...🍀🍀🍀...
Roselia, Daniar dan Amber sudah berdandan untuk bersiap-siap pergi ke pesta. Amber dan Daniar tidak tahu malu karena mereka tidak diundang ke pesta, malah memaksa ikut ke pesta itu.
Sebaliknya Roselia malah mengajak Stella ke pesta itu, dia penasaran bagaimana reaksi Mikhael saat bertemu dengan Stella. Sementara Stella sudah merencanakan sesuatu untuk Roselia saat di pesta nanti.
"Bibi, dimana kak Derrick? Kenapa dia tidak pergi bersama kita?" tanya Roselia yang tidak melihat sosok kakaknya dari tadi siang.
"Dia sudah ada di istana, dia kan teman belajar putra mahkota." jawab Amber dengan nada yang ketus seperti biasanya.
"Oh...begitu ya."
Aku hampir lupa, jika Derrick adalah teman belajar Mikhael.
"Kau kan hilang ingatan, jadi mungkin kau lupa! Untung saja hilang ingatan tidak menjadikanmu bodoh," celetuk Daniar yang sontak saja membuat Roselia melotot padanya. "Eng...tapi kenapa kau mengajak si Stella dan si Doris? Seorang pelayan harusnya tidak boleh ikut ke pesta bangsawan!"
"Kalian saja yang anj*ng dan b*bi bisa ikut denganku ke pesta? Kenapa mereka yang manusia tidak bisa?" ucap Roselia sinis.
"Kau bilang apa barusan?!" Daniar menatap tajam pada Roselia yang baru saja menghinanya. Rasanya dia ingin memukul Roselia dan menjambak rambut indahnya itu.
Namun Amber meminta anaknya tetap diam saja karena Amber punya rencana untuk membuat Roselia malu di pesta dansa nanti.
Hampir setengah jam perjalanan, mereka pun sampai di gerbang istana kerajaan Gamarcus yang megah itu. Doris dan stella yang berada di kereta lain turun lebih dulu untuk membantu nona mereka turun dari kereta.
Roselia hanya tersenyum dan menolak ketika Doris dan Stella menawarkan diri untuk membantu gadis itu turun dari kereta. Gaun yang dipakainya memang ruwet, berbeda dengan gaun-gaun yang dia pakai saat dia berada di dunia modern dulu. Gaun di dunia ini, memakai puring dan stagen.
Kecantikan didunia ini sungguh menyiksa. Aku kasihan pada wanita yang bertubuh gemuk, mereka pasti kesulitan disini. Kata Roselia dalam hati ketika melihat wanita gemuk yang terlihat tidak nyaman memakai bajunya, bahkan dia kesulitan bernafas tapi tetap memaksakan dirinya memakai baju cantik itu.
"Hei! Ayo cepat masuk!" ujar Amber pada Roselia dengan ketus.
"Kenapa kau tidak masuk duluan bibi? Kenapa? Apa kau tidak bisa masuk tanpa aku?" tanya Roselia dengan senyum sinis dibibirnya.
"Jangan banyak BICARA!" bentak Amber padanya.
Roselia pun berjalan di ikuti oleh Stella dan Doris dibelakangnya, Stella dan Doris juga memakai gaun yang sama mewahnya dengan gaun Roselia. Bahkan Stella terlihat cantik sama seperti dengan Roselia, rambut perak Stella tampak indah memukau. Belum lagi saat gadis itu tersenyum, ya kalau bisa dibandingkan. Stella menang, dia jauh lebih cantik dari Roselia.
Istana ini begitu megah dan suatu saat nanti aku akan tinggal disini, menjadi permaisuri negeri ini. Terimakasih kepada Roselia yang bodoh, karena dia mengajakku kembali dan memberikanku kesempatan untuk mendekati putra mahkota, calon suamiku.
Stella memperhatikan istana yang megah itu, dia membayangkan ramalan dari pendeta, bahwa dirinya akan menjadi penguasa kerajaan Gamarcus. Dia sudah sangat bahagia membayangkan hal itu, setelah dia menjadi permaisuri maka hidupnya akan bahagia. Stella tersenyum bahagia.
Tanpa Stella sadari, Roselia melihatnya sambil tersenyum menyeringai. Dia tidak tahu apa yang ada didalam pikiran Stella, dia hanya ingin tau apa yang akan terjadi jika Stella dan Mikhael bertemu. Dia ingin tau apakah Mikhael benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Stella seperti pada cerita aslinya, ataukah tidak. Ia hanya ingin jadi penonton saja dan melihat adegan romantis tanpa ingin ikut campur.
Bebas dari kematian saja dia sudah sangat bersyukur.
Pintu aula istana itu pun terbuka lebar, seorang pengawal mengumumkan kedatangan Roselia dan juga keluarga bibinya. Semua orang begitu terkejut saat nama Edenbell di sebutkan.
Sontak atensi semua orang tertuju kepada Roselia. Gadis cantik yang memiliki rambut pirang, kedua mata berwarna biru sebiru langit. Cantik, itulah definisi dari gadis itu. Tapi dia adalah seorang putri pengkhianat yang masih hidup karena belas kasihan dan keinginan terakhir dari keluarganya. Namun ada satu lagi yang membuat semua orang tercengang, yaitu kecantikan Stella. Stella berhasil merebut perhatian semua orang yang berada di sana.
Nah kan... aku memang lebih cantik darinya, lihatlah! Semua orang bahkan tidak berkedip saat melihatku.
Stella mengibaskan rambutnya yang panjang, seolah tebar pesona disana. Beberapa pria bahkan mencoba mendekatinya, ya karena dia cantik.
"Doris, Stella! Kalian tidak boleh ikut bergabung ke dalam, kalian tunggu disini saja! Kalian harus tau di mana posisi kalian." kata Amber mengingatkan kedua pelayan itu agar tetap tinggal di barisan luar dan tidak masuk lebih dalam ke aula istana.
"Baik nyonya," jawab Stella dan Doris bersamaan seraya mengganggukan kepala.
Roselia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tidak mau melanggar hukum istana yang bisa dengan seenaknya main hukum-hukum. Berbeda dengan dunianya, dunia novel ini sangat mementingkan status sosial seseorang.
Mau tak mau, Roselia dan kedua wanita itu masuk ke dalam aula istana. Terlihatlah seorang pria paruh baya yang masih tampak gagah sedang berjalan di tengah-tengah.
"Hormat kepada yang mulia Raja!!" ujar seorang pengawal dengan suara lantangnya.
Semua orang menundukkan kepalanya saat melihat sosok Raja itu, berjalan bersama seorang wanita cantik yang sedikit lebih muda darinya. Wanita cantik itu memakai mahkota sama seperti sang Raja, ya artinya dia adalah seorang permaisuri.
Roselia terpana melihat kecantikan Ratu, seperti yang digambarkan didalam novel. Rambut merah indah, mata berwarna coklat muda. Dia adalah ibu dari Mikhael, sang putra mahkota.
Raja dan Ratu pun duduk di singgasana mereka, tak lupa mereka menyambut tamu yang hadir di sana. Di tengah-tengah aula Roselia menyadari bahwa sepasang mata tajam mengarah dari sang Raja padanya.
Apa aku salah paham? Kenapa si raja itu melihatku dengan tatapan aneh?
"Nona...maaf saya datang kemari, saya lihat nona sedang resah."
Suara Stella membuat Roselia terkejut, lalu dia pun mengambil minuman yang ada ditangan Stella dengan asal. "Terima kasih Stella."
Minumlah Roselia, lalu kau akan membuat masalah disini.
Stella terkekeh dalam hatinya, setelah itu dia tersenyum menyeringai. Tak lama kemudian, Roselia merasa gerah, ia pun pergi dari pesta untuk menghindari masalah yang tidak-tidak.
"Stella...apa dia mencampurkan sesuatu didalam minumanku?" gumam Roselia dengan nafas yang terengah-engah. "Sial! Padahal aku ingin melihat wajah putra mahkota sialan itu!"
Tanpa dia sadari ada seseorang diatas pohon yang melihatnya, sepasang mata berwarna abu-abu. "Putra mahkota sialan?" gumam pria itu kesal.
Gadis itu berjalan di lorong dan entah mau kemana, dia terhuyung-huyung lalu melepas sepatunya yang tinggi. "Sial! Sepatu ini menganggu saja! Ribet sekali!"
Roselia membuang sepatu itu ke sembarang tempat, tampaknya dia kehilangan kendali atas tubuhnya.
Pletak!!
"Aduh!" sepatu heels itu mengenai kepala Mikhael, akhirnya dia menunjukkan dirinya pada Roselia. "Kau gadis kurang ajar! Wanita bar-bar, beraninya kau melempar sepatu ke kepalaku!" Mikhael memegang sebelah sepatu heels Roselia yang berwarna merah itu.
"Hey tampan!" sapa Roselia sambil nyengir didepan pria itu.
...****...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
༄ᴵᵏᵏQuenzyᥫ᭡
nyadar ga ya kalo itu mikhael
2024-12-17
1
Frando Kanan
ya ya ya....lakukan sendiri bila nyawa lo ada melebihi 1
2024-04-10
0
Sri Mulyati Yusuf
ratu itu ibu kandung Mikael apa bukan? kty ibu Mikael udh tiada
2023-01-18
0