Flashback-nya di tuntaskan, biar tidak menimbulkan tanda tanya di benak kalian. Enjoy aja ya, ini Flashback terakhir.😁
Ceklek
Suara pintu kamar terbuka dari luar, Jeff memasuki kamar hotel tersebut dengan perasaan berkecamuk. Untuk apa calon istrinya mengajaknya bertemu di sebuah kamar hotel mewah? Ia mengedarkan pandangan keseluruh kamar hotelnya itu. Matanya terbuka lebar, saat melihat ada sepasang manusia di atas ranjang sedang berpelukan sangat mesra, dengan keadaan naked. Sungguh sakit hatinya, ia semakin berjalan mendekat untuk memastikan jika ia tidak salah menduga. Ternyata benar, itu adalah Safira dengan seorang pria yang ia kenal sebagai rival-nya.
Sungguh sakit yang di rasakan oleh Jeff saat itu, dadanya bagai di tusuk ribuan pisau. Tangannya terkepal dengan erat, dan tatapan matanya memunculkan emosi yang tidak terkira.
Brengsek! Bajingan! Segala umpatan di keluarkan oleh Jeff.
"Safira! Kenapa kamu menghianatiku!" geram Jeff, menatap nanar Safira yang begitu lelap di pelukan orang lain. Tidak disangka, Safira yang sangat ia cintai dengan sepenuh hatinya, kini menghianatinya. Mungkin jika kalian berada di posisi yang sama akan merasakan sakit hati yang sangat luar bisa.
Tidak berselang lama, pria itu terbangun dan menatap Jeff dengan sinis. "Hai Bro ..." Tersenyum sinis, lalu mengecup bibir Safira yang masih terpejam.
"Kamu sudah melihatnya? Ehm ... Safira dan aku baru saja melalu siang yang sangat panas dan menggelora," ucapnya memanasi, tersenyum puas, saat melihat rival-nya semakin kebakaran jenggot.
"Brengsek!!"Jeff meradang lalu berjalan mendekati pria itu dan melayangkan pukulan bertubi-tubi ke wajah pria tersebut. Lalu menyeret pria tersebut turun dari ranjang. Pria tersebut memakai boxer saja berwarna hitam. Sungguh menjijikkan sekali!
Jeff tidak puas dan tetap memukul dan menendang pria tersebut sampai tidak berdaya diatas lantai marmer di kamar hotel tersebut. "Ini balasan untukmu karena sudah berani menyentuh wanitaku!! Sialan!" amuk Jeff, setelah melampiaskan amarahnya.
Jeff keluar dari kamar hotel tersebut dengan hati yang sangat hancur. Jeff yang sudah di selimuti emosi jiwa yang membara, berpikir pendek, ia menemui keluarga Safira untuk membatalkan pernikahanya hari itu juga.
Cindy keluar dari persembunyiannya, dan membantu pria tersebut yang terkapar tidak berdaya. "Kau tidak apa-apa?" tanya Cindy.
"Aku oke! Tidak apa-apa aku babak belur, yang penting aku puas melihat pria itu hancur," jawab pria tersebut tersenyum miring, seraya beranjak dari lantai yang dingin itu.
"Dasar gila!" umpat Cindy.
Cindy memakaikan pakaian ke tubuh Safira lagi, gadis itu masih terpejam erat karena obat tidur dosis tinggi yang di berikan oleh Cindy. Kemudian membawa Safira pergi dari hotel tersebut dan membawanya pulang ke rumahnya.
*
*
*
"Eugghh ..." Safira menggeliat dan mulai membuka kedua matanya.
"Kamu sudah bangun?" tanya Cindy yang sejak tadi menunggu Safira sadar.
"Kak, aku dimana?" Safira terkejut dan segera mendudukkan diri. Aneh tubuhnya terasa lemas sekali dan juga terasa letih, mungkin karena efek obat tidur itu.
Safira mengedarkan padangannya di seluruh kamar tersebut yang tampak asing baginya.
"Di rumahku. Kamu tiba-tiba tidur saat di Cafe, dan tidurmu itu sangat pulas sekali," jawab Cindy berbohong.
"Apa kamu sakit?" tanya Cindy, sok perhatian, dan memasang wajah cemas.
"Mungkin, tubuhku terasa lemas dan juga sedikit letih," jawab Safira. "Terima kasih, Kak, karena sudah repot-repot membawaku ke sini," ucap Safira dengan sangat tulus.
Nyesss
Hati Cindy mencelos, diselimuti perasaan bersalah yang sangat luar biasa.
"Maafkan, Kakak, Fir. Kakak sudah jahat sama kamu," batin Cindy menangis di dalam hati.
Jangan lupa like dan Vote-nya ya bestie💋💃
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
bunda n3
satu kata buat Cindy "TEGA"
2024-12-25
0
Nurwahida Nasar
bagus Krn Cindy terbuka
2025-03-02
0
Wati_esha
🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🙃🙃🙃🙃🙃
2024-07-09
0