Di sebuah kamar bernuansa abu, dan di bawah sorot lampu tidur yang remang, seorang gadis cantik terisak perih. Ya, malam ini adalah malam yang naas untuknya, karena kesuciannya telah di renggut oleh mantan tunangannya. Ia mencoba untuk mendudukan dirinya, menahan rasa sakit yang di rasa, badannya terasa sangat remuk dan area pangkal pahanya terasa sangat sakit dan perih. Membekap mulutnya yang terus terisak, air matanya mengalir begitu derasnya. Matanya melirik Jeff sekilas, pria itu tertidur pulas, setelah selesai menyetubuhinya. Dengan kaki yang bergetar, ia menapakkan kakinya di lantai marmer yang dingin itu.
Meraih pakaiannya yang berserak diatas lantai, dan segera memakainya. Ia segera pergi dari kamar itu dengan langkah kaki yang tertatih. Menahan rasa sakit di area pangkal pahanya.
*
*
*
Pagi harinya, Jeff mulai membuka kedua matanya lalu merenggangkan otot tubuhnya. Ah, tadi malam ia tidur sangat nyenyak sekali tidak seperti biasanya. Ia mendudukan dirinya, dan terkejut saat dirinya polos tanpa sehelai benang pun.
Ia memijat pelipisnya, kepalanya masih terasa berdenyut nyeri. Dan mencoba mengingat kejadian tadi malam. Ia merasakan kenikmatan yang tidak pernah ia rasakan selama hidupnya ini. Dan tiba-tiba tersentak kaget ketika mengingat semuanya.
Ia segera menyibakkan selimutnya, dan ada bercak darah yang sudah mengering di permukaan sprei berwarna abu itu. Jantungnya berdetak tidak karuan dan matanya mengembun, tangannya terulur untuk menyentuh bercak darah tersebut.
"Aku tidak seperti yang kamu tuduhkan!!"
"Jeff, aku mohon hentikan."
"Lakukan sesukamu, Jeff. Lakukan apa yang kamu mau, dan jangan pernah menyesalinya."
Suara Safira yang memohon kepadanya terus berputar di ingatannya. Rasa bersalah dan penyesalan merambat naik di ke dalam dadanya. Safira masih suci, dan dengan bejatnya dia merampas kesucian itu.
Jeff seperti manusia yang paling menjijikkan di dunia ini, dia sudah seperti iblis merah. Namun, satu hal yang menjadi pertanyaannya adalah, jika dirinya yang merenggut kesucian Safira. Lalu siapa wanita yang ada di dalam hotel tersebut dan bercinta dengan rivalnya?
Ia segera beranjak dari tempat tidur, berjalan menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri. Dia harus mencari tahu semua ini!
*
*
*
Safira berada di bawah guyuran shower kamar mandi. Wajahnya sangat pucat, pandangan matanya kosong. Dinginnya air shower tidak ia rasakan lagi. Ia merasa tubuhnya sangat kotor dan mencoba membersihkannya, ia merasa jijik kepada dirinya sendiri.
"Fir!" teriakan sang ibu di iringi dengan gedoran pintu dari luar kamarnya. Safira menangis lirih di bawah guyuran air shower. Rasa bersalah kepada kedua orang tuanya, karena tidak bisa menjaga dirinya.
"Safira Fadaei!! Jika kamu tidak segera bangun, aku akan mendobrak pintu kamar kamu!" teriak Raya terdengar sangat kesal.
Safira segera beranjak, menyambar handuk yang tergantung di kamar mandi, lalu melilitkannya ke tubuhnya. Keluar dari dalam kamar mandi seperti mayat hidup.
"Safira!!!"
"Iya, Mami!" sahut Safira dengan lesu. Ia segera berjalan menuju ruang ganti dan segera berpakaian.
Memoles wajahnya dengan bedak tipis, dan memakai lipstik berwarna merah darah untuk menyamarkan wajah pucatnya.
Ia keluar dari kamar dengan lesu, dan tidak punya gairah hidup lagi. Lalu apa yang ia harapkan lagi? Ia sudahh tidak suci lagi, dan apakah masih ada pria yang mau menikahinya?
Kenapa semua ini harus terjadi kepada dirinya? Tuhan, salah apa dan dosa besar apa yang di lakukannya selama ini?
Kasih like, vote, bintang lima, komentar, favorite dan hadiah. Banyak maunya othor yang satu ini😁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Dyah Oktina
karena terlalu besar rasa cintamu pd jeff.. jd masih mau berbuat apa saja walau terpaksa..
2024-11-23
0
Wati_esha
Tq update nya.
2024-07-07
0
Wati_esha
Stupid boy!!! Too late!!!
2024-07-07
1