Jeff mengumpat seraya mengeraskan rahangnya dengan kuat. "Aku tidak akan membiarkan kamu menikah dengan pria lain!" geram Jeff, sembari menatap Safira yang sudah keluar dari kamar tersebut. Ia berusaha bangkit dari tempat tidur. Ia berusaha keras untuk berdiri menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. "Sial! Ayah mertuaku sepertinya sudah sukses membuat dua telorku menjadi telur ceplok!" kesal Jeff, ketika merasakan selakang*annya masih berdenyut nyeri dan merasa mulas sampai ke ulu hati.
Jeff berjalan tertatih keluar dari kamar tamu tersebut, dengan berjalan ngangkang seperti anak kecil yang baru di sunat. Berulang kali ia mengumpat kesal, bagaimana tidak? Jika para pelayan di sana menatapnya dengan geli terkesan meledek.
"Oh! Kamu ternyata kuat juga! Masih bisa berjalan," cibir Devan saat melihat Jeff berjalan tertatih.
Jeff yang tadinya jalan mengangkang sontak langsung merapatkan pahanya. Yah! Telornya terjepit, semoga kali ini tidak jadi telor orak-arik.🤣
Jeff mengumapat di dalam hati, namun tetap memasang tampang yang keren, sok kuat menahan rasa sakit di bagian selang*kangannya. Ia rasanya sudah ingin menjerit dengan kuat.
"Ya, tentu saja. Aku ini pejantan tangguh," jawab Jeff dengan penuh ketegasan.
Devan mengangguk seraya tersenyum miring. "Semoga saja alat reproduksimu itu bisa di gunakan lagi. Karena Safira juga butuh kepuasan bukan?" ucap Devan, membuat Jeff melongo dan terkejut luar biasa. Ya— devan dan Raya sudah berdiskusi untuk memberikan satu kesempatan lagi untuk Jeff. Dan merasa jika Jeff harus mempertanggung jawabkan perbuatannya kepada Safira.
"Pi ... ." Jeff menatap pria paruh baya yang ada di hadapannya ini dengan mata yang berkaca-kaca, tidak menyangka jika dirinya akan mendapatkan restu dari Devan. Ia seperti mendapat angin segar di gurun pasir.
"Jangan sok imut dan sok dramatis! Aku berkata seperti ini karena kamu sudah terlanjur berbuat asusila kepada putriku!" tegas Devan dengan nada yang ketus.
Jeff tidak memperdulikan ucapan Devan yang kasar, karena itu memang benar dan kenyataannya. "Aku akan berjuang keras untuk mendapatkan hati Safra lagi, Pi. Do'akan aku ya ..."
"Cih! Tidak sudi aku mendoakan kamu yang bajingan dan keparat!" jawab Devan ketus. "Berusaha semampumu sendiri!" lanjut Devan, segara berlalu dari hadapan Jeff.
"Baik ... Pi ... Baik." Jeff menganggukkan kepalanya berulang kali, seraya merenggangkan kakinya lagi, karena telornya sudah terasa mau pecah. "Awwwhh, sakitnya," desis Jeff, sembari mengusap bagian bawah sana.
Jeff segera keluar dari rumah tersebut, tujuan selanjutnya adalah menemui dokter pribadinya.
*
*
*
PLAK
Terdengar suara tamparan kerasa yang mendarat di pipi seorang wanita. "Aku sudah melakukan semua keinginanmu!" sentak wanita tersebut yang tidak lain adalah Cindy. Ia berucap sembari memegangi pipinya yang terasa panas. Tidak menyangka jika suaminya bisa berbuat sekasar ini. Selama hampir 3 tahun menikah dengan Aries, pria itu memang sering berkata kasar kepadanya, tapi pria itu tidak pernah bermain tangan seperti saat ini.
"Itu karena kamu terlalu bodoh!" umpat Aries dengan penuh emosi. Ia kesal karena rencananya yang sudah ia susun rapi selama 2 tahun ini untuk mendekati Safira, harus gagal. Karena Cindy sudah mengakui perbuatannya kepada keluarga Fadaei dan tentu saja namanya ikut terseret.
"Kenapa kamu berubah? Di mana kamu yang dulu? Yang hangat dan suka menghargai wanita?!" tanya Cindy dengan menggebu. Ia merasakan sikap Aries berubah 180 derajat setelah menikah dengannya, pria itu bukan seperti yang ia kenal.
"Aku bukan Aries yang dulu lagi! Kamu yang merubahku seperti monster!" desis Aries, seraya mendekati Cindy lalu mencengkram erat rahang Cindy, hingga membuat wanita itu meringis kesakitan. Ya, ia menyimpan dendam kepada Cindy, istrinya sendiri. Karena wanita licik ini dulu menjebaknya, memberikan obat perangsang ke dalam minumannya dan berakhir diatas ranjang dengan Cindy. Ia harus bertanggung jawab, karena sudah meniduri Cindy, walau pun Cindy saat itu sudah tidak perawan lagi.
"Sa-sakit," ucap Cindy terbata.
"Sakit kamu bilang? Hatiku lebih sakit lagi!" desis Aries. "Aku akan membuat hidupmu seperti di neraka!" ucap Aries seraya menyentakkan dagu Cindy dengan kuat.
"Aku ingin bercerai!!" teriak Cindy yang sudah berderai air mata.
"Bercerai? Mudah saja, setelah aku puas menyiksamu!" balas Aries dingin. Tatapan matanya sangat tajam bagai ujung pisau yang siap menusuk lawannya.
Vote! vote!! Vote!! Mana Vote-nya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
bunda n3
kasihan Cindy
2024-12-25
0
Wati_esha
Aries 🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2024-07-09
0
Wati_esha
Cindy - Aries 🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2024-07-09
0