...🍀🍀🍀...
Roselia menikmati makanannya dengan santai, dia merasa cukup tenang karena akhir-akhir ini tak banyak mengeluarkan tenaga untuk berdebat dengan ibu-anak menyebalkan itu. Dia punya tameng yang sekarang sudah berjanji melindunginya, yaitu Derrick. Meski tidak seperti Derrick dalam karakter novelnya yang dia tau, tapi tidak apalah untuk memanfaatkan hal itu. Toh Derrick juga tidak merugikannya.
"Kenapa kakak selalu membelanya? Ibu, lihat kakak....akhir-akhir ini dia selalu membela wanita pembawa sial ini!" tunjuk Daniar dengan marah pada Roselia.
"Daniar, hentikan itu! Nikmati saja makananmu dan jangan ganggu Rose, dia saja tidak menganggumu." ucap Derrick berusaha menenangkan adiknya. Lalu dia melihat ke arah Roselia yang tengah asyik memakan makanannya.
Makanlah dengan tenang dan kenyang, Rose. Aku akan melindungimu mulai sekarang.
Roselia melihat ke arah Derrick dan tanpa sengaja netra mereka saling bertemu pandang. Gadis itu tersenyum lembut untuk pertama kalinya pada Derrick, terlihat indah senyumnya itu di mata Derrick. Membuat wajah pria itu memerah.
Rose tersenyum? Ini pertama kalinya Rose tersenyum padaku. Apa dia sudah memaafkanku?
Terima kasih Derrick, nih aku berikan senyumanku padamu sebagai hadiah. Rupanya senyumanku saja sudah membuatku bahagia. Jika Roselia yang asli masih hidup, dia pasti akan senang karena kau sekarang peduli padanya. Tapi sayang dia sudah tiada dan aku tau tau dia dimana.
Ketika selesai makan, Daniar dan ibunya membaca surat dari istana itu. Sementara Roselia asyik memakan cemilan manisnya, dia berusaha membuat tubuh ringannya sedikit gemuk supaya dia punya tenaga untuk menghadapi pertarungan di dunia novel ini.
"Teruntuk nona Roselia Mariana Edenbell...." Daniar langsung tersenyum masam begitu melihat nama yang tertera disana.
Amber juga terkejut mendengar nama itu, bukan nama anaknya atau namanya yang tercantum disana tapi nama Roselia. Ini benar-benar aneh, pasalnya siapa yang mau mengundang putri penjahat negeri ke pesta dansa? Pasti ini salah. Pikir Amber dalam hatinya, merasa mustahil.
"Kenapa? Apa undangan ini untukku?" tanya Roselia lalu merebut kartu undangan itu dari tangan Amber.
Amber dan Daniar menatap Roselia dengan sinis seperti biasanya, Roselia juga sudah terbiasa dengan itu. "Hey! Kau benar-benar tidak sopan ya!" tegur Daniar pada sepupunya itu.
"Jadi ini untukku, ya?" tanya Roselia yang melihat mamanya tertera disana. "Kalau begitu aku harus pergi ke pesta dansa, ya kan? Tidak boleh menolak undangan dari istana, apalagi ada stempel putra mahkota disini." Dengan bangga Roselia menunjukkan cap stempel dari putra mahkota kerajaan itu.
Aku sebenarnya malas sekali pergi kesana, tapi aku ingin saja mengerjai Daniar. Padahal tidak ada tuh ceritanya, Roselia di undang ke pesta dansa. Cerita ini sudah ngaco.
"Tidak! Kau tidak boleh pergi ke pesta dansa itu!" teriak Amber marah.
"Kenapa bibi? Aku kan di undang ke pesta itu, kenapa aku tak boleh pergi?" wajah Roselia memelas didepan ibu dan anak itu.
"Aku bilang TIDAK ya TIDAK! Dasar anak pembawa sial." ketus Amber yang tangannya sudah mulai melayang akan memukul Roselia.
Sebelum tangan itu mengenai wajah cantik Roselia, tiba-tiba saja Roselia menampar dirimu sendiri dan menjatuhkan dirinya di atas lantai.
Plakk!
Brugh!
"Aaakhh!! Sakit bi..." rintihnya sambil memegang wajahnya. Ibu dan anak perempuannya itu tampak kebingungan.
"Roselia!" Derrick terkejut melihat Roselia yang terduduk di lantai dengan kondisi air mata berlinang dan pipinya yang merah.
"Kakak...." lirih Roselia terlihat tak berdaya.
Tangan Derrick membantu Roselia untuk berdiri, "Kau tidak apa-apa?"
"Pipiku sakit kak." rengek gadis itu sambil menangis manja.
"Mana aku lihat?" Derrick melihat pipi kiri Roselia yang memerah, dia pun melotot pada adik dan ibunya. "Ibu, Daniar! Kenapa kalian menyakiti Roselia lagi?" tegur Derrick marah.
"Apa? Kami menyakitinya? Derrick, kami bahkan tidak menyentuhnya!" kata Amber menangkis semua tuduhan putranya.
"Benarkah? Lalu ini apa? Kenapa dia sampai menangis dan pipinya memar?" tuduh Derrick pada dua wanita itu.
Amber dan Daniar menatap sinis pada Roselia yang kini berada dalam pelukan Derrick. "Dasar kau wanita licik! Kemari kau!" Daniar tidak sabar, dia ingin mengajar wanita yang sudah bermain playing victim dengannya dan Amber.
Ha-ha-ha, sudah lama aku tidak berakting seperti ini. Sungguh sangat menyenangkan bila akting hebatku sebagai Ariana di aplikasikan ke dalam dunia nyata dan menjadi penuh drama. Roselia terbahak di dalam hati.
Derrick melindungi Roselia dan mendorong adiknya. "Hentikan! Aku tidak akan membiarkan kalian menyakiti Roselia lagi,"
"Kak! Dia berbohong, ibu sama sekali tidak menyentuhnya! Dia berpura-pura, dasar kau rubah!" bentak Daniar marah dan dia semakin marah manakala melihat Roselia tersenyum puas penuh kemenangan di dalam dekapan Derrick. "Kakak...lihat dia--"
"Hentikan! Cukup! Selama ini aku selalu diam melihat penindasan kalian pada Roselia dan sekarang aku tidak akan diam lagi." ucap Derrick tegas, ia tulus ingin melindungi Roselia.
Maafkan aku Derrick, tapi aku hanya memanfaatkanmu.
"Derrick! Rupanya kau sudah buta karena dia!" tunjuk Amber pada Roselia, dia tidak tahan dengan sikap liciknya.
Wanita ini, kenapa hilang ingatan membuatnya berubah?
Derrick tidak mendengarkan ibunya, dia pun membawa Roselia pergi dari sana. Amber dan Daniar begitu emosi melihat Derrick membela Roselia sampai begitunya.
"Ibu...lihat kakak! Dia pasti sudah terkena guna-guna wanita itu." dengus Daniar marah.
"Hah! Rupanya dia memang cari mati, baiklah kita akan berikan kematian untuknya. Ibu juga sudah mulai kesal padanya."
Aku akan membunuhmu Roselia.
...*****...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
༄ᴵᵏᵏQuenzyᥫ᭡
membunuh roselia ups tak semudah itu ferguso
2024-12-17
1
Frando Kanan
bknny udh jls....jiwa ke surga...atau gk neraka
2024-04-10
0
mr. rmayy
hahahhaha baguss Thor ide nya..
2023-11-02
2