...🍁🍁🍁...
Jika ini didalam novel asli yang dibaca Roselia, mengapa alur cerita dan sikap pemeran didalamnya jadi berubah?
Roselia memijat pelipisnya yang mendadak, sakit itu, dia bingung melihat semua orang di sekitarnya yang tengah berkumpul. Orang-orang itu adalah pemeran dalam dunia novel yang dia baca.
Tidak, tidak seharusnya pertemuan mereka terjadi seperti ini. Bukankah pertemuan pertama Asteorope dan Stella itu di pasar dan bukan dengan cara seperti ini, tapi Asteorope malah bertemu dengan Roselia lebih dulu. Harusnya Derrick juga tidak pernah peduli pada Roselia, mengapa sekarang dia terlihat peduli pada Roselia.
Pada cerita artinya, Derrick dan Asteorope membenci Roselia bahkan mereka menuntut Roselia karena sudah mencelakai Stella sampai akhirnya Roselia di hukum mati. Lalu kenapa alurnya jadi ruwet begini?
"Roselia, kau kenapa? Apa kau sakit lagi?" Derrick memegang kedua tangan Roselia, ditatapnya gadis berambut pirang tersebut dengan cemas.
"Nona, saya sudah mencari nona kemana-mana. Saya ditugaskan oleh duchess untuk menjadi pelayan pribadi nona." jelas Stella dengan suara mendayu-dayu khas dirinya, memang di dalam novelnya dia terkenal lemah lembut.
Doris langsung mengerutkan keningnya, dia merasa Stella mengancam posisinya karena selama ini hanya ialah pelayan Roselia. "Maaf, tapi akulah pelayan nona Roselia."
"Kita akan menjadi pelayan nona Roselia bersama-sama." jawab Stella sopan.
Ketika semua orang disana mengoceh, Roselia hanya terdiam dan berusaha mengingat alur novel yang dia baca. Sungguh alur novelnya telah banyak berubah, kenapa? Apa karena dirinya yang menjadi Roselia?
"Nona, apa kau sakit?" tanya Asteorope sambil menepuk bahu Roselia. Gadis itu masih tenggelam dalam pikirannya sendiri.
Derrick menepis tangan Asteorope, menatap pria itu dengan sinis. "Jangan sentuh dia!"
Asteorope tersenyum sinis, seraya menatap Derrick dengan tajam. Tatapan yang mengintimidasi. Stella melihat tatapan kedua pria itu saling beradu, seperti ada aliran listrik di dalam tatapan mereka. Ya, itu semua karena Roselia. Raut wajah Stella terlihat marah, tangannya terkepal erat.
"Siapa kau mengatakan itu padaku?"
"Aku kakaknya, dan kau siapa?" Derrick bertanya balik. Dengan netra yang saling beradu tajam dengan Asteorope.
"Aku temannya," kata Asteorope pede.
"Benarkah? Oh...aku tidak tahu kalau adikku punya teman, apalagi temannya laki-laki." kata Derrick sarkas.
"Kami baru kenalan tadi,"
"Aku tidak percaya bahwa kalian--"
Tiba-tiba saja Roselia berteriak kesal melihat dua orang pria yang berdebat didepannya. "Kalian--kenapa kalian seperti ini? Kalian harusnya memperhatikan dia, bukannya aku!"
Sontak saja teriakan dan ucapannya yang tidak jelas itu membuat atensi kedua pria di sampingnya mengarah padanya. "Nona (Roselia) kau kenapa?" tanya Derrick dan Asteorope kompak.
Astaga! Ini benar-benar buruk, alur novel sudah berubah. Sebenarnya kenapa?
Tak hentinya wanita itu menghela nafas berat dan menghembuskannya dengan kasar. "Aku ingin pulang, tuan--berikan barang belanjaan ku pada Doris!" titah Roselia pada Asteorope.
"Biar aku saja yang membawa semua ini sekalian mengantarmu pulang." Asteorope tersenyum lembut pada Roselia, tanpa ia sadari bahwa ada mata elang seorang menatap pangeran kedua dari kerajaan Albarca itu.
Kenapa dia begitu memperhatikan Roselia?
"Tidak! Kau tidak akan mengantarku! Doris cepat ambil barang belanjaannya," Roselia memijit pelipisnya dengan gusar.
Doris mengambil barang belanjaan Roselia dari tangan Asteorope dengan cepat. Namun karena barang bawaan itu terlalu banyak, akhirnya Stella berinisiatif membawa barang belanjaan dari tangan Asteorope.
"Maaf tuan, biar saya bawakan."
Stella memegang tangan Asteorope tanpa sengaja, kedua netra mereka beradu. Akan tetapi Asteorope menghindari tatapan Stella dan membuat gadis itu kecewa.
Kenapa dia menolak tatapan dari wanita secantik diriku? Tidak mungkin...
"Nona...aku harap kita bertemu lagi." ucap Asteorope yang lagi-lagi mencium punggung tangan Roselia tanpa izin. Akhirnya Roselia menendang sebelah kaki pria itu.
"Aduh duh...sakit!" pekik Asteorope sambil memegang kakinya.
"Kau... benar-benar keterlaluan." ucapnya geram pada pria itu.
"Aku akan menantikan pertemuan kita lagi, nona Jackie Chan."
Ketika pria itu tersenyum, terlihat sangat mempesona. Bahkan Stella dan Doris saja tertegun melihat satu lesung pipinya.
Roselia menaikkan bahunya, lalu ia melotot mendengar ucapan tidak tahu malu dari Asteorope. "Tidak heran, dia dijuluki pangeran gila! Dia tampan tapi tak waras." gumamnya dalam hati.
"Dasar orang gila!" gerutunya kesal.
"Rose, ayo kita pulang! Hari sudah mulai senja." ucap Derrick sambil memegang tangan Roselia, bermaksud membantunya naik kereta. Akan tetapi Roselia menepisnya.
"Aku bisa sendiri kak, lebih baik kau bantu Doris dan pelayan itu." ucap Roselia dingin pada Derrick, lalu dia naik ke dalam kereta.
Alur novel benar-benar sudah berubah. Astaga!
Derrick dan Asteorope saling beradu netra dengan sinis. Kemudian Derrick masuk ke dalam kereta diikuti oleh Doris.
Saat Stella akan masuk ke dalam kereta, tiba-tiba dia terpeleset dan jatuh ke pelukan Asteorope. "Astaga! Tuan...maafkan aku." lirihnya seraya menatap wajah tampan Asteorope.
Pria itu terlihat dingin, berbeda saat dia melihat Roselia. Dia mendorong Stella dan abai padanya. "Lain kali hati-hati."
"Iya tuan." jawab Stella sambil tersenyum, padahal hatinya gemetar menahan marah.
Kenapa? Padahal aku cantik, kenapa dia tidak tertarik padaku?
...*****...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
༄ᴵᵏᵏQuenzyᥫ᭡
sok cantik bgt dah stela
2024-12-17
1
Frando Kanan
astaga dsr lo ini....ya jlslh alur cerita novel berubah krn lo udh ubahkan sendiri...
2024-04-10
0
Rieny Sartika
pas ariana yg jd roselia si stela jd ular muka 2 munafiq aquttttt
2023-01-12
1