...🍁🍁🍁...
Pria gemuk itu membawa Stella ke dalam mansion Sullivan, tepat saat Stella dan si pria gemuk itu sampai disana. Roselia dan Doris yang akan pergi keluar rumah melihat sosok Stella, kecantikan Stella bahkan bisa menggemparkan semua pengawal di mansion itu.
Rambutnya yang berwarna perak, matanya yang berwarna hijau seperti batu emerald, hidung mancung dan kulit putih, membuat Stella semakin mempesona.
"Wah...siapa wanita itu? Apa dia adalah pelayan baru?"
"Oh tuhan! Dia cantik sekali!"
"Nona Roselia juga tak kalah cantik darinya," ucap seorang pengawal mengagumi Roselia.
Stella dan Roselia kini saling berhadapan, mata Roselia menelisik kepada Stella. Di belakang Roselia ada Doris yang selalu setia menemaninya.
Sekali lihat saja Roselia sudah tau bahwa wanita itu adalah Stella, pemeran utama memang berbeda dan memancarkan aura lain daripada yang lain. Roselia sempat takjub melihat sosok Stella yang cantik luar biasa meski dalam balutan gaun sederhana. Tidak heran jika pemeran utama Mikhael bisa jatuh cinta padanya.
Kenapa Stella baru datang hari ini? Bukankah seharusnya dia sudah datang satu Minggu yang lalu? Apa alur novel sudah berubah?
Stella langsung menundukkan kepalanya dengan hormat begitu melihat sosok Roselia di hadapannya.
Rambut pirang dengan mata biru, apa dia adalah putri penjahat Alexander Lemos Edenbell? Bukankah dia selalu disiksa keluarga ini? Tapi kenapa dia terlihat baik-baik saja dan matanya begitu tajam.
Mata Stella melihat ke arah Roselia dengan seksama. Menelisik dari atas sampai bawah. Roselia melakukan hal yang sama, bahkan dia terdiam ditempatnya.
Roselia telah memutuskan untuk menjaga jarak dengan orang yang membuatnya mati di masa depan. Jadi dia tidak akan berteman baik dengan Stella tapi tidak bermusuhan juga. Ya, dia putuskan begitu saja.
Kemudian si pria gemuk itu mencubit Stella, dia melotot pada gadis itu. "Bersikaplah yang sopan!" bisik pria gemuk itu.
"Maafkan saya nona, perkenalan nama saya Stella." ucap Stella dengan wajah polosnya.
"Oh, kau pelayan baru ya? Silahkan masuk, ada bibiku didalam." ucap Roselia seraya tersenyum tipis, kemudian dia pergi begitu saja dari sana tanpa mempedulikan Stella dan pria gemuk itu.
Ya, aku harus menghindari kematian. Dengan tidak bersahabat denganmu Stella, dengan begitu alur novel ini bisa berubah. Toh aku hanya pemeran figuran disini, apa pentingnya aku? Silahkan saja kau miliki semua pemeran utama, aku tidak peduli. Aku hanya ingin hidup bahagia, membahagiakan Roselia, menghindari ending kematian. Gumam Roselia dalam hatinya.
Roselia dan Doris pergi dari sana dengan menggunakan kereta, mereka berencana berbelanja menggunakan uang pemberian dari Duchess Sullivan. Stella dan pria gemuk itu melihat Roselia dan Doris juga seorang kusir sudah pergi dari mansion mewah tersebut.
"Tuan, apa anda tidak salah? Bukankah tuan bilang kalau nona Roselia itu lemah lembut dan--"
"Cukup! Tidak peduli dia seperti apa, kau harus bisa mendekatinya. Apa kau paham? Ramalan kebahagiaanmu bermula dari rumah ini. Ingat, kau harus buat dia simpati padamu, semua orang yang ada di rumah ini." kata si pria gemuk bernama Herald itu.
"Baik tuan," Stella menganggukkan kepalanya.
******
Setelah melalui perjalanan selama beberapa menit, Roselia dan Doris sampai di pusat kota. Roselia takjub melihat dunia yang masih asri itu, dia tak pernah melihat hal seperti ini dunianya kecuali saat dia syuting film.
"Jadi ini pusat kota yang selalu diceritakan di dalam novel? Ah... benar-benar menakjubkan," gumam Roselia seraya tersenyum.
"Nona Rose? Kau bicara apa?" tanya Doris pada nonanya itu.
"Tidak apa-apa, Doris...mari kita habiskan uang yang diberikan si nenek sihir itu." Kata Roselia semangat.
"Baik nona...tapi apakah tidak apa-apa kita pergi tanpa pengawal kemari?"
"Doris, kau tau kan kalau para pengawal itu tidak diperbolehkan ikut denganku oleh si nenek sihir itu. Ya sudahlah, aku juga bisa menjaga diriku sendiri." jelas Roselia seraya tersenyum.
Roselia, kau selalu takut keluar rumah...sekarang aku akan membuat tubuhmu bersenang-senang.
Doris hanya tersenyum menanggapi perbedaan Roselia, nona dan sekaligus teman dekatnya.
Ini hanya perasaanku saja, atau memang nona Roselia yang sekarang menjadi lebih ceria. Ah...mungkin ini karena hilang ingatan itu.
Doris dan Roselia pergi menyusuri pasar itu, mereka membawa sekantong uang berisi beberapa emak untuk berbelanja. Roselia tau dari novel kalau pasar itu menjual barang murah, makanan murah, tapi rawan pencurian. Maka dari itu Roselia menyimpan uangnya didalam gaun yang dipakainya. Meski ia tak nyaman memakai gaun kemana-mana.
"Astaga...ini benar-benar tidak nyaman," ucap Roselia sembari menarik roknya karena risih.
"Astaga! Nona kau tidak boleh melakukan itu, sangat tidak sopan!" ujar Doris mengingatkan.
"Tapi di duniaku halal-halal saja tuh, bahkan pakaian mereka jauh lebih terbuka. Ini sangat tidak trendi." gerutu Roselia sebal. Di dunia ini begitu memperhatikan kesopanan dan kehormatan.
"Nona... lagi-lagi anda mengatakan hal yang aneh. Apalagi itu trendi?" tanya Doris keheranan dengan kata-kata aneh yang selalu diucapkan Roselia.
"Trendi itu keren, kekinian!"
"Keren? Kekinian?" lagi-lagi gadis itu tampak bingung dengan kata-kata nonanya.
Roselia menepuk jidatnya, "Ah sudahlah! Ayo sekarang kita pergi ke toko makanan, aku lapar."ajaknya.
"Baik nona!" Doris tersenyum, dia membawa sebagian barang belanjaan Roselia. Nonanya itu juga membelikan beberapa baju untuk Doris.
Roselia sama sekali tidak membedakan antara statusnya dan status Doris. Baginya semua orang sama derajatnya. Saat Roselia akan berjalan masuk ke dalam salah satu restoran, dia melihat sebuah patung seseorang yang hangus seperti dibakar dan dilumuri oleh darah. Patung pria itu dipenuhi sampah dan kotoran dan mendapatkan banyak tulisan cercaan.
Di patung itu bertuliskan nama Alexander Lemos Edenbell, pengkhianat negara. Entah kenapa Roselia tiba-tiba meneteskan air mata saat melihatnya. Mungkin ingatan Roselia yang bercampur dengan Ariana, makanya dia jadi sedih begini.
"Doris, dia ayahku kan?" tanya Roselia pada pelayan setianya.
"Ya, nona..."
"Sungguh malang," gumam Roselia sedih.
Walau aku bukan Roselia yang asli tapi hatiku sedih...apalagi saat diakhir cerita, Duke Edenbell dinyatakan tidak bersalah....tapi apa gunanya, dia sudah tiada. Roselia memegang dadanya yang terasa sesak.
"Padahal yang mulia Duke adalah orang yang baik, lembut dan tidak pernah mencelakai orang lain, mana mungkin dia berani berbuat begitu, menceritakan rahasia besar dan mengkhianati negerinya sendiri, saya percaya bahwa yang mulia Duke tidak melakukan itu!"
"Aku memang tidak ingat bagaimana ayahku, tapi aku yakin dia orang yang baik, Doris." katanya seraya tersenyum getir.
Roselia yang tidak bisa menahan lagi rasa laparnya, akhirnya bergegas masuk ke dalam restoran. Namun seorang anak laki-laki menubruknya hingga jatuh ke tanah. "Kau tidak apa-apa nak?"
Anak laki-laki dengan penampilan lusuh itu, terlihat panik lalu dia pergi melarikan diri. Roselia menyadari bahwa kantung uangnya hilang. "SIAL! Pencuri kecil, kemari kau!"
Tanpa peduli gaun yang dipakainya, Roselia berlari mengejar anak laki-laki itu. Doris juga ikut mengejar nonanya.
...*****...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
༄ᴵᵏᵏQuenzyᥫ᭡
dasar bocah
2024-12-17
1
Frando Kanan
nah....udh hw duga 😏
2024-04-10
0
Naraa 🌻
Rosalia kau jgn terlalu abai, mending kumpulin kekuatan trus basmi benalu2 trus perbaiki nama baik ayah Lo baru senang²
2023-07-03
0