Membuat Ariana tersenyum
119
Bab 119. Heboh akun medsos
120
Bab 120. Marahnya Javier
121
Bab 121. Membalas Luna
122
Bab 122. Stella Ratu
123
Bab 123. Pertanyaan Javier
124
Bab 124. Bertemu ibu
125
Bab 125. Tega sekali Anika
126
Bab 126. Ibu gak ada akhlak
127
Bab 127. Obrolan Cain dan Anika
128
Bab 128. Pengorbanan Cain
129
Bab 129. Kenangan di dunia modern
130
Bab 130. Menikah besok?
131
Bab 131. Raja cemburu
132
Bab 132. Stella berusaha mengambil hati
133
Bab 133. Kau harus bahagia, Ariana
134
Bab 134. Wedding day A love A
135
Bab 135. Kau Roselia?
136
Bab 136. Malam pertama dan penyerangan
137
Bab 137. Jangan tinggalkan aku
138
Bab 138. Bangkitnya Kekuatan Ariana
139
Bab 139. Kebahagiaan datang
140
Bab 140. Akhir bahagia
141
Ektra part 1-Nama twins
142
Ekstra part 2- Ramalan
143
Balas dendam Putri Bulan (Novel baru)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!