Devan dan Raya melott lebar saat mendengar pengakuan Jeff. "Jangan bilang kalau kamu—" Ucapan Devan terhenti saat melihat anggukan kepala Jeff.
Raya membekap mulutnya dengan kedua tangannya, dan air matanya meluncur begitu dearasnya. Putrinya sudah di rusak oleh pria bajingan ini.
Devan mengeraskan rahangnya dengan kuat, tanpa tendeng aling-aling, ia melayangkan bogem mentah ke wajah Jeff.
Bugh
Bugh
Bugh
Kejadiannya begitu cepat, Jeff tidak sempat menghindar ataupun melawan. Ia kini sudah tersungkur diatas lantai dengan posisi terlentang. Wajahnya teras perih dan juga sangat sakit. ia rasa wajah tampannya sudah tidak berbentuk lagi.
Kesempatan untuk Devan mengahabisi Jeff, saat melihat pria itu tidak berdaya.
Bugh
"Shiit!" umpat Jeff meringkuk kesakitan saat Devan menginjak selangkangnnya dengan kuat. Terasa sakit dan mulas sampai ke ulu hati. Ia berfikir jika dua telornya saat ini pecah, karena rasa sakitnya sangat luar biasa.
"Nikmati rasa sakitnya! Jangan hanya mau enaknya saja! Dan sepatutnya tytydmu itu di sunat lagi sampai ke pangkalnya! Sialan!!!!" maki Devan penuh emosi.
"Maaf, Pi." Jeff berusaha untuk berdiri, menahan rasa sakit luar biasa di selangkaangannya. Rasanya ia ingin mati saja, karena rasa sakit itu kini merambat ke ubun-ubun.
"Kamu ini sudah tua, seharusnya kamu bisa menjaga tytydmu agar tidak sembarangan masuk sarang!! Bangsat!" Devan masih di selimuti emosi. Demi kepala kotak spongebob, Devan ingin melemparkan pria bajingan ini ke dasar jurang. Kakinya terayun dan melayangkan tendangan di perut Jeff, juga menendang selang*kangan Jeff lagi.
"Argghhhhh!" Jeff memekik kesakitan saat ia mendapat serangan lagi dari Devan.
"Mampus!!!!" Devan merasa puas sekali melihat pria bajingan yang sudah merusak putrinya terkapar tidak berdaya diatas lantai.
"Papi! Apa yang kalian lakukan?!" teriak Safira yang baru memasuki rumah, dan melihat pemandangan yang begitu mengerikan untuknya.
Safira berlari lalu menghampiri Jeff yang sudah tidak sadarkan diri diatas lantai. Ia menatap wajah Jeff yang babak belur karena di hajar ayahnya. Lalu pandangannya beralih menatap ibunya yang menangis terisak. "Sebenarnya apa yang terjadi?" batin Safira.
"Dia pantas mendapatkan semua ini!" desis Devan, lalu berlalu dari sana untuk meredam amarahnya yang membumbung tinggi.
Sedangkan Safira menyuruh dua penjaga untuk membawa Jeff ke kamar tamu. Walau ia sering kali di sakiti oleh Jeff, ia tidak tega membiarkan pria itu begitu saja, apa lagi Jeff terluka karena ayahnya. Sungguh baik hati sekali Safira ini. Ia mengesampingkan rasa sakit hatinya, demi rasa kemanusiaan antara sesama.
Jeff sudah di bawa ke kamar tamu. Safira beranjak mendekati ibunya yang masih menangis pilu. "Mami kenapa menangis?" tanya Safira, seraya merangkum bahu Raya dengan kelembutan.
"Katakan kepada Mami, apa benar yang di katakan oleh Jeff, jika pria itu sudah merenggut sesuatu darimu?" tanya Raya di sela isak tangisnya.
Tubuh Safira melemas seketika, ia menggigit bibir bawahnya dengan kuat. Lidahnya terasa kelu terasa berat untuk mengungkapkan semua ini. Ia hanya mengangguk pelan sebagai jawaban, di iringi dengan air mata yang meluncur begitu deras, bagai bendungan yang jebol dan tidak bisa di hentikan airnya.
Bukan hanya Safira yang melemas. Raya pun sama halnya. "Dosa apa aku? Hingga kedua putriku mengalami hal yang sama? Tuhan, cobaan apa ini, yang telah Engkau berikan kepada kami?" batin Raya menangis perih.
Masih sesek ya, tapi sedikit lega karena semuanya sudah terungkap🥺🥺🤧
Sawerannya ya, jangan lupa likenya ya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Wati_esha
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
2024-07-09
0
Wati_esha
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
2024-07-09
0
Wati_esha
😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲
2024-07-09
0