...🍀🍀🍀...
Roselia terus berlari tanpa mempedulikan pandangan orang-orang padanya. Dia mengejar anak laki-laki itu untuk mengambil kantong uangnya. Dalam kemarahan, Roselia bahkan tidak menyadari bahwa gaun bawahnya robek tergores paku.
Doris masih mengejarnya, tapi Roselia berlari cukup cepat seperti melayang. "Nona! Maksudku Roseee...tunggu aku!"
Nona seperti sedang melayang saja.
Gadis berambut pirang dengan mata biru itu merasakan tubuhnya masih ringan dan memudahkannya untuk mengejar si pencuri. Lalu dia pun sampai disebuah gang kecil, ia melihat anak laki-laki itu disana bersama beberapa pria dewasa.
"Itu dia...si pencuri kecil itu," dengus Roselia marah. Saat dia akan melangkah mendekat, Roselia melihat pemandangan tidak menyenangkan.
"Mana kantongnya?" ucap salah seorang lelaki bertubuh besar pada anak laki-laki itu.
"I-ini tuan..." anak laki-laki itu lihat ketakutan saat menyerahkan kantong milik Roselia yang dicurinya.
Mereka bertiga tertawa-tawa begitu melihat isi kantong berwarna merah itu, begitu banyak uang koin didalam sana.
"Buahahahaha...kita bisa kaya kalau begini terus!" seru si pria terbahak-bahak.
"Hey bodoh, cepat kau cari lagi mangsa yang lain!" ujar seorang laki-laki bertopi sambil mendorong si anak laki-laki hingga tersungkur ke tanah.
"Tuan...saya belum dapat imbalannya,"
Ketiga pria dewasa itu melotot ke arah anak laki-laki tersebut, lalu memukulinya saat ia meminta imbalan. "Imbalan? Apa kau sudah gila, hah?!"
"Kau minta imbalan?"
"Ya tuan, bukankah kalian sudah berjanji kepada saya untuk memberikan imbalan jika saya berhasil mengambil kantong dari wanita itu?"
"Ya ini imbalanmu,"
Ketiga pria dewasa tersebut malah mengeroyok anak malang itu dengan tidak berperasaan sampai ia tak berdaya. Melihat ketidakadilan disana, tentulah Roselia tidak diam saja. Ia pun menghampiri ketiga pria dewasa dan anak laki-laki itu.
"Sungguh tindakan pengecut, menganggu seorang anak kecil!"
Ketiga pria dewasa itu menatap Roselia dengan tajam, menampakkan wajah menyeramkan tapi Roselia sama sekali tidak takut. Selama ini saat dia hidup menjadi Ariana dan bertransmigrasi menjadi Roselia, dia adalah wanita mandiri di dunia modern. Ariana adalah anak yatim piatu, dia meringis karir aktrisnya sejak kecil,bekerja paruh waktu, awalnya dia adalah seorang stunt girl, pernah hidup susah sebelum senang. Menghadapi kerasnya dunia modern yang penuh dengan tipu daya.
Menghadapi ketiga pria itu sepertinya bukan masalah besar baginya. So, itu karena dia memiliki ilmu bela diri yang dia pelajari di dunianya.
"Siapa kau nona? Cantik juga kau nona..."
"Kau mau bergabung bersama kami?" goda salah seorang pria pada Roselia.
Roselia tiba-tiba saja memukul wajah salah seorang pria itu dengan sikutnya. "Aw sialan!"
"Gerombolan pecundang, beraninya menindas anak kecil."
"Pukulanmu lumayan juga," ucap salah seorang pria itu, lalu hendak menyentuh Roselia. Dengan sekuat tenaga Roselia memelintir tangannya. "Ack!! Lepaskan!"
Tubuh ini terlalu lemah, bahkan untuk melakukan ini saja aku harus menggunakan sekuat tenagaku.
"Serahkan kantong dan uang emas itu padaku, lalu aku akan membiarkan kalian dengan damai." Roselia, gadis berwajah cantik itu terlihat seperti preman yang memalak orang.
Tanpa dia sadari ada seseorang di atap rumah, melihat itu. Pria tampan dengan rambut berwarna hitam. "Berani juga dia, aku akan lihat apakah ini pertunjukan yang menarik atau tidak." gumam pria itu yang masih duduk santai diatas atap, melihat kejadian yang ada dibawahnya.
"Bicara apa kau gadis kecil?"
Salah seorang pria itu menyentuh kening Roselia dan membuat kepalanya terantuk ke belakang. Roselia mendengus marah, dia pun menyerang bagian inti yang menjadi kelemahan laki-laki.
"AAAHhh!! SAKIT!" pria itu memekik kesakitan sambil memegang bagian bawah perutnya. "Oh astaga! Aku akan mati! Kau wanita sialan!"
Sementara itu si anak laki-laki, masih terduduk dan bingung. Wajahnya sudah babak belur.
"Bos, apa kau baik-baik saja?" tanya kedua anak buahnya melihat pria yang dipanggil bos itu kesakitan.
"Baik-baik saja kepalamu! Cepat tangkap gadis itu, aku mau gadis itu!" Teriak si pria itu.
Merasa sudah tidak lucu lagi, pria yang berada di atas atap hendak turun ke bawah untuk menolong Roselia. Akan tetapi, dalam beberapa jurus yang asing baginya, Roselia membuat ketiga pria itu terjungkir.
"Hyatt!! Hyatt!! Rasakan jurus kungfu ala Jackie Chan!!" tangan Roselia terbuka lebar, baru saja kedua tangan dan kakinya membuat ketiga pria itu tersungkur ke tanah.
"Jackie Chan? Siapa itu?" tanya salah seorang pria kebingungan.
"Siapapun dia, dia menciptakan jurus yang mematikan!" Kata seorang pria dengan wajah serius.
"Ya, dia memang memperlihatkanku jurus yang hebat. Aku pun meniru darinya, makanya jangan macam-macam denganku... Ferguso!" Roselia menginjak salah satu tubuh dari ketiga pria itu.
"Siapa lagi itu Ferguso? Apa dia ahli bela diri juga?" tanya seorang pria pada Roselia.
Wanita muda ini benar-benar hebat, dia bisa mengalahkan kami dengan mudah.
"Bukan urusanmu! Sekarang lebih baik kalian kembalikan kantong uangku dan minta maaf pada anak laki-laki itu!" teriak Roselia dengan garang.
Pria yang berada di atas atap langsung terkekeh melihat sikap Roselia yang menurutnya begitu lucu. "PFut..."
"Ba-baik, kami akan meminta maaf padanya dan mengembalikan uangmu. Tapi--"
Ketiga pria itu duduk berlutut dengan kondisi babak belur didepan Roselia, memegang kaki gadis itu. Roselia di buat terkejut oleh tiga berandalan didepannya. "A-apa yang kalian lakukan?!"
"Jadikan kami MURIDMU, GURU!"
"APA?!" Roselia terkejut mendengar perkataan tiga preman yang dibuat babak belur olehnya itu. "Hey! Apa kepala kalian terbentur atau bagaimana??!"
"Kami mohon GURU!"
Pria yang berada diatas atap tidak bisa menahan tawanya melihat pemandangan yang terjadi dibawahnya, apalagi sikap Roselia.
"PFut...haha..."
Roselia menoleh ke atas atap, dia melihat pria yang tertawa itu. Ditatapnya pria itu dengan tajam. 'Siapa pria berambut hitam itu?'
"Nona! Anda disini rupanya!" teriak Doris bersama dua orang pria berpakaian seperti petugas keamanan disana. Doris berlari menghampiri nonanya.
"Lihat kan, dia tidak apa-apa! Untuk apa kita repot-repot kemari!" gerutu salah seorang petugas keamanan itu sambil melihat Roselia yang baik-baik saja.
"Iya, malah ketiga orang itu yang dibuat babak belur olehnya." ucap seorang petugas keamanan malas.
"Kenapa kalian bicara seperti itu pada nona saya? Siapapun mereka yang meminta bantuan harus dibantu--"
"Untuk apa membantu putri penjahat? Putri pembawa sial yang ada kita bisa terkena sial! gerutu si petugas keamanan.
"Benar, Duke Edenbell telah dihukum mati...harusnya anaknya juga dibasmi." ejeknya seraya tersenyum sinis pada Roselia.
Duke Edenbell? Jadi dia adalah putri dari Duke Edenbell? Pengkhianat yang telah mencuri rahasia negeri ini dan membeberkannya pada negeri Albarca sehingga pasukan Gamarcus kalah dan banyak meregang nyawa. Batin pria yang masih ada diatas atap itu.
Roselia menatap tajam pada dua petugas keamanan itu. "Memang kenapa kalau aku putri penjahat?" tanyanya dengan suara meninggi.
...****...
hai Readers, author mau apa lagi jangan lupa komennya ya, berhubung ini hari Senin.. Boleh nggak minta vote,gift nya🤭🦈
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
༄ᴵᵏᵏQuenzyᥫ᭡
ferguso ga tuh
2024-12-17
0
Frando Kanan
yg bner aja...lbh baik bunuh aja tuh
2024-04-10
0
Rahma azQia
gimana ya.... banyak omong kosongnya sih kaya kadang nih aku kalo ngeliat pelayan yang ngelarang larang tuh ampe panjang tuh kesel ampe kea BACODD kea gitu
2022-12-22
4