Jangan lupa kasih like, vote, favorite, komentar. Syukur-syukur di kasih kopi sama kembang, alhamdulillah banget bestie😬😬
Safira sudah sampai ruangannya. Ia menatap ruangan Jeff yang masih tertutup, bertanda jika pria tersebut belum ada di ruangannya. Ia mendudukan diri di kursi kerjanya sembari mengambil surat pengunduran dirinya yang sudah ia siapkan sebelumnya.
Ya, ia sudah memikirkan keputusannya dengan matang. Tadinya ia ingin bertahan kepada pilihannya, dan berharap jika Jeff suatu saat akan kembali kepadanya. Tapi, sekarang? Semuanya sudah tidak ada harapan lagi. Hidupnya sudah hancur berkeping-keping, ia sudah menyerah dengan keadaan ini.
Ia beranjak dan berjalan menuju ruangan Jeff dan meletakkan surat tersebut di atas meja Jeff.
"Fir ..."
Safira tersentak kaget ketika mendengar suara bariton yang begitu dalam, membuat jantungnya berdebar tidak karuan. Bahkan tubuhnya ikut bergetar, bayangan malam itu terlintas di benaknya, membuat dirinya di landa ketakutan yang luar biasa.
"Kuatkan hatimu." Safira mensugesti dirinya.
"Safira, aku ..." Tenggorokan Jeff terasa tercekat, bahkan untuk menelan ludahnya saja ia sangat kesulitan. Rasa bersalah dan penyesalan menggerogoti hatinya. Sungguh dia adalah pria yang paling bodoh dan bejat di dunia. Bagaimana bisa dirinya meragukan kesetiaan, cinta dan kesucian Safira.
"Maaf, Pak. Hari ini saya resign," ucap Safira, membalikkan badan, berhadapan dengan Jeff namun ia tidak sanggup jika harus menatap wajah tampan dan rupawan itu.
Deg
Jantung Jeff berdetak tidak karuan, tidak! Ini tidak bisa dibiarkan. Ia harus mencegah Safira agar tidak pergi dari hidupnya.
Jeff berjalan mendekati meja kerjanya, mengambil surat pengunduran diri Safira lalu merobeknya hingga menjadi beberapa bagian dan membuangnya ke tempat sampah.
"Pengunduran dirimu di tolak!" tegas Jeff.
Safira mendongak dan menatap Jeff penuh luka. "Berapa lama lagi aku harus terjerat cinta dengan pria bajingan sepertimu!!" Pipinya kini sudah banjir dengan air mata, dadanya terasa sesak. Ia tidak sanggup lagi menjalani semua ini.
Mata Jeff mengembun, lalu menarik Safira ke dalam pelukkanya. "Selamanya aku akan menjeratmu, Fir." lirih Jeff dan mencium pucuk kepala Safira berulang kali. Memeluk Safira dengan penuh kerinduan yang mendalam.
Safira memberontak lalu mendorong dada bidang Jeff dengan kuat, saat pelukan itu terlepas, ia melayangkan tamparan yang begitu keras di pipi Jeff.
"Jangan harap! Aku sangat membencimu!!" Safira menatap tajam Jeff, ia segera beranjak dan pergi dari perusahaan itu dengan perasaan sakit yang luar biasa di hatinya.
"Safira!!!" teriak Jeff, dan segera mengejar gadis itu yang sudah memasuki lift, sebelum pintu lift tertutup, ia sudah menerobos masuk ke dalam sana.
"Mau apa lagi?! Apakah kamu tidak puas menghancurkan hidupku, Jeff. Segalanya sudah kamu renggut termasuk ...." Safira tidak sanggup melanjutkan ucapannya lagi. Teramat sakit jika di ingat. Ya Tuhan, berikan dia kekuatan untuk menjalani kehidupan yang kejam ini.
Jeff menghimpit Safira di sudut lift tersebut, lalu memeluknya dengan erat. "Aku minta maaf, Fir. Aku minta maaf kepadamu. Aku bodoh, aku salah karena sudah jahat, meninggalkanmu dan juga meragukanmu," ucap Jeff dengan sangat tulus dan penuh kelembutan. Namun, setulus apa pun perkataan Jeff, sudah tidak mampu meluluhkan hati Safira lagi.
"Apakah kamu melakukan semua ini setelah merenggut semuanya? Apakah kamu menyesalinya?" tanya Safira sembari mendorong dada bidang Jeff.
Jeff terdiam, menatap manik indah berwarna abu yang memancarkan sedihan, kesakitan dan juga kekecewaan. Ya, dia menyesalinya semua ini, semua yang sudah ia perbuat kepada Safira. Bolehkan jika dirinya memutar waktu? Tapi, sayangnya tidak bisa, semua sudah terjadi, dan hanya tinggal penyesalan lah yang ada.
"Sudah aku katakan bukan? Jangan pernah menyesali dengan apa yang sudah kamu perbuat! Mulai dari hari ini, aku akan melepaskan kamu dari hatiku Jeff!" ucap Safira dengan penuh kesakitan. Ia berusaha kuat untuk tidak menangis di hadapan pria tersebut. Ia melepaskan cincin berlian yang selama ini masih melingkar di jari manisnya, lalu melemparkan di lantai lift tersebut.
"Nggak, Fir!! Kamu tidak boleh pergi dariku!" Jeff memungut cincin tersebut.
"Terlambat Jeff!!"
Pintu Lift terbuka, Safira segera keluar dari sana dan berlari keluar dari perusahaan tersebut.
Tabok aja kepalanya pake panci, tapi tega nggak? Ganteng benget sih.😁
Oh, Jeff smith❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Agustina Kusuma Dewi
waduh..panci2 q, abot hare.. primaboga.. nek nabok piye..
🤣😂🤣😂🤣😂
2024-07-12
0
Wati_esha
Bingung mau komentar apa. 😇
2024-07-09
1
Wati_esha
Tq ya update nya.
2024-07-09
0