...🍀🍀🍀...
"Cukup ibu! Jangan perlakukan Rose seperti ini lagi!" Derrick membentak ibunya, dan memegang tangan duchess dengan erat.
"Derrick! Lepaskan ibu! Kau tidak tahu apa-apa tentang wanita pembawa sial ini, jangan ikut campur!" kata Amber dengan suara membentak, matanya menatap tajam pada Derrick yang masih erat memegang tangan kanannya.
Roselia menatap heran pada Derrick, dia tau karakter Derrick di dalam novel. Ya, namanya adalah Derrick Andante Sullivan, ia kakak sepupu Roselia yang ternyata adalah anak angkat keluarga ini, dia memiliki pribadi pendiam dan otak cerdas. Dia juga adalah kakak kandung Stella yang terpisah darinya sejak kecil.
Mendadak Roselia menjadi tegang begitu mengingat sosok Derrick, karena dia adalah satu orang yang membuat Roselia menderita di dalam novel. Dia adalah Provokator yang membuat Roselia di hukum mati karena dianggap menyakiti adiknya, Stella.
Orang ini harus ku hindari, tapi kenapa dia baik padaku? Bukankah dia selalu cuek saja pada Roselia, ketika Roselia ditindas oleh ibunya.
"Selama ini aku selalu diam saja, ketika ibu menindasnya!"
"Lalu kenapa? Apa kau membela dia?" tanya Amber pada putranya itu.
"Bukan membela Bu, tapi bagaimana jika orang-orang luar tau kalau kita memperlakukan Roselia seperti ini? Apa yang akan mereka katakan tentang reputasi keluarga kita?"
Roselia menatap tajam dan dingin ke arah Derrick, dia tidak bicara dan menyaksikan pembicaraan itu. Derrick bertemu pandang dengan Roselia, dia melihat ada yang berbeda dari gadis itu. Tatapan yang biasanya selalu sendu, tiba-tiba berubah menjadi tajam dan penuh amarah. Seakan dia adalah orang yang berbeda, padahal disaat seperti ini dia pasti akan menangis, memohon, memelas.
"Kau benar, Derrick...ini berbahaya untuk reputasi keluarga kita. Tapi anak ini--" Amber kembali menatap Roselia dengan benci.
"Kenapa kalian berisik sekali? Aku mau tidur, tubuhku pegal-pegal dan sakit," Roselia memotong ucapan Amber.
Derrick dan Amber kembali dibuat tercengang dengan sikap dan ucapan Roselia yang tampak berbeda.
Rose? Kenapa kau berubah? Apa yang terjadi padamu?
Amber menggertakkan giginya dengan gemas. "Anak ini! Benar-benar menyebalkan! Sepertinya kau kerasukan setan!"
Ketika Amber akan melayangkan tangannya kembali pada Roselia, gadis itu menepisnya dengan mendorong Amber. "HEY KAU--"
"DIAM! Sekali lagi kau mencoba menyentuhku, aku tidak akan segan-segan membuatmu menderita! Dan aku...bukan pembawa sial!" Jari Roselia menunjuk pada wajah Amber, sorot matanya begitu tajam.
"KURANG AJAR!" Amber kembali berteriak, kali ini dengan suara yang menggelegar.
Disaat keributan terjadi di ruang bawah tanah yang kecil itu, datanglah seorang wanita berambut merah kesana. Dia langsung menjambak rambut pirang Roselia dengan kasar. "Ackk!!"
"Sudah kuduga, pasti kau yang membuat ulah. Dasar kau pembawa sial!" ketus wanita berambut merah itu pada Roselia.
"Daniar! Lepaskan Rose!" Derrick menarik tangan Daniar dari rambut panjang Roselia.
Roselia tertegun melihat wajah Daniar. Dia adalah tokoh antagonis yang menindas Roselia, saudara sepupunya dan anak satu-satunya dari Duchess Sullivan. Memiliki karakter keras kepala dan suka menghambur-hamburkan uang.
"Kenapa kalian begitu berisik? Ah...ya sudah ,kalau begitu aku akan pergi meninggalkan ruangan ini. Keluarga ini benar-benar gila dan Roselia benar-benar bodoh." ucap Roselia acuh pada semua keluarga Sullivan itu, dia berjalan keluar dari kediaman ruang bawah tanah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.
Semua orang di keluarga Sullivan benar-benar tidak percaya bahwa Roselia berubah seperti itu. Kemana Roselia yang lemah lembut dan penurut itu? Kenapa sekarang dia bisa memiliki tatapan intimidasi, bahkan berteriak.
"Derrick! Anak itu pasti sudah gila!" Amber mendengus marah.
"Iya benar ibu, sepertinya dia tidak waras." Daniar membenarkan ucapan ibunya, dia menatap punggung Roselia yang sudah jauh dari sana.
"Derrick! Kau harus panggil pendeta kemari untuk mengusir setan." pinta Amber kepada putranya.
"Sudahlah ibu, tidak perlu sampai seperti itu. Lebih baik kita lihat dulu apa yang terjadi pada Roselia," saran Derrick dengan wajah bingungnya.
"Kakak juga aneh, kenapa kakak membelanya? Ada apa dengan kakak?" tanya Daniar dengan atensi tajam pada kakaknya.
"Aku tidak membelanya," sanggah Derrick pada adiknya.
"Kakak! Jangan bohong, padaku!" seru Daniar yakin bahwa kakaknya berbohong.
"Ini semua karena mu Derrick, kalau kau tidak menyelamatkannya--mungkin hidup kita sudah tenang karena semua hartanya." ucap Amber kesal.
Alih-alih mendengar ocehan ibu dan adiknya, Derrick malah tertegun saat memikirkan sesuatu, kejadian yang terjadi kemarin di dekat kolam depan mansion Sullivan.
#Flashback
Sore itu Derrick baru saja pulang dari perpustakaan umum di pusat kota, Derrick berjalan menuju ke mansionnya yang mewah itu sambil membawa buku. Tak sengaja, ia melihat beberapa pelayan rumah itu menindas Roselia.
Awalnya Derrick cuek saja seperti biasa dan terus melangkah masuk ke dalam mansion. Namun Derrick terdiam di tempatnya begitu mendengar suara benda berat tercebur ke dalam kolam.
Byur!!
"Bagaimana ini? Dia bisa mati!" kata seorang pelayan panik.
"Jangan tanyakan padaku! Kau yang mendorongnya,"
"APA? Bukankah itu kau?"
Ah sudahlah, nanti juga ada yang menolong. Batin Derrick berusaha cuek.
Tapi para pelayan dan mansion itu tidak punya hati, mereka juga tidak berani menolong seseorang yang jatuh ke kolam itu. Mereka hanya bisa menonton Roselia yang sedang meregang nyawa.
"Haishhh..." desah Derrick, dia menjatuhkan buku-bukunya, lalu dia berlari ke arah kolam.
Derrick menceburkan dirinya ke kolam ikan yang dalamnya lumayan itu. Dia menarik tubuh Roselia ke atas kolam, dia sudah tidak sadarkan diri. Wajahnya pucat, bahkan detak jantungnya juga berhenti saat Derrick memeriksanya.
"Hey! Bangunlah! Kau tidak boleh mati!" Derrick mencoba membangunkan Roselia, dia memberikan nafas buatan pada Roselia.
Kalau kau mati maka orang-orang di mansion ini akan terkena getahnya.
Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya Roselia kembali bernafas meski ia masih belum sadarkan diri. "Hey pelayan pelayan bodoh! Kenapa kalian diam saja?! Cepat panggil tabib!"
Terlihat para pelayan itu gelagapan, mereka seperti tidak mau dan takut memanggil tabib. Itu karena nyonya rumah itu alias Amber, sudah memerintahkan agar Roselia diperlakukan seperti pelayan dan artinya dia tidak berhak untuk mendapatkan perawatan dari tabib.
"Kenapa kalian diam SAJA?" tanya Derrick dengan suara meninggi, sambil menggendong Roselia ala bridal.
Tubuh Rose begitu ringan. Aku seperti tidak mengangkat apapun.
"Maaf tuan muda, tapi kami tidak diperbolehkan oleh duchess untuk--"
"Aku yang memberi izin, jadi cepat panggilkan tabib untuk merawatnya!" titah Derrick pada pelayan itu. Salah satu pelayan bergegas memanggilkan tabib keluarga Sullivan, sementara Derrick membawa Roselia masuk ke dalam mansion.
Disanalah Derrick melihat tempat tinggal sepupunya itu, dia menempati kamar ruang bawah tanah. Dia yang baru kembali dari belajarnya di luar kota sana, baru tau bahwa Roselia tinggal di ruang bawah tanah. Sebelumnya dia tidak peduli akan hal itu, tapi hatinya mulai terenyuh.
#END FLASHBACK
Amber, Derrick dan Daniar kembali ke ruang tengah. Mereka terkejut melihat Roselia berada di ruang makan dan sedang asyik menyantap makanan dengan lahap. "Eh, kalian sudah datang?" sambut Roselia seraya tersenyum dan tetap melanjutkan makannya.
Aku harus gemuk, aku harus sehat, supaya tubuh ini bisa balas dendam dan bertahan hidup.
"Anak pembawa sial! Kenapa kau duduk di kursi ku?!" teriak Daniar marah, dia pun menghampiri Roselia dan menarik kursi yang diduduki oleh Roselia. Tapi Roselia menahannya sekuat tenaga.
"Tidak bisakah kau tenang sedikit... sopanlah! Aku kan sedang makan," ucap Roselia kesal.
"Ibu! Lihat anak pembawa sial ini!" tunjuk Daniar dengan emosi pada Roselia. Tapi gadis itu cuek saja, malah dia mengajak salah satu pelayan untuk duduk bersamanya.
"Namamu Doris, kan? Ayo duduk disini!" ajak Roselia ramah pada gadis yang bernama Doris, dia adalah satu-satunya pelayan yang berpihak pada Roselia.
Amber sudah habis kesabarannya melihat tingkah Roselia, akhirnya dia pun meminta pengawal di kediamannya untuk membawa Roselia pergi dari sana dan diperiksakan pada tabib.
Roselia memberontak, tapi pengawal yang memiliki tubuh besar itu tidak bisa dilawannya. Apalagi tubuhnya lemah dan mungil. "Ash sial! Aku harus berolahraga dan makan banyak! Roselia, tubuhmu payah!" keluhnya dalam hati.
Tabib pria itu memeriksa kondisi Roselia. Dia pun menemukan ada luka di belakang kepala Roselia. "Apa yang terjadi padanya? Apa dia gila?" celetuk Daniar pada tabib itu.
Amber menyenggol tangan Daniar. "Daniar! Diam!" ucap Amber pada putrinya, dia tidak mau keluarganya di cap buruk oleh
"Sepertinya karena benturan di kepala, membuat nona Roselia mengalami hilang ingatan." tutur sang tabib menjelaskan.
"Apa? Hilang ingatan?!" Amber, Daniar dan Derrick tercengang mendengarnya.
Hilang ingatan? Aku? Si tabib ini benar-benar bebal. Batin Roselia cuek.
...****...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
༄ᴵᵏᵏQuenzyᥫ᭡
tabib abal abal itu/Facepalm/
2024-12-17
1
MashMellow🍭
bukannya semua tu harta roselia
2024-12-04
0
salma salma maryam
suaranya kecil musiknya besar
2024-12-25
0