...🍁🍁🍁...
"Hey! Kenapa kau masih ada disini?" tanya Annie yang membuyarkan lamunan Stella.
"Maafkan saya nyonya Annie." Stella menundukkan wajahnya didepan Annie.
Jika aku tidak menghancurkan Roselia, maka aku yang akan hancur. Aku harus bisa menghancurkanmu Roselia.
"Cepat masuk! Kau harus segera melayani si nona benalu itu!" titah Annie dengan suara penuh kebencian. Sudah jelas kepada siapa kebencian itu ditujukan, Roselia.
"Baik nyonya," jawab Stella patuh.
Kemudian dia mengikuti Annie dari belakang, dia menatap sekeliling rumah itu dengan tatapan tajam. Dia bersumpah akan menghancurkan Roselia yang menghalangi jalannya kelak.
Roselia tiba di kamarnya bersama Doris dan dua orang pengawal yang membawa barang belanjaan ke dalam sana. "Terima kasih kalian sudah membawakan barang bawaanku," ucap Roselia sambil menyerahkan 2 koin emas kepada masing-masing pengawal tersebut.
"Terima kasih nona."
Kedua pengawal itu pun keluar meninggalkan kamar Roselia setelah melakukan tugas mereka.
"Huh! Mereka jadi ramah begitu diberikan uang," gerutu Doris yang tidak senang melihat sikap pengawal itu. Awalnya mereka jutek sekali pada Roselia, saat diberi uang oleh Roselia barulah mereka ramah padanya.
"Kau tau Doris, uang, harta, tahta, itulah yang membuat orang lain bertekuk lutut didepan orang lain. Syukurlah mereka masih suka uang," ucap Roselia sambil duduk di atas ranjangnya, dia sangat lelah setelah hari yang dia lalui.
Doris membantu nonanya membereskan barang-barang yang di beli oleh Roselia. Tak lama kemudian, seseorang masuk ke dalam kamar Roselia tanpa mengetuk pintu.
"Kau--"
"Doris, keluar dan tutup pintunya!" titah Derrick tegas.
Mata Doris bergetar melihat raut wajah Derrick yang tampak marah itu, sementara Roselia bertanya-tanya apa yang membuat pria itu marah.
Setelah Doris pergi dari kamar Roselia dan menutup pintu. Barulah Derrick berjalan mendekati Roselia.
"Ada apa tuan?" tanya Roselia tanpa menoleh ke arah Derrick.
Derrick, kau juga bertingkah aneh.
"Roselia, aku sedang bicara denganmu... ketika seseorang sedang berbicara denganmu, harusnya matamu menatapnya." ucap Derrick sinis.
Wanita itu tercekat, lalu mendongak kearah Derrick seperti apa yang diperintahkan olehnya. "Ada apa tuan? Kau datang ke kamarku, tanpa mengetuk pintu dan langsung masuk begitu saja...bukankah itu tidak sopan?"
"Roselia, kau menanyakan hal yang tidak penting. Ini tentangmu, Roselia...siapa pria itu? Mengapa kau begitu akrab dengannya?" tanya Derrick berapi-api ingin segera dijawab.
"Dia bukan siapa-siapa."
"Dia bilang dia temanmu,"
"Aku sudah bilang, kalau dia bukan siapa-siapa." ucapnya penuh penegasan.
Ada apa dengan si Derrick? Dia yang identik dengan sikap dinginnya, kenapa jadi begini padaku? Dia seperti orang yang sedang--ah tidak mungkin.
Roselia mulai memikirkan hal yang tidak-tidak melihat sikap Derrick saat ini.
Mata elang Derrick yang penuh kecurigaan menatap Roselia dengan tajam. "Kalau dia bukan siapa-siapa, lalu kenapa dia mencium punggung tanganmu begitu? Kalian seperti sudah kenal sejak lama."
"Aku baru bertemu dengannya di jalan tadi, mana mungkin kami dekat--"
Kata-kata Roselia tiba-tiba terhenti, manakala sebuah pelukan erat dirasakannya dari dua tangan kekar pria tampan berambut perak itu.
"Tu-tuan..."
Kenapa dia memelukku begini?. Roselia tercengang mendapatkan pelukan seperti ini dari Derrick.
"Roselia, maafkan aku...mulai sekarang aku akan melindungimu. Aku tidak akan menutup mata lagi, aku tidak akan acuh padamu, aku menyesal sudah mengabaikanmu selama ini Roselia. Seharusnya ketika kau meminta bantuanku, ketika kau memanggilku dengan panggilan kakak dengan begitu lirih dan meminta pertolongan kepadaku. Harusnya saat itu aku mendengarkanmu, bukannya mengabaikanmu. Roselia, aku sungguh berdosa kepadamu, aku...tidak akan mengabaikanmu lagi." lirih Derrick penuh penyesalan, dia memeluk Roselia dengan erat namun lembut.
Roselia terdiam, walaupun dia bukan Roselia yang asli. Tapi ia merasa sedih dengan apa yang diucapkan oleh Derrick padanya.
Lalu ia pun teringat didalam cerita aslinya, bahwa sejak kecil Roselia selalu disiksa oleh Amber dan Daniar. Dia berharap akan mendapatkan perlindungan dari seseorang, yaitu Derrick. Tapi Derrick selalu saja bersikap dingin padanya, bahkan dia sama sekali tidak peduli kepada Roselia. Melihatnya saja tidak mau, seolah gadis itu adalah sesuatu yang kasat mata.
Kini kenapa Derrick berubah?
"Maafku ini mungkin terlambat, tapi aku benar-benar menyesal....aku akan melindungimu dari sejraang dan seterusnya. Aku janji."
"Tidak, kau tidak usah melindungiku tuan...aku bisa menjaga diriku sendiri."
Ya itu benar, kau tidak perlu melindungiku. Karena aku akan kabur dari rumah ini membawa banyak uang dan hidup tenang menjauh dari kalian para pemeran utama yang menyebalkan!
"Rose..."
Sesakit itukah hatimu olehku Rose?
"Lebih baik tuan pergi dari sini, saya lelah dan saya ingin beristirahat." ucap Roselia sopan, ia mengurai pelukan Derrick.
"Baiklah, kau pasti lelah karena kau baru kembali. Tapi Rose, kau--tidak boleh berdekatan dengan pria itu lagi. Aku merasa dia bukan pria yang baik. Kumohon Rose, dengarkanlah aku." pintanya seraya memegang tangan Roselia.
Huhh...kenapa aku merasakan ada sesuatu yang aneh di sini? Aku pikir ini bukan hanya kasih sayang seorang kakak kepada adiknya.
"Baiklah tuan,"
Cup!
Sebuah kecupan mendarat di kening Roselia dan membuat gadis itu tersentak kaget. "Bukan tuan, tapi kakak...kau harus panggil aku begitu. Dan kalau ada apa-apa, kau harus mengatakannya padaku ya." lirih Derrick dengan lembut, kemudian dia pergi meninggalkan kamar itu dan menutup pintunya.
Roselia memegang keningnya yang baru saja di kecup oleh Derrick. Lalu dia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.
"Dia yang gila, aku yang gila atau alur novel ini yang gila?" gumam Roselia bingung. "Ah... sudahlah! Bodoh amat dengan alur novel ini, yang penting aku masih hidup dan aku harus hidup. Tapi kenapa ya, semakin aku mencoba menghindar dari pemeran utama, second male lead, mereka malah semakin mendekat padaku? Aneh..." gumam Roselia bingung.
*****
3 hari berlalu sejak Stella tinggal di mansion itu. Tapi Roselia tidak pernah mau berdekatan dengan Stella dan tidak mau dilayani oleh Stella. Gadis itu pun menjadi bingung bagaimana caranya menjadi orang kepercayaan Roselia.
Pagi itu, Daniar sudah heboh karena mendapatkan undangan dari istana. "Ibu...lihatlah ini! Aku mendapatkan undangan dari istana,"
"Undangan apa sayangku?" tanya Amber pada putrinya.
"Ada pesta dansa di istana," jawab Daniar dengan senyuman mengembang indah dibibirnya.
"Masih untung ada undangan dari pesta dansa di istana, padahal sudah lama keluarga kita tidak mendapatkan undangan dari sana. Karena seseorang!" Amber melirik sinis pada Roselia yang sedang asyik makan sarapannya tanpa peduli orang-orang di sekitarnya.
"Benar, dia benar-benar pembawa sial!" ketus Daniar padanya.
"Ibu, Daniar! Hentikan!" kata Derrick.
Hem bagus juga sekarang ada yang membelaku. Aku tak perlu buang-buang tenaga, aku punya tameng sekarang. batin Roselia senang.
...*****...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
༄ᴵᵏᵏQuenzyᥫ᭡
ih gedek bgt ama mulu lemes nya di ember pantesan namanya ember org mulutnya kaya ember
2024-12-17
1
Frando Kanan
klo gw jd Roselia skrg gw gk segan2 pukul tuh....sbg saudara bner2 tdk becus
2024-04-10
1
Wanda Wanda i
aku suka critanya
2023-02-27
2