...🍁🍁🍁...
Asteorope sengaja membuat momen dimana Roselia akan berlama-lama dengannya di pasar itu. Dia menuntun Roselia untuk menemui 4 orang yang mengklaim diri mereka sebagai murid Roselia. Sementara itu Doris dan Stella akan berbelanja berdua setelah Asteorope berikan uang kepada mereka.
Pria itu sengaja ingin berduaan saja bersama Roselia dan dia memberikan uang kepada dua pelayan Roselia.
"Nona, silakan anda bersenang-senang dengan tuan." ucap Doris seraya tersenyum senang setelah menerima beberapa koin emas dari Asteorope.
"Doris, apa sekarang kau sudah menghianatiku?" tuduh Roselia yang tidak senang karena Doris akan meninggalkannya berduaan saja bersama dengan Asteorope.
"Nona... percayalah bahwa tuan yang murah hati ini, bukanlah pria yang jahat." ucap Doris dengan bijak, sementara Stella dari tadi hanya diam saja.
"Hah!" Roselia terperangah, ia tidak percaya bahwa Doris akan semudah itu berubah sikap ketika sudah diberi uang oleh Asteorope.
Huh, padahal sebelumnya dengan tegas dia melarangku untuk dekat dengan Asteorope dan menyuruhku untuk menjauhinya. Lalu kenapa sekarang dia bertingkah seperti Mak comblang? Memang ya uang bisa merubah segalanya, bahkan mengubah pihak. Matanya langsung hijau begitu melihat uang.
"Ya sudah tuan, nona, silakan kalian nikmati waktu kalian berduaan. Aku dan Stella akan pergi berbelanja di sekitar sini, kalau kalian butuh bantuan kami...nona dan tuan tinggal datangi saja restoran itu!" tunjuk Doris pada sebuah restoran yang berada di tengah-tengah pasar tersebut.
"Doris..."
"Stella, ayo!" Doris mengajak Stella pergi dari sana. Kemudian wanita itu mengedipkan sebelah matanya, seraya melirik ke arah Asteorope. "Tuan... fighting!" suara Doris tidak terdengar, namun gerak bibir yang menunjukkan seperti itu.
Asteorope hanya tersenyum menyahutinya. Dia mengungkapkan kata terima kasih tanpa suara, hanya gerak bibir saja yang dapat dilihat oleh Doris. Doris memahaminya dan karena tidak mau berlama-lama mengganggu pasangan itu, Doris dan Stella pergi untuk membelanjakan uang yang diberikan oleh Asteorope.
Kini mereka berdua berjalan menuju ke tempat dimana 4 murid Roselia bekerja. Memulai pekerjaan mereka yang halal, sesuai dengan perintah Roselia.
"Lihatlah! Sekarang temanku satu-satunya telah berpihak padamu, matanya langsung hijau begitu melihat uang yang banyak. Oh tidak! Aku merasa dikhianati dan apakah aku hanya bernilai beberapa koin emas saja di matanya?" wanita cantik itu berdecih kesal karena kedua pelayan yang telah pergi meninggalkannya berdua saja dengan Asteorope.
"Ayolah, jangan salahkan aku karena pelayan setiamu berkhianat. Ini salahmu sendiri, kau kurang memberikan banyak uang kepada mereka." ucap Asteorope tanpa rasa bersalah.
"Huh...baiklah, sebenarnya apa maumu melakukan semua ini? Kenapa kau terus mendekatiku? Apa yang kau inginkan dari Putri penjahat sepertiku?"
Asteorope tiba-tiba mendekat ke arah Roselia dan membuat atensi keduanya bertemu. Asteorope tersenyum menatap mata indah Roselia yang berwarna biru langit itu.
"Pertemanan..."
"Aku menolak."
Gila saja, kenapa aku mau berteman dengan pria berdarah dingin seperti dirimu? Pria yang kemungkinan besar bisa membunuhku di masa depan. Tapi jujur, kau membuatku nyaman.
"Ayolah, hanya berteman bukan berkencan."
"Tuan Asteorope--"
"Panggil saja As."
"Baiklah tuan As," jawab Roselia. "Aku tidak mau berteman, bisa saja kau akan jatuh cinta padaku suatu hari nanti kalau kita berteman."
"Oh...kau sangat percaya diri nona Roselia, kenapa kau berpikir aku akan jatuh cinta padamu?" Asteorope mendelik menatap Roselia.
Ya, aku memang sudah jatuh cinta padamu. Asteorope bermonolog dalam hatinya.
"Karena bagiku, pertemanan antara pria dan wanita itu tidak ada. Pasti ada rasa yang berbeda antara pria dan wanita, rasa itu akan lebih dari teman."
"Oh astaga! Aku tidak menyangka bahwa kau memiliki pemikiran yang begitu kolot, apakah kau berpikir persahabatan wanita dan pria itu tidak bisa dilakukan? Pikiranmu itu salah nona!" Asteorope mengacungkan jari telunjuknya selama beberapa kali. Ia tidak setuju dengan pendapat gadis itu mengenai persahabatan wanita dan pria.
"Begitukah?"
"Benar, kalau kau tidak percaya dengan ucapanku...maka mari kita coba untuk berteman." Pria itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Roselia, dia menawarkan pertemanan dengannya.
Roselia masih menatapnya dengan curiga, ia was-was dan takut jika Asteorope memiliki niat tidak baik padanya.
"Aku akan menerimanya, jika kau berjanji padaku dan melakukan syarat yang ku minta."
Pria itu menarik uluran tangannya, dia mengerutkan keningnya saat melihat raut wajah Roselia begitu serius dan tampak takut padanya. "Kau ingin aku berjanji apa? Syaratmu akan ku lakukan."
"Jika kita berteman, aku ingin kita saling jujur satu sama lain dan tidak ada yang disembunyikan. Lalu aku ingin kau berjanji padaku, kau tidak boleh membunuhku!" seru Roselia tegas.
Ya, aku harus punya jaminan jika menjalin hubungan dengannya.
"Baiklah, aku berjanji. Lagi pula kenapa aku harus membunuhmu? Kau ini konyol sekali..." Asteorope terkekeh mendengar syarat dari gadis itu.
"Aku tidak bercanda, aku serius meminta syarat ini dan aku ingin kau berjanji."
Asteorope tersenyum tipis, lalu dia membuka gelang giok yang ada di tangan kirinya. Kedua mata Roselia terbuka lebar melihat Asteorope melepaskan gelang itu dari tangannya.
Astaga! Kenapa dia melepaskan gelangnya? Bukankah gelang itu adalah gelang yang sangat berharga baginya dan tidak pernah dia lepaskan dan gelang ini hanya dilepaskannya karena Stella.
Lagi-lagi gadis itu teringat dengan kejadian di dalam novel yang ia baca, saat dirinya masih berada di dunia modern. Pada bab 40, dimana Asteorope melepaskan gelang yang berharga itu untuk diberikan kepada Stella. Gelang tersebut adalah gelang pemberian mendiang ibu Asteorope dan memiliki kekuatan magis didalamnya, seperti nyawa Asteorope berada disana.
Asteorope memakaikan gelang giok itu ke tangan kiri Roselia yang masih polos. "Aku berjanji, aku tidak akan pernah menghianatimu dan aku tidak akan pernah membunuhmu. Inilah janjiku, gelang ini adalah--"
Roselia langsung memotong ucapan pria itu, ia begitu panik ketika gelang tersebut terpasang di tangannya. "Tidak! Kau tidak boleh memberikan gelang ini padaku!" seru Roselia sambil mencoba membuka gelang itu tapi tak bisa.
"Kau tidak bisa melepaskannya, kecuali aku mati!" Asteorope memegang tangan Roselia dan melihat gelang itu di tangannya.
"Apa kau sudah gila?!" Sentak Roselia
What the hell dengan novel ini?
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
༄ᴵᵏᵏQuenzyᥫ᭡
gelang ajaib
2024-12-17
1
Frando Kanan
mampos lo...spa suruh lo buat cerita bodoh...
2024-04-10
0
Frando Kanan
syarat murahan....lbh baik buat syarat jgn dktin saya gitu...lbh baik jd org asing
2024-04-10
0